
Setelah selesai sholat ashar Rahma bersiap-siap untuk pergi bersama Rendi. Ia memilih menggunakan dress casual dengan kerudung yang sesuai dengan warna dress. Untuk tasnya Rahma memilih memakai sling bag pemberian Rendi.
Setelah penampilannya terlihat oke Rahma keluar dari kamarnya. Ia berjalan menuju ke ruang keluarga. Di sana sudah ada Rendi yang menunggunya sambil berbincang-bincang dengan Pak Sultan dan Ibu Claudia. Rahma menghampiri mereka. Ibu Claudia menoleh ke Rahma.
“Sudah siap?” tanya Ibu Claudia.
“Sudah, Tante,” jawab Rahma.
Mendengar suara Rahma, Rendi langsung menoleh ke belakang. Ia memandangi penampilan Rahma. Rahma merasa ada yang salah dengan penampilannya.
“Kenapa? Salah kostum, ya?” tanya Rahma sambil memperhatikan lagi penampilannya.
“Tidak, ah. Sudah cantik, kok. Yak kan, Ren?” tanya Ibu Claudia.
“Ayo, kita berangkat sekarang.” Rendi beranjak dari tempat duduk.
Ketika mereka hendak pamit tiba-tiba ada suara seseorang mengucapkan salam dari arah garasi mobil.
“Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam,” jawab semua orang yang berada di ruang keluarga.
Mereka menoleh ke arah pintu garasi. Pak Bobby berdiri di depan pintu garasi. Ibu Claudia langsung menghela napas begitu melihat Pak Bobby.
“Mau ngapain dia datang ke sini?” gumam Ibu Claudia dengan kesal.
“Sssttt tidak boleh bicara seperti itu! Ayah yang mengundangnya untuk datang ke sini,” ujar Pak Sultan.
“Masuk, Pak Bobby!” kata Pak Sultan.
Pak Bobby masuk ke dalam ruang keluarga. Ia menyalami Rendi dan Rahma.
“Kapan kalian pulang?” tanya Pak Bobby kepada Rahma dan Rendi.
“Saya pulang hari kamis, Rahma baru pulang kemarn malam,” jawab Rendi.
“Kelihatannya kalian mau pergi, ya?” tanya Pak Bobby.
“Iya, Pak. Mau ajak Rahma jalan-jalan. Kasihan dia sudah cape ikut pelatihan,” jawab Rendi.
Rendi dan Rahma menghampiri Pak Sultan dan Ibu Claudia.
“Kami pergi dulu.” Rendi dan Rahma mencium tangan Pak Sultan dan Ibu Claudia.
__ADS_1
“Assalamualaikum,” ucap Rendi.
“Waalaikumsalam,” jawab semua yang ada di ruang keluarga.
“Ayo, Pak Bobby. Kami pergi dulu.” Rendi menepuk bahu Pak Bobby.
“Ya. Selamat bersenang-senang,” ujar Pak Bobby.
Rendi dan Rahma berjalan keluar rumah melalui garasi. Ibu Claudia beranjak dari sofa hendak menuju ke kamarnya.
“Mau kemana?” tanya Pak Sultan.
“Mau ke kamar,” jawab Ibu Claudia.
“Bikinkan Ayah dan Pak Bobby kopi! Sekalian bawakan camilan!” ujar Pak Sultan.
“Baik Ayah.” Ibu Claudia tidak jadi ke kamar, tapi ia menuju ke dapur.
***
Rendi mengendarai mobilnya menuju ke salah satu mall yang terletak di jalan Cihampelas. Sabtu sore jalan di kota Bandung sangat macet, banyak kendaraan berasal dari Jakarta yang hendak berlibur ke kota Bandung. Selama Rendi sedang fokus menyetir Rahma memperhatikan pemandangan mobil-mobil yang sedang berhenti karena macet.
“Aduh. Macet, Ma,” keluh Rendi sambil menarik rem tangan.
Rahma menoleh ke Rendi.
“Jangan, dong. Kagok sebentar lagi sampai,” kata Rendi. Tiba-tiba mobil di depan mulai jalan. Rendi menurunkan rem tangan lalu menjalankan mobilnya.
Sedikit demi sedikit mobil mulai maju, hingga akhirnya mereka sampai di mall di Cihampelas. Rendi membelokkan mobilnya menuju ke halaman mall lalu ia mencari tempat parkir. Setelah mobil diparkir, Rendi dan Rahma turun dari mobil mereka berjalan menuju ke bioskop yang berada di mall tersebut.
Rendi dan Rahma memilih untuk menonton film action. Sebelum mereka masuk ke dalam teater, mereka membeli minuman dan camilan terlebih dahulu. Setelah itu mereka baru masuk ke dalam teater. Selama film dimulai Rahma dan Rendi fokus ke layar teater agar mereka mengerti jalan ceritanya.
Pukul setengah tujuh film pun berakhir. Rendi dan Rahma jalan menuju pintu keluar teater.
“Kita sholat magrib dulu,” ujar Rendi.
Mereka berjalan menuju ke mushola yang berada di mall tersebut. Mereka berpisah di depan mushola. Rendi menuju ke tempat wudhu laki-laki sedangkan Rahma menuju ke tempat wudhu wanita. Setelah selesai mengambil wudhu Rahma pun sholat magrib.
Ketika Rahma keluar dari mushola Rahma melihat Rendi duduk di depan mushola. Rahma menghampiri Rendi. Rendi menoleh ke Rahma ketika melihat Rahma berjalan menghampirinya. Rahma duduk di sebelah Rendi.
“Kita makan dulu. Tapi jangan di sini, di sini terlalu ramai, kita cari makan di luar,” ujar Rendi.
“Terserah Pak Rendi saja,” jawab Rahma.
__ADS_1
“Yuk!” Rendi beranjak dari tempat duduk. Rahma juga beranjak dari tempat duduk, ia mengikuti Rendi menuju ke mobil,
Rendi mengendarai mobilnya menuju ke sebuah hotel bintang lima yang letaknya masih berada di jalan Cihampelas. Ia membelokkan mobilnya menuju ke hotel tersebut.
“Kita makan di sini?” tanya Rahma sambil memperhatikan gedung hotel tersebut.
Rendi menoleh sebentar ke Rahma.
“Iya. Tidak apa-apa, kan kalau akan di sini?” tanya Rendi. Ia takut Rahma tidak setuju jika makan di hotel tersebut.
“Tidak apa-apa,” jawab Rahma.
Rendi mengendarai mobilnya menuju ke tempat parkir yang berada di basement. Ia memarkirkan mobilnya di basement. Setelah selesai memarkirkan mobil mereka keluar dari mobil lalu berjalan menuju ke liff yang terdapat di basement.
Rendi menekan tombol liff kemudian pintu liff pun terbuka. Mereka masuk ke dalam liff. Rendi menekan tombol lantai tempat restaurant yang akan mereka tuju lalu liff bergerak ke lantai atas. Akhirnya sampailah mereka di lantai yang mereka tuju. Rendi dan Rahma keluar dari dalam liff. Mereka berjalan menuju ke sebuah restaurant a la carte. Di depan restaurant seorang karyawan restaurant menyapa mereka.
“Selamat malam, apakah Bapak dan Ibu sudah reservasi tempat?” tanya karyawan tersebut.
“Sudah. Atas nama Rendi,” jawab Rendi.
“Sebentar, saya cek dulu.” Karyawan tersebut menuju meja buku tamu.
Rahma menoleh ke arah Rendi.
“Bapak sudah reservasi tempat?” tanya Rahma. Rendi tersenyum lalu mengangguk. Sepertinya Rendi sudah merencanakan semuanya. Tidak lama kemudian karyawan tersebut menghampiri Rendi.
“Mari Pak Bu, saya antar ke meja Bapak dan Ibu.” Karyawan itu menagajak Rendi dan Rahma masuk ke dalam. Mereka mengikuti karyawan tersebut. Sampailah mereka di sebuah meja yang agak menjauh dari pengunjung lain.
Karyawan itu menarik kursi dari meja agar mempermudah mereka untuk duduk. Rendi dan Rahma duduk di kursi setelah itu karyawan tersebut memberikan buku menu kepada Rahma dan Rendi. Mereka membuka buku menu dan membaca menu yang disediakan restaurant tersebut. Restaurant itu menyediakan makanan western, chinese dan Indonesia.
Rahma bingung ketika memilih makanan semuanya terlihat enak.
“Di sini menu yang paling enak adalah t-bone steak,” ujar Rendi sambil membuka-buka buku menu.
“Boleh deh, Pak. Saya mau t-bone steak,” ujar Rahma.
Kemudian Rendi memesankan makanan dan minuman yang ingin mereka makan. Setelah itu karyawan tersebut pergi meninggalkan meja Rendi.
“Rahma.” Rendi memanggil Rahma yang sedang memperhatikan pengunjung yang lain.
Rahma menoleh ke Rendi.
“Iya, Pak Rendi,” jawab Rahma.
__ADS_1