183 Hari Menjadi Kekasih

183 Hari Menjadi Kekasih
61. Hadiah Untuk Dafa


__ADS_3

Setelah Rahma dibersihkan ia pun dipindahkan ke ruang VVIP, seperti yang diminta oleh Rendi. Namun, bayi belum di antar ke kamar. Rahma dan para nenek sudah tidak sabar ingin melihat cucu mereka.


“A, mana bayinya?” kenapa belum diantar ke sini?” tanya Rahma.


“Sabar. Bayinya sedang diperiksa oleh dokter anak dulu lalu dibersihkan,” jawab Rendi.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Seorang suster masuk sambil mendorong box bayi.


“Selamat sore,” ucap suster.


“Sudah waktunya baby untuk minum asi,” kata suster.


Suster mendorong box bayi menuju ke sebelah tempat tidur Rahma. Lalu ia menggendong bayi dan ditaruh di atas gendongan Rahma. Suster menutup tirai penutup tempat tidur agar tidak terlihat oleh tamu yang lain. Ibu Claudia dan Ibu Arini merapat ingin melihat cucu mereka minum ASI.


Rahma membuka kancing dasternya lalu menyusui bayinya. Rendi memperhatikan Rahma yang sedang menyusui.


“Bisa, Bu?” suster melihat Rahma yang sedang menyusui.


“Bisa,” jawab Rahma.


Suster membenarkan posisi bayi agar bayi bisa menyusu dengan nyaman. Setelah bayi bisa menyusu dengan baik suster pun pamit meninggalkan kamar Rahma. Ibu Arini dan Ibu Claudia berdiri lebih dekat lagi. Mereka ingin melihat bayi lebih dekat.


“Namanya siapa, Ren?” tanya Ibu Arini.


“Namanya Dafa Rendra Kartabatara,” jawab Rendi.

__ADS_1


“Namanya cocok untuk bayi selucu ini.” Ibu Arini menowel pipi Dafa.


Ketika adzan Isya berkumandang para orang tua pamit pulang karena mereka sudah sangat cape. Besok pagi mereka akan kembali melihat cucu mereka.


Keesokan harinya kamar Rahma penuh oleh keluarga Rahma dan keluarga Rendi yang datang untuk melihat bayi. Pak Ferdi datang dari Kuningan diantar oleh Rasyid. Ia hendak melihat cucunya yang baru lahir.


Ketika mereka sedang asyik berbincang-bincang tiba-tiba ada yang membuka pintu kamar Rahma.


“Assalamualaikum.” Pak Bobby masuk ke dalam kamar sambil mengucapkan salam.


“Waalaikumsalam,” jawab semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut.


“Masuk, Pak Bobby,” kata Rendi.


Pak Bobby menyalami semua orang yang berada di ruangan itu. Lalu ia mendekati bayi yang sedang di gendong oleh Ibu Claudia.


“Saya belum memberi hadiah untuk Dafa,” ujar Pak Bobby.


“Tidak usah repot-repot, Pak. Doakan saja agar Dafa menjadi anak yang soleh,” kata Rendi.


“Tidak apa-apa. Saya hanya ingin memberi hadiah untuk cucu saya,” ujar Pak Bobby.


Pak Bobby memberikan amplop kepada Rendi.


“Apa ini, Pak?” tanya Rendi.

__ADS_1


“Hadiah dari saya untuk Dafa,” jawab Pak Bobby.


Rendi membuka amplop tersebut di dalamnya ada sebuah cek senilai seratus juta rupiah. Rendi kaget melihatnya. Sewaktu Rendi dan Rahma menikah Pak Bobby memberi hadiah cek sebesar dua ratus juta rupiah untuk Rendi dan Rahma. Tapi Rendi tidak bisa menolak cek tersebut karena ia pernah berjanji akan menerima hadiah dari Pak Bobby asalkan Pak Bobby tidak memaksa untuk membiayai pernikahan Rendi dan Rahma.


Rendi tahu Pak Bobby tidak semata-mata memberikan hadiah begitu saja. Pak Bobby memberikan uang banyak kepada Rendi karena ada maunya. Tapi permasalahannya hati tidak bisa dipaksa.


“Ini terlalu berlebihan, Pak,” kata Rendi.


“Tidak apa-apa. Itu hadiah dari seorang kakek untuk cucunya,” ujar Pak Bobby.


Rendi menghela nafas lalu ia memperlihatkan cek tersebut kepada Rahma. Terlihat wajah Rendi yang keberatan untuk menerima cek tersebut. Rahma tersenyum lalu mengangguk tanda mengerti.


“Pak Bobby, kami terima hadiah dari Pak Bobby. Terima kasih atas hadiahnya. Lain kali jangan memberi hadiah yang berlebihan, apalagi untuk anak-anak,” kata Rahma.


“Itu tidak berlebihan. Segitu cukuplah untuk hadiah cucu,” ujar Pak Bobby.


Rendi dan Rahma menghela napas. Pak Bobby kalau sudah punya keinginan susah untuk diberitahu.


Pak Bobby kembali ke sofa. Ia mendekati Pak Ferdi dan Pak Sultan lalu mereka pun saling berbicara satu dengan lain. Tiba-tiba Dafa terbangun ia merengek. Ibu Claudia memberikan Dafa kepada Rahma.


“Dafa haus mau susu,” ujar Ibu Claudia.


Rahma menggendong Dafa lalu menyusui Dafa. Rendi memandangi Istri dan anaknya. Lengkaplah sudah kebahagiaan Rendi. Istri yang soleha dan anak yang soleh dan tampan. Ini adalah karunia yang Allah SWT berikan untuk Rendi.


.

__ADS_1


TAMAT.


__ADS_2