
Bella terbangun pada pukul empat pagi karena memang telah menyetel alarm Ponselnya di jam empat. Dia langsung bangun dan mandi setelah itu berpakaian kemudian bersiap untuk kembali ke THM. Arin datang dan mereka pun langsung pergi meninggalkan kediaman Madam Zola menuju THM. Setelah sampai Bella langsung masuk ke kamarnya bersama Arin dan menyimpan barang-barang yang ia bawa dari kediaman nya. Setelah itu Bella mengajak Arin ke atap gedung untuk menemui Johan yang akan memulai latihan nya namun Arin menolak dengan alasan ia harus langsung kembali karena Madam akan pergi ke suatu tempat pagi ini namun Arin tidak di beri tahu tempat apa itu. Arin pamit dan meninggalkan Bella di kamarnya. Bella langsung naik ke lantai teratas gedung di untuk menemui Johan dan mulai berlatih. Bella dan Johan mulai berlatih beladiri, Johan tidak kesulitan mengajari Bella karena Bella memang sudah memiliki dasar Beladiri sebelumnya. Johan bertanya pada Bella dari mana ia belajar dan Bella hanya bilang ia tidak ingat pernah belajar. Akhirnya mereka latihan sampai pukul tiga siang lalu mereka turun ke kamar masing - masing dan mencoba istrahat agar malam nanti mereka dapat bekerja dengan maksimal. Di tempat lain yakni di kediaman Madam Zola Arin sedang berdiri di ruang kerja Madam Zola untuk menunggu perintah selanjutnya
" Arin jagalah markas, aku dan Lin akan ke tempat Rico. Telfon lah Jack dan minta dia mengirim laporan nya melalui email ku. dan hubungi juga anak buahmu tanyakan hasil pengintaian mereka" Ucap Madam Zola dingin
" Baik Madam....segera saya selesaikan" ucap Arin. Madam Zola dan Lin beserta beberapa pengawal segera pergi menuju rumah kediaman Rico. Sesampainya di sana Madam Zola langsung masuk ke ruang kerja Rico.
" Lakukan tes ini kakak....aku membawa rambut Bella" Ucap Madam Zola tidak sabar
" Zola sabarlah, kita harus mencari sampel lain untuk menguji nya" Ucap Rico tenang
" Demi Tuhan Rico, kau terlihat tenang sementara kita tidak tau kebenaran yang sebenarnya. Lihat matanya Rico, bola mata itu sangat langka, aku yakin itu pasti dia" Ucap Madam Zola gusar.
"Zola.... kita harus bersabar.... aku akan ke kota P untuk mencari tau tentang ini semua, orang ku pernah bilang jika terakhir melihatnya 25 tahun yang lalu di kota P" Ucap Rico yakin
" Lakukanlah kak.... aku butuh jawaban secepatnya....kau lihat Bella sangat mirip dengan putriku Ana.....aku sangat bersyukur jika itu memang dia" Madam Zola kembali terlihat murung
__ADS_1
" Semua pasti akan jelas ketika sudah waktunya Zola" Ucap Rico
" Berikan aku waktu dan aku akan mengungkapkan nya Zola" ucap Rico sambil memeluk Madam Zola.
" Baiklah aku akan pulang dan kabari aku jika terjadi sesuatu ya kak" ucap Madam Zola.
Madam Zola dan rombongan nya pun meninggalkan kediaman Rico dan kembali ke kediamannya. Sesampainya di sana dia langsung memeriksa laporan dari Jack dan mendengarkan laporan dari Arin.
" Kerja yang bagus aku bangga dengan kalian, hubungi Jack dan katakan lanjutkan pekerjaan nya" ucap Madam Zola.
Bella terbangun ketika hari sudah malam dan jam sudah menunjukkan pukul 20.00 dia langsung mandi dan bersiap-siap untuk mulai bekerja karena THM akan buka pada pukul 21.00. setelah berpakaian ada yang mengetuk pintunya Bella pun segera membuka pintu dan ternyata Johan yang datang dengan satu kotak makanan.
"Kau baik sekali Johan.... terima kasih" ucap Bella sambil tersenyum
" Aku tunggu di bawah" ucap Johan
__ADS_1
" Ok...sampai jumpa".
Bella segera memakan makanan yang dibawakan oleh Johan, dia memang sedang lapar. setelah makan Bella mulai berdandan yang rapih dan cantik lalu turun ke tempat nya bekerja untuk meracik minuman. Seperti biasa pengunjung sangat banyak, mereka semua adalah penggemar minuman racikan Bella. Hingga saat pukul Dua belas malam ada seorang pemuda yang memesan minuman. Pelayan memberikan daftar pesanan pada Bella dan Bella segera membuatnya. Setelah minuman itu selesai pelayan membawakan kepada pemuda itu. Pemuda itu minum lalu berkata ingin bertemu dengan orang yang meracik minuman itu. Pelayan itu menemui Johan dan menceritakan apa yang terjadi. Johan berkata bahwa dia bisa menemui Bella jika jam kerja telah selesai. Bella yang tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan terus saja membuat minuman hingga sampai waktunya THM tutup. Bella memijit tangan nya dan bilang " Jo.... tangan ku pegal 1.300 gelas minuman yang ku buat hari ini, tapi aku senang" ucap Bella ceria.
"Permisi, apa Anda yang meracik semua minuman di tempat ini?" tanya seseorang yang Bella tidak kenal
" Iya aku yang meraciknya, tpi maaf lima menit yang lalu kami sudah tutup" ucap Bella
" Aku tahu, aku menunggu untuk menemui anda sejak tadi" ucap pemuda itu
" Leonard" ucap pemuda itu sambil mengulurkan tangannya
" ow....aku Bella, salam kenal Leonard....senang berkenalan dengan anda, tapi maaf aku harus kembali untuk beristirahat" ucap Bella
" Baiklah.... selamat istirahat Nona Bella....aku permisi" Ucap Leonard. Bella pun pamit pada Johan dan langsung ke kamarnya untuk beristirahat, sedangkan Leonard keluar dari THM dan pulang ke kediamannya. Yah Pemuda itu adalah Leonardo Braco seorang pengusaha muda yang sukses. Namun Bella tidak mengenalnya. Leonardo tersenyum dan bergumam " wanita yang ceria, cocok untuk mainanku selanjutnya" ucapnya tersenyum. Sementara itu Bella telah tertidur pulas setelah ia membersihkan badannya, dia memang akan langsung tertidur karena dia sangat lelah bekerja meracik minuman, itu bukanlah hal yang mudah, semua takaran minuman harus sesuai agar rasanya enak. Bella memang ahli, bahkan Johan yang mengajarinya di awal untuk meracik minuman sekarang itu sudah tertinggal jauh, Bella sangat cekatan dan semua minumannya rasanya enak dan pas. Dalam tidurnya Bella lagi - lagi bermimpi melihat seorang pria dengan mata yang mirip seperti matanya, tapi wajah pria itu samar, dalam mimpinya Bella melihat dirinya di elus dengan sayang oleh pria itu dan berkata teruslah bersemangat nak, kau harus kuat kelak kau akan berbahagia. Bella terbangun dan duduk di tepi ranjang sambil mengingat mimpi tersebut. Dia bertanya dalam hati siapa pria itu, dan mengapa terlihat sangat menyayangi Bella. Bella sedikit bingung dan melamun namun ia dikagetkan oleh seseorang yang mengetuk pintunya. Bella beranjak dan membuka pintu ternyata Johan yang datang sambil membawa sarapan untuk Bella.
__ADS_1
" Mandi sana dan makan sarapan mu, setelah itu kita berlatih lagi....Ok? Ucap Johan sambil meninggalkan Bella
" Terima kasih banyak Johan" Ucap Bella tertawa. Bella akhirnya mandi dan berganti pakaian lalu sarapan. Setelah menyelesaikan sarapan nya Bella langsung naik ke atap untuk memulai latihan beladiri bersama Johan. Bella tidak tahu jika hari ini Johan akan mengajari nya untuk menggunakan senjata, mulai belati sampai pada pistol.