
Pagi hari Bella dikagetkan dengan percikan air, ia membuka mata dan melihat kalau Afraban tersenyum jahil memandangnya.
" Selamat pagi sayang, bangunlah kita sarapan bersama" Ucap Afraban ceria.
" Kau bisa membangunkan aku dengan memanggil ku tanpa memercik air di wajahku" Bella sangat kesal di jahili oleh suaminya
" Maafkan aku sayang, tapi itu adalah cara yang setiap hari aku lakukan untuk membangunkan mu". Ucap Afraban polos.
" Yang benar saja, kau sedang berbohong" sungut Bella.
" Sayang kau sedang amnesia, itu sebabnya kau lupa, kau sendiri yang meminta ku melakukan itu setiap pagi" Ucap Afraban tanpa merasa bersalah malah senyum - senyum sendiri.
" Maafkan aku, besok lakukan lagi, jika itu memang kebiasaanku yang dulu" Ucap Bella sambil tersenyum kecut
kita lihat saja sampai kapan kau bisa bohong suamiku, aku tahu kau sudah mengetahui jika aku tidak benar - benar amnesia.
Bella bergumam dalam hati sambil menuju ruang makan untuk sarapan. Mereka sarapan bersama lalu Afraban pamit untuk menuju Antares grub karena akan menyelesaikan semua pekerjaan.
" Untuk sekarang kamu di rumah dulu Sayang, setelah sembuh total baru boleh bekerja lagi, ini tidak akan lama sayang" Ucap Afraban sambil mencium kening Bella
" Biar pak Budi bersama mu d ruangan ya, dia bisa membantu mu dan mengawasi mu" Ucap Bella.
" Mengawasi dari apa sayang?" Tanya Afraban.
" Dari apa lagi kalau bukan dari wanita-wanita penggoda yang ada di kantor itu" Bella berkata sinis sedangkan Afraban terhenyak mendengar ucapan istrinya.
" Sayang, jika itu yang kamu inginkan, baiklah pak Budi ikut denganku, kamu harus menjaga kesehatan agar kita berdua bisa sama - sama bekerja lagi sayang, aku pergi dulu". Ucap Afraban.
Afraban menuju kantor pusat Antares grub, setelah sampai ia mulai bekerja dengan serius hingga tanpa terasa sudah waktu makan siang, ia menerima Video call dari istri nya yang mengingatkan untuk makan siang. Afraban sangat gembira, setelah makan siang ia menelfon Arin untuk menanyakan apa saja pekerjaan Bella di Zaphire grup, dan dia akan menghandle pekerjaan pemeriksaan laporan keuangan selama Bella sakit. Arin menjelaskan bahwa akan membawakan Laporan ke apartemen malam nanti.
" Setidaknya istriku akan terbantu karena pekerjaannya ku selesaikan" Afraban berkata sendiri.
Sementara itu Madam Zola menghubungi Bella untuk menjelaskan bahwa renovasi kantor pusat Zaphire Grup telah selesai dan Bella akan menjabat sebagai Direktur utama, sedangkan Madam Zola akan pergi ke Negara P untuk mengawasi laju perusahaan di sana.
" Madam, aku pasti merindukan madam, aku akan ke sana setiap bulan untuk bertemu dengan mu" Ucap Bella.
" Tentu Dear, setelah kau sembuh aku akan memperkenalkan mu pada semua orang dan aku bisa ke negara P untuk mengembangkan bisnis kita di sana" Ucap Madam Zola
" Apa aku mampu madam? tanya Bella
" Tentu saja, dengan adanya Afraban di samping mu, dia akan membantu mu, dia juga sangat mencintai mu" Ucap Madam Zola.
__ADS_1
Tidak terasa hari sudah malam, Bella sedikit khawatir karena suaminya belum juga pulang. Ia mencoba menghubungi ponsel suaminya namun tidak mendapat jawaban, begitu pun dengan ponsel pak Budi. Bella benar - benar gelisah karena tidak biasanya suaminya seperti ini. Ibu Wati mencoba menenangkan Bella dan meyakinkan mereka tidak apa2. Bella sampai tertidur di ruang tamu untuk menunggu kedatangan suaminya. Pukul 12 malam barulah Afraban sampai ke apartemen, dia kaget melihat Bella tertidur di sofa yang terdapat pada ruang tamu.
" Bella, sayang bangunlah...." Afraban membangunkan Bella.
"mmmm..... Hubby....kau telat pulang, apa ada masalah?" Tanya Bella setelah melihat suaminya yang membangunkannya.
" Maaf sayang, tadi aku dan Pak Budi mencoba menolong seseorang yang mengalami kecelakaan" Ucap Afraban ragu - ragu.
" Kecelakaan? Bagaimana keadaan mu, apa terjadi sesuatu padamu Hubby?" Tanya Bella.
" Aku tidak apa - apa, ayo masuk kamar kita istrahat" Ucap Afraban. Mereka pun masuk kamar, Bella meminum obat lalu tidur, sedangkan Afraban memandang istrinya dengan wajah yang penuh rasa bersalah.
" Maafkan aku sayang, aku terpaksa berbohong padamu, aku tidak ingin menyakiti mu, aku bersumpah aku hanya mencintai mu" Ucap Afraban mengecup kepala istrinya.
Flashback On
Hari sudah sore seperti nya harus segera pulang agar bisa makan malam bersama Bella. Afraban bergumam dalam hatinya.
" Pak Budi siapkan mobil kita akan pulang" Ucap Afraban.
" Baik Tuan" sahut pak Budi.
Mereka pulang ke Apartemen, namun di perjalanan Afraban melihat seorang gadis yang jatuh pingsan di tengah jalan.
Pak Budi segera turun dari mobil dan mengangkat tubuh gadis itu ke mobil. Ternyata gadis itu adalah Vivian, mantan tunangan Afraban.
" Kita bawa ke rumah sakit " Afraban berkata dengan datar.
mereka menuju rumah sakit untuk mengobati gadis itu.
" Tuan, apa tidak sebaiknya kita menghubungi Nona Bella, agar dia tidak khawatir" Ucap pak Budi mengingat kan Afraban.
" Jangan, Bella jangan sampai tahu hal ini, aku tidak ingin dia berpikir keras lagi, dia bisa sakit " ucap Afraban.
" Tapi tuan,...." Pak Budi tidak melanjutkan ucapannya
" Lakukan tugasmu Budi" Ucap Afraban dingin.
*Pak Budi diam dan melajukan mobilnya untuk menuju rumah sakit. Setelah sampai di sana mereka membawa Vivian masuk ke IGD agar mendapat penanganan. Dokter menjelaskan jika Vivian mengalami tekanan dan stres. Itulah sebabnya ia pingsan. Afraban menunggu hingga Vivian sadar dan dipindahkan ke kamar rawat.
" Af....aku tahu kau akan selalu menolong ku jika terjadi hal buruk kepadaku" Ucap Vivian.
__ADS_1
" Ini semata - mata demi kemanusiaan Vi" Balas Afraban.
" Apa tidak mungkin lagi kita bersama Af, aku masih mencintaimu" Vivian menggenggam tangan Afraban.
" Kendalikan dirimu Vi, aku sudah menikah" Tegas Afraban.
" Tapi kau tidak mencintai wanita itu, kau menikah dengannya hanya untuk membebaskan keluarga mu dari hukuman keluarga Zaphire bukan?" Ucap Vivian berapi- api.
" Aku mencintai istriku Vi" Ucap Afraban.
" Aku tidak percaya" Sinis Vivi.
" Terserah, sebaiknya kau istirahat, aku harus pulang, akan ada perawat, yang mengurus mu" Ucap Afraban.
Dokter datang dan mengajak Afraban untuk membicarakan tentang Vivian.
" Tuan, apa anda keluarganya?" Tanya dokter Ardi
" Bukan, aku menemukan gadis itu pingsan di jalan tadi dokter" Jelas Afraban.
" Wanita itu stres, sepertinya dia dalam tekanan, aku akan memeriksa lebih lanjut, untuk mengetahui penyakitnya yang sebenarnya, untuk sekarang biarkan dia di rawat di sini selama beberapa hari" Ucap dokter Ardi.
" Silahkan dokter, untuk biaya nya aku akan menanggung semua itu" Ucap Afraban.
" Anda baik sekali tuan" Ucap dokter Ardi.
Afraban kembali ke kamar Vivian dan menyampaikan jika gadis itu akan di rawat beberapa hari dan Afraban akan menanggung biaya rumah sakitnya.
" Terima kasih banyak Af , aku tahu kau akan menyelamatkan ku" Ucap Vivian mengelus tangan Afraban.
" Beristirahat lah ini semata- mata demi kemanusiaan" Ucap Afraban dingin.
Afraban meninggalkan kamar Vivian menuju mobilnya untuk segera pulang.
" Hari sudah sangat larut ya Pak Budi?" Tanya Afraban
" Sudah lewat pukul 23.00 Tuan, anda menghabiskan berjam - jam untuk mengurusi wanita ular itu" sahut Pak Budi kesal.
" jaga bicaramu, ayo pulang dan jangan pernah bicara pada istriku tentang semua ini" Ucap Afraban datar.
Mereka pun pulang dari rumah sakit menuju apartemen. Pukul 00 mereka telah sampai di apartemen.
__ADS_1
Flashback of*