
Tidak terasa waktu berjalan selama tiga bulan dan Bella belum juga pulang menemui Afraban, dia menikmati saat - saat mengerjai suaminya. Terutama saat malam hari dimana Afraban yang gelisah akan memeluk baju tidurnya hingga tertidur. Bella menyadari suaminya terlihat kurus namun belum berencana untuk menyudahi permainannya, ia merasa belum cukup memberikan pelajaran pada suaminya. Paman Rico mengetahui Bella tidak pernah ke Negara P, namun karena sayang pada ponakannya ia tidak memberitahu Afraban meskipun ia merasa kasihan melihat berat badan Afraban sedikit menyusut. Hingga pagi ini Afraban menemui Arin di ruang Kerja Bella
" Selamat Pagi Arin, aku akan berangkat ke Negara P nanti malam, aku akan menjemput Bella, Aku sangat merindukan istriku dan pekerjaan dengan semua proyek baru telah diselesaikan ini semua laporannya, kau tahu Arin aku akan memberikan kejutan pada istriku" Ucap Afraban berbinar sambil menyerahkan semua laporannya untuk diperiksa oleh Arin.
Arin hanya melongo dan bingung apa yang harus ia katakan karena Bella tidak ada di negara P. Sementara itu Bella terkejut dan gelagapan sendiri. Akhirnya ia menghubungi Arin
" Halo, Arin temui suamiku dan bilang jika aku sudah dalam perjalanan menuju kediaman keluarga Zaphire, dia tidak perlu ke Negara P, karena aku sudah pulang" Titah Bella.
" Kau harus memberiku bonus Bella" Ucap Arin
" Hei kau sendirian yang berbohong kalau aku di luar negeri" Sungut Bella.
" iya....iya...tidak kau, tidak suami mu semua merepotkan ku" Ucap Arin. Ia segera menuju ruangan Afraban.
" Tuan....Nona menelfon jika ia sudah dalam perjalanan ke rumah keluarga Zaphire, Apa anda akan menemuinya?" Tanya Arin.
" Sungguh, Arin kau tidak sedang mengerjaiku bukan?" tanya Afraban antusias.
" Pergilah ke sana dan kau akan menemukan istrimu" Ucap Arin sambil meninggalkan ruangan Afraban.
" Aku akan ke sana sore hari, dia akan marah lagi jika aku menemui dia sekarang karena ini waktu kerja" Ucap Afraban. Sementara itu Bella tersenyum melihat tingkah suaminya dan sangat konsentrasi dalam bekerja dan ingin menyelesaikan semua pekerjaannya.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, Afraban segera berlari menuju parkiran dan meminta Pak Budi menyetir dengan cepat menuju ke kediaman keluarga Zaphire. Ia tidak sabar ingin menemui istrinya. Mereka sampai di kediaman keluarga Zaphire dan Afraban bertanya kepada pelayan yang dia temui
" Dimana Nona Bella, aku ingin bertemu" Ucap Afraban hati - hati.
" Nona di kamar sedang tidur anda bisa langsung menemuinya, silahkan tuan" Ucap pelayan itu, mereka tahu jika Afraban adalah suami Bella.
Afraban masuk ke kamar Bella dan melihat istrinya benar - benar sedang tidur.
" Sayang....wajahmu sangat tenang saat tidur, aku merindukanmu" Ucap Afraban mengelus rambut istrinya dan mencium kening istrinya.
Bella menggeliat bangun karena merasa ada yang menyentuhnya.
" Aku masih ingin tidur....jangan ganggu aku" Ucap Bella dengan suara berat khas bangun tidurnya.
__ADS_1
" Tidurlah sayang, perjalanan mu melelahkan" Ucap Afraban sambil mengelus kepala istrinya.
Bella tersadar bahwa suaminya yang sedang bersamanya.
" Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Bella pura - pura kesal
" sayang aku di sini ingin menjemput mu, ayo pulang dan kita akan selesaikan masalah kita di apartemen" Ucap Afraban membujuk istrinya.
" Menyebalkan" Bella masih bertahan pada egonya
" Iya sayang, aku lebih buruk dari kata menyebalkan....tapi ku mohon ayo pulang dan kita akan selesaikan masalah kita berdua d apartemen, aku akan meminta pak Budi dan Ibu Wati libur sehingga kita bisa leluasa membicarakan semua masalah kita, kau boleh memukulku, atau apapun, tapi ku mohon kita pulang ke apartemen ya karena disanalah rumah kita sayang....." Afraban memelas pada istrinya.
" Baiklah ayo pulang" Ucap Bella beranjak dari tempat tidurnya dan langsung keluar kamar sedangkan Afraban hanya melongo mengikuti istrinya, ia tidak mau protes takut istrinya ngambek lagi dan tidak mau pulang bersamanya. Mereka sudah dalam perjalanan pulang saat Bella ingat kalau HP nya masih ada di kamarnya
" Ponselku tertinggal...." cicit Bella dengan nada ngambek dan kesal.
" Aku akan menelpon Arin dan meminta dia mengantar ponselmu ke apartemen sayang" Ucap Afraban.
" Huffff.... kau memang tidak mau berkorban untuk ku, semua mau simple dan instan" cibir Bella kesal.
" Tidak usah....telf Arin saja bawakan ponsel ku ke apartemen" Ucap Bella
" iya sayang, baiklah" Afraban mengelus rambut istri nya lagi sambil bergumam dalam hati
demi kata maafmu sayang, aku rela....
Mereka tiba di apartemen dan tidak lama Arin juga tiba untuk memberikan ponsel yang ketinggalan di kamar. Arin langsung pamit pulang untuk istrahat sedangkan Afraban meminta pak Budi dan ibu Wati untuk berlibur selama satu pekan ke kampung mereka. Akhirnya mereka tinggal berdua di apartemen itu.
Bella masuk kamar untuk mandi dan berganti pakaian sedangkan Afraban menggunakan kamar mandi tamu untuk segera mandi dan ganti pakaian karena ia ingin memasak untuk istrinya. Bella melihat pakaian tidur yang ia pakai terakhir tiga bulan yang lalu ada di atas ranjang, dia tersenyum mengingat rekaman CCTV dimana suaminya memeluk dan mencium bajunya hingga tertidur. Ia mandi dan berganti pakaian.
" Sayang, ayo makan malam, aku sudah memasak untuk kita" Ucap Afraban di depan pintu, Bella kaget ternyata ia cukup lama termenung di depan cermin.
" Baiklah " Ucap Bella dingin. mereka menuju meja makan dan tapi Bella heran melihat hanya ada satu piring di meja makan
" apa kau tidak makan?" selidik Bella
__ADS_1
" Aku akan menyuapimu sayang, kita makan bersama" Ucap Afraban sambil menyuapi Bella.
" ini enak...." ucap Bella sambil mengunyah makanannya.
" Sini, berikan sendoknya aku akan suapi kamu juga" Ucap Bella lalu menyuapi suaminya. Afraban sangat gembira mereka berdua makan bersama hingga makanan habis.
" kembalilah ke kamar aku akan mencuci piring dan membersihkan dapur sayang, kamu beristirahat lah, perjalanan dari negara P sangat melelahkan" Ucap Afraban mengecup kening istrinya. Sementara Bella hanya tersenyum dan masuk kamar lalu duduk sambil memainkan ponselnya. Satu jam kemudian Afraban masuk kamar dan tersenyum melihat istrinya duduk bersandar di ranjang.
" Sayang, mengapa belum tidur?" Tanya Afraban lembut.
" kita baru selesai makan, aku bisa gemuk jika langsung tidur Af" Ucap Bella sinis.
" Sayang apa boleh memanggil ku Hubby seperti dulu, aku suka panggilanmu itu" Ucap Afraban memohon.
" Nanti jika suasana hatiku membaik" ucap Bella singkat.
" Iya sayang...." Ucap Afraban Pasrah.
Afraban naik ke atas ranjang dan mendekati istrinya. Sedangkan Bella hanya diam, Afraban memeluk istrinya dan berkata
" Maafkan aku, aku bersalah tidak jujur padamu hampir setahun, aku siap menerima hukumanmu" Isak Afraban memeluk tubuh istrinya dengan erat.
" Mau menerima hukuman tapi kau menangis seperti ini, bagaimana caranya?" Cibir Bella
" Katakan apa yang kau inginkan, apa hukuman yang harus ku jalani demi mendapatkan maaf dari mu sayang" Ucap Afraban.
" Aku mau tidur dan hukuman mu adalah mengelus rambut ku sampai aku tertidur lakukan itu setiap malam, apa kau bisa?" Tanya Bella serius.
" Itu bukan hukuman sayang tapi itu anugerah untuk ku, berbaringlah aku akan mengelus rambut mu sampai kau tidur" Ucap Afraban.
Bella berbaring namun Afraban mencegah nya menggunakan bantal dia memakai lengannya untuk bantalnya. Bella berbaring dalam pelukan suaminya. Sedangkan Afraban merasakan gairah sebagai seorang lelaki dewasa memeluk gadis yang dicintainya. Dia hanya bisa menarik nafas menahan gairah itu karena takut istrinya marah dan meninggalkannya lagi.
" mmmm....Hubby....." Ucap Bella manja.
" Iya sayang...." suara Afraban terdengar serak karena menahan gairah. Ia mengecup kening istrinya yang tertidur dalam pelukannya.
__ADS_1