Air Mata Bella

Air Mata Bella
Episode 37


__ADS_3

Beberapa pekan berlalu Bella kini sudah sembuh dan hari ini ia akan diperkenalkan oleh madam Zola sebagai CEO dari Zaphire grup menggantikan dirinya. Sedangkan Mahardika Constuction sedang dalam proses akuisisi untuk bergabung dengan Zaphire grup. Bella mulai mengingat tentang Oma Ria, Adam, May dan Ibunya. Namun Madam Zola masih melarang Bella bertemu dengan ibu kandungnya Maria Mahardika, hal ini mengingat fisik Bella yang belum kuat menerima beban. Madam Zola berjanji jika Bella sudah sehat dan benar - benar pulih mereka akan datang ke Desa S yang ada di Kota P untuk bertemu dengan Maria Mahardika. Madam Zola juga terus memantau kehidupan Maria dan kedua anaknya. Maria kini sudah tua dan mulai menyesali perbuatannya namun ia bingung dimana harus mencari anaknya. Hatinya sangat sakit ketika menemui kedua putri dari saudara angkatnya yang berada di rumah sakit jiwa, rasa sakit dan penyesalan yang melandanya ketika mendengar ponakannya bercerita telah mendengar ibunya menghabisi Bella. Tuhan telah menghukum Maria dengan caranya sendiri, dengan penyesalan yang mendalam namun ia yakin putrinya itu masih hidup dan berharap suatu saat akan bertemu kembali. Sedangkan Adam dan May terus menyembunyikan kabar tentang Bella.


Sementara itu di Kota B Bella sudah memulai pekerjaannya sebagai CEO Zaphire grup, dia dibantu oleh Arin sebagai asisten pribadinya sedangkan Afraban menjabat sebagai direktur keuangan. Afraban sudah mulai berjalan dengan menggunakan tongkat. Nyonya Lia sangat baik pada Bella. Rico masih tetap menjadi direktur rumah sakit keluarga Zaphire. Semua nampak sempurna.


" Arin tolong hubungi direktur keuangan, aku harus menanyakan beberapa hal yang sedikit tidak ku mengerti, terutama tentang dana pada beberapa proyek yang melibatkan Antares grub" Ucap Bella dingin.


" Baik Nona " Ucap Arin segera meminta asistennya untuk untuk memanggil Afraban.


Suara ketukan terdengar dan Afraban masuk ke ruangan Bella.


" Silahkan duduk...." Bella mempersilahkan duduk suaminya. Bella memang dikenal sangat profesional dalam bekerja, dia tidak mencampur adukkan hubungan pribadinya dengan pekerjaan.


"Terima kasih banyak.... Nona Bella ada apa memanggil ku, apa ada sesuatu yang terjadi? Tanya Afraban dengan hati - hati.


" Arin....berikan salinan laporan pengeluaran proyek dengan Antares grub pada Direktur keuangan". Ucap Bella dingin. Afraban tidak terkejut melihat itu.


" Apa yang salah dengan semua ini Nona?" Tanya Afraban.


" Perhatikan semua data dalam laporan itu, selain Mark up harga terdapat juga pengeluaran Fiktif, yang tentu saja menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Apa kejelian mu dalam audit berkurang Tuan direktur keuangan?" Sarkas Bella.


" Bukankah ini sesuai keinginan Anda?" Tanya Afraban.


" Yang benar saja mana ada seorang CEO menginginkan kerugian dalam perusahaannya, aku memang bukan lulusan luar negeri tuan tapi aku tidak sebodoh itu" Bella kesal dengan ucapan Afraban.


" Tapi aku mengerjakan sesuai perintah anda Nona" Afraban masih bertegas.


" Aku menunggu penjelasan mu di rumah nanti malam tuan direktur, kembalilah ke ruangan mu, tidak akan ada hasil jika kita menyelesaikan sekarang" Desis Bella penuh arti. Afraban berjalan keluar dari ruangan Bella.


" Arin selidiki ini semua, sepertinya ada yang mencoba bermain denganku melalui Suamiku" Ucap Bella sinis.


" Sejak awal aku curiga dengan hal ini Nona, akan segera ku selidiki". Ucap Arin dingin. Bella kembali bekerja menyelesaikan semua tugasnya hingga sore hari.

__ADS_1


" Nona, sudah waktunya pulang, Arin muncul mengingatkan Bella.


" Ayo...." Ucap Bella berdiri dari tempat duduknya. Bella dan Arin pulang ke Apartemen namun di jalan mereka melihat mobil Afraban berbelok ke halaman rumah sakit besar tetapi bukan rumah sakit milik keluarga Zaphire.


" Aku penasaran apa yang di lakukan suamiku di tempat itu" Ucap Bella penuh selidik.


" Apa dia terapi?" Tanya Arin


" Tidak, dia terapi di tempat Paman, sebaiknya aku menelfon" Bella menelfon ponsel Afraban namun hingga panggilan ke tiga panggilan tersebut tidak di jawab.


" Ayo Arin....kita pergi" Ucap Bella. Arin paham suasana hati Bella, dan dia segera melajukan mobilnya menuju apartemen.


" Selidiki dalam waktu 1x 24 jam Arin, besok aku harus menerima laporanmu secara lengkap, Panggil Bian dan Johan biar mereka membantu mu" Desis Bella dingin.


" Satu di lagi Arin, Siapkan kembali Kamarku di kediaman Keluarga Zaphire, aku harus menunjukkan siapa aku yang sebenarnya sepertinya kesederhanaanku membuat mereka berani main - main denganku" Ucap Bella dengan wajah mengkerut.


" Segera Nona, dan tolong tenangkan dirimu" Ucap Arin.


" Apa suamiku belum pulang?" Tanya Bella


" Tadi Suami saya chat dan bilang kalau Tuan akan pulang larut, karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan" Ucap ibu Wati.


" Masih ada pekerjaan rupanya" Ucap Bella dingin.


" Bersihkan kembali mejanya Bu, aku hanya akan minum susu". Bella mengambil susu dan minum lalu kembali ke tempat tidurnya.


Tengah malam Afraban pulang, dia merasa bersalah karena harus menyembunyikan sesuatu pada istrinya. Namun ia takut istrinya salah paham.


"Sayang....maafkan aku, suatu saat aku pasti akan cerita semua" Ucap Afraban mencium kening istrinya yang sedang tidur. Ia membersihkan badan, berganti pakaian dan langsung tidur memeluk istrinya. Afraban kesulitan tidur jika tidak memeluk istrinya. Bella terbangun saat hari sudah pagi, ia merasakan pelukan suaminya. Bella mengangkat lengan suaminya dan langsung bangun untuk mandi dan bersiap pergi kerja. Afraban terbangun dan melihat istrinya dingin padanya.


" Sayang....apa kau ada meeting pagi? Tanya Afraban sambil bangkit dari ranjang.

__ADS_1


" Aku ada sesuatu yang harus ku selesaikan" Ketus Bella.


" Sayang....bukankan kita harus bicara?" Tanya Afraban lembut sambil mengelus rambut Bella.


" Ini sudah pagi, bukan malam hari lagi, tidak ada yang perlu dijelaskan lagi" Ucap Bella dengan datar.


" Sayang maafkan aku, ada sesuatu yang harus ku selesaikan, aku terlambat pulang" Afraban memohon.


" Lakukanlah hal yang menurut mu lebih Penting Af.....aku pergi dulu, Arin sudah menunggu ku" Ucap Bella sambil berlalu meninggalkan Afraban yang sedikit bingung. Tidak biasa Bella memanggil namanya, sejak ia memutuskan memanggil Hubby pada suaminya ini adalah pertama kalinya ia memanggil Afraban dengan namanya.


" Sayang...kita bertemu di kantor" Ucap Afraban tapi Bella tidak menjawab dan langsung pergi tanpa sarapan.


" Kita pulang ke kediaman Arin, hari ini tidak ada jadwal penting bukan?" Tanya Bella


" Iya Nona...." Ucap Arin.


" Arin.... setelah sampai kediaman aku minta tlg bersihkan ruang bawah tanah dan buat senyaman mungkin untuk ruang kerja dan kamar tidurku, tambahkan pengamanan dan hanya Paman, Madam, kau, Johan dan Bian yang boleh masuk ke tempat itu selain aku" Ucap Bella dengan dingin.


" Bagaimana dengan Lin? Tanya Arin.


" Nanti dia akan ikut dengan Madam jika masuk" Ucap Bella.


Mereka sampai ke kediaman keluarga Zaphire, Bella langsung masuk ke kamarnya dan tidur, sedangkan Arin mulai mengerjakan semua pekerjaan sesuai perintah Bella. Waktu makan siang tiba, Arin memanggil Bella untuk makan siang.


" Bawa saja makanannya ke kamarku, aku malas keluar" Ucap Bella. Arin membawakan makanan dan Bella mulai makan sampai makanannya habis.


" minta pelayan mengambil ini dan mulailah laporanmu, Arin" Ucap Bella masih dengan nada yang tajam dan sinis.


" Baik" Ucap Arin sambil menekan tombol remot ditangannya. Seorang pelayan datang dan mengambil peralatan makan yang telah dipakai oleh Bella.


" Mulai laporanmu, Arin" Ucap Bella.

__ADS_1


__ADS_2