Air Mata Bella

Air Mata Bella
Episode 23


__ADS_3

Pagi ini Bella bangun dengan cepat, hal ini karena ia akan pergi meninjau beberapa MOU dan laporan proyek yang dikerjakan oleh perusahaannya bersama Antares grub. Setelah mandi dan merapikan pakaiannya Bella mengambil topeng dan memakainya lalu menuju ruang makan. Dia sarapan dan pamit pada Madam Zola untuk pergi menyelesaikan pekerjaannya. Bella langsung menuju ke Kantor pusat Antares grub untuk melakukan meeting terkait MOU dan laporan yang tidak detail. Bella telah ditunggu oleh Tuan Antares dan segera mempersilahkannya masuk ke ruang kerja. Di sana ia bertemu dengan Afraban.


" Langsung saja, aku tidak mau membuang waktu, beberapa MOU dan laporan ini tidak bisa ku mengerti dan ini bisa mengakibatkan kerugian pada perusahaan keluarga ku, aku minta revisi secepatnya Tuan Antares...lucu rasanya anak yang kau banggakan hanya bisa membuat ini" Ucap Bella dingin dan mengintimidasi


" Sepertinya anda butuh belajar lebih banyak Nona agar mampu memahami semua laporan itu, jangan khawatir aku telah menyusun laporan yang sedikit sederhana agar dapat dicerna oleh otak kecil anda.... Kemampuan Antares grub tidak perlu diragukan lagi, belajarlah menjaga sopan santun anda terhadap orang yang lebih tua Nona" Seseorang memberikan laporan tepat di depan Bella. Sedikit terkejut ternyata Afraban telah menyelesaikan laporan dan MOU itu.


" Baiklah akan ku periksa" ucap Bella dan langsung mempelajari semua laporan itu dan memang laporan itu sangat jelas dan detail sesuai keinginan Bella.


" Tuan Antares Laporannya aku terima, dan ingat jangan mengulangi kesalahan seperti ini" Ucap Bella masih dengan nada dingin


" Terima kasih banyak Nona" Ucap Tuan Antares. Sementara Afraban hanya diam dan fokus mengerjakan beberapa laporannya lagi.


"Tuan Antares Madam berkata bahwa akan ada meeting dengan dewan direksi, kapan itu mulai?" Tanya Bella


" Nanti siang Nona, sekitar pukul 14.00 siang" Jawab Antares


" Baiklah, masih ada waktu aku akan meninjau pengerjaan proyek yang di jalankan putramu, aku berharap kecerobohan seperti ini pada administrasinya tidak terjadi di lapangan, aku permisi dan Tuan Antares Anda harus ikut untuk menyaksikan pemeriksaan ku" Ucap Bella


" Maaf Nona aku sedang mempersiapkan laporan dan beberapa dokumen untuk pertemuan dengan dewan direksi, mungkin kunjungan berikutnya aku akan bersama anda" Ucap Antares memohon


" Aku sudah selesaikan semua dokumennya ayah, tinggal diperiksa dan ditandatangani oleh ayah dan juga Madam Zola" Ucap Afraban


" Aku harus memeriksanya, sebaiknya kau yang pergi Af, bergunalah sedikit" ucap Tuan Antares


" Tapi tidak bisa, kau tidak bisa berjalan dan justru akan menyusahkan Nona Bella, kau memang tidak berguna" sinis Antares


" Baiklah, putra sulung anda akan bersama ku ke proyek itu, tidak terlalu jauh juga dan tempat di sana masih bisa dijangkau oleh kursi roda putra anda" Ucap Bella dingin sambil berlalu ke mobilnya.

__ADS_1


" Nona Bella, aku akan menggunakan mobil ku, karena itu didesain sesuai keadaan ku" Ucap Afraban


" Tidak perlu, ikut mobilku saja minta supir untuk ikut dan membantu Anda, aku tidak nyaman di mobil khusus penyandang disabilitas" Ucap Bella dingin dan merendahkan


" Baik " Ucap Afraban. Bella tersenyum karena untuk pertama kalinya Afraban akan satu mobil dengannya. Dia sengaja sedikit berkata menyakitkan karena ingin Afraban bersamanya dengan demikian Bella dapat membantunya saat di proyek nanti. Berbeda dengan Bella, Afraban justru sangat risih dan kesal dengan ucapan Bella. Mereka berangkat ke lokasi proyek itu. Keduanya diam saja selama perjalanan, Afraban bahkan memasang wajah dingin dan datar, sementara Bella memasang wajah cuek. Sesampainya di sana Bella segera turun, sedangkan supir membantu Afraban untuk duduk di kursi roda dan mulai mendorong kursi roda itu.


" Carilah tempat parkir, itu mobil kesayangan ku Tidak boleh lecet, aku akan bersama Afraban" Ucap Bella dan mengambil alih mendorong kursi roda Afraban. Bella mendorong kursi roda Afraban dengan hati - hati berharap Afraban terkesan.


" Berhenti, aku bisa sendiri penyandang disabilitas seperti aku hanya akan menyebabkan kesulitan bagimu Nona" Sarkas Afraban


" Aku berusaha membuat anda di hargai oleh keluarga anda, berterima kasihlah sedikit" Ucap Bella


" Mereka keluargaku Anda tidak mempunyai hak untuk masuk dalam permasalahan keluarga kami Nona meskipun keluarga anda adalah pemegang saham terbesar dalam perusahaan kami" Ucap Afraban dengan tajam.


Perdebatan mereka berhenti karena Leonard datang menemui mereka.


" Jaga bicara anda, dia kakak anda belajar menghargainya" Ucap Bella sinis


" Anda tidak tau apa-apa tentang keluarga kami Nona, adikku sangat menghargai keberadaan aku sebagai kakaknya, itu salah satu cara kami bercanda" Afraban lagi - lagi membela adiknya


" Tunjukkan proyeknya Tuan Leonard, dan laporan ketuntasan pekerjaannya juga" Ucap Bella dingin. Leonard membawa Bella dan Afraban berkeliling melihat pembangunan kompleks perumahan elit terbaik di tempat itu. Bella berjalan berdampingan dengan Leonard sambil mendengarkan penjelasannya sedangkan Afraban berada di belakang mereka sambil mendorong kursi roda.


" Progres pengerjaannya sangat bagus, aku minta laporannya" Ucap Bella


" Akan segera ku selesaikan Bella" Ucap Leonard sok akrab


" Laporan sementara yang aku minta, berikan sekarang, aku tidak punya waktu sebentar lagi rapat direksi, dan satu lagi Nona Bella, Anda harus memanggilku Nona Bella" Ucap Bella dengan tegas

__ADS_1


" Aku....itu....aku belum membuatnya Nona" Ucap Leonard kikuk, dia tahu jika Bella akan marah besar, dan memang kekurangan Leonard adalah semua hal yang menyangkut administrasi dan manajemen.


" Aku sudah mengirim file laporan sementara pada email anda Nona Bella, Leon cek juga email mu sesuaikan jika ada yang kurang atau lebih segera beritahu aku" Ucap Afraban


"Aku bisa sendiri Af, tapi baguslah setidaknya kau memang sedikit berguna" sinis Leonard


" Selesaikan laporan itu dan aku menunggu saat rapat dewan direksi, Anda juga harus ikut tuan Leonard" Ucap Bella sambil berbalik kembali ke parkiran untuk segera pulang dan menghadiri rapat dewan direksi.


Plaaak..... Bugh.....suara tamparan dan pukulan keras terdengar, Bella berbalik dan melihat Leonard memukul Afraban yang sudah terjatuh dari kursi roda.


"Berhenti...." Bella berteriak dan berlari membantu Afraban bangun dan menempati kursi roda.


" Aku bisa sendiri" Ujar Afraban pelan


" Kita harus cepat aku tidak mau terlambat dalam rapat" Ucap Bella cuek. Sementara Leonard sudah pergi meninggalkan mereka. Bella dan Afraban kembali dari proyek dan segera mengikuti rapat dewan direksi. Rapat berlangsung dengan baik, namun terlihat jelas jika Leonard sangat marah dan ingin memukul Afraban lagi. Bella tidak tega pada Afraban tetapi tidak bisa melakukan apa - apa.


" Baiklah, laporan akhir dan semua MOU sudah ku tanda tangani, dan laporan sementara proyek perumahan itu akan di sampaikan oleh Leonard sebagai direktur lapangan" Ucap Madam Zola. Bella melihat Leonard yang semakin marah karena ia tentu tidak tahu isi laporan itu karena Afraban yang membuatnya.


" Laporannya sudah ku terima Madam, aku menerimanya saat kunjungan di lapangan aku sudah membacanya tadi dan menarik kesimpulan bahwa progres sangat bagus dan untuk sekarang terdapat 70% laba, jika ini bertahan terus aku yakin proyek kali ini bisa mendatangkan keuntungan hingga 100 persen, terima kasih banyak tuan Leonard" Bella terpaksa harus menurunkan emosi Leonard karena tidak mau terjadi sesuatu pada Afraban. Afraban yang tadinya berpikir Bella akan menambah masalahnya tanpa sadar menghembuskan nafas lega dan tersenyum tipis. Sementara Leonard tersenyum dan merasa jika Bella berpihak padanya. Rapat Selesai dan Bella bersama Madam Zola juga akan pulang ke kediaman mereka.


" Apa kau langsung pulang Dear" Tanya Madam Zola


" Aku akan ke kampus Madam, aku harus mengikuti ujian seminar proposal, seseorang pernah berkata aku harus mengurus tugasku sendiri bukan mengandalkan orang lain. Aku segera pulan setelah selesai Ujian Madam" Ucap Bella


" Baiklah Dear, bukankan Tuan Afraban adalah pembimbing mu? Mengapa tidak pergi bersama agar lebih cepat" tanya Madam Zola


" Aku akan pergi sendiri Madam, Tuan Afraban tidak nyaman di mobilku, sampai jumpa madam, aku menyayangimu" Ucap Bella memeluk Madam Zola

__ADS_1


" Sampai jumpa Dear, kesayanganku" Ucap Madam Zola.


__ADS_2