Air Mata Bella

Air Mata Bella
Episode 35


__ADS_3

Bella menjalani perawatan selama tiga hari, selama itu juga dia berpura-pura kehilangan ingatan. Hingga dinyatakan sembuh dan mereka pulang ke apartemen.


" Sayang, kau yakin akan ikut pulang ke apartemen atau akan ke kediaman Madam Zola?" Tanya Afraban hati - hati.


" Dimana aku tinggal selama ini?" Tanya Bella


" Di apartemen " Jawab Afraban polos


" Lalu mengapa masih bertanya dimana aku akan pulang?" Bella menaikkan nada suara nya dan berpura- pura kepalanya sakit.


" sayang..maafkan aku ayo kita pulang ke apartemen" Bujuk Afraban.


Bella tertawa dalam hati melihat tingkah suaminya yang ketakutan jika Bella sakit kepala. Mereka pulang ke apartemen dan di sana sudah ada Pak Budi dan istrinya. Afraban sudah meminta istri Pak Budi untuk bekerja sebagai ART selama Bella sakit.


" Sayang, ini Pak Budi dia supir kita dan ini istrinya ibu Wati dia akan membantu di sini selama kamu sakit, jika sudah sembuh dan kamu merasa tidak membutuhkan ibu Wati lagi baru dia berhenti dan kembali ke rumahnya" Afraban menjelaskan panjang lebar pada Bella.


" Iya, dimana kamar yang ku tempati, aku mau istirahat" Ujar Bella pendek.


" Di kamar utama sayang" ucap Afraban.


Dia kemudian mengantar Bella untuk beristirahat di kamarnya. Bella tertidur hingga malam tiba dan dibangunkan oleh Afraban untuk makan malam. Setelah makan Afraban membantunya untuk meminum obat.


"istrahat lah aku akan keluar menyelesaikan beberapa pekerjaan, jangan terlalu banyak berpikir" Ucap Afraban.


" Baiklah... terima kasih" ucap Bella tersenyum.


Afraban meninggalkan Bella agar dapat tidur. Tetapi Bella bukannya tidur melainkan mencoba untuk browsing tentang garam Inggris yang dapat digunakan untuk merelaksasi syaraf yang kaku.


"Hai....ada yang bisa menemui ku...." Bella berteriak, ia sengaja tidak memanggil nama suaminya karena sedang berpura - pura hilang ingatan.


" Sayang ada apa?" Tanya Afraban yang sedang berusaha mencapai kamar dengan kursi rodanya.


" Kemari sebentar dan baca artikel ini" Ucap Bella. Afraban membaca artikel tersebut kemudian sambil mengelus kepala Bella berkata


" Aku akan berobat setelah kau sembuh sayang"


" Aku mau mulai sekarang" Ucap Bella tegas


" Pak Budi....bisa tolong ke sini" Bella berteriak. Pak Budi datang dengan cepat.


" Tolong belikan garam Inggris dengan kualitas terbaik, Ini ATM ku dan ini pin nya" kata Bella sambil memberikan ATM.


" Baik Nyonya...." Pak Budi segera berlalu.


" Kau masih sakit, sebaiknya fokus pada kesembuhan mu dulu sayang" Ucap Afraban.

__ADS_1


" aku akan sembuh sebentar lagi, memangnya kenapa dengan kakimu?apa itu terasa kaku?" tanya Bella sengaja menggali informasi tentang kaki suaminya.


" Iya, kemarin paman Rico sudah memeriksa katanya ini kaku karena lama tidak bergerak dan harus direlaksasi dengan garam Inggris" Ucap Afraban.


" Apa yang kau rasakan sakit atau kebas?" Tanya Bella lagi.


" Kebas sayang" Ucap Afraban.


"Aku biasa memanggil mu apa?" Tanya Bella lagi memandang suaminya


" Namaku Afraban Braco, putra sulung Antares Braco kau bisa memanggilku apapun yang kau mau" Ucap Afraban lembut.


" Kau bersaudara dengan Leonard Braco, pria playboy itu?" Bella mendesis


" Iya sayang, aku paham perlakuan Leonard padamu, dan aku juga seperti ini demi melindungi Leonard" Ucap Afraban pasrah.


" Jangan salahkan dirimu" Ucap Bella pendek


" Aku akan memanggilmu hubby" tambah nya.


" Benarkah Sayang?" Tanya Afraban berbinar


" Iya.... apa kau keberatan?" Tanya Bella


" Tentu saja tidak sayang, aku senang" Ucap Afraban.


" Terima kasih Pak Budi, Pak Budi aku masih agak pusing jika berdiri lama boleh aku minta tolong lagi sediakan air hangat di baskom sedang lalu taburkan garam Inggris satu genggam dan bawa ke sni agar Suamiku bisa merendam kakinya" Ucap Bella


" Tentu Nona dengan senang hati" Ucap Pak Budi tersenyum....mungkin ini adalah awal kebahagiaan tuan Afraban pikirnya dalam hati.


Air hangat datang Afraban merendam kakinya dan Bella segera turun dari ranjang lalu mencoba memijat lembut kaki Afraban.


" Sayang, kau masih sakit" Afraban berusaha melarang Bella


" Aku kan hanya memijat Hubby" Ucap Bella


" Tapi sayang...." Afraban menghentikan kalimatnya karena Bella sudah memandangnya dengan tatapan aneh.


" Aku tidak berharap banyak Hubby....jika pun setelah sembuh kau akan kembali pada tunangan mu, aku tidak apa - apa, aku sudah terbiasa dibuang, tidak dicintai bahkan ingin disingkirkan" Ucap Bella dengan datar.


" Sayang....bukan maksud ku seperti itu....apa kau mulai mengingat semuanya?" Afraban berkata sambil mengelus kepala Bella.


" Entahlah aku hanya merasakan seperti itu, terlalu banyak bayangan di kepalaku, aku bingung" Bella berkata dengan nada datar.


Kali ini Bella tidak bohong, dia melihat sekelebat potongan ingatan dia dimarahi oleh seorang wanita yang dia panggil ibu, dipukuli oleh dua orang yang selalu dipanggilnya kakak.

__ADS_1


Bella terus memijat kaki Afraban dengan lembut hingga Afraban mulai merasakan rasa kesemutan dan sedikit nyeri. Dia menahan perasaan itu karena takut melukai perasaan istrinya lagi. Setelah satu jam Bella dan air sudah dingin Bella mengeluarkan kaki Afraban dari baskom dan mulai mengeringkannya.


"Sayang kakiku mulai terasa seperti kesemutan dan nyeri" Afraban berkata sambil meringis


" Aku akan menelfon paman dan minta dia ke sini" Bella khawatir apa mungkin ia melakukan kesalahan.


Bella segera menelepon Rico dan menceritakan apa yang terjadi, Rico berjanji akan segera datang ke apartemen mereka.


" Pak Budi tolong bantu suamiku naik ke ranjang" Bella memanggil Pak Budi. Afraban duduk di ranjang dengan kaki berselonjor di bantu oleh Pak Budi sedangkan Bella duduk d sampingnya.


" Aku permisi Nona, aku akan menunggu Tuan Rico di ruang tamu" Ucap Pak Budi


" Terima kasih banyak" Ucap Bella tersenyum.


" Hubby maafkan aku, kamu merasa sakit sekarang" Cicit Bella.


" Sayang... aku tidak apa- apa ini hanya nyeri" Ucap Afraban sambil mengelus dan mencium rambut Bella, sedangkan Bella duduk sambil bersandar di dada suaminya.


" Hubby aku...." Bella menghentikan kalimatnya karena merasa suaminya sedang mengelus dan mencium lama kepalanya.


" Sayang....biarkan seperti ini, aku sangat senang bisa sedekat ini dengan istriku" Ucap Afraban.


" Ups....apa kedatanganku mengganggu? Tanya Rico di depan pintu bersama Pak Budi.


" Paman sudah datang, ayo periksa paman, kaki suamiku nyeri dan kesemutan setelah di rendam dalam garam Inggris" Bella memberi penjelasan.


" Biar ku periksa" Ucap Rico dan mulai memeriksa keadaan kaki Afraban.


Rico memasang beberapa alat dan mulai memeriksa serta mengawasi ekspresi wajah Afraban. Sedangkan Afraban meringis menahan nyeri yang dia rasakan. setelah lima belas menit Rico melepas alat dan mulai mencatat pada bukunya.


" Aku yakin kau akan cepat sembuh Afraban, hasil pemeriksaan sangat bagus, kaki mu sudah mulai menanggapi rangsangan, itu sebabnya kau merasa sakit tadi" Ucap Rico panjang lebar.


" Satu lagi Afraban, perbaiki pikiran mu, karena ini semua tergantung dari kemauan mu untuk sembuh, setelah dua pekan datanglah ke rumah sakit agar kita bisa memulai terapi" tambah Rico.


" Baik Paman....kami pasti datang" Ucap Bella.


" sekarang aku akan memeriksa mu, sayang sini mendekat pada paman agar paman bisa membersihkan lukamu dan mengganti perbannya sayang" Rico berbicara sambil menarik Bella mendekatinya.


Selama 5 menit Bella luka Bella sudah bersih dan perbannya sudah di ganti.


" Baiklah, sudah selesai semua....paman permisi pulang" Rico berkata sambil keluar dari kamar di ikuti Pak Budi.


Bella mendekati suaminya dan berkata


" Aku senang kau akan sembuh Hubby" Ucap Bella.

__ADS_1


" Sini peluk aku sayang" Afraban merentangkan tangannya untuk memeluk istrinya. Dia mengakui kalau dia sangat menyayangi istrinya.


__ADS_2