
Bella mulai membuka aplikasi diponselnya dan mulai memasak sesuai dengan tutorial yang dia lihat. Bella merasakan dejavu karena ia seperti sudah sering melakukan itu, dia bersyukur karena tidak terlalu kesulitan meskipun harus benar - benar mengatasi kekakuannya. Dan setelah beberapa jam berkutat di dapur Bella melihat jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Makanannya pun sudah jadi, dia hanya harus membersihkan dapur itu karena sepertinya dia sudah mengacau wadah kotor dimana dimana. Bella membersihkan semua itu lalu menuju kamarnya untuk mandi. Setelah berganti pakaian Bella memanggil suaminya untuk makan siang.
" Sayang....ayo makan siang, kau harus mencoba masakan ku" ucap Bella antusias.
" Sebentar sayang aku harus menutup pembelajaran." Afraban tersenyum.
Mereka makan dalam diam, nasi hainan, ayam goreng lada hitam dan fuyunghai dan sapo tahu sudah tersaji di meja makan.
" Ternyata kau pintar memasak sayang" Ucap Afraban.
" Benarkah....apa rasanya enak?" Tanya Bella antusias.
" Sangat enak....apa kau memasak banyak?" tanya Afraban
" iya aku tadi masak banyak dan mungkin tidak akan bisa habis meski sampai malam" ucap Bella menyesal.
" Sayang...bagaiman jika kita menelfon Madam dan juga paman Rico serta ibu mereka pasti senang makan di sini" Saran Afraban.
" baiklah, aku akan menelfon mereka untuk makan malam di sini dan makanan akan ku simpan di microwave sehingga tetap hangat" Ucap Bella.
" Aku harus kembali mengajar sayang hari ini jadwal ku sampai jam 5, maaf tidak bisa membantu mu" Ucap Afraban menggenggam tangan istrinya.
" Tidak apa-apa sayang...aku bisa menyelesaikannya sendiri, aku akan membuat puding sebagai makanan penutup" Aku bisa mencoba menonton tutorial lagi sayang" Ucap Bella antusias.
Bella kembali berkutat dengan bahan untuk membuat puding dia sangat antusias menonton tutorial membuat puding. Dan dia berhasil membuat pudingnya. Afraban tersenyum bahagia melihat kesibukan istrinya, hingga tidak terasa hari sudah sore dan menunjukkan pukul lima sore. Afraban menutup kelasnya dan memandang istrinya yang sedang membersihkan dapurnya, dia tidak ingin mengganggu istrinya dan langsung mandi serta berganti pakaian dan mulai menelfon Madam Zola, Rico dan Ibunya. Mereka semua berjanji akan datang. Sementara itu Bella yang telah menyelesaikan pekerjaan di dapur menuju ruang tamu dan mulai membereskan semuanya, sekarang ruang tamunya terlihat rapi. Bella akhirnya masuk kamar untuk mandi dan berganti pakaian. Setelah berganti pakaian ia duduk di sofa sambil memijit tengkuknya yang terasa pegal.
" Apa sangat melelahkan sayang?" tanya Afraban sambil mengangkat kaki Bella ke pangkuannya dan mulai memijitnya.
" Sedikit....eh apa yang kau lakukan? aku akan ke SPA besok dan pijat di sana sekaligus mengecek laporan keuangan" Ujar Bella
" Kita akan minta istri pak Budi bekerja di sini untuk membersihkan rumah dan memasak, aku tidak mau kau terlalu lelah" Ucap Afraban sambil memijat kaki Bella.
" Tidak perlu... apartemen sekecil ini masih bisa ku bersihkan....dan memasak kan tidak setiap hari kita masak banyak aku masih bisa menyelesaikannya sendiri" Ujar Bella dengan malas.
__ADS_1
" Tapi kau lelah Bella " Ucap Afraban.
" Baiklah lakukan yang menurutmu baik, aku mau tidur sebentar bangun kan aku pukul 6.30 masih ada 1 jam" Ucap Bella
" jangan tidur Bella, kau bisa sakit kepala, sekalian tidur ketika selesai makan malam " Ucap Afraban lembut.
" Hufffff... menyebalkan" Sungut Bella kesal tetapi tetap berusaha mengikuti arahan suaminya.
Pukul tujuh orang yang di tunggu sudah datang. Madam Zola datang bersama Arin dan Lin, sedangkan Rico datang bersama dokter Lilis, Nyonya Lia hanya datang sendiri karena suami dan anak bungsunya memberi banyak alasan untuk tidak ikut. Mereka sangat gembira menikmati masakan Bella.
" Apa benar kau memasak semua ini Dear?" Tanya madam Zola
" Iya Madam, harap maklum jika rasanya kurang pas aku baru belajar" Ucap Bella.
" Rasanya sangat enak, kau tahu Bella ayam lada hitam adalah kesukaan Afraban" Ucap Lia.
" Rasanya enak Bella" Madam Zola dan Rico berkata bersamaan.
" Entahlah Dokter aku hanya merasa seperti pernah melakukan ini semua" Ucap Bella cuek.
" Paman....aku mau minta tolong untuk memeriksa suamiku, aku yakin kaki nya bisa diobati, kau dokter yang hebat kan? tanya Bella.
" Datanglah ke rumah sakit agar kita bisa melakukan check up terhadap kakinya. aku tunggu ya" Ucap Rico memandang Bella.
" Terima kasih banyak Paman tampanku, kau yang terbaik" Ucap Bella sambil berlari memeluk Rico.
" Jadi hanya Paman Rico yang terbaik, sedangkan aku Madam mu jadi yang terburuk" Madam Zola memasang wajah sedih.
" Madam ku juga yang terbaik.... terima kasih banyak telah memberikan aku kebahagiaan Madam" Ucap Bella memeluk dan mencium pipi Madam Zola.
" Apakah.... ibu boleh mendapat pelukan dan ciuman jg sayang?" Lia menatap Bella dengan senyum mengembang.
" Aaa.....tentu ibu, terima kasih banyak telah melahirkan dan membesarkan suami ku" Bella memeluk dan mencium pipi mertua nya.
__ADS_1
Mereka semua tertawa bersama dan makan dalam diam, setelah makan mereka menikmati puding yang rasanya tidak kalah enak. Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 mereka semua akhirnya pamit dan pulang ke rumah masing - masing. Afraban baru akan membantu Bella membersihkan dapur tetapi melihat semua sudah bersih dan Bella sudah berada di diatas ranjang dan terlihat sudah tidur pulas. Afraban akhirnya tidur di sampingnya.
Afraban dikagetkan oleh suara tangisan Bella. Dia terbangun mendapati Bella sudah menangis histeris dengan tubuh yang menggigil. Afraban yakin istrinya pasti lupa meminum obat.
" Air itu deras, Sungainya deras mereka melemparku, jangan bunuh mereka...." Bella berteriak histeris dengan nafas yang semakin sesak.
Afraban mendekati Bella dan memeluk Bella sambil mengucapkan kalimat yang menenangkan.
" Aku di sini, tidak ada air dan tidak akan ada yang menggangu mu karena aku pasti melindungi mu, tenanglah sayang tarik nafas dan cobalah tenang". Afraban terus mengulangi kalimat itu.
" Ibu....aku menyayangimu....hiks....hiks....ibu boleh Bella memeluk ibu....hiks ....hiks...." racau Bella dengan tubuh yang menggigil.
Afraban terus mendekap Bella dan mengelus kepala nya berusaha membuat Bella kembali tenang. Akhirnya Bella terlihat mulai tenang, Afraban berhasil membujuknya untuk kembali berbaring dan memeluk nya sampai Bella tertidur dengan tenang dalam pelukan sang suami. Sementara Afraban sedikit gelisah entah mengapa ia tiba - tiba merasa ada perasaan yang lain ketika memeluk Bella, ia berulang kali mencium pucuk kepala istrinya itu sampai ia juga tertidur. Pagi hari Bella terbangun ia merasa seperti ada sesuatu yang menghimpitnya. Ia membuka mata dan melihat Suaminya tidur dengan memeluk dirinya.
" Af....hari sudah pagi....ayo bangun... mandilah aku akan menyiapkan sarapan" ucap Bella.
" Sayang....maaf aku tidak bermaksud mengganggu mu, maaf semalam kamu mimpi buruk aku hanya berusaha menenangkan mu " Ucap Afraban kelabakan karena melihat ia sedang memeluk istrinya.
" Jadi aku hanya di peluk jika sedang mimpi buruk....huffff" Sungut Bella kesal.
" Sayang.... maksud ku....." Afraban berusaha menjelaskan
" Sudahlah sebaiknya mandi sana, aku mau buat sandwich" Bella melepas pelukan suaminya dan langsung menuju dapur. Sementara itu Afraban tersenyum melihat tingkah istrinya yang merajuk. Bella membuat sandwich dan susu lalu kembali ke kamar untuk mandi dan mengganti pakaiannya. Dia dan Afraban kemudian sarapan pagi.
" Terima kasih sudah mau menjalani kehidupan sederhana bersamaku sayang" ucap Afraban menggenggam tangan Bella.
" Terima kasih juga telah menerima ku sayang dan maaf jika aku selalu merepotkan mu jika lupa meminum obatku" Ucap Bella.
" Apa aku boleh mencium keningmu Bella?" Afraban bertanya dengan hati - hati.
" sini...." Bella mendekat kan keningnya sehingga Afraban bisa mengecupnya. Mereka berdua sama - sama malu atas apa yang baru saja terjadi.
" Terima kasih " Mereka berdua berkata bersamaan. Akhirnya mereka berangkat ke tempat kerja bersama - sama dengan bahagia.
__ADS_1