Air Mata Bella

Air Mata Bella
Episode 40


__ADS_3

Tengah malam Bella menggeliat dalam pelukan suaminya


"mmmm....Hubby aku haus" Ucap Bella manja.


" Sebentar sayang, aku ambilkan air" Ucap Afraban bangun dan menarik lengannya dari kepala Bella dengan hati-hari lalu ke dapur mengambil air minum untuk istrinya.


" Ini sayang....minumlah" Afraban menyerahkan air untuk Bella.


" Rasanya segar" Ucap Bella.


" Mau tidur lagi sayang, ini masih tengah malam" Ucap Afraban. Bella kembali berbaring menggunakan lengan suaminya sebagai bantal. Sementara Afraban kembali merasakan gairahnya.


" mmmm....Hubby" Bella usil mengelus dada suaminya


" Iya sayang " Ucap Afraban dengan suara berat menahan gairah, elusan istrinya membuatnya semakin bergairah.


"Hubby....jangan pernah sembunyikan sesuatu lagi dariku" Ucap Bella manja.


" Iya sayang, tapi berhenti mengelus dadaku sayang, aku tidak tahan" Ucap Afraban


" Ada apa Hubby?" Tanya Bella masih terus mengelus dada suaminya.


Afraban tidak tahan dan langsung ******* bibir istrinya dan memeluk tubuh istrinya semakin erat.


" Maafkan aku sayang, aku tidak tahan" ucapnya setelah ******* bibir istrinya.


" Kau suamiku itu tidak salah Hubby" Ucap Bella memeluk suaminya.


" Apakah boleh sayang?" Tanya Afraban. Bella hanya mengangguk malu terhadap pertanyaan suaminya. Akhirnya mereka melakukan malam pertama setelah lebih setahun menikah. Afraban merasakan kesulitan diawal karena milik Bella yang masih gadis sangat sempit, sementara Bella menahan sakit dan memeluk tubuh suaminya. Hingga semua adegan itu selesai dan mereka tertidur karena sama - sama kelelahan.


Afraban terbangun saat pagi hari, untung saja hari itu weekend jadi ia tidak perlu takut terlambat. Ia bangun lalu mandi dan pergi ke dapur membuat sarapan untuk istrinya. Sementara itu Bella membuka matanya dan merasakan sakit di seluruh badan terutama area intimnya. Bella berusaha bangkit dari tempat tidur untuk pergi ke kamar mandi, namun ia tidak sanggup karena rasa sakit pada area itu. Afraban segera membantu Bella menuju kamar mandi. Bella membersihkan diri dibantu suaminya lalu mereka sarapan berdua. Bella sedikit malu mengingat kejadian semalam. Ia makan dengan cepat sampai tersedak, Afraban langsung memberikan air putih.


" Sayang....makan pelan-pelan, ini bukan hari kerja, setelah makan kamu bisa beristirahat lagi" Ucap Afraban sambil memberikan air minum pada Bella.


" Terima kasih banyak...." Ucap Bella malu-malu.


" Apa saja untuk mu Sayang" balas Afraban sambil mencium kening istrinya


" Aku sangat mencintaimu " tambahnya

__ADS_1


" Aku juga mencintaimu Hubby " cicit Bella malu - malu.


Mereka menyelesaikan sarapan berdua, lalu duduk bersama di ruang tamu. Bella hanya diam, Afraban membuka percakapan


" Sayang, apa ada sesuatu yang kau inginkan?" Tanyanya dengan lembut.


" Tidak ada, aku ingin istrahat seharian ini...apa dirimu ada jadwal mengajar Hubby?" Tanya Bella.


" Iya sayang, hari ini aku ada jadwal mengajar tetapi semuanya online jadi aku tidak perlu ke kampus dan ada dua kelas siang tidak melakukan pertemuan virtual aku hanya mengirimkan penjelasan materi dalam grub kelas mereka" Ucap Afraban panjang lebar.


" Jadi jam delapan sudah mulai mengajar ya?" tanya Bella


" tidak sayang kelasku dimulai nanti jam 9.... sayang....." Ucap Afraban sambil mendekati Bella dan memeluknya.


" Aku sangat mencintaimu sayang, terima kasih banyak" Ucap Afraban sambil mencium dan memeluk istrinya.


" Terima kasih banyak Hubby" Ucap Bella.


" Sayang ini baru jam tujuh, masih ada dua jam lagi...." Ucap Afraban penuh arti.


" iya....kasih dua jam lagi....ada apa?" Tanya Bella polos


" Sayang aku mau lagi...." Ucap Afraban memelas


" Kali ini tidak lagi sayang...." Ucap Afraban sambil menggendong Bella menuju kamar mereka.


Afraban membaringkan istrinya dan mulai ******* bibir Bella sambil ******* benda kenyal milik istrinya itu, sementara Bella hanya bisa mendesah mendapat perlakuan seperti itu. Mereka melakukan lagi dan lagi, hingga Bella kelelahan dan tertidur sementara Afraban bangun untuk mandi dan mulai mengajar secara online. Bella terbangun ketika hari sudah sore, ia merasakan sakit di seluruh tubuhnya. Ia segera bangkit dan mulai mandi serta berganti pakaian. Bella keluar dari kamar dan mendapati suaminya masih sedang mengajar, hingga dia memutuskan untuk mulai memasak makan malam karena dirinya merasa sedikit lapar.


Bell apartemen berbunyi, Afraban membuka pintu ternyata yang datang adalah Rico dan dokter Lilis.


" Hai Af.....kau sedang sibuk mengajar ya?" Ucap Rico sambil memandang laptop Afraban yang sedang terhubung dengan mahasiswa nya.


" Ia Paman, aku ada jadwal full hari ini, silahkan duduk Paman" Ucap Afraban.


" Siapa yang datang Hubby?" Tanya Bella


" Ini Paman tampan Dear, aku bawa bahan makanan sebaiknya kau dan Lilis memasak agar kita bisa makan bersama" Ucap Rico antusias.


" Ayo Bella, kita memasak" Ucap Lilis sumringah.

__ADS_1


Bella dan Lilis segera menuju dapur dan mulai berkutat dengan bumbu dapur menghasilkan dan bahan masakan. Mereka memasak dengan gembira.


" Bagaimana hubungan mu dengan Bella?" Tanya Rico


" Kami sudah baikan Paman, dan iya kami sudah sepenuhnya menjadi pasangan suami isteri, doakan agar kami secepatnya memiliki momongan ya Paman" Ucap Afraban gembira.


" Aku sangat bersyukur kau dan Bella sudah baikan, jangan ulangi lagi kekeliruan mu" Ucap Rico sambil tersenyum.


" Baik Paman, Paman sendiri kapan akan menikah dengan Dokter Lilis?" Tanya Afraban.


" Secepatnya, kini Bella sudah bahagia aku bisa memikirkan diriku sendiri sekarang, aku harap kau dan Bella mengambil liburan ke negara P, sekalian bertemu dengan Madam Zola bagaimana menurut mu?" Tanya Rico


" Biarkan pekerjaan kami selesai dulu Paman, ada beberapa Mega proyek yang harus di selesaikan terlebih dahulu, paman tahu Bella adalah tipe pekerja keras" kata Afraban sambil tersenyum.


" Bantu dia untuk menyelesaikan semuanya secepat mungkin agar kalian segera liburan" Ucap Rico


" Tentu saja Paman" Balas Afraban sambil menutup laptopnya karena kelasnya telah usai.


Afraban dan Rico tenggelam dalam pembicaraan tentang perusahaan, sementara Bella dan dokter Lilis menyelesaikan menu - menu makanan yang akan mereka santap pada malam hari.


" Aku rasa puding cocok untuk makanan penutup, bagaimana menurutmu dokter Lilis? Tanya Bella.


" Aku setuju, ini masih ada jagung ku rasa jika kita membuat puding jagung rasanya akan enak sekali" Balas dokter Lilis.


" Baiklah Done...." Ucap Bella sambil tertawa senang.


Mereka mulai membuat puding jagung untuk makanan penutup. Kedua wanita ini sangat serasi mereka seperti kakak beradik yang sedang bekerja sama membuat sebuah karya yang sangat hebat. Hingga tanpa terasa hari sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Semua makanan sudah tertata di meja makan. Dokter Lilis memanggil Rico dan juga Afraban untuk segera ke ruang makan. Kedua laki- laki itu terpana melihat semua masakan yang tersaji semua sangat lezat, daging lada hitam, Sapo tahu, mie ramen, Nasi Hainan, dan asparagus semua menggugah selera. Mereka semua makan dengan lahap.


" Masakan kalian sangat lezat" Ucap Rico.


" Sayang....Paman benar masakan mu sangat lezat" Ucap Afraban sambil menggenggam tangan istrinya.


" Terima kasih banyak Hubby" Ucap Bella.


Mereka selesai makan hidangan utama dan Bella menyajikan puding jagung yang tidak kalah enaknya. Hal ini membuat mereka semua makan dengan lahap lagi.


" Aku bisa gemuk jika makan seperti ini tiap hari" Ucap Rico sambil tersenyum.


" Paman dan dokter lilis harus sering ke sini agar kita bisa makan lagi" Ucap Bella.

__ADS_1


" Baiklah sayang" Ucap Rico.


Setelah makan malam selesai Rico dan Dokter Lilis pamit untuk pulang.


__ADS_2