Air Mata Bella

Air Mata Bella
Episode 48


__ADS_3

Seorang pria menatap tajam semua orang kepercayaannya, dia sangat ingin membunuh mereka semua karena telah kehilangan jejak seseorang yang ingin dilindunginya.


" Aku pikir kau tidak akan melakukan kesalahan se fatal ini Uzui Kun" Ucap pria itu.


" Dia sedang berusaha menenangkan dirinya, Bian dan Arin memberitahu aku tentang semua ini" Ucap seorang pria bernama Uzui.


" Cari sampai kau menemukan dia dalam waktu 24 jam jika tidak kau akan habis" Ucap pria itu lagi.


" Hajime San, perempuan itu butuh waktu, apa yang dia alami melukainya, kita tidak bisa memaksakan kehendak padanya" Ucap Uzui


" Ucapanku adalah hukum yang berlaku Uzui Kun " Ucap pria itu tegas.


Uzui hanya menggeleng dan berlalu meninggalkan Hajime yang uring - uringan. Uzui dan beberapa anak buahnya menemui Bian dan Arin.


" Nona Bella berada di tempat yang aman, biarkan dia sendiri dulu dan tolong sampaikan pada Pimpinan Hajime untuk mengerti" Ucap Bian pada Uzui.


" Hajime San tidak menerima penolakan" Ucap Uzui dingin.


" Aku mohon padamu untuk bisa memberi waktu pada nona Bella tidak akan lama, aku yakin dia akan segera kembali dan memimpin perusahaan" Ucap Arin memohon pada Uzui.


" Aku akan mencoba menemui Hajime San dan membicarakan ini" Ucap Uzui dan langsung meninggalkan kediaman keluarga Zaphire.


Uzui menemui Hajime Akatsuma, dan seperti dugaannya, Uzui harus babak belur menerima pukulan Hajime karena di anggap bahwa dia tidak bisa menjalankan perintah.


" Paman Kagaya.... Hubungi Zola dan minta putrinya itu menemui ku" Ucap Hajime.


" Baik Pimpinan...." Ucap Kagaya Akatsuma dan segera meninggalkan ruangan kerja Hajime. Kagaya Akatsuma menghubungi Madam Zola dan menjelaskan jika pimpinan Hajime ingin bertemu dengan Bella. Madam Zola berjanji akan segera kembali ke tanah air dan mengajak Bella menemui Pimpinan Hajime.


Bella sedang duduk menghabiskan sore hari di taman villa nya memandang hamparan rumput hijau membuatnya tenang. Ia menitikkan air mata karena kembali teringat akan apa yang dilakukan oleh mantan suaminya padanya. Ponselnya berbunyi dan dia melihat panggilan dari ibunya, Bella pun menjawab panggilan itu


" Madam....apa kabar " Tanya Bella pada ibunya


" Aku akan kembali Dear, kita akan bertemu besok " Ucap Madam Zola dingin.


" Madam....apa sesuatu terjadi?" Tanya Bella masih di sambungan telepon.


" Tidak ada .... aku akan pulang dan kita akan bertemu besok" Ucap Madam Zola dan memutus sambungan telepon. Bella sedikit bingung dengan sikap ibunya, ia memutuskan untuk kembali esok pagi. Bella masuk ke dalam Villa karena hari sudah malam, dia meminta pelayan membawa juice apel ke dalam kamarnya. Bella membersihkan badan lalu meminum juice apel dan berbaring untuk mencoba tidur, seperti biasa bayangan mantan suaminya hadir dan membuat Bella bangun dan mulai menangis meringkuk di pinggir ranjang. Dadanya terasa sesak dan sangat sakit, Bella mengambil obat yang biasa ia minum dan meminumnya. Rasa Sakitnya berkurang membuat Bella kembali berusaha tidur, namun tetap saja Bella tidak bisa tidur akhirnya Bella meninggalkan kamarnya dan berjalan - jalan d halaman villa, ia berteriak dengan kencang dan menangis hingga rasa sakit yang ia rasakan berkurang. Alex hanya bisa menatap dan menjaga dari jauh.

__ADS_1


" Kondisimu sangat rapuh Nona, aku berharap kau bisa bangkit" Gumam Alex menatap Bella yang duduk meringkuk sambil menangis di kursi taman. Bella duduk berjam - jam hingga malam berganti pagi.


" Selamat pagi Nona, ayo kita bersiap dan kembali ke Kediaman, Madam sedang dalam penerbangan dari negara P" Ucap Alex.


" Baik....ayo Alex beritahu pada pelayan untuk menyiapkan juice seperti biasanya dan bawa ke kamarku akan ku minum saat aku selesai bersiap" Ucap Bella datar.


" Sesuai ucapan Anda nona" Ucap Alex.


Tiga puluh menit berlalu dan Bella telah selesai bersiap, dia meminum juice dan keluar dari kamarnya.


" Alex... ayo berangkat " Kata Bella masih dengan suara datar nya.


" Silahkan nona " Ucap Alex sambil membuka pintu mobil untuk Bella.


Alex duduk di depan bersama seorang supir. Mereka meninggalkan Villa untuk kembali ke kediaman keluarga Zaphire. Sepanjang perjalanan Bella hanya diam, termenung dan menatap keluar jendela mobil. Alex memperhatikan Bella dan merasa prihatin, Ia benar - benar geram dengan ulah keluarga Antares Braco.


" Bahkan kematian pun tidak cukup untuk membalas perbuatan mereka pada Nona" gumam Alex dalam hati.


Mereka sampai ke kediaman Utama Keluarga Zaphire, Bella langsung masuk ke ruang keluarga Zaphire dan duduk sambil memainkan ponselnya.


" Madam Zola sedang dalam perjalanan dari bandara Nona" Ucap Arin.


" ayo ke ruang kerja, aku harus mengecek beberapa pekerjaan selama aku pergi" Ucap Bella sambil berdiri dan berjalan menuju ruang kerja di ikuti Arin.


Mereka tiba di ruang kerja, Bella mengecek dan menyelesaikan semua pekerjaan yang tertunda itu, cukup melelahkan memang namun Bella merasa dia senang melakukan pekerjaannya.


" Arin berikan informasi siapa yang menyetujui beberapa proyek ini, ketika aku pergi" Ucap Bella sambil terus bekerja mengecek semua laporan nya.


" Pimpinan Hajime yang menyetujui Nona, sesuai keinginan Madam Zola dan tuan Rico" Ucap Arin.


" Kenapa tidak menghubungi ku?" Ucap Bella datar


" Anda bilang ingin istrahat dan tidak ingin ada yang tahu keberadaan anda" balas Arin.


" Aku akan bicara pada Madam tentang hal ini, dia tidak bisa seenaknya memutus kerja sama dan melakukan kerja sama baru, Hajime Akatsuma bukan siapa - siapa" Ucap Bella.


"Andai anda tahu siapa dia dan bagaimana berpengaruh nya dia, anda akan berpikir ulang tentang dia" Gumam Arin dalam hati.

__ADS_1


" Madam ingin bertemu anda di ruang keluarga Nona" Bian berbicara di depan pintu


" Baiklah....ayo Arin " Ucap Bella.


Bella dan Arin mengikuti Bian ke ruang keluarga dan menemui Madam Zola juga Rico.


" Madam....." Ucap Bella sambil berlari memeluk ibunya.


" Dear.... bagaimana keadaan mu?" Tanya Madam Zola sambil memeluk Bella


" Aku baik.... bagaimana dengan Madam? tanya Bella masih memeluk Madam Zola.


" Aku sangat baik Dear, Ayo duduk aku membeli beberapa ole - ole untuk mu" Ucap Madam Zola sambil tersenyum.


" Paman tampan.....sini peluk aku" Ucap Bella


" Keponakan kesayanganku" Ucap Rico sambil memeluk Bella dengan erat.


Mereka semua duduk di ruang tamu di kelilingi oleh semua pimpinan dari anak buah masing - masing.


" Madam.... aku tahu Madam lelah, tapi aku harus bertanya.... apa kedudukan Hajime Akatsuma dalam Zaphire grup, bukankah itu perusahaan milik keluarga kita?" Tanya Bella


" Dia pelindung semua aset termasuk perusahaan dan bahkan keselamatan keluarga Zaphire juga tanggung jawabnya" Ucap Madam Zola.


" Aku tidak pernah tahu tentang ini, Selama aku beristirahat dia mengambil beberapa keputusan yang menurut ku terlalu mendadak, dan bahkan berpotensi merugikan perusahaan kita" Ucap Bella.


" Dear .... Aku tahu kau cerdas, namun kau belum memiliki pengalaman yang banyak, yakinlah apa yang Hajime San lakukan itulah yang terbaik untuk keluarga kita" Ucap Madam Zola.


" Sesuai ucapan anda Madam " Ucap Bella terpaksa.


" Sayang...yakinlah....Hajime San berusaha melakukan semua yang terbaik untuk melindungi kita terutama kamu" Ucap Rico meyakinkan.


" Aku akan coba bicara pada pimpinan Hajime, karena aku kurang paham" Ucap Bella.


" Jangan lakukan itu Dear.... Selama ini sejak turun temurun tidak ada yang pernah mempertanyakan keputusan sang pelindung" Ucap Madam Zola dingin.


" Baiklah...." Ucap Bella terpaksa dengan wajah ditekuk.

__ADS_1


__ADS_2