
Bella segera menuju kampus untuk melaksanakan ujiannya, dia sedikit heran karena ketika sampai Afraban sudah berada di ruang pelaksanaan ujian. Bella mengikuti ujian dengan baik dan segera kembali ke kediaman Madam Zola. Sesampainya di sana Bella disambut dengan perayaan dari Madam Zola dan Rico serta semua pengawal. Mereka sangat senang karena Bella telah melewati salah satu tahap ujiannya.
Di tempat lain, yaitu di Kota P Seorang wanita sedang marah dan membanting semua perabotannya. Ia mengamuk setelah mengetahui isi wasiat almarhum ibunya yang mewariskan sebagian besar harta kepada keponakannya yang berusaha ia singkirkan. Dia telah menangkap pengacara almarhum ibunya dan berusaha membuat surat wasiat palsu namun semua sia - sia karena surat wasiat yang asli sudah tidak dipegang oleh sang pengacara. Ternyata apa yang menjadi ketakutan almarhum ibunya benar - benar terjadi.
" Wanita tua itu benar - benar membuat ku kesal, aku sudah sejauh ini tetapi hanya mendapatkan 10% yang benar saja, apa dia tahu keberadaan cucunya?" Wanita itu mendesis marah.
" Indra, kita sudah sejauh ini aku telah menghabisi ayah, kakak ipar dan bahkan menyingkirkan gadis itu serta kakak kandung ku Mery. Tapi kita hanya mendapat 10%?" Ucapnya memandang suaminya.
" Kita sebaiknya menemui Madam Zola memastikan keadaan gadis itu, dan jika perlu kita minta bantuan madam Zola untuk menghabisinya, kau bersahabat dengannya bukan?" Ucap suaminya
" Apa dia tidak curiga padaku, ketika aku mencoba menyerobot pasarnya di negara P? Ujarnya tidak yakin.
" Ayolah, Wanita itu sahabat mu, dia tidak akan pernah tahu tentang itu" Ucap suaminya.
" Baiklah, besok kita akan ke kota B untuk menemuinya" Ujarnya
" Hubungi dia dulu, apakah ada di Kota B atau sedang ke luar negeri" Ide suaminya.
" Kau benar" Wanita itu sedikit tersenyum. Wanita itu adalah Hany Mahardika, putri angkat keluarga Mahardika, Hany dan Mery adalah anak asisten rumah tangga yang telah lama bekerja di kediaman keluarga Mahardika, Ayah mereka pergi meninggalkan ibunya yang seorang asisten rumah tangga untuk berselingkuh dengan wanita yang ternyata istri orang. Ayah Hany dan Mery meninggal karena dibunuh oleh suami dari wanita yang berselingkuh dengannya. Sedangkan Ibu Hany dan Mery meninggal karena depresi suaminya berselingkuh. Karena kasihan pada dua orang gadis kecil yang menjadi yatim piatu maka pasangan Riani dan Mahardika mengangkat mereka sebagai anak. Mereka disayangi dan diperlakukan seperti anak kandung. Akan tetapi Hany tidak puas dengan semua itu dan berusaha memiliki semuanya sendirian. itu sebabnya ia menghabisi Pasangan Mahardika, Halim Zaphire, dan bahkan kakaknya Mery. Semua semata - mata karena harta.
Hany Mahardika mencoba menghubungi Madam Zola untuk menanyakan keberadaannya dan dijawab oleh Madam Zola bahwa ia sedang berada di kota L Negara I. Mereka kemudian sepakat bertemu di sana tiga hari berikutnya. Hany Mahardika sangat senang karena tidak ada yang berubah dari sahabatnya Madam Zola, ia sangat yakin bahwa Madam Zola tidak mengetahui jika ia pernah mencoba menyerobot pasarnya di Negara P.
" Sempurna.... ia sama sekali tidak curiga padaku. sepertinya aku beruntung kali ini suamiku, Kita akan berangkat ke sana, perawat di rumah sakit jiwa akan merawat Wina dan Lisa" Ucapnya.
__ADS_1
" Baiklah, Entah sampai kapan anak kita akan sembuh" Ucap Indra
" Tidak, mereka tidak boleh sembuh, mereka menyaksikan aku menaruh racun pada makanan wanita tua itu, dan mereka juga telah mengetahui aku menghabisi banyak orang" sinis Hany. Kedua anak Hany tidak kuat menahan beban perbuatan keji ibunya sehingga mereka depresi dan harus dirawat di rumah sakit jiwa.
Di kota B Adam telah sampai di hadapan Rico berkat bantuan orang kepercayaan Rico yang merupakan sepupu Adam. Ia kemudian menceritakan keadaan di Kota P, termasuk keadaan pengacara Andra yang di tahan oleh Hany Mahardika. Rico mendengarkan dengan teliti dan berkata,
" Kita berangkat ke kediaman adikku, kita dengar pendapat Zola tentang ini semua". Mereka berangkat ke kediaman Madam Zola. Sesampainya di sana Rico meminta Adam menceritakan semuanya. Madam Zola juga mengatakan bahwa Hany baru saja menghubunginya dan mereka sudah berjanji akan bertemu di kota L negara I.
" Mengapa memilih Negara I, Zola? tanya Rico
" Di sana ada kebun binatang milikku kak, sepertinya si Belang sudah lama tidak makan Enak" Sinis Madam Zola
" Zola, kau tidak berkeinginan memberikan tubuhnya pada si Belang kan?" Rico memastikan
" Arin, dimana Bella? Kau dan beberapa orang harus mengawasi Bella, aku tidak mau kecolongan, Bella harus aman" tambah Madam Zola
" Bella dalam perjalanan pulang ke sini Madam, dia baru saja menyelesaikan meeting dan pengawasan lokasi bersama tuan Afraban" Jelas Arin.
" Kakak, apa kau tidak melihat kedekatan Bella dan putra dari Antares grub?" tanya Madam Zola
" Kita bicarakan itu nanti, sebaiknya sekarang ini kalian berangkat ke Negara I, Zola kau, Lin dan Adam beserta anak buahnya yang lain pergilah, aku akan di sini dan aku akan tinggal di sini bersama Bella. Aku takut meninggalkan dia, beberapa hari ini ku lihat dia sering gelisah saat tidur mungkin pengaruh obat yang sudah 50% berkurang" Ucap Rico. Rico selalu memantau tidur Bella dari CCTV.
" Baik kak, Lin persiapkan semua kebutuhan keberangkatan kita" Ucap Madam Zola
__ADS_1
" Selamat datang Tuan Adam, aku Madam Zola putri bungsu keluarga Zaphire" tambahnya
" Senang berkenalan dengan anda Madam" Ucap Adam. Seseorang Mengetuk pintu dan masuk langsung menuju meja madam Zola.
" Madam... semua berjalan lancar, ini laporannya sudah ku periksa" ucapnya gadis yang baru saja masuk itu. Adam sangat terkejut melihat gadis itu karena memakai topeng yang menutupi sebagian wajahnya dan terlihat ia sangat tegas.
" Dear.... kau memang hebat, sayang aku harus ke Negara I ada bisnis di sana, Paman Rico akan bersama mu, dan ini Tuan Adam yang akan membantu kita juga" Ucap Madam Zola sambil memeluk Bella
" Hai....Tuan Adam aku Bella, putri dari Madam Zola" Ucapnya gembira
" Madam....aku pamit ke kamarku, rasanya sedikit lelah" tambahnya lagi
" Silahkan Dear" ucap Madam Zola. Setelah Bella berlalu Adam menatap Madam Zola seolah meminta penjelasan apa yang terjadi
" Bella kehilangan ingatannya, Dia di jual oleh Hany Mahardika padaku seharga 1 milyar. Aku membelinya saat melihatnya pertama kali karena warna matanya yang mirip mata Keluarga Zaphire dan ternyata benar dia putri kakakku Halim Zaphire, Aku memperkenalkan diri sebagai ibunya dan selama ini kami berusaha membuat ia tidak mengingat masa lalunya yang menyakitkan itu" Ucap Madam Zola menjelaskan.
" Saya mengerti, tapi saya harap, ia dapat mengingat nyonya besar Ria, dan juga Nyonya Maria sebagai Ibunya" Ucap Adam
" Jangan paksakan dia mengingat, aku tidak mau terjadi apa - apa padanya, ingat posisi anda Tuan Adam" Ucap Madam Zola tegas
" Saya paham Madam" Ucap Adam menundukkan kepalanya.
Malam hari Madam Zola dan rombongannya berangkat ke Kota L di Negara I. Mereka tiba dengan selamat dan langsung menuju Villa keluarga Zaphire di pegunungan yang terdapat kandang Harimau bernama si Belang. Setelah sampai mereka semua beristirahat karena besok mereka akan membahas strategi untuk menangkap dan membalas perbuatan Hany Mahardika, si perempuan ular itu.
__ADS_1