Air Mata Bella

Air Mata Bella
Episode 14


__ADS_3

Bella dan Johan mulai berlatih beladiri, awalnya mereka latihan fisik seperti biasa lalu Johan mulai mengajari Bella menggunakan belati. Johan sangat bangga pada Bella karena Bella adalah siswa yang cerdas. Bella dengan mudah menghafalkan gerakan dengan menggunakan belatinya. Hingga Johan memberikan Bella hadiah sebuah belati sebagai senjata milik Bella yang pertama.


" Apa kau mau mencoba berlatih menggunakan pistol?" Tanya Johan pada Bella


" Boleh saja tapi ini ruang terbuka suaranya akan menggangu tetangga" Ucap Bella sambil minum air mineral.


" Kita akan ke tempat latihan yang lain jika kau sudah siap latihan dengan pistol" Ucap Johan


" Baik Suhu.....Murid mu ini akan mengikuti perintah mu" Ucap Bella bercanda sambil memberi hormat


" Sekali lagi kau bilang suhu aku akan menghajar mu" ujar Johan tertawa. Mereka berdua menyudahi latihan dan turun ke kamar masing - masing. Bella merebahkan dirinya di ranjang dan mencoba untuk menelfon Madam Zola. Hal yang tidak terduga karena Madam Zola mengangkat telfonnya.


"Halo Madam, bagaimana keadaan mu? tanya Bella


" Aku baik, bagaimana dengan mu? Madam Zola balik bertanya


" Aku juga baik Madam, Madam apa aku boleh membuat akun media sosial?" Tanya Bella


" Tidak Dear, sekarang belum waktunya" Ucap Madam Zola tegas


" Baiklah Madam, apa aku boleh ke taman dekat THM? aku baru saja latihan Madam, aku ingin berjalan - jalan sedikit, hanya satu jam Madam" ucap Bella memohon


" Baiklah, satu jam dan hindari membuat masalah, jangan berinteraksi dengan orang lain jika tidak urgent" Ucap Madam Zola dingin


" Terima kasih Madam, aku menyayangimu" Ucap Bella. Sambungan telepon diputus. Bella sedikit sedih karena Madam Zola tidak membalas ucapan Bella. Bella akhirnya mandi dan berganti pakaian lalu pergi ke taman kota yang ada di dekat THM. Di sana Bella melihat banyak orang yang sedang berolahraga, bermain - main bahkan ada juga yang sekedar bercanda sambil makan es krim bersama keluarga atau pasangan mereka. Bella duduk sendiri sambil selfi dengan ponselnya, hingga ada yang memanggil nya


" Hai Bella, gadis pembuat minuman" Ucap seorang Pemuda tampan. Yah dia adalah Leonard


" Hai....tuan Leonard senang bertemu anda" Ucap Bella ramah


" Boleh aku duduk?" tanya Leonard sopan


" Silahkan....ini tempat umum bukan milik ibuku" Ucap Bella serius


" Hahahaha....kau benar sekali....tapi ekspresi mu itu membuat ku tertawa" ucap Leonard

__ADS_1


" Silahkan tertawa tuan....itu hak anda" ucap Bella. Bella memang tidak diajarkan untuk basa basi dengan orang lain bahkan tadi madam Zola mengingat kan untuk tidak berinteraksi dengan orang asing.


" Leon....kau cukup memanggil ku Leon.... dan tolong jangan pakai kata tuan...." Ucap Leonard


" Baik....Tuan...eh salah baik Leon" Ucap Bella dengan ramah tapi tetap datar.


" Bella kau mau mencoba makan es krim? Lihat di sana es krimnya sepertinya enak banyak yang membeli" tawar Leonard


" Baiklah, aku akan coba" ucap Bella


" tunggu di sini" Leonard pergi ke tempat penjual es krim dan membeli es krim rasa coklat dua buah, dan memberikan pada Bella.


" Ini untuk mu" Ucap Leonard


" Terima kasih banyak, ini uangnya Leon...." Ucap Bella sambil memberikan selembar uang.


" Hei....aku masih punya uang dan itu hadiah ku untuk mu, mengapa membayar ku? Leon terlihat bingung


" Ibuku bilang tidak boleh menerima sesuatu dari orang asing, jika anda tidak menerima uang ini aku akan mengembalikan es krimnya" ucap Bella datar.


" Baiklah, aku ambil uangnya " Ucap Leon pasrah. Bella pun memakan es krim rasa coklat itu. Dan seketika ia permisi untuk meninggalkan taman


" Hei kita belum ngobrol...." Leon berhenti bicara karena Bella sudah berlari pulang. Gadis yang aneh gumam Leonard dalam hati. Sementara itu Bella berlari kembali ke THM karena dadanya terasa sesak, sesampai di THM Bella langsung ke kamar Johan. Johan heran melihat kondisi Bella yang kesulitan bernapas dan akhirnya pingsan. Johan melihat ada bekas coklat di sudut bibir Bella. Johan menelfon Rico dan menceritakan keadaan Bella. Rico dan Madam Zola langsung datang membawa obat alergi. Ternyata Bella alergi segala jenis coklat. Madam Zola marah dan bertanya pada pengawal siapa yang memberi Bella coklat


" Tuan Leonardo membeli es krim coklat dua buah dan memberikan pada nona Bella, Sepertinya dia tidak tahu kalau Nona alergi dan sepertinya mereka tidak sengaja bertemu tadi" ucap pengawal itu menjelaskan


" Leonardo? Apa yang kalian maksud Leonardo Braco Pemilik Antares grub yang donjuan itu? Tanya Madam Zola dengan dingin


" Benar Madam" Ucap pengawal itu.


" Pria itu semalam datang ke sini dan minum racikan Bella dia minta bertemu setelah jam kerja usai dan dia menemui Bella lima menit setelah Kami tutup tapi hanya bertemu satu menit, karena Bella langsung pergi setelah berkata hai tuan Leonardo senang berkenalan dengan Anda, aku permisi karena harus istirahat" Jelas Johan


" Arin....minta orang mu mengawasi dari jauh kegiatan pria itu, aku tidak mau sesuatu terjadi pada Bella" Ucap Madam Zola.


"mmmm....Kepalaku pusing dan dadaku sedikit sesak...." Bella berkata dengan mata yang masih terpejam

__ADS_1


" Coba buka matamu perlahan Bella, ini Om Rico" perintah Rico


" Om, Madam mengapa semua ada di sini? tanya Bella


" Kau tadi sesak nafas dan pingsan, aku bingung jadi menelfon dokter Rico" Ucap Johan


" Mulai sekarang kau tidak boleh makan atau minum coklat Bella, kau alergi dengan semua jenis coklat....apa kau mengerti? Tanya madam Zola dengan tegas


" Aku mengerti Madam" Ucap Bella


" Jika masih sesak istirahat lah jangan memaksa bekerja, nanti kau sakit aku akan rugi" Ucap Madam Zola dingin


" Aku sudah enakan, aku yakin malam ini aku bisa bekerja, aku tidak mau gajiku di potong" ucap Bella polos


" Baiklah lakukan yang menurut mu baik, kembalilah ke Rumah saat waktu mu libur" Ucap Madam Zola sambil pergi meninggalkan kamar Johan


" Bella istrahat lah ini obat mu, om permisi dulu" ucap Rico memberikan obat pada Bella


" Terima kasih banyak Om" Ucap Bella. Kini hanya Bella dan Johan berdua, Bella bangun dan pamit kembali ke kamarnya


" Hubungi aku, jika terjadi sesuatu Bella" Ucap Johan


" Baiklah Jo....aku permisi" Bella meninggalkan kamar Johan dan kembali ke kamarnya untuk beristirahat lumayan masih ada empat jam menurut Bella. Di kamarnya terdapat makanan untuk makan malam dan buah ternyata dari Arin dan Lin, Bella tersenyum dan mengirim chat pada mereka berdua untuk mengucapkan terima kasih. Bella kemudian tidur setelah menyetel alarm pada pukul 19.30. Bella terbangun di jam itu dan mulai makan malam lalu mandi dan mengganti pakaian dengan pakaian kerja, dia mulai berdandan dan tepat pukul 20.50 dia sudah berada di depan meja minuman. Bella terlihat segar,


"selamat malam Johan" Ucap Bella


" Selamat Malam, bagaimana keadaan mu"tanya Johan


" Lihatlah aku sudah segar setelah minum obat dari Om Rico" Ucap Bella. Mereka semua mulai bekerja ketika THM di buka dan lagi - lagi pengunjung sangat ramai, apalagi hari ini secara tiba - tiba Leonardo Braco menelfon Johan dan meminta ruangan VIP untuk minum bersama kolega bisnisnya. Johan dan yang lainnya menyiapkan ruangan dengan baik, dan meminta Bella meracik minuman sebanyak 100 porsi khusus untuk ruangan itu dan Bella pun melakukan nya. Leonardo dan koleganya sangat suka minuman itu. Beberapa kolega nya bertanya siapa barista yang meracik minuman itu dan Johan menunjuk Bella yang sedang serius bekerja di mejanya. Semua orang kagum dan berniat akan kembali ke sana ketika mereka akan bertemu rekan bisnisnya. Leonard selalu memandangi Bella bahkan ketika semua koleganya pulang, Leonard tidak ikut pulang dia menunggu hingga jam kerja Bella usai. Saat THM di tutup Leonard menemui Bella dan menanyakan mengapa ia berlari meninggalkannya di taman.


" Maaf Leon, tadi aku agak tidak enak badan. Bahkan sekarang pun aku harus istirahat....Permisi" Ucap Bella sambil berlalu pergi


" Kau hampir membunuh nya, dia alergi coklat dan kau memberinya es krim rasa coklat" Ucap Johan


" Ha??? yang benar, Johan aku minta maaf aku benar - benar tidak sengaja, aku tidak tahu" ucap Leonardo.

__ADS_1


" Lain kali hati - hati " ucap Johan


" Baiklah aku permisi....sampai jumpa besok" ucap Leonardo. Johan hanya tersenyum dan langsung pergi ke kamarnya. Sementara Bella di kamarnya sudah selesai mandi dan membersihkan diri, dia berniat tidur untuk mengistirahatkan badannya, karena selain lelah karena pekerjaan nya, dia juga masih merasa sedikit sesak karena insiden tadi siang.


__ADS_2