
Bella tidur dengan nyaman dengan ranjang baru dan juga fasilitas yang lengkap di kamar itu, ranjangnya lebih rendah dari ranjang biasa' dan Bella suka itu. Ia tidak lupa minum obat dan tidur dengan nyenyak. Pagi hari ia bangun dan bersiap untuk sarapan sandwich buatan Afraban. Ia aneh melihat suaminya yang belum mandi padahal biasanya ia selalu sarapan dengan pakaian yang sudah rapih.
" Tumben kau belum siap Af " Tegur Bella heran.
" Aku boleh mandi di kamar mandi utama, maaf Bella tapi keadaan ku membuat aku tidak bisa mandi di kamar mandi yang ada di sini" Afraban berkata sambil menunduk. Bella paham kursi roda Afraban membatasinya.
" Ya ampun Af....ayo ku bantu kau mau pakai baju yang mana ku bantu siapkan" Ucap Bella tulus.
" Pilih saja yang menurutmu bagus Bella, aku mandi dulu dan terima kasih ya" Ucap Afraban tersenyum.
Bella menyiapkan setelan kemeja, jas dan celana panjang. Sementara untuk pakaian dalam ia sedikit risih untuk menyiapkan.
" Aku sudah selesai mandi". Ucap Afraban di depan pintu kamar.
" Masuklah dan ganti bajumu, oh iya aku tidak menemukan pakaian dalamnya" Ujar Bella merasa bersalah.
" tenanglah sudah ku pakai tadi saat selesai mandi" Ujar Afraban. Afraban selesai berganti pakaian dan mereka kembali bekerja.
" Af.... sepulang kerja aku harus memeriksa keuangan di THM, apa kau tidak keberatan ikut denganku tidak akan lama?" Ucap Bella.
" Tentu saja " balas Afraban.
Mereka bekerja seperti biasa, Bella dan Afraban sengaja menghindari bertemu Leonard karena mereka pasti akan bertengkar lagi. Hari sudah sore dan mereka langsung menuju ke THM Zaphire. Bella turun dari mobil sementara Afraban tetap di mobil karena tidak memungkinkan bagi dirinya untuk ikut masuk. Bella segera menemui Johan dan meminta laporan yang akan dia periksa.
" Sepertinya tidak akan bisa cepat selesai, Johan bantu aku menyusun semua ini dan minta pegawai membawa ke mobil aku akan lanjut memeriksa di rumah karena Afraban ada di bawah menunggu ku" Ucap Bella serius.
" Ok..." Johan menjawab Bella dan langsung mengerjakan semuanya lalu turun ke parkiran mobil membawa semua berkas laporan yang harus diperiksa oleh Bella.
" Sebanyak itu Bella?" Tanya Afraban
" iya....tidak akan selesai cepat jika ku kerjakan sekarang jadi biar ku kerjakan di rumah saja" Ucap Bella ceria.
Mereka kembali ke apartemen dan ketika sudah sampai Bella meminta pak Budi supir Afraban untuk tinggal.
" Pak Budi, tolong pindahkan semua barang - barang suamiku ke kamar utama, dia kesulitan jika harus d kamar tamu" Ucap Bella.
__ADS_1
" Bella aku...." Afraban tidak bisa menyelesaikan ucapannya karena Bella langsung memotong nya
" Pindah ke kamar utama atau aku minta cerai " Ucapnya datar. Afraban kaget dan terpaksa mengikuti keinginan istrinya yang tidak tentu moodnya. Pak Budi sedikit menggerutu karena baru saja kemarin ia memindahkan barang - barang itu dan hari ini harus dipindahkan lagi.
" Aku mendengarnya Pak Budi " Ucap Bella sinis sambil duduk dan mulai memeriksa laporan.
" mandi dulu.... setelah makan malam baru mulai mengerjakan itu Bella" Tawar Afraban.
" Nanti saja aku mandi setelah semua barang mu pindah " ucap Bella tanpa berpindah dari pekerjaannya. Afraban mengalah dan pergi mandi lalu mencoba membuat makan malam, sementara pak Budi telah menyelesaikan pindah barangnya dan pamit untuk segera pulang ke rumahnya.
" Bella....ayo makan...aku membuat asparagus dan kentang goreng" Ucap Afraban lembut.
" Bawa ke sini aku akan makan sambil bekerja" ucap Bella cuek. Afraban dengan sabar membawakan makanan itu kepada istrinya. Bella bekerja memeriksa laporan sambil makan makanan yang di buat oleh suaminya.
" Apa masih ada? aku masih lapar" ucap Bella sambil memakan kentang goreng terakhirnya.
" masih ada...ini" Afraban memberikan sup lagi dan membersihkan mulut Bella yang belepotan makanan.
" Aku lapar dan masakan mu sangat enak" Ucap Bella santai.
" makanlah jika sudah selesai aku akan membersihkan dapur" ucap Afraban. Setelah membersihkan dapur Afraban menemui Bella.
" Besok lagi baru ku selesaikan, aku lelah" Ucap Bella lalu segera masuk kamar untuk membersihkan badan dan tidur.
" Minum obat mu dulu Bella" Afraban mengingatkan.
" tentu, aku sangat lelah dan butuh vitamin ini" ucap Bella gugup dan langsung minum obat tersebut.
Afraban hanya tersenyum karena ia tahu obat itu bukan vitamin, dia telah menghubungi Rico dan mendapatkan penjelasan tentang Bella. Bella langsung naik ke ranjang dan tidur, sementara Afraban keluar menuju ruang tamu dan menyelesaikan pemeriksaan Bella dengan menulis kesimpulan hasil pemeriksaan tiap laporan. Setelah semua selesai Afraban menuju kamar tamu dan tidur, ia tidak mau mengganggu Bella. Bella terbangun di tengah malam dan berniat melanjutkan pekerjaannya, dia tidak melihat Afraban tidur di kamar utama. Bella tidak peduli dan langsung pergi ke ruang tamu untuk mulai bekerja, tetapi dia kaget karena semua sudah selesai.
" Af.... kau sangat baik " Bella berbicara sendiri dan pergi ke kamar tamu melihat Afraban yang tertidur dengan damai.
Bella tersenyum menatap suaminya dan kembali ke kamar utama. Pagi hari Bella mandi dan menuju ruang makan, Afraban sedang memasak sarapan.
" Terima kasih banyak sudah membantuku menyelesaikan pekerjaan itu" Ucap Bella tersenyum tulus.
__ADS_1
" Maafkan aku karena harus membuatmu bekerja keras Bella" Ucap Afraban.
" Af .... apa bisa kau tidur di kamar utama, Madam Zola terus bertanya dimana kau tidur selama pernikahan kita" Ucap Bella.
" Baiklah....nanti malam aku akan tidur di kamar utama" Ucap Afraban.
Mereka sedang bekerja d kantor pusat Antares grub saat Leonard masuk bersama seorang gadis yang dikenalkan bernama Vivi. Menurut Leonard wanita itu adalah tunangan Afraban yang tinggal di luar negeri. Bella merasakan kesal dihatinya tapi dia tidak tahu apa yang membuatnya kesal.
" Af....aku merindukanmu, aku sudah pulang dan aku dengar kondisi mu dari Leon kita akan berobat ke luar negeri agar kau sembuh" Ucapnya menggenggam tangan Afraban. Sementara Afraban hanya diam memasang wajah dingin.
" Aku lapar Af...." Bella berbicara dengan nada yang cueki tapi terlihat wajahnya sangat kesal.
" Tentu sayang....ini makanannya ayo jangan sampai telat makan" Afraban memutar kursi rodanya dan langsung menuju Bella sambil membawa box berisi makan siang yang sudah ia siapkan.
Vivi heran melihat Afraban sangat memperhatikan Bella. Apalagi ia melihat Afraban sampai menyiapkan semua makanan dan mencoba menyuapi Bella.
" Af.... Kau ini pria, dengan kondisi mu seperti itu harusnya wanita ini yang mengurus mu bukan sebaliknya dan kau perempuan munafik berhenti memanfaatkan Afraban" Teriak Vivi emosi.
" Aku sudah kenyang, aku mau pulang ke kediaman Madam ku, dan kau selesaikan urusan mu dengan tunangan mu itu" Desis Bella.
" Halo....Arin bawa mobilku ke Antares grub sekarang dan waktu mu lima menit" Ucap Bella dengan datar dan langsung keluar dari ruangan tapi terhenti karena ada Lia yang masuk ruangan.
" Sayang...Bella mau kemana? ada apa wajahmu cemberut sayang?" Ucap Lia sambil memegang pipi Bella dengan sayang.
" Aku mau pulang ke kediaman keluarga ku dan biar pengacara ku yang akan menemui kalian semua" Bella melepas tangan Lia dan langsung keluar.
" Bella....sayang....tunggu...." Afraban berusaha mengejar Bella tetapi sia - sia karena Bella sudah pergi.
" Jaga batasan mu Vivi, Bella adalah istriku dan apapun yang aku lakukan itu membuat ku bahagia" Ucap Afraban sambil mengambil tas dan langsung menyusul Bella ke kediaman Madam Zola.
" Kau benar - benar pembuat masalah Leon, ibu sangat kecewa padamu". Ucap Lia. Afraban sampai di kediaman Madam Zola dan meminta untuk bertemu dengan Bella, tetapi Madam Zola dan Rico tidak mengizinkannya.
" Apa yang terjadi sebenarnya Afraban?" tanya madam Zola.
" Leon membawa wanita itu ke ruangan saat aku dan Bella makan siang, dia mencibir perlakuanku pada Bella dan Bella marah" Ucap Afraban jujur.
__ADS_1
" Pulanglah, Bella tidak ingin ditemui biar aku dan Rico yang bicara padanya" Ucap Madam Zola.
" Aku akan menunggu Bella di luar Madam, tolong sampaikan padanya, kami sudah menikah dan masalah ini harus kami hadapi bersama" Afraban berkata sambil meninggalkan ruang kerja Madam Zola menuju taman yang tepat berada di bawah kamar Bella. Afraban terus menunggu Bella menemuinya, bahkan hujan pun tidak membuatnya bergeming dari tempatnya.