
Penderitaan Bella terus berlanjut hingga menyelesaikan pendidikan di Sekolah Dasar. Setiap malam - malam Bella habiskan dengan belajar dan mengobati luka-luka yang ada di tubuhnya. Semua orang mulai dari asisten rumah tangga, pegawai dan buruh di perkebunan, merasa heran dan tidak habis pikir akan kelakuan dari Ibu dan kedua Kakak Bella. Semua heran mengapa mereka sangat membenci Bella.
Setelah menyelesaikan Sekolah Dasar Oma Ria yang merupakan nenek dari Bella datang berkunjung ke Desa S. Kedatangannya tanpa memberikan kabar terlebih dahulu. Oma Ria terkejut melihat pemandangan dimana Bella sedang dipukuli oleh Jhon karena Ayam jantan Jhon hilang. Jhon menuduh Bella yang menyebabkan ayam kesayangan nya hilang
" Dasar anak tidak berguna, asal kamu tahu harga ayam itu lebih mahal dari Kamu. Aku menjual mu pun tidak akan membuat ku bisa mendapatkan uang seharga ayam itu" Hardik Jhon sambil memukul Bella dengan tongkat.
" Ampun kakak, bukan aku yang melepas ayam itu tadi sepulang sekolah aku melihat ayam itu sudah tidak ada" Sahut Bella sambil terisak
" Berhentiiiii....., apa yg kamu lakukan Jhon? Berani sekali kamu memukul adikmu?" Oma Ria berteriak.
Jhon dan seisi rumah kaget dan hanya bisa diam. semua tunduk dan hormat pada Oma Ria. Mereka semua tahu jika Oma Ria lah pemilik seluruh perkebunan di Desa S yang selama ini dipercayakan kepada anaknya Maria.
" Adam, panggil Maria bertemu dengan ku sekarang juga, Aku menunggunya di ruang atas" Perintah Oma Ria
" Baik Nyonya Besar " Sahut Adam dengan takzim.
Malam hari Maria baru pulang ke rumah dengan alasan sedang panen sehingga tidak bisa meninggalkan para buruh perkebunan.
Ia sampai ke rumah pada saat makan malam akan dimulai.
" Mey... sampaikan pada seluruh keluarga agar berkumpul di ruang makan karena kita akan makan malam bersama" Perintah Oma Ria pada asisten nya.
" Baik...Nyonya Besar" Patuh Mey.
Semua pun berkumpul di ruang makan, kecuali Bella yang berada di dapur bersama Ina.
__ADS_1
Oma Ria memperhatikan meja dan berkata dengan dingin
" Mey....aku memerintahkanmu untuk memanggil semua anggota keluarga...mengapa disini cucuku yang Bernama Bella tidak ada?"
" Maaf Nyonya Besar tapi tadi Nyonya Maria berkata tidak perlu memanggil Nona Bella" Cicit Mey dengan takut
" Sejak kapan kamu berani mendengar kan orang lain selain aku?" masih dengan nada dingin Oma Ria berbicara
" Bella masuk ke ruang makan sekarang, duduk di samping ku karena makan malam segera dimulai, tidak ada bantahan atas ucapanku" Tegas Oma Ria
" Tapi Ibu....aku tidak Sudi anak itu ada di sini". Maria berucap dengan marah
" Ucapanku adalah hukum di rumah ini, dan kita akan bicara setelah makan malam, sekarang mari kita makan dengan tenang karena cucuku Bella sudah berada di sini". Ucap Oma Ria
Makan malam selesai dan Oma Ria langsung berkata
"Maria, Jhon dan Fat serta Bella ikut dengan ku ke ruang atas, ada yang harus kita bicarakan"
semua mengikuti Oma Ria ke ruang atas.
Mereka duduk di kursi yang telah tersedia sedangkan Oma Ria duduk di kursi kebesaran nya.
" Maria, jelaskan padaku apa yang terjadi selama ini?mengapa aku harus menemukan pemandangan seperti tadi?" Ucap Oma Ria dengan dingin
" Ibu....aku...." Maria menjawab dengan gugup
__ADS_1
" Anak- anak mu Jhon dan Fat memukuli dan menyiksa Bella, padahal mereka bersaudara?apa - apaan ini? Maria jelaskan...aku menunggu pertanggung jawaban mu" Nada suara Oma Ria semakin tinggi.
" Aku hanya mengikuti perintah Ibu katanya kita tidak perlu menyayangi Bella karena dia pembawa sial" Kata Fat membela diri
" Itu benar Oma kami menuruti ibu " Ujar Jhon tidak mau kalah
" Maria...apa begini caramu mendidik anak- anak mu?" Oma Ria bertanya dengan marah
" Sudah ku bilang aku membencinya ibu, kelahiran nya membuat ku kehilangan Suamiku...dia pembawa sial Ibu...." Maria berteriak dengan emosi
" Ibu...apa salahku? apa benar ayah meninggal karena aku? apa benar aku pembawa sial?" ratap Bella
" Tidak ada anak pembawa sial Bella sayang" Ucap Oma Ria sambil memeluk Bella yang menangis tersedu - sedu
"Baiklah Maria...aku tahu apa yang kalian inginkan....besok akan akan membawa Bella untuk ikut pindah dan tinggal bersama ku. Kalian tidak akan bisa bertemu dengannya lagi dan perkebunan itu kalian boleh mengolahnya. Anggap itu sebagai warisan dariku" Ucap Oma Ria dengan tegas.
" Adam, Mey siapkan semua keperluan Bella karena kita akan pulang besok pagi.
" Baik Nyonya Besar " Ucap Adam dan Mey bersamaan.
Keesokan paginya Oma Ria, Bella, Adam dan Mey serta seluruh pengawal Oma Ria berangkat meninggalkan Desa S untuk pergi ke Kota P. Di sanalah Bella akan memulai kehidupan yang baru. Bella sangat berat meninggalkan ibu dan kakak - kakaknya tetapi mereka semua tidak menginginkannya sehingga ia harus memilih untuk pergi mengikuti Oma Ria. Bella berharap dengan perginya meninggalkan Ibu dan kedua kakaknya akan membuat mereka bahagia. Kebahagiaan ibunya dan kedua kakaknya ada hal yang sangat penting bagi Bella. Di usia nya yang masih sangat belia ia sudah memikirkan semua itu.
MESKIPUN BERAT AKU HARUS MELAKUKAN INI DEMI KEBAHAGIAAN IBU DAN KEDUA KAKAKKU.
Itualah mottonya, dia selalu ingin yang terbaik untuk ibu dan kedua kakaknya. Meskipun mereka membencinya. Satu hal yang masih terus berkecamuk di dalam kepalanya adalah apa alasan dibalik kebencian keluarga nya kepadanya. Mengapa ia selalu mendengar kalimat yang mengatakan bahwa dirinya anak sial. Yah anak pembawa sial. Mengapa kematian ayahnya dikatakan karena ulahnya, bukankah kematian ayahnya terjadi dihari yang sama dengan kelahiran nya?. Itu semua kalimat pertanyaan yang terus berkecamuk didalam pemikiran Bella kecil. Ia sangat berharap ibu dan kedua kakaknya menyayanginya. Seperti semua anak yang lain yang mendapat kasih sayang orang tuanya. Tapi itu semua mustahil bahkan ketika Oma Ria mengatakan akan membawa nya ibunya hanya diam saja, kedua kakaknya terlihat antusias dan malah senang karena Bella akan pergi. Bella kecil hanya berharap agar kepergiannya nanti akan menjadi berkah bagi ibu dan kedua kakaknya, dan semoga di tempat baru ia tidak akan mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan lagi. Semoga di tempat baru ia akan bahagia, ia dapat diterima, di sayangi, di kasihi dan diperlakukan dengan hangat dan paling penting ia dapat melanjutkan sekolah nya. Yah benar sesederhana itulah keinginan dan harapan dari seorang Bella. Gadis kecil yang malang.
__ADS_1