Air Mata Bella

Air Mata Bella
Episode 38


__ADS_3

Arin memulai laporannya, laporan pertama tentang keuangan yang mengalir ke proyek Antares grub, dimana Afraban selaku direktur keuangan mengetahui hal tersebut, namun terlihat Afraban sepertinya ditekan untuk menyetujui itu. Laporan kedua tentang kedatangan Afraban di rumah sakit itu karena seorang wanita yang dirawat di rumah sakit itu. Afraban bahkan membiayai semua perawatan wanita tersebut.


" Selidiki siapa wanita itu Arin" Ucap Bella dengan dingin.


" Wanita itu Vivian dia mantan tunangan Pak direktur" Ucap Arin.


" Jadi selama setahun ini dia membohongiku, benar- benar Manusia tidak tau terima kasih" Ucap Bella kesal.


" Arin.... Aku akan bekerja di ruangan ku dan kau gantikan aku d kantor, aku akan memantau melalui video konferensi jika ada meeting, dan satu hal lagi jangan pernah memberitahukan Afraban dimana aku, berikan semua bukti perselingkuhan suamiku itu padanya saat kalian bertemu dan katakan jangan mencari ku" Desis Bella kesal.


" Nona Bella, jangan terlalu dipikirkan kita akan bicara dengan suami Anda, aku yakin ada penjelasan dari semua ini" Ucap Arin menenangkan Bella.


" Aku benci kebohongan, pindahkan semua barang ku ke ruang kerjaku sekarang" ucap Bella dingin.


Arin mengikuti semua keinginan Bella karena ia tahu kondisi Bella saat ini tidak bisa untuk di bantah.


Sementara itu di kantor Afraban telah berjanji bahwa dia akan berbicara langsung dengan istrinya karena semua beban itu menjadikan dia jauh dari istrinya. Ia sangat antusias ketika sampai di kantor dan langsung menuju ruangan istri nya. Namun ia terkejut karena ruangan istrinya kosong.


" Dimana Nona Bella, ada yang harus ku laporkan padanya" Ucap Afraban pada sekertaris yang ada di depan ruangan Bella.


" Nona belum datang sejak pagi, tuan" Ucap gadis itu


"Apa ada meeting di luar?" Selidik Afraban, hatinya mulai tidak enak.


" Sesuai jadwal hari ini tidak ada meeting Pak" Ucap Gadis itu lagi.


Afraban meninggalkan ruangan Bella dan mulai menghubungi ponsel Bella namun nomor ponselnya tidak aktif. Afraban benar - benar frustasi.


" Pak Budi ayo kita ke kediaman keluarga Zaphire, aku yakin dia di sana GPS mobilnya ada di sana" Ucap Afraban terburu-buru. Pak Budi segera mengikuti Afraban dan melajukan mobil menuju kediaman keluarga Zaphire.

__ADS_1


Sesampainya di kediaman keluarga Zaphire Afraban masuk bermaksud ingin menemui Bella, namun ia hanya berhasil menemui Arin.


" Dimana Istriku Arin, ada yang harus kami bicarakan" Ucap Afraban tidak sabar.


" Duduklah dan baca ini tuan" Ucap Arin sambil menyerahkan semua bukti tentang hal yang selama ini disembunyikan Afraban. Seketika Afraban terhenyak melihat semua laporan Arin tentang segala sesuatu yang ingin ia katakan pada istrinya.


" Ini yang akan aku bicarakan dengan istriku, Arin....dimana Istriku kami harus bicara" Ucap Afraban.


" Nona tidak ada di sini, dia menenangkan dirinya setelah mengetahui apa yang anda lakukan di belakangnya" Ucap Arin datar.


" Tidak, aku tidak pernah mengkhianati istriku, ini semua salah paham, akan melakukan itu karena dasar kemanusiaan" Ucap Afraban.


"Apapun itu tidak seharusnya anda melakukannya tanpa sepengetahuan Nona dan berlangsung selama hampir satu tahun, lebih parahnya lagi seseorang memanfaatkan hal ini untuk menekan mu Tuan Afraban" Ucap Arin datar.


" Kau sudah tahu semuanya, tapi kau tidak tau perasaan ku, aku tidak pernah mengkhianati istriku, aku menunggu waktu yang tepat untuk bicara dengannya, cepat katakan dimana Istriku sekarang Arin?" Ucap Afraban putus asa.


" Tapi....aku harus bertemu istriku Arin, nanti malam dia harus pulang ke rumah, katakan padanya Arin aku tidak bisa tidur jika tidak memeluknya" Ucap Afraban frustasi.


" jangan konyol " Desis Arin.


" Aku sungguh-sungguh Arin, Istriku adalah obatku untuk bisa tertidur, dia tahu itu" Ucap Afraban.


" Itu hukuman anda tuan, masih baik karena Nona tidak membicarakan perceraian" Ucap Arin.


"Pergilah dan benahi kesalahan anda di perusahaan, jadikan hal ini sebagai pembelajaran dan untuk orang yang terus menerus mengancam mu katakan saja bahwa istrimu sudah tahu semua, jadi ancaman itu tidak berlaku lagi" tambah Arin.


" Arin tanyakan pada istriku dia akan pergi selama berapa hari?, apa dia bisa pulang malam ini?aku akan bicara dengannya, bukankah Masalah suami istri sebaiknya diselesaikan di kamar tidur" Tanya Afraban penuh harap.


" Nona Bella tidak bisa pulang malam ini karena dia berada di luar negeri" Bohong Arin sekenanya.

__ADS_1


" Jadi istriku mengunjungi Madam, baiklah aku akan selesaikan semua pekerjaan ku, agar saat kembali dia melihat semua sudah normal, aku pamit Arin, Akau akan menelponnya nanti malam, karena perkiraan ku dia akan sampai pada malam nanti" Binar Afraban.


Afraban meninggalkan kediaman keluarga Zaphire dengan hati sedikit tenang, sementara Arin hanya melengos pergi dan Bella hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya di CCTV.


" Kepolosan dan kebaikan mu dimanfaatkan oleh orang Hubby, aku mengerti ini bukan salahmu, tapi aku menikmati untuk mengerjaimu selama beberapa hari" Bella berbicara sambil tersenyum.


Dia mulai mengerjakan pekerjaannya di ruang kerjanya dengan hati yang lebih tenang karena ia tahu suaminya setia dan hanya dimanfaatkan. Sementara itu Arin sudah berada di kantor dan menghandle sebagian pekerjaan Bella yang tidak bisa ia selesaikan dari ruang kerjanya. Disisi lain Afraban bersemangat membuat alur pembiayaan untuk proyek bersama Antares grub sesuai dengan yang sebenarnya dia tidak takut lagi ancaman Leonard karena istrinya sudah tahu semuanya. Bella mengawasi semua itu. Bella menelfon Arin untuk Arin untuk mengatakan agar mengingatkan suaminya tentang jadwal terapi sore ini.


" Halo, Arin tolong ingatkan suamiku agar ia pergi terapi hari ini, jangan sampai telat" Ujar Bella dalam panggilannya.


" Nona, mengapa tidak menghubunginya langsung kan lebih baik, aku jadi seperti penyampai pesan saja" ucap Arin kesal


" Apa aku sedang mendengar penolakan darimu Arin?" Tanya Bella.


" Baiklah Nona, tutup telfonnya dan aku segera ke ruangan tuan". Arin pergi menuju ruangan Afraban.


" Tuan nona menghubungi ku dan berkata jangan lupakan terapi anda hari ini, karena hari ini akan menentukan anda masih menggunakan tongkat atau tidak lagi" Ucap Arin sedikit kesal.


" Terima kasih banyak Arin, kau lihat istriku sangat perhatian, aku merindukannya, katakan padanya untuk segera pulang Arin, aku akan melakukan apapun, asalkan ia mau pulang dan aku bisa memeluknya, aku tidak yakin malam ini bisa tidur tanpa dia" Ucap Afraban dengan mata berbinar.


" Huffff.... selesaikan masalah kalian, aku bosan jadi penyampai pesan kalian dan kau sebagai suami berusahalah menemui istrimu" Ucap Arin kesal.


" Akan ku selesaikan semua pekerjaan ku Arin lalu akan ku susul istriku ke Negara P" Ucap Afraban antusias sambil terus mengerjakan dan memeriksa laporan keuangan yang masuk.


" Yang mengatakan nona berada di Negara P siapa?" Arin bergumam.


" Hei....kau bilang istriku ke luar negeri jd ku pastikan dia ke negara P menemui Madam". Ucap Afraban. Arin diam dan meninggalkan Afraban, sementara Bella jadi pusing sendiri bagaimana jika madam Zola mengetahui pertengkarannya dengan Afraban. Bella jadi bingung sendiri melihat tayangan CCTV yang memperlihatkan suaminya berusaha mengerjakan semua pekerjaan dengan teliti dan cepat.


" Aku mau mengerjaimu tapi mengapa Sekarang aku yang susah sendiri, awas saja kau Hubby" Ucap Bella tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2