
Bella mencoba untuk diam dan tidak mempermasalahkan apa yang telah terjadi. Dia belajar menerima bahwa Hajime Akatsuma adalah sang pelindung dalam keluarganya. Bella kembali memulai aktivitas nya dalam menjalankan perusahaannya. Madam Zola selalu membantunya, begitu juga dengan Paman Rico yang sangat menyayanginya. Adam telah sembuh dan berpamitan untuk kembali ke Kota P agar dapat mengawasi cabang perusahaan di Kota P. Bella sangat senang melihat kesembuhan Adam dan Markus. Adam juga menyarankan pada Bella agar bisa bertemu dengan Ibunya.
" Nyonya Maria sudah tua Nona, Cobalah untuk bisa menemuinya" Ucap Adam.
" Tentu, aku akan bicara dengan Madam" Ucap Bella singkat. Bella mencoba terus berusaha untuk bangkit dari keterpurukannya, rasa sakit itu masih hadir di setiap malamnya dan selalu mengganggu tidurnya. Rico menyarankan Bella untuk menjalani pengobatan agar dapat melupakan semuanya namun Bella tidak setuju dan berkata bahwa dia harus menghadapi semua itu sendiri. Dia tidak ingin lari dari kenyataan dan masalahnya lagi.
Bella sedang bekerja memeriksa semua laporan keuangan dan mencoba menstabilkan semua kondisi keuangan perusahaan yang dikacaukan oleh mantan suaminya Afraban Braco. Seseorang mengetuk pintu,
" Permisi Nona, ini ada undangan pernikahan untuk anda" Ucap Sona.
" Baiklah.... katakan undangan pernikahan dari mana?" Tanya Bella.
" Maaf Nona tapi ini dari Mantan Suami anda" Ucap Sona sambil menunduk.
" Anggap undangan itu tidak pernah ada, dan keluar dari ruangan ini sekarang Sona" Perintah Bella dengan dingin. Sona berlari keluar dari ruangan Bella. Rasa sesak itu kembali mendera Bella, sepertinya kesalahan terbesarnya meminta Pimpinan Hajime untuk tidak melibatkan Afraban dalam hukuman keluarga Antares Braco. Bella mengurut pelipis nya, menarik nafas panjang dan menghembuskan nafas dengan kasar.
" Arin ke ruangan ku sekarang" Ucap Bella sambil menutup panggilan nya. Arin adalah satu - satunya orang yang bisa ia temani untuk mengobrol.
" Nona.... ada sesuatu yang bisa ku lakukan untuk mu?" Tanya Arin.
" Dia mengirimkan undangan pernikahan padaku" Ucap Bella dengan air mata mengalir tanpa bisa ia hentikan.
__ADS_1
" Lalu Kau akan pergi Bella, ayolah jangan seperti ini, kau bisa malu jika ada yang melihat mu seperti ini" Ucap Arin sambil memeluk Bella.
" Arin.... pria itu benar - benar keterlaluan" Isak Bella.
" Aku tahu, tapi jangan menangis..... kita akan menghadapinya" Ucap Arin sambil mengelus rambut Bella.
" Aku tidak akan pergi ke sana..... aku tidak mau terlihat bodoh saat datang ke pesta itu" Ucap Bella.
" Baiklah sekarang fokuslah bekerja, aku yakin kita pasti bisa melewati ini". Ucap Arin.
" Kau benar...." Ucap Bella tersenyum lemah. Bella mulai melanjutkan pekerjaannya dengan tekun dibantu oleh Arin. Tidak terasa hari sudah sore Arin dan Bella beserta beberapa pengawal pulang ke kediaman Keluarga Zaphire.
" Selamat datang pimpinan Hajime" Ucap Bella tersenyum.
" Terima kasih Putri Zaphire " Uzui yang menjawab salam Bella sementara Hajime langsung duduk tanpa menghiraukan Bella.
Bella sangat kesal dan mengumpat dalam hati
Dasar pria sombong dan arogan, aku mengucapkan salam dan dia hanya diam, seperti patung saja.... awas saja orang ini.
Rapat dewan direksi dilaksanakan membahas semua perkembangan dan stabilitas Zaphire grup. Bella sedikit terobati dengan senyum dan ucapan terima kasih dari semua direksi dalam perusahaan nya. Markus menyarankan untuk di adakan rekreasi dengan semua karyawan dan juga dewan direksi sebagai perayaan atas keberhasilan Zaphire grup.
__ADS_1
Liburan dilakukan disebuah pegunungan milik Hajime Akatsuma, semua orang bergembira ke tempat liburan itu. Bella mencoba ikut bahagia dengan mengikuti acara liburan tersebut. Arin, Alex, Johan dan Bian selalu mengawasi Bella, mereka mengajak Bella untuk ikut bergembira. Sementara itu Hajime Akatsuma tidak nampak dalam liburan itu, hanya ada Uzui dan Paman Kagaya. Bella sedikit penasaran karena Hajime lah yang meminta liburan di tempat kan di pegunungan milik keluarga nya. Tapi mengapa justru dia yang tidak datang. Bella sedikit bingung dan bertanya pada Uzui,
" Tuan Uzui..... Apakah pimpinan Hajime akan datang pada perayaan kali ini?" Tanya Bella
" Hajime San sedang sibuk...." Ucap Uzui cuek.
Bella menarik nafas kesal, tidak biasanya Uzui Akatsuma bersikap cuek dan dingin. Namun Bella tetap mencoba berpikir positif dan dia bergabung bersama semua karyawan dan staf nya untuk bermain bersama. Mereka melakukan games dan juga permainan outbound. pada saat flying Fox mereka semua harus bergantung melewati sungai yang sangat lebar dengan arus yang deras. Ini menjadi tantangan tersendiri namun semua karyawan dan staf diyakinkan bahwa mereka aman karena standar keamanan pada arena Flying fox sangat terjamin. Bella juga merasa tertantang dan ingin mengikuti outbound ini. Rico sudah mengingatkan agar Bella mengurungkan niatnya namun Bella ngotot dan tetap ingin ikut. Rico takut Bella teringat trauma nya tentang arus deras dan mencoba membujuk Bella namun Bella tidak bergeming dan bilang dia sudah sembuh.
Akhirnya tiba giliran Bella, petugas memakaikan pengaman dan membantu mempersiapkan Bella untuk mulai. Petugas mendorong tubuhnya dan Bella pun mulai bergelantungan saat di tengah Bella melihat ke bawah dan menatap arus air yang sangat deras. Seketika Bella teringat saat dia hanyut di arus sungai deras dan melihat bibi Merry dan Suaminya yang berusaha menolong Bella. Bella panik dan berteriak.
" Tidaaaaaak..... Bibi..... Paman..... jangan tinggalkan aku......tolong........arusnya deras" teriak Bella. Semua orang kaget dan khawatir.
Saat sampai Bella pingsan. Rico sangat khawatir dan memeriksa Bella , tubuh Bella dingin dan wajahnya pucat Pasih. Uzui Akatsuma sangat cemas, dia ingat kalau Hajime San telah meminta nya berjanji agar menjaga Bella, namun kini apa yang terjadi wanita yang dia jaga malah pingsan. Uzui benar - benar panik.
" Tuan Rico ayo kita bawah ke rumah sakit, aku tidak mau ambil resiko" Ucap Uzui panik.
" Ayo " Ucap Rico dan mengangkat tubuh Bella.
" Yang lain silahkan lanjutkan acara, Nona Bella hanya shock karena ketinggian, Paman Kagaya akan tetap ada di sini" Ucap Uzui sambil berlari ke mobil dan membawa Bella ke Rumah sakit.
Bella di bawah ke rumah sakit terdekat dan mendapatkan perawatan seadanya.
__ADS_1