
Bella dan kelompok nya memasuki ruangan dan duduk di tempat yang telah di sediakan. Tidak lama kemudian beberapa orang masuk, Bella menunduk sedikit untuk memberikan penghormatan seperti yang telah diajarkan oleh Madam Zola sebelumnya. Bella melihat seorang lelaki yang berusia bahkan jauh di atas Madam Zola diperlakukan sebagai pimpinan namun instingnya mengatakan jika pria itu bukanlah pimpinan mereka. Insting dan kejelian analisis Bella dalam mengamati tingkah lalu tidak bisa diremehkan.
" Terima kasih banyak telah berkenan menerimaku, aku Bella Putri Zaphire, Penerus Keluarga Zaphire Ingin menemui Pimpinan Hajime sesuai perintah ibuku Madam Zola" Ucap Bella dalam bahasa asing yang membuat Arin dan yang lainnya kagum karena Bella sangat fasih menggunakan bahasa itu.
" Selamat datang Putri Zaphire, Aku sangat mengenal ayahmu Halim Zaphire, yang terjadi padanya sayang sekali" Ucap Si Pria Tua.
" Apakah ini adalah pemberitahuan padaku bahwa Pimpinan Hajime belum ingin menemui ku hingga Anda yang harus menjawab salamku?" Ucap Bella ramah namun tegas.
" Silahkan duduk " Seseorang dari Belakang maju menatap dingin, menjabat dan mencium tangan Bella.
" Pimpinan Hajime " Ucap Bella dia yakin pria ini adalah Hajime Sang pimpinan dari mafia yang dia temui, dari tatapan mata pria itu dapat terlihat ketenangan dan keinginan membunuh yang sangat besar, bahkan orang bisa saja pingsan hanya dari tatapan matanya.
" Kau sangat jeli Putri dan juga tegas, bahkan Zola sekalipun tidak berani bicara meskipun ia tahu jika Paman Kagaya bukanlah diriku" Ucap pimpinan Hajime masih sedingin tatapan dingin dan membunuh.
" Terima kasih, dan maaf aku baru menemui Pimpinan, Kepergian Madam Zola ke Negara P membuat aku harus menyelesaikan beberapa masalah yang terjadi di perusahaan kami, mohon maafkan aku yang baru bisa datang hari ini untuk memberikan salam pada Anda" Ucap Bella sedikit kikuk
"Kuakui kemampuan mu dalam berbahasa seperti bahasa di Negara ku sangat fasih, bahkan lebih fasih dari Zola, tapi aku lebih suka menggunakan bahasa yang sama dengan bahasa yang kau gunakan sehari-hari" Ucap Hajime.
" Wao.... perfect" Ucap Bella tanpa sadar tersenyum lebar mendengar Hajime San berbicara dalam yang dia gunakan sehari-hari dengan sempurna.
" Silahkan duduk, aku menerima salam mu dan minumlah sebagai tanda kau telah menjadi bagian dari kami, mulai sekarang kau harus memanggil ku Hajime San" Ucap Hajime.
"Terima kasih banyak Hajime San" Ucap Bella sambil meminum minuman yang disajikan padanya.
" Sekarang kau telah menjadi bagian dari kami, jadi segala sesuatu yang terjadi termasuk kesulitan yang kau alami katakanlah padaku Bella Chan" Ucap Hajime San, semua orang terkejut karena Hajime memanggil Bella dengan sebutan Bella Chan, tidak ada pengikut dalam mafia itu yang dipanggil dengan sebutan Chan sebelumnya.
" Terima kasih banyak Hajime San, aku pasti akan menghubungi anda jika sesuatu terjadi padaku dan juga keluarga ku dimana aku tidak bisa lagi menyelesaikan itu" Ucap Bella tersenyum.
" Baiklah.... Paman Kagaya akan menghubungi mu nanti, untuk sekarang aku harus pergi....sampai jumpa Bella Chan " Ucap Hajime tersenyum. Lagi - lagi semua orang terkejut karena Hajime tersenyum selama bertahun-tahun Hajime tidak pernah menampakkan selain wajah dingin, sinis dan datar.
" Sampai jumpa Hajime San " Ucap Bella sambil menunduk memberi hormat. Hajime meninggalkan ruangan pertemuan dan Bella beserta kelompoknya juga pergi meninggalkan bangunan mewah itu, mereka kembali ke Kediaman keluarga Zaphire.
__ADS_1
" Arin apa ruangan latihan ku sudah siap, aku akan mulai berlatih lagi entah mengapa feeling ku berkata akan ada sesuatu yang buruk akan terjadi dalam waktu dekat" Ucap Bella serius.
" Sudah siap nona, jangan terlalu dipikirkan dengan Hajime San yang memanggil mu Bella Chan, tidak akan ada yang berani mengganggu mu" ucap Arin.
" Aku belum tahu sekuat apa Hajime San...." Bella tersenyum.
" Dia mafia nomor satu di dunia Nona, bahkan mafia di negara I dan P tetap tunduk padanya" Ucap Arin.
" Wow.... sempurna seseorang yang menjadi keluarganya pasti sangat terlindungi" ucap Bella.
" Begitulah....Nona kita sudah sampai, makanlah dulu sebelum mulai berlatih" Ucap Arin. Bella mengikuti langkah Arin ke dalam kediaman dan mulai makan lalu masuk ke ruangan latihan. Bella mulai kembali mengasah kemampuan menembak dan juga beladiri nya. Arin, Johan, Bian, Andra dan Alex sangat terpaku melihat Bella yang ahli dalam menembak. Selama tiga jam Bella berlatih sampai Arin mengingatkan bahwa hari sudah malam dan Bella harus kembali ke Apartemen karena suaminya menunggunya.
" Sudah jam berapa sekarang Arin?" Tanya Bella.
" Jam delapan Nona" Ucap Arin.
" Baiklah ayo pulang" Ucap Bella.
" Halo... "ucap Bella
" Bella Chan.... apa aku mengganggumu?" Suara di seberang terdengar jelas jika itu adalah Hajime.
" Hajime San....maafkan aku...aku baru selesai berlatih, apa ada sesuatu yang bisa ku lakukan untuk anda?" Tanya Bella gugup
" Tidak ada, besok Paman Kagaya akan mengunjungi mu.....sampai jumpa Bella Chan" Ucap suara Hajime di seberang.
Panggilan telepon terputus. Bella tersenyum pada semuanya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian lalu pulang ke apartemennya.
Bella tiba di apartemen tetapi tidak menemukan Afraban, ia sedikit heran namun berfikir jika Afraban sedang menemui keluarga nya untuk menyelesaikan permasalahan dengan ayah dan juga Adiknya. Bella mencoba mengecek CCTV perusahaan dan melihat Afraban sudah meninggalkan perusahaan di pukul lima sore. Bella memutuskan untuk masuk ke kamar dan menunggu suaminya pulang.
" Aku berharap semua baik - baik saja.... jangan lagi ya Tuhan....aku tidak sanggup jika sesuatu yang buruk harus terjadi lagi" Guma.bella sambil duduk bersandar pada bantal. Pukul dua belas Afraban baru pulang dan terlihat sangat lelah.
__ADS_1
" Apa Kau sudah makan malam?" tanya Bella
" Aku akan makan sendiri, tidurlah" Ucap Afraban.
" Baiklah.... selamat tidur" Ucap Bella.
Bella mencoba untuk tidur namun ia penasaran apa yang terjadi pada suaminya, Afraban terlihat sangat lelah dan tertekan. Sementara itu Afraban menuju dapur dan melihat makanan sudah tersaji, sepertinya Bella menyiapkan semua makanan itu sebelum ia masuk ke kamar, Afraban mencoba makan karena ia memang sangat lapar, namun makanan itu sangat sulit untuk di telan. Afraban benar - benar frustasi dengan semua yang terjadi.
Afraban POV
Hari ini bukanlah hari yang baik untukku, ibuku datang menemui aku dan berkata jika ia mendengar Ayah dan juga adikku akan melakukan sesuatu yang buruk terhadap aku dan juga Bella istriku. Aku mencoba berfikir bahwa semua ini hanyalah salah paham. Sangat disayangkan karena istriku tidak sengaja mendengar semua itu. Kekuasaan istriku tentu saja bisa untuk menghentikan itu semua, namun jika ku biarkan maka aku pasti akan kehilangan ayah dan adikku, karena Bella adalah tipe pembunuh berdarah dingin, dia akan menghabisi siapapun yang mengusiknya, pengalaman hidupnya di masa lalu menjadikan dia dingin dan sadis. Ia meminta aku memilih akan menyelesaikan masalah ini sesuai caraku atau mengikuti caranya. Aku meminta waktu dan berjanji akan menyelesaikan semuanya dan Bella memberikan aku waktu satu bulan. Aku pergi menemui Ayah dan adikku di rumah.
" Ayah....adik....aku datang menemui kalian...." Ucapku tetap tersenyum.
" Kebetulan kau datang Af....kita harus bicara" Ucap ayah.
" Ada apa Ayah " Ucapku
" Langsung saja Af... kau adalah putra dari ayah dan juga ibu Lia, kau dilahirkan sebagai syarat ayah mendapatkan perusahaan dari kakek. sedangkan aku adalah anak ayah dengan Isabel wanita yang sangat dicintainya". Ucap Leonard adikku. seketika aku terhenyak, apa ini yang menyebabkan ayah tidak pernah menyukai ku.
" Tapi aku juga anak ayah, kita semua sama kita bersaudara Leon" ucapku.
" Berbeda, kau lahir tanpa cinta Af, sedangkan Leon dia adalah buah cintaku, lakukan sesuatu yang membuat mu berguna Afraban" Ucap ayah.
" Apa yang harus aku lakukan agar ayah menyayangi aku dan ibu?" Tanyaku frustrasi
" Hancurkan keluarga Zaphire, ambil alih semua kekayaannya" Ucap Ayah
" Itu tidak mungkin, Bella istriku kami saling mencintai, Zaphire Grub bukan milik Bella seorang" Ucapku.
" Lakukan dengan rapih jika kau ingin jadi bagian keluarga ku, jika tidak maka aku akan mengusir mu dan juga ibu mu dari rumah ini" Ucap ayahku tanpa belas kasihan. Aku hanya bisa tertegun dan bingung apa yang harus aku lakukan. semua ini membuat aku sakit dan terasa hancur. Aku pulang ke rumah dan menemukan istriku duduk di atas ranjang, menantiku dan bertanya apa aku sudah makan malam. aku memintanya untuk tidur dan mencoba untuk makan malam sendiri. makanan yang kumakan terasa hambar dan sakit saat kutelan.
__ADS_1