
Hari berganti Minggu dan Minggu berganti bulan, hubungan Bella dan Leonardo semakin dekat, mereka berteman baik. Leon jadi pelanggan tetap di THM itu. Madam Zola mengizinkan mereka berteman namun Leonardo tidak boleh membawa Bella keluar THM tanpa izin dari Madam Zola. Bella semakin mahir dalam bela diri dan meracik minuman, kini Bella sudah bisa menggunakan pistol. Johan sangat bangga bertemu orang yang jenius seperti Bella. Hingga suatu ketika saat sedang duduk di taman bersama Leon seorang gadis mendatangi mereka dan langsung menampar Bella.
" Dasar Rendah, kau yang mencoba merebut Leo dariku" Ucap gadis itu
" Maaf apa maksud anda?" Ucap Bella sambil memegang pipinya.
" Tinggalkan Leo... dia milikku" Ucap gadis itu berteriak
" Aku bukan milik siapa - siapa Tania, Kau bukan siapa - siapa, kau hanya anak dari rekan bisnis ku, dan ini bagian mu" ucap Leon sambil menampar wajah Gadis yang bernama Tania itu.
" Kau menamparku Leo?" Tanya gadis itu tidak percaya apa yang dia alami
" Itu balasannya kau menyakiti Wanitaku, laporkan pada ayahmu, dengan senang hati aku akan memutuskan kerja sama kami" ucap Leon dengan marah
" Bella bagaimana pipimu, apa sakit? tanya Leon sambil memeriksa pipi Bella.
"Tidak apa - apa, aku mau pulang saja Leon" Ucap Bella sambil pergi meninggalkan Leon. Bella berusaha melupakan masalah itu, tetapi salah seorang pengawal Madam Zola yang melihat kejadian itu sudah melaporkan pada Madam Zola. Tentu saja Madam Zola sangat marah tetapi berusaha menahan dan tidak memperlihatkan kepada Bella bahwa ia mendukung Bella. Tanpa terasa hari sudah malam dan Bella sudah mulai bekerja meracik minuman, seperti biasa banyak sekali pengunjung yang datang untuk menikmati minuman yang diracik oleh Bella. Tanpa terduga Tania dan kawan - kawannya juga datang ke THM itu. Mereka datang karena di salah satu ruang VVIP ada Ayah Tania pemilik perusahaan RR grup yang sedang mendiskusikan bisnisnya bersama Leonard Braco. Awalnya tidak terjadi apa - apa karena Bella sengaja tidak memperhatikan sekitar dan hanya fokus pada membuat minuman. Hingga pada saat THM akan tutup dan Tania beserta teman - temannya dan ayahnya beserta Leonard keluar dari ruang VVIP, Tania melihat Bella yang sedang berbicara dengan Johan dan langsung menghina Bella.
__ADS_1
"wel....wel .... wel.... lihat siapa yang ada di depanku? Waw Leo kau menamparku demi perempuan rendah ini? hanya seorang barista ternyata" Cibir Tania
" Johan....aku permisi....aku akan beristirahat sampai jumpa besok" ucap Bella. Bella mengacuhkan semua penghinaan Tania karena dia sudah berjanji tidak akan membuat masalah. Tetapi Tania dan teman - temannya malah mengganggunya. Mereka mengambil sisa minuman orang - orang dan sengaja melempar nya pada Bella dan mereka menertawakan Bella sambil berteriak-teriak " Kau pantas mendapatkan ini Pel**** murahan, Dasar Bandit kecil". Bella hanya diam dan menatap Leonard dengan tatapan pertanyaan ada apa ini? namun Leonard hanya diam. Leonard tidak membela Bella karena ia tidak mau jatuh pamor di depan rekan bisnisnya. Meskipun kesal Bella hanya diam dan Langsung pergi menuju kamarnya. Johan yang melihat itu semua langsung menegur dengan keras kelakuan mereka. Namun Tania, ayahnya dan teman - temannya hanya tertawa sambil meninggalkan THM itu. Madam Zola yang mendengar laporan itu sangat marah.
"Lin urus perusahaan itu dan buat dibawah naungan perusahaan ku, apa pun caranya buat agar 80% sahamnya jatuh ke tangan ku" Ucap Madam Zola dengan dingin.
" Sesuai perintah anda Madam" Ucap Lin
Lin dan Arin mengurus pengambil Alihan perusahaan, sementara Madam Zola pergi lagi ke Negara P untuk mengurus beberapa pekerjaan di sana. Sementara Bella merasa sangat sedih dan namun berusaha tetap tegar untuk menghadapi itu semua. Bella berpikir apapun yang terjadi dia harus menghadapi dengan tenang, menangis dan bersedih pun tidak akan menyelesaikan masalah. Hari - hari berlalu Bella tetap bekerja dengan tekun dan berusaha melupakan masalah itu. Bella juga berusaha menjauhi Leonard. Apapun ajakan Leonard semua ditanggapi dingin oleh Bella. Hingga suatu hari saat waktu libur Bella di THM Bella kembali ke kediaman Madam Zola. sesampainya di sana ia ingin pergi berjalan - jalan ke pusat kuliner di kota B dan dia telah meminta izin melalui chat pada Madam Zola. Hal yang tidak terduga terjadi, Bella bertemu lagi dengan Tania dan juga seorang wanita yang penampilannya seperti sosialita norak. Bella mengacuhkan mereka tetapi Tania meneriaki Bella dengan sebutan Perempuan tidak laku perebut tunangan orang lain....
" Ada apa Nona Tania, bisakah anda tidak menggangu Perempuan tidak laku ini?" Tanya Bella dengan Malas
" Jauhi Putraku Perempuan rendah, aku tidak Sudi memiliki menantu rendahan seperti mu, Menantu idaman ku adalah Tania, dia sekarang akan menyelesaikan pendidikan nya di luar negeri, tidak sama dengan mu yang mungkin tidak pernah bersekolah" Ucap Perempuan yang dipanggil Tante Lia oleh Tania
" Jangan khawatir Nyonya.... aku tidak ada hubungan dengan anak anda, Bukan hanya Anda tetapi aku pun tidak ingin menjalin hubungan dalam lingkaran kehidupan kalian....permisi Nyonya" Ucap Bella dingin. Bella tidak jadi berjalan - jalan di Pusat Kuliner itu dan memilih Untuk pulang. Tanpa terasa air mata Bella jatuh. Ia menangis, apa salahku Tuhan, apa aku memang tidak bisa berharap untuk bahagia? apa salahnya aku yang hanya seorang barista, aku tidak pernah melakukan hal yang tidak baik. Semua pikiran itu berkutat di kepala Bella. sesampainya di kediaman Bella hanya diam dan Langsung masuk ke kamarnya lalu menangis dengan sekeras-kerasnya untuk meluapkan emosi dan kekesalannya. Karena lelah menangis Bella tertidur dengan posisi meringkuk di ranjangnya. Arin yang menerima laporan dari pengawal yang mengawasi Bella benar - benar kesal dan menelfon Lin. Lin menjelaskan untuk jangan mengambil langkah apa - apa biarkan menjadi kejutan untuk mereka yang jahat pada Bella. Begitu katanya. Arin hanya bisa mengikuti arahan Lin. Bella yang tidak tahu apa - apa merasa sendirian dan tidak ada yang membelanya. Hari itu setelah bangun tidur Bella hanya tinggal di dalam kamarnya dia menolak ajakan Johan untuk berlatih dengan alasan tidak enak badan. Sore hari barulah Bella kembali ke THM karena malamnya ia harus bekerja lagi. Bella bertekad tidak akan menangis lagi. Memang mengapa jika ia hanya lulusan SMA, toh dia tidak pernah melakukan hal yang buruk. Bella berpikir akan berkonsultasi dengan Johan, dia ingin kuliah dan tentu saja meminta izin dari Madam Zola. Bella segera mencari Johan setelah ia sampai di THM.
" Johan, aku mau membicarakan sesuatu" ucap Bella serius
__ADS_1
" katakan ada apa cantik ?" tanya Johan
" Apa uang tabungan ku padamu cukup jika aku mendftar kan diri agar bisa kuliah?" tanya Bella
" Uangmu cukup Bella, aku juga dulu seperti itu bekerja sambil kuliah hingga aku menyelesaikan Pendidikan Pascasarjana ku" Ucap Johan.
" Mintalah izin pada Madam Zola dan aku akan membantu mu mendaftar di kampus yang sesuai dengan jam kerja kita, jadi kamu hanya akan kuliah dua kali dalam sepekan" Kelas Johan.
" Baiklah aku akan meminta izin pada Madam Zola, aku permisi dan maaf lagi dan lagi aku meminta bantuan mu" ucap Bella sambil tersenyum. Bella meninggalkan atap gedung dan pergi ke kamarnya, dia lalu mengirim chat yang berisi meminta izin untuk dapat kuliah. Madam Zola membaca chat itu dan langsung menelfon
" Kembalilah ke rumah dan kau mulai kuliah di siang hari dan pada malam hari kau akan bekerja, Lin akan mengatur semuanya agar studi mu cepat selesai" Ucap Madam Zola di sambungan telepon nya
" Aku akan menggunakan uang tabungan ku" kata Bella
" Tidak perlu Dear, aku memberi mu bonus untuk kuliah, dan kau harus menerima nya jika tidak maka lupakan untuk bisa kuliah" ucap Madam Zola tegas
" baiklah, terima kasih banyak Madam, aku menyayangimu" ucap Bella
__ADS_1
" Kembalilah ke rumah besok pagi karena Lin akan mengurus masalah kuliahmu" ucap Madam Zola dan Langsung memutuskan panggilan nya. Bella sangat gembira dan mulai mengepak beberapa barang karena dia akan kembali tinggal di rumah. Malamnya Bella Bekerja seperti biasanya meracik minuman hingga THM tutup. setelah THM tutup Bella langsung pamit pada Johan bahwa ia akan pulang ke rumah dan untuk kuliahnya Lin akan membantu nya. Johan sangat senang dan blg berlari ke kamarnya untuk mengambil semua tabungan Bella dan memberikannya. Johan juga berkata akan membantu Bella dalam menyelesaikan semua tugas - tugas kuliahnya nanti. Bella sangat gembira karena ia di kelilingi oleh orang - orang yang sangat sayang padanya.