
Hany dan Indra berangkat ke pulau Xx setelah sampai di sana mereka menuju desa pedalaman tempat putri tinggal selama ini. Hany membawa banyak barang untuk hadiah bagi orang yang telah merawat Putri. Tentu saja itu semua untuk mengelabui orang - orang di Desa itu. Hany akan berpura - pura menjadi orang tua putri ( Bella ). Setelah melakukan perjalanan panjang akhirnya Hany, Indra dan semua anak buahnya sampai di Desa tersebut. Hany langsung menuju rumah kepala Desa karena info yang beredar Putri bekerja di rumah itu. Hany sampai di rumah Sang Kepala Desa dan langsung meminta bertemu Kepala Desa. Hany dengan kelicikan nya sudah menyiapkan berkas - berkas palsu berupa akte kelahiran dan foto - foto Putri saat berlibur sebelum ia menyuruh orang untuk melenyapkan nya.
" Pak Kades, maaf aku menemui anda, anak buahku melaporkan bahwa anakku yang hilang tinggal di desa ini, 5 tahun yang lalu terjadi tragedi di keluarga ku, anakku menjadi korban. Namanya Bella ini adalah berkasnya, Pak kades boleh memeriksa nya" Tangis Hany.
" Sabar sayang, anak kita pasti akan ketemu" Ujar Indra menenangkan istri.
Pak kades memeriksa berkas itu dan terkejut melihat foto itu,
" ini kan Putri, keponakan ibu Nisa dan pak Harun. mereka sudah mengangkat Putri menjadi anak mereka"
kata pak kades panjang lebar
" Putri tidak mungkin anak kalian, meskipun wajah nya mirip". Kata Pak kades
" Dia anakku Pak, namanya bukan putri tetapi Bella, Bella Mahardika, salah seorang cucu dari keluarga Mahardika". Ucap Hany.
" Baiklah begini saja, kita akan sama - sama ke rumah Pak Harun dan Bu Nisa, agar semuanya Jelas. Putri juga ada di sana. Kita akan tahu bagaimana kejadiannya yang sebenarnya". Kata pak Kades degan bijak
" Baik " Hany menyambut dengan senyum
" sebentar lagi sayang, aku akan menemukan ku dan kali ini aku bersumpah akan melenyapkan mi dengan tangan ku sendiri" gumam Hany dalam hati.
Mereka semua sampai di rumah yang sangat sederhana milik Pak Harun dan Bu Nisa, Hany langsung berlari memeluk Bella saat melihat Bella membukakan pintu
" Sayang....anak mama, akhirnya kami menemukan mu " Ucap Hany dalam tangisnya
" Keluarga kita lengkap lagi....anak kita telah ketemu" Ucap Indra sambil memeluk Hany dan Bella. Padahal keduanya hanya berpura - pura.
Semua orang yang ada di tempat itu heran termasuk ibu Nisa dan Pak Harun.
" Ada apa ini Pak Kades? Mengapa mereka mengatakan kalau Putri adalah anak mereka?" Tanya Bu Nisa heran
" Nisa , Harun, Boleh kami masuk dulu? Ini harus di jelaskan " Kata Pak Kades bijaksana.
__ADS_1
" Astaghfirullah....maafkan saya...mari semua masuk dan duduklah, maaf gubuk kami hanya seperti ini " Ujar Bu Nisa sambil mempersilahkan semua orang masuk. Setelah semua duduk Pak Kades mulai bertanya pada Bu Nisa dan Pak Harun.
" Nisa, Harun....aku mohon ceritakan yang sebenarnya tentang Putri, Yang datang ini adalah Nyonya Hany dan Tuan Indra mereka adalah orang tua kandung Putri. Nama sebenarnya dari Putri adalah Bella Mahardika. ini adalah bukti akte kelahiran dan juga dokumen lainnya" Ucap Pak Kades serius.
" Tidak mungkin Pak kades, Putri adalah keponakan saya yang mengalami kecelakaan di kota". Isak Bu Nisa
" Nisa....jangan begini....aku tahu kamu sangat menyayangi Putri, tetapi orang tua kandungnya juga tentu sangat menyayangi nya, mengerti lah istriku" Kata pak Harun lembut.
" Tapi...." Ibu Nisa masih menangis.
" Aku mohon Bu...Bella adalah anakku sudah 5 tahun kami terpisah karena kejadian naas itu. Mobil yang ditumpangi Bella dan bibinya waktu itu mengalami kecelakaan" Ucap Hany sambil berpura - pura menangis tersedu - Sedu.
" Harun, Nisa tolong jelaskan dimana kalian sebenarnya menemukan Putri? aku yakin dia bukan ponakan kalian yang berasal dari kota" Ucap pak kades dengan tegas.
" Sore itu kami pergi mengangkat jaring di muara sungai besar Pak kades, Kami menemukan sosok anak gadis terperangkap pada jaring saya, tadinya kami pikir anak gadis itu telah meninggal. Namun setelah memeriksa dia tenyata masih hidup dan denyut nadinya sangat lemah. Aku dan Nisa membawanya pulang dan mulai merawat nya" Ucap pak Harun sambil menangis
" Aku berpikir Dia adalah jawaban dari semua doa kami, yah kami akan punya anak gadis, oleh karena itu Nisa dan aku menamainya Putri. Tutur pak Harun dengan tangis yang semakin menjadi - jadi. Sementara Bella diam dan menatap semua orang dengan nanar, kepalanya terasa sangat sakit. Bella pun Pingsan seketika. Keadaan menjadi gempar Ibu Nisa menyalahkan semua orang yang datang mengganggu Putri.
" Ini semua karena kalian....jika terjadi sesuatu pada putri ku aku akan membalas kalian" ibu Nisa menangis melihat putri Pingsan.
" Kita bahas itu nanti sebaiknya Putri kita bawa ke rumah sakit" Ucap Indra. Semua orang setuju.
" aku ucapkan terima kasih untuk Ibu Nisa dan Pak Harun kalian telah merawat anakku, aku juga ucapkan terima kasih untuk semua warga desa yang sangat baik terhadap anak saya. ini ada hadiah kecil dari kami sekeluarga hadiah yang di mobil putih adalah hadiah khusus untuk Ibu Nisa dan Pak Harun yang telah merawat anak saya dan paket yang ada di dalam mobil box adalah hadiah untuk semua warga desa dan tentu saja Pak Kades yang bijaksana...orang kepercayaan saya telah menceritakan bahwa semua warga desa memperlakukan anak saya dengan baik, kami akan sering - sering ke sini karena Ibu Nisa dan Pak Harun adalah orang tua Bella juga.... untuk sekarang kami pamit dan akan membawa Bella ke Rumah sakit di Kota" Ucap Hany dengan pura - pura tulus. Semua orang sangat bahagia, mereka tersentuh dengan kebaikan Hany dan Indra. Kecuali Ibu Nisa yang entah mengapa hati kecilnya selalu merasa jika Hany tidak tulus dan Hany akan menyakiti Bella ( Putri ).
Hany, Indra dan semua anak buahnya segera meninggalkan desa pedalaman itu. Mereka membawa Bella ikut serta. Tujuan mereka adalah Kota B salah satu kota terbesar di Negara ini dan cukup jauh dari Kota P. Mereka akan menjauhkan Bella dari Kota P agar Adam dan anak buahnya tidak mencium keberadaan Bella. Hany sangat yakin jika rencananya tanpa cacat, yah dia menyembunyikan wajahnya dengan memakai cadar dan jubah kekinian sedangkan Indra memakai Rambut, jenggot dan tahi lalat palsu.
" Kali ini kau tidak akan lolos sayang" Kata Hany sambil memandang Keponakan nya dengan dingin
" Warga Desa itu sangat mudah di tipu, kita cukup merogoh kantong sedikit untuk memberi mereka hadiah, hahahaha....." Hany tertawa gembira
" Aku senang kita berhasil sejauh ini" kata Indra
Sementara Bella masih tidak sadarkan diri. Ia masih pingsan. Hany tidak peduli dan malah senang karena tentu Bella tidak akan merecokinya dengan berbagai pertanyaan. Mereka melanjutkan perjalanan dengan melakukan penerbangan menggunakan pesawat Carter setelah tiba di bandara pulau Xx. Bella masih pingsan dan tentu ini sangat memudahkan rencana Hany. Setelah dua jam perjalanan Mereka tiba di Bandara kota B. Hany segera menghubungi anak buahnya dan membawa mereka ke sebuah rumah di kawasan elit yang ada di kota itu.
__ADS_1
" Hubungi Madam Zola, katakan aku sudah tiba" Ucap Hany pada orang suruhannya itu
"Baik Nyonya dan sebentar lagi aku yakin Madam Zola akan datang" kata orang tersebut. Benar saja setelah 15 menit Perempuan cantik dan elegan yang di panggil sebagai Madam Zola itu datang.
" Hany, sahabat ku tumben kau memberi ku kabar akan kedatangan mu" katanya ramah
" Aku punya sesuatu untuk mu, barang bagus dan premium" ucap Hany
"Benarkah? mana barangnya aku akan melakukan penilaian dan jika benar dia barang premium aku akan membayar mu dengan harga pantas" Ucap Madam Zola.
" Boran....bawa Madam Zola ke kamar" perintah Hany
Madam Zola menuju kamar tempat Bella pingsan. Dia sangat tertarik dengan gadis itu dan mulai memeriksa tubuh Bella.
"Masih segel....Ini benar - benar premium" ucapnya tersenyum.
Setelah memeriksa Madam Zola kembali menemui Hany
" Selera mu bagus sayang, dia benar - benar premium, kau buka harga berapa?" Tanya madam Zola
" Kau sahabatku Zola dan aku bukan orang kekurangan uang, terserah kau saja, dan asal kau tahu dia lulusan SMA. aku akan berikan ijazahnya sebentar lagi, Aku hanya minta padamu ubah identitas nya dan tutup mulutmu jika ada yang bertanya Jagan sekali-kali kau menyebut namaku ok?" Ucap Hany
" Deal...sayang....Sebagai ucapan terima kasih ku aku akan bayar 500 juta untuk mu" Senyum Madam Zola sambil menulis Cek dan memberikan pada Hany.
" Boran.... angkat gadis itu dan masukkan dalam mobil madam Zola" ucap Hany pada orang suruhannya. Hany menyerahkan ijazah Bella dengan nama Putri. Yah itu adalah ijazah SMA yang di berikan ibu Nisa karena mengira jika Hany adalah ibu dari Bella.
" Zola, Ganti namanya dengan Arabella dan panggil dia dengan nama Bella" Desis Hany
" Ok... say, tapi siapakah gadis itu? mau kah kau memberi tahu ku?" jawab madam Zola
" Dia musuhku. aku harus menghancurkan nya. cukup itu yang kau tahu Zola. Desis Hany dingin
" Baiklah say.... aku permisi" ucap Madam Zola.
__ADS_1
Ia pun membawa Bella kembali ke Rumahnya.