
Bella dan semua orang telah sampai di kediaman Madam Zola. Bella hanya diam karena merasa sangat bingung dengan apa yang menimpanya. Siapa perempuan itu dan apa tujuan nya berusaha memfitnah Bella dengan tuduhan meracuni. Kejahatan yang sangat fatal. Bella menghembuskan nafas kasar dan pamit pada semua orang, ya kepalanya terasa sakit dan dia sangat lelah. Meracik minuman dan pemeriksaan di kantor polisi benar - benar membuat nya merasa sangat lelah.
" Madam, Om Rico dan semuanya aku permisi dulu ke kamarku, aku benar - benar lelah, rasanya badanku remuk dan kepalaku seperti mau pecah" Ucap Bella
" Baiklah Dear istrahat lah, lupakan yang terjadi hari ini biar Lin dan Johan yang menyelesaikan nya" Ucap Madam Zola menghibur Bella
" Terima kasih banyak Madam" Bella langsung meninggalkan semua orang dan menuju kamarnya. Di kamar ia membersihkan badan lalu meminum obat dan tidur dan mencoba untuk tidur. Tidak lama Bella tertidur dengan pulas karena efek obat tersebut. Sementara di ruang kerja Madam Zola semua diam hingga Lin membuka pembicaraan
" Madam, izinkan aku dan Johan untuk memantau keluarga itu dari jauh, Bella selama ini bukan orang yang pernah bermasalah degan siapapun, kecuali sebelum ia di hukum dulu. Analisis ku mengatakan bahwa Wanita itu di bayar oleh seseorang, dengan tujuan menghancurkan Bella dan juga THM Zaphire" Ucap Lin panjang lebar.
" Baiklah lakukan, kau butuh berapa lama Lin? Tanya Madam Zola
" 24 jam Madam dan aku akan membawa informasi detail beserta bukti akurat, dan pelaku sebenarnya" Ucap Lin.
" Oke " ucap Madam Zola. Lin bersama Johan segera meluncur mengawasi rumah wanita yang melaporkan Bella, rumah yang sangat sederhana dan agak jauh dari rumah yang lain. Lin meminta anak buahnya bertanya pada penduduk sekitar ternyata wanita itu bernama Desi. Desi dan Fabian adalah suami istri. Fabian ternyata Bekerja di sebagai staf di perusahaan Leonard Braco. Desi wanita yang gila harta dan bersahabat dengan Tania. Bukan bersahabat si tetapi lebih ke Tania memperlakukan Desi seperti suruhan sedangkan Desi membutuhkan uang Tania. simbiosis mutualisme, Anak buah Lin juga memberikan bukti percakapan dengan Tania dan Desi yang berisi perintah untuk menjatuhkan Bella. Lin tersenyum mendapat laporan dari anak buahnya dan berkata " ternyata sangat mudah dan wanita itu masih amatir, Ayo Johan kita pergi dan kembali untuk melaporkan masalah ini pada Madam Zola" Ucap Lin sambil tersenyum dingin.Mereka kembali dan mulai melaporkan semua yang terjadi tentu saja disertai bukti, bukti berupa screen shoot chat Tania dan Desi. Madam Zola sangat senang dengan hasil laporan itu.
" Bravo Lin, ayo kita istirahat, Lin apakah besok Bella ada perkuliahan? Johan tutup selama 1 hari THM kita" Madam Zola memberi perintah dengan santai
" Baik Madam" Ucap Johan
" Bella belum kuliah Madam, pekan depan baru perkuliahan Pascasarjana nya di mulai" Jelas Lin
" Kalau begitu siapkan pertemuan dengan direksi RR grup dan Siapkan juga pertemuan dengan Antares grub. Aku akan memperkenalkan Bella kepada mereka, kau setuju kan kakak ?" Tanya Madam Zola
__ADS_1
"Buat pertemuan nya tertutup dan jangan ada yang mengambil gambar, kau tentu tidak mau terjadi sesuatu pada Bella, Sedikit lagi adik dan semua akan jelas, mengapa ini semua terjadi pun akan jelas. jangan sampai kita kecolongan dan mereka mengganggu Bella" Ucap Rico menjelaskan dan mengingatkan Madam
" Aku mengerti Kak" Ucap Madam Zola
" Arin....awasi cara Bella berpakaian dan berikan ia pistol serta belati. mulai sekarang ia harus membawa itu kemanapun pergi" Ucap Madam Zola
" selamat istirahat, aku tahu kalian lelah dan kakak kau istirahat lah di kamarmu siang saja baru kembali ke rumah mu, Lin pertemuan di jam kesukaan ku" Ucap Madam Zola santai. Lin mengatur semuanya ia tidak mau kecewa. Bella terbangun ketika hari sudah sangat siang. Mungkin karena pengaruh obat tidur itu, dia segera bangun dan mandi serta mulai sarapan buah yang ada di kamarnya. Seseorang mengetuk pintunya. Bella membuka pintu ternyata Arin yang datang membawa pistol dan belati. Arin menjelaskan akan pertemuan nanti dan membantu Bella memilih pakaian yang cocok untuk nya. Setelan kasual, yakni kemeja dan celana jeans serta sepatu boot menjadi pilihan pakaian Bella waktu itu. ada ruang untuk menyimpan belati di sepatu itu. Sedangkan pistol dimasukkan dalam tas tangan Bella. Dia juga menggunakan topeng cantik yang semakin menambah kesan misterius nya. Mereka sudah siap kini tinggal menunggu madam Zola untuk berangkat ke pertemuan itu.
" Bella kau sudah tahu bukan apa yang akan kau katakan di sana dan bagaimana harus bersikap" ucap Arin
" Diam dan bicara seperlunya, begitu kan Arin?" Ucap Bella
" Sempurna" seru Arin. Seseorang mengetuk pintu dan ternyata seorang pelayan yang mengatakan bahwa Madam Zola telah menunggu mereka di ruang kerja. Bella dan Arin segera bergegas untuk menemui Madam Zola. Mereka segera berangkat ke RR grup untuk pertemuan direksi. Empat puluh lima menit perjalanan dan mereka sudah sampai ke gedung RR grub. Mereka sudah dinantikan dengan melihat penyambutan yang dilakukan. Pemilik RR grub sangat berterima kasih karena Madam Zola menyuntikkan dana sehingga memiliki saham 80 persen namun tetap membiarkan pemilik sebelumnya untuk mengelola bisnis itu sehingga ia tidak perlu malu karena telah bangkrut. Madam Zola dan rombongan nya langsung menuju lantai teratas dengan menggunakan lift khusus dewan direksi. Sesampainya di sana mereka langsung masuk ke ruang pertemuan. Sang pemilik Rafael Rahardian bersama putrinya Tania Rahardian menyambut dan memperkenalkan Madam Zola pada semua direksi. Mereka semua sangat berterima kasih kepada Madam Zola. Kini Madam Zola memberikan sambutannya dan memperkenalkan Bella sebagai Putrinya yang akan banyak mengurus dan menghadiri pertemuan dengan dewan direksi. Semuanya sangat gembira, sedangkan Bella hanya memasang wajah yang dingin. Saat diminta memperkenalkan diri Bella hanya berkata " Namaku Bella Zaphire Putri, senang bertemu dengan kalian semua, dan aku membenci pengkhianat, Madam Zola mungkin sangat bijaksana tetapi tidak dengan ku, karena itu kekurangan ku, semoga kalian semua mengerti maksud ku" Semua terdiam dan mengagumi Aura yang dipancarkan Bella, sangat mirip dengan Madam Zola. Rafael Rahardian dan Tania pucat Pasih mereka takut Bella akan membalas mereka jika mereka melakukan kesalahan. Mereka bisa mati mendadak jika mereka ingat apa yang sudah mereka lakukan pada Bella di THM beberapa tahun yang lalu, bahkan Tania sehari yang lalu bahkan masih meminta Desi untuk menghancurkan Bella. Rapat direksi di mulai dan selesai dengan cepat. Semua dipersembahkan meninggalkan ruangan hanya Tania dan ayahnya yang tinggal. Mereka sangat gugup. Bella membuka topeng nya Rafael Rahardian dan Tania sangat terkejut dia bahkan langsung berlutut dan mohon maaf atas perilaku dirinya dan juga putrinya beberapa tahun yang lalu.
" Madam Zola, Nona Bella mohon maafkan saya dan putri saya. Ke depannya tidak akan terjadi lagi, saya berjanji kejadian di THM waktu itu adalah yang terakhir" Ucapnya gemetar
" Halim adalah sahabat terbaikku, Madam Zola mohon memberikan penjelasan apa yang sudah Tania lakukan" Ucap Rafael sungguh - sungguh
" Lin jelaskan lah" Ucap Madam Zola. Lin pun menjelaskan beserta membeberkan bukti - bukti Tania telah menyuruh Desi untuk memfitnah Bella dan THM Zaphire. Rafael sangat malu dan menampar Tania dihadapan semua orang.
" Anak angkat tidak tahu diri, jika saja istriku tidak menyayangi mu aku pasti sudah mengusir mu" Ucap Rafael Marah.
" Selesaikan masalah kalian di rumah Rafa, aku dan rombongan ku akan melakukan pertemuan dengan Antares grub, sesuai penjelasan mu bahwa proyek kita dengan Antares grub sedikit bermasalah, aku akan menyelesaikan nya. Dan pengacara mu sudah mengatakan pada direktur atau CEO Antares grub bahwa aku mengambil alih urusan ini bukan?" Tanya Madam Zola dengan dingin
__ADS_1
" Sudah Madam Zola....semua sudah sesuai perintah anda" Ucap Rafael.
" Satu lagi Rafa dan kau Tania tutup mulut dan mata kalian tentang putriku, karena hanya orang tertentu yang bisa mengetahui jati dirinya
jika kalian melanggar maka ku pastikan kalian tidak akan melihat matahari lagi" Ucap Madam Zola
" Baik Madam" jawab Rafael dan Tania. Madam Zola dan rombongan segera meninggalkan RR grub dan pergi ke tempat pertemuan dengan Antares Grub. Seperti yang semua orang ketahui bahwa Antares grub selalu melakukan pertemuan penting di rumah utama keluarga Antares Braco. Kali ini di sanalah Madam Zola beserta Bella dan rombongan nya pergi. Keluarga Antares sangat maklum bahwa Madam Zola tidak ingin ada media yang meliput kegiatan itu, karena wajah Madam Zola ataupun keluarga Zaphire yang lain sangat sulit di ketahui. Rombongan itu pun sampai di kediaman keluarga Antares, sudah tentu mereka disambut dengan meriah. Madam Zola turun dari mobil dan berjalan berdampingan dengan Bella yang menggunakan topeng nya. setelah sampai di dalam rumah mereka langsung disambut meriah oleh Antares Braco dan istrinya Lia. Bella sedikit merasa sesak karena wanita itu yang menyebutnya rendahan beberapa tahun yang lalu.
" Selamat datang di rumah kami Madam Zola dan siapa gadis yang di samping mu ini?" Tanya Antares sambil mempersilahkan mereka semua untuk duduk, sementara Lia hanya sibuk menampilkan senyum terbaiknya.
" Terima kasih banyak Tuan Antares Braco, perkenalkan ini Bella putriku, Dear bukalah topeng mu sayang biarkan keluarga Antares melihat wajah cantik mu walau sebentar, mereka keluarga tertua dan sudah berteman dengan keluarga kita sejak zaman kakek mu dulu " Ucap Madam Zola sambil menoleh kepada Bella
" Perkenalkan namaku Bella Zaphire Putri" Ucap Bella sambil membuka topengnya.
" Kau sangat cantik nak, mengapa menutup wajahmu?" Tanya Antares sementara Lia terlihat pucat Pasih dan sangat terkejut.
" Aku tidak suka wajahku sebagai Putri dari Madam Zola di lihat orang" Ucap Bella dingin.
" Madam Zola perkenalkan ini istriku Lia Antares dan ini putra ku, Afraban dan Leonard Braco" Ucap Antares memperkenalkan keluarga nya.
" Afraban putra tertua ku dan anda bisa melihat kondisinya, jadi Leonard yang sering bersama ku mengurus bisnis di sini" tambah Antares lagi. Afraban pria dengan wajah yang tampan namun dia duduk di kursi roda.
" Aku sangat mengenal istri Anda Tuan Antares, dan juga Leonard, salam kenal Afraban" Ucap Madam Zola. Seorang pelayan masuk dan membisikkan sesuatu pada Lia lalu pergi
__ADS_1
" Hidangan sudah siap, mari kita semua ke ruang makan, tidak baik jika hidangan nya dingin, mari Madam Zola, mari Bella sayang" Ucap Lia sok Akrab menggandeng tangan Bella
" Jauhkan tangan anda dari tubuh ku Nyonya Lia, aku takut anda ikut kotor" Bisik Bella dengan sinis pada Lia. Wajah Lia pucat Pasih dia sangat takut jika suaminya mengetahui perbuatan nya.