Air Mata Bella

Air Mata Bella
Episode 28


__ADS_3

Madam Zola dan Rico menemui keluarga Antares dengan wajah masam, tidak lama kemudian Bella datang dan bergabung di ruang tamu kediaman keluarga Zaphire.


" Sayang, aku rasa ini ada kesalahpahaman, maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu, ada yang menjebak ku sayang" Ucap Leonard berusaha merayu Bella, sementara Bella hanya diam menatap dingin pada mereka.


" Menjauh dari Putriku Leonard, Kalian harus membayar semua ini" Ucap Madam Zola dengan marah.


" Pengawal bawa mereka ke ruang bawa tanah" Ucap Rico. Keluarga Antares Braco benar - benar tersudut. Mereka sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mungkin inilah akhir dari nama besar keluarga mereka.


" Kalian akan membalas semua pengkhianatan kalian pada keluarga ku dengan menjadi santapan harimau kesayangan ku" Ucap Madam Zola sinis. Bella hanya memandang mereka diam.


" Madam Zola, apa bisa aku bicara dengan anda dan tuan Rico?, aku mohon" Afraban tiba - tiba muncul di depan pintu dengan mendorong kursi roda nya.


" Waktumu 10 menit Afraban Braco, pastikan yang kau bicarakan adalah hal yang bermutu karena jika tidak maka hanya jasad mu yang akan meninggalkan rumah ini, ayo ke ruang kerjaku dan kalian pengawal jaga baik - baik keluarga Antares jangan sampai lolos, Kakak ikutlah" Ucap Madam Zola dengan sinis. Akhirnya Madam Zola, Rico dan Afraban masuk ke ruang kerja Madam Zola.


" Bicaralah...." Sinis Madam Zola


" Madam, tuan Rico, pikirkan sekali lagi jika proyek ini tidak berlanjut akan berdampak pada perusahaan kalian juga, dan juga jika kalian menghabisi orang tuaku maka pernikahan Bella akan batal dan sedikit banyak pasti membawa pengaruh buruk dan cela bagi musuh - musuh anda" Ucap Afraban hati - hati


" Aku tidak akan mengorbankan Putri ku untuk tetap bersama adikmu, Bella akan menderita" Ucap Madam Zola


" Afraban keluarlah, aku dan Zola akan memikirkan saranmu, aku mengerti perasaan mu melihat keluarga mu terpojok seperti ini" Ucap Rico bijaksana, Afraban pun meninggalkan mereka.


" Ucapan Afraban ada benarnya, kita harus mencari pengantin pria mengganti kan Leonard" Ucap Rico


" Tapi siapa? kita tidak boleh gegabah" Ucap Madam Zola

__ADS_1


" Aku ada ide, gunakan Afraban untuk membalas Antares dan keluarganya" Ucap Rico tersenyum sinis.


" Tapi apa Bella dan Afraban setuju akan hal ini, aku tidak mau menyakiti putriku lagi" Madam Zola membuang nafas kasar.


" Bella tadi berkata akan mengikuti apapun yang kita ucapkan dan untuk Afraban Braco dia pasti setuju demi keluarganya, percayalah padaku Zola" Ucap Rico yakin.


"Pengawal panggil Tuan Afraban ke sini sekarang" Ucap Madam Zola, tidak lama Afraban datang menemuinya.


" Afraban....langsung saja, aku tidak mau membuang waktuku, gantikan Leonard menjadi pengantin Bella dan keluarga mu akan bebas, serta proyek kita yang sedang berjalan akan tetap diselesaikan" Ucap Madam Zola dingin.


" Baiklah jika itu keinginan mu, tetapi bagaimana dengan Bella apa dia bersedia?" Tanya Afraban dengan wajah khawatir.


" Dia pasti setuju, aku yang akan bicara dengan nya" Ucap Rico.


" Kau selamat Antares Braco, putramu bersedia untuk menebus kesalahanmu, dan karena itu aku akan mengizinkan kalian pulang dan mengurung diri kalian di rumah kalian dan jangan keluar kemana pun, orangku akan mengawasi rumah kalian" Ucap Madam Zola dingin.


" Jangan berfikir untuk menipu kami lagi Antares atau kalian akan benar - benar berakhir di kandang harimau" Ucap Rico


" Bian antarkan Tuan Antares, Nyonya Lia dan Leonard ke rumah mereka dan awasi jangan sampai mereka keluar rumah" Ucap Madam Zola


" Tapi Madam, bagaimana dengan pernikahan putraku dengan nona Bella?" tanya Antares


" Tetap ada pernikahan, pergilah" Ucap Madam Zola. Antares Braco, Lia dan Leonard pulang ke rumah mereka dengan perasaan yang senang karena berfikir tidak ada masalah dengan pernikahan Leonard. Mereka sama sekali tidak peduli pada Afraban yang telah berkorban untuk menyelamatkan mereka. Sementara itu Afraban tidak kembali lagi ke rumah keluarga Antares Braco. Dia lebih memilih untuk kembali ke apartemen nya dan meminta supirnya untuk membantunya membersihkan dan merapikan semua ruangan di apartemen itu. Pernikahannya dua hari lagi dan dia akan membawa istrinya untuk tinggal bersamanya di tempat ini.


'Aku akan berusaha membuat Bella bahagia, aku akan berjuang dan semoga gadis itu merasa betah disini meskipun dengan keadaan ku yang cacat begini'.

__ADS_1


Afraban bergumam dalam hatinya.


" Pak Amat, bantu aku belanja kebutuhan dapur, lemari es itu harus penuh dan juga kita harus membeli Snack dan satu lagi hindari cokelat" Afraban meminta bantuan supirnya


" Ayo tuan kita segera pergi berbelanja karena besok kita harus mengurus masalah lain lagi"Jawab Pak Amat.


Afraban dan supirnya pergi ke sebuah supermarket dan mulai belanja untuk semua keperluan dapur dan bahan makanan terutama Snack karena Afraban tahu jika Bella suka makan Snack, dia sangat hafal tabiat Bella yang suka ngemil saat belajar atau santai dan bekerja sendirian. Dia sangat berharap agar gadis itu yang jadi istrinya tidak akan mengalami kekurangan dia berjanji akan bekerja keras meskipun dia memiliki keterbatasan. Afraban memang dingin namun entah mengapa jika berhadapan dengan Bella dia selalu memiliki tekad untuk melindungi dan menjaga Bella. Sementara itu di tempat lain tepatnya di kamar Bella seorang gadis sedang terdiam mendengar keputusan dari ibunya Madam Zola dan Pamannya Rico. Dia akan tetap menikah, tetapi dengan orang lain yang dia kenal selama ini sebagai pria berwajah datar berhati es dan dingin.


" Aku akan ikuti keinginan kalian, jika memang takdir ku menjadi istri dari seorang suami yang memiliki keterbatasan maka akan aku terima, aku harap ini bisa membantu eksistensi keluarga kita" Ucap Bella dengan senyum terpaksa.


" Dear....Aku yakin kau akan bahagia bersamanya" Ucap Madam Zola.


" Dia pria yang baik Bella, paman yakin dia akan membuat mu bahagia sayang" Rico mendukung pendapat Madam Zola.


" Aku tahu kalian selalu berusaha yang terbaik untuk ku, tapi apa dia tahu jika aku adalah perempuan yang harus meminum obat agar terhindar dari mimpi buruk mengerikan setiap malam ku, apa dia tidak keberatan dengan itu?" tanya Bella.


" Dia tidak keberatan sayang, madam dan paman tampan mu ini menjamin itu" Ucap Rico semangat.


" Kau narsis paman, jika memang tampan mengapa kau belum menikah sampai saat in?" cibir Bella


" Aku belum menikah, karena belum ada yang cocok sayang, aku kan tampan jadi harus mencari wanita cantik dan jenius" Ujar Rico terkekeh.


" Bagaimana dengan dokter Lilis? dia sangat baik Paman, dia juga cantik" Ujar Bella tidak mau kalah.


" Sudahlah Dear, jangan menggoda Pamanmu, dia akan menikah nanti jika sudah waktunya, tidurlah Dear besok orang dari Salon dan SPA kita akan datang untuk melakukan perawatan pada tubuh mu.... selamat istirahat" Ucap Madam Zola sambil mengecup pucuk kepala Bella begitu juga dengan Rico. Mereka berdua akhirnya meninggalkan Bella di kamarnya sendirian untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2