
Bella memasuki kamar tidurnya dan meminta agar tidak ada orang yang mengganggunya. Dia mandi dan menangis tersedu-sedu mengingat semua yang terjadi, ia tidak menyangka ji Afraban suami yang di cintai nya dan telah mendapatkan sesuatu yang berharga darinya malah mengkhianatinya dengan begitu menyakitkan. Bella ditemukan pingsan di kamar mandi ketika Arin memaksa masuk karena Hajime San datang menemuinya untuk membahas perkenalannya dengan semua anggota mafia pimpinan Hajime San. Uzui terlihat panik dan menyarankan untuk membawa Bella ke rumah sakit, namun Arin berkata tidak perlu karena Rico sudah dalam perjalanan untuk memeriksa keadaan Bella. Rico terkejut melihat keadaan Bella yang pucat Pasih dengan bibir membiru.
" Apa yang terjadi?" Ucap Rico sinis dan ingin membunuh semua orang
" Aku menemukan dia pingsan di kamar mandi" Ucap Arin terbata.
" Rico San, Bagaimana keadaannya?" Tanya Hajime San.
" Dia kedinginan, sepertinya dia pingsan cukup lama, keluarga Braco akan mendapatkan balasannya" Ucap Rico.
" Orangku yang akan menyelesaikan mereka semua itu Rico San" Ucap Hajime San.
" Besok rapat direksi dan Bella harus menemui mereka lagi" Ucap Rico.
" Aku akan ada di sana, tenanglah, keponakan mu dalam pengawasan dan tanggung jawab ku Rico San" Ucap Hajime serius.
Rico telah selesai menyuntikkan obat untuk menenangkan Bella. Tubuh Bella berangsur menghangat dari yang tadinya dingin sekali. terlihat air mata mengalir di sudut matanya yang tertutup.
" Dia sangat tertekan, sedih dan kecewa, namun dia menyimpan itu semua" Ucap Hajime memandang Bella.
Hajime san mengelus Wajah Bella dan menggenggam tangannya dengan tujuan memberikan support namun Bella membalas genggaman itu dan mengigau
" Jangan pergi lagi...." Racau Bella.
" Baiklah....aku di sini Bella Chan" Hajime tersenyum hangat.
Semua orang memandang terkejut, seorang Hajime Akatsuma ( Nama Lengkap Hajime San) berbuat lembut suatu pemandangan yang langka.
__ADS_1
" Uzui Kun, hubungi paman Kagaya dan katakan malam ini aku batalkan semua kegiatan ku" Ucap Hajime San.
" Sesuai Ucapan Anda Tuan" Ucap Uzui.
Rico, Arin, Hajime dan Uzui tetap berada di kamar Bella menunggu hingga Bella sadar. Hajime terus menggenggam tangan Bella. Semua yang berada dikamar itu benar - benar terkejut di buat oleh Hajime. Dia telaten membersihkan air mata Bella yang jatuh di sudut matanya. Hingga pukul dua dini hari Bella menggeliat dan membuka mata. Bella terkejut karena Hajime menggenggam tangannya dan memberikan semangat untuk nya.
" Pimpinan Hajime...." Bella berkata lemah.
" Aku di sini Bella Chan, kau membuat kami khawatir, pamanmu sampai ingin membunuh kami semua" Hajime terkekeh dengan ucapannya sendiri.
" Bella....sayang....katakan apa yang kau rasakan" Ucap Rico.
" Aku lapar Paman...." Cicit Bella manja.
Hajime San tertawa terbahak-bahak membuat semua orang ngeri, karena Hajime selalu tertawa terbahak- bahak saat membunuh.
" Arin minta bagian dapur membuat bubur rempah kesukaan Bella" Ucap Rico. Arin segera ke Dapur dan 10 menit kemudian kembali dengan bubur rempah yang sangat lezat.
" Apa boleh aku yang menyuapi nya, Bella Chan mengingatkan aku pada adikku" Ucapnya.
Rico memberikan Mangkuk berisi Bubur rempah dan mulai menyuapi Bella dengan telaten. Bella makan beberapa suap tetapi terhenti dan air matanya jatuh lagi, ia mengingat kenangannya bersama Afraban semua sangat manis namun tiba - tiba semua hancur.
" Jangan menangis lagi Bella Chan, aku di sini" Ucap Hajime.
" Terima kasih banyak Hajime San....aku tidak akan melupakan kebaikan anda" Ucap Bella.
" Baiklah ayo makan lagi, setelah makan kau harus istirahat karena besok kau akan memimpin rapat direksi dan aku akan di sana sebagai pelindung Zaphire grup" Ucap Hajime.
__ADS_1
Bella mengangguk dan menerima suapan dari Hajime sampai semua buburnya berhasil ia makan. Hajime meminta Bella untuk tidur dan dia duduk di samping ranjang Bella bersama Rico. Bella pun tertidur dengan tenang disusul oleh Hajime dan Rico yang mulai tertidur.
Di tempat lain Afraban merasa nelangsa dengan kejadian siang tadi, ia mencoba pulang ke apartemen namun Bella tidak ada di sana, dia mencoba menuju kediaman keluarga Zaphire namun dia tidak mendapat izin untuk masuk. Afraban kembali ke rumah utama keluarga Braco karena Ayahnya menelfon nya dan meminta ia datang ke rumah. Ternyata di sana sudah ada Nita wanita lemah lembut yang akan di nikahkan dengannya.
" Tanda tangan surat cerai ini Af.... dan besok kita akan mempermalukan Bella, bawa Nita ke pertemuan dewan direksi dan perkenalkan ia sebagai calon istrimu" Ucap Antares Braco
" Tapi ayah, ini salah apa salah Bella?" Ucap Afraban
" Salahnya karena menjadi putri keluarga Zaphire" Ucap Antares sadis
" Bagaimana dengan pemindahan saham ayah apa sdh selesai AF?" Tanya Leonard.
" Aku sudah mengerjakan semua itu" Ucap Afraban.
" Terima kasih banyak Af, Kau memang Putra ibu yang pengertian" Senyum Lia mengembang.
" Apa Maksudnya ibu, bukankah ibu menyayangi Bella mengapa sekarang ibu seperti ini? Afraban terkejut melihat perubahan Lia.
" Ibu mengikuti rencana ayahmu dengan berpura - pura menerima wanita dari keluarga Zaphire itu, hingga ia percaya padamu dan menyerahkan dirinya padamu, dengan demikian mereka akan menanggung malu saat kau menceraikan wanita itu.... awalnya kupikir akan sulit ternyata sangat mudah dia seperti wanita yang lain saja dengan gampangnya tergoda dan menyerahkan diri hanya butuh waktu setahun....hahaahah" Lia tertawa bersama Leonard dan Antares.
Mereka semua membuat Afraban kesal dan marah, namun tetap saja pikiran dan hatinya tidak sejalan, ia masih berharap orang tuanya berubah pikiran.
Leonard dan Antares tertawa senang sementara Afraban frustasi karena ia sangat mencintai Bella namun keinginannya untuk mendapatkan kasih sayang sang ayah dan membuat ibunya tetap berada di rumah besar itu membuatnya tidak berdaya. Apalagi kehadiran Nita benar - benar godaan untuk nya.
Afraban lupa bahwa tidak ada wanita baik - baik yang akan tega merusak rumah tangga sesama wanita. Afraban meninggalkan ruang keluarga dan masuk ke kamarnya sementara Nita mengikutinya.
" Tolong tinggalkan aku sendiri" Ucap Afraban
__ADS_1
" Baiklah, aku ada di ruang tamu, panggil aku jika kau butuh sesuatu sayang" Ucap Nita tersenyum dan keluar dari kamar Afraban. Afraban berbaring dan mulai memejamkan mata namun bayangan Bella yang tersenyum memeluknya dan mengelus dadanya. Tanpa terasa air matanya jatuh, ia menangis tersedu-sedu dan meminta maaf pada istrinya. Afraban tertidur dan memimpikan Bella sedang menatap benci padanya sambil memegang pistol. Bella mengarahkan pistol itu padanya seolah-olah akan menembak kepalanya tetapi sedetik kemudian dia segera membalikkan pistol itu dan menembak dirinya sendiri. Bella terjatuh dengan tubuh bersimbah darah.
" Bellaaaaaaaaa......" Afraban berteriak keras, ia terbangun dan sadar itu semua hanya mimpi. Ia kembali menangis dan menggumamkan permintaan maaf pada Bella.