
Bella ( Putri ) diterima bekerja sebagai buruh cuci dan setrika pakaian di rumah Kepala Desa. Ibu Kepala Desa sangat baik begitu juga dengan kepala desa nya. mereka memperlakukan Putri dengan baik, selama bekerja dia di beri makan dan gaji. Putri digaji dengan sistem harian jadi ia bisa memperoleh uang setiap hari. Dia bekerja mulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 12.00 siang. Setelah makan siang Dia akan pulang. Ibu kepala Desa akan memberikan padanya uang gaji dan lauk untuk makanan Putri beserta kedua orang tuanya. Putri menjalani semua dengan ikhlas, di usianya yang masih sangat muda ia harus membanting tulang agar dapat memperoleh uang untuk biaya hidup mereka bertiga. Ibu Kades Sangat menyukai Putri karena pekerjaan nya rapih dan bersih, ia sangat rajin bahkan selalu membantu ibu kades dan Bibi Na untuk masak di dapur jika pekerjaan nya telah selesai.
Suatu ketika desa itu kedatangan pegawai pemerintah yang mensosialisasikan program pembelajaran untuk anak- anak usia sekolah. Ibu Kades memaksa putri untuk ikut tes dan tentu saja Putri dengan mudah menyelesaikan tes SMP dan dia berhak duduk di kelas 1 SMA. Ibu kades dan Orang tua angkat putri menyekolahkan putri di Sore hari setelah pekerjaan nya mencuci dan menyetrika selesai. Hal ini berlangsung selama tiga tahun. Putri pun lulus dari sekolah SMA tersebut. Pak Harun dan Bu Nisa sangat senang. Begitu juga dengan Bapak dan Ibu Kades. Ibu Kades bahkan berencana membiayai kuliah putri di kota karena dia termasuk anak yang cerdas. akan tetapi Putri menolak karena tidak mau berpisah dengan kedua orang tuanya. Putri pun menjalani kesehariannya dengan tetap menjadi buruh cuci dan setrika di pagi sampai siang hari dan pada sore hari ia akan mengajar anak - anak kecil untuk membaca dan menulis serta berhitung. Putri merasa Bahagia dengan kehidupan nya hingga suatu ketika Pak Kades pulang dari Kota dan mengatakan kalau Desa mereka mendapatkan juara sebagai desa Madani. Untuk itu Pak Kades akan mengundang semua warga untuk pergi berekreasi di pantai. Semua warga menyambut suka cita. Mereka pun pergi berekreasi termasuk juga Putri. Sesampainya di pantai mereka semua bersenang - senang ada yang mandi dan berenang di laut, ada juga yang sekedar berfoto. Putri tidak memiliki HP yang canggih sehingga ia hanya duduk menatap semua orang. Dia tersenyum dan selalu menyapa mereka. Tanpa dia sadari dari jauh ada seorang gadis yang lebih muda darinya memandangi nya.
" Bella....kakak Bella....kamu kakak Bella kan? Kamu bertambah dewasa tpi aku yakin kamu kakak Bella" Ucap gadis itu terkejut
" Maaf mungkin kamu salah mengenali orang, namaku Putri" kata Putri sambil tersenyum.
" Tidak...suaramu sangat mirip dengan kakak Bella, kak ini aku Lisa, anak Tante Hany kita sepupu kak" Lisa sangat antusias
" Maaf kamu salah orang, aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan" Ujar Putri
" Putri....ayo kita pulang semua orang sudah siap dan sudah naik ke mobil, jalanan ke Desa kita blm ada penerangan sulit untuk pulang malam hari" kata Tari teman Putri yang dari Desa.
" Baik....ayo" kata Putri. Ia pun meninggalkan Lisa yang sedang bengong.
Lisa mempercepat liburan nya di pantai itu dan segera pulang ke Kota P. Sesampainya di sana Lisa langsung menceritakan kepada Ibunya tentang apa yang dia lihat ketika berlibur. Betapa terkejut dan marahnya Hany. Namun ia berhasil mengendalikan emosinya. Hany benar - benar bisa mendapatkan piala citra karena kepiawaiannya berakting.
" jangan katakan pada siapa- siapa tentang hal ini Lisa, ibu akan menyelidiki nya dulu, kamu tidak mau Oma tambah parah sakitnya kan? Kata Hany
" Baik ma....tapi cepatlah ma, aku berharap itu benar - benar kakak" Ucap Lisa Tulus
__ADS_1
" Tentu sayang... pergilah ke kamar mu dan istrahat".Kata Hany
Setelah Lisa Pergi Hany segera menghubungi Boran
" Cari anak itu dia masih hidup cari di Desa Pedalaman jika sudah ketemu bawa ke hadapan ku biar aku yang akan menghabisi nya" Ucap Hany dengan kejam
"Sialan dia seperti kucing punya sembilan nyawa, tapi kali ini aku yang akan menghabisi mu dengan tangan ku sendiri" Hany berseru dengan dingin.
Di tempat lain tepatnya di desa tempat Bella hidup yang kini di kenal sebagai Putri mereka menjalani aktivitas seperti biasa. Hingga suatu malam Putri bermimpi melihat dirinya bersama seorang perempuan dan dua orang pria mereka dalam mobil yang sedang melaju namun di cegat oleh perampok. Mereka semua melawan tetapi karena kalah jumlah mereka tertangkap, ia juga melihat mobil mereka yang jatuh ke jurang dan bagaimana perempuan itu mendorong Putri keluar dari mobil dengan harapan agar putri selamat
" Tidaaaaaak....Tanteeee......" Putri terbangun dengan nafas yang sesak dan keringat membasahi seluruh badannya.
" ini seperti benar - benar terjadi" gumam putri
" Maaf ibu, aku mengganggu tidur mu, aku tidak apa- apa hanya seperti nya aku mimpi buruk, seram sekali ibu" lirih Putri
" pergilah berwudhu dan sholat tahajjud nak" kata Bu Nisa. Putri menuruti ibunya.
Sejak kejadian itu Putri selalu bertanya - tanya siapa wanita yang mendorong nya dari mobil sambil berkata kamu harus terus hidup nak. Semakin mengingat kepala putri semakin sakit. Dia putuskan untuk melupakan dan menganggap itu semua hanya mimpi.
Di tempat lain Boran dan anak buahnya mulai mencari ke semua desa pedalaman, mereka membawa foto Putri yang berhasil di ambil oleh Lisa melalui handphone nya. sudah beberapa desa mereka datangi hasilnya nihil. Tetapi Boran masih belum menyerah masih ada Desa terakhir yang paling terpencil. Ya... di sanalah tujuan terakhir nya.
__ADS_1
" Aku yakin kau di sana Gadis kecil....aku akan menemukan mu dan aku yakin kali ini kamu tidak akan lolos" Senyum Boran
Boran dan anak buahnya mendatangi Desa itu dan benar saja mereka menemukan Bella, akan tetapi namanya putri. Boran mengawasi dari jauh dan melaporkan pada Hany. Boran tidak bisa bertindak sembarangan karena putri sangat di lindungi oleh semua orang di desanya. Desa itu memang kecil tetapi semua masyarakat nya hidup damai mereka selalu rukun dan saling membantu. itu sebabnya Boran tidak bisa menculik karena bisa - bisa dia dan anak buahnya yang mati konyol di hajar warga desa. Hany mendapat ide.
" Awasi terus keadaan d sana aku akan segera tiba, biar aku yang selesai kan semuanya " kata Hany dalam telfonnya kepada Boran.
" Baik Nyonya " ucap Boran
" Indra suamiku besok kita akan ke Pulau Xx " kata Hany serius
" Ada apa denganmu, kita sedang mencari bocah itu kau malah akan liburan?" Indra menggelengkan kepala di depan istrinya
" Aku tidak berlibur suamiku, kita harus ke sana dan berpura - pura menjadi orang tua Bella" kata Hany
" Jika Perkiraan ku benar bocah itu sepertinya amnesia, dia sampai tidak mengenal Lisa. Padahal dulu mereka sangat dekat " ujar Hany
" Ow....jadi itu yang kau rencanakan....baik lah aku ikuti keinginan Mu.
Hany pun pamit pada ibu nya yang duduk di kursi roda tanpa ekspresi
" ibu aku akan ke keluar kota untuk beberapa hari. Aku tidak akan lama, ibu cepatlah sehat kembali" Rayu Hany. Oma Ria hanya diam tanpa ekspresi.
__ADS_1
Hany dan Indra pun segera berangkat ke pulau Xx mereka tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk segera menghabisi Bella yang selama ini jadi penghalang Hany menjadi sang pewaris.