Air Mata Bella

Air Mata Bella
Episode 9


__ADS_3

Malam pun tiba, Bella bangkit dari tempat tidur dan berganti pakaian, dia sedikit risih dengan pakaiannya yang begitu terbuka. Bella sangat bingung tetapi tidak berani untuk membantah. Akhirnya dengan berat hati ia memakai pakaian itu dan turun ke lantai dasar untuk mulai bekerja. Bella menemui Johan dan bilang kalau pakaiannya terbuka dan dia tidak nyaman memakai pakaian itu.


" Itu harus kau pakai Bella, karena seragam wanita yang bekerja di tempat ini memang seperti itu" Johan mencoba membujuk Bella


" Tapi aku bukan pekerja di sini, aku tidak sama dengan mereka, Johan kau tahu kan siapa aku?aku putri dari Madam Zola, putri pemilik tempat ini" Ujar Bella dengan kesal


" Bicaralah dengan Nona Lin, dia yang mengatur semua itu. Untuk sekarang marilah mulai bekerja" Ucap Johan.


Johan sedikit bingung dengan ucapan Bella yang mengatakan dia adalah putri madam Zola.


" Gadis yang aneh, mengapa ia bisa berfikir kalau dia adalah putri Madam Zola?" gumam Johan dalam hati.


Jam sudah menunjukkan pukul 22.30 dan tempat itu sudah mulai ramai Bella terus meracik minuman sesuai dengan pesanan dari pelanggan. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 Bella pamit pada Johan untuk pergi ke toilet.


" Aku ke kamar kecil dulu, dimana tempat nya?" tanya Bella


" jalan lurus dan belok kanan setelah itu kau akan menemukannya" Ucap Johan sambil tersenyum


Bella pergi ke kamar kecil dan setelah selesai merapikan dirinya ia keluar lagi untuk kembali ke tempat nya meracik minuman, ketika sedang berjalan seorang laki - laki dengan sengaja me****s bok***nya. Bella tentu kaget dan langsung menampar laki- laki tersebut.


" Jaga tangan mu jika kau masih ingin tangan itu utuh hingga esok" Ucap Bella dengan nada marah. Laki - laki itu sangat marah dan membalas tamparan Bella


" Billi....Habisi gadis ini, dia sudah berani menamparku" ucap Laki - laki itu pada anak buahnya.


Bella dan anak buah orang tersebut terlibat perkelahian hingga Johan dan beberapa orang datang melerai. Bella di bawa ke ruangan tertutup sedangkan Johan meminta maaf pada laki - laki kurang ajar tersebut.


" Apa yang sudah kau lakukan Bella? ini hari pertama mu bekerja, tapi kau sudah buat masalah" Ucap Johan


" Yang benar saja Johan, dia melecehkan ku, tidak mungkin aku diam" Ucap Bella dengan berteriak


" Entahlah Bella, aku tidak bisa berkata apa - apa lagi, biarlah Nona Lin yang bicara padamu, sekarang sudah pukul 03.30 sebentar lagi tutup tetaplah di sini sampai penjemput mu tiba, dan jangan buat masalah lagi" Ujar Johan dengan malas.


" Ada apa si dengan kalian, aku di sini hanya membela diri, mengapa kalian menyalahkan ku?" Bella masih berteriak. Arin yang bertugas menjemput Bella datang ke THM itu dan langsung menemui Johan.


"Dimana gadis itu Johan?" Tanya Arin


" Diruang isolasi, Arin apa yang ada dalam pikiran gadis itu, dia menampar tuan Alex hanya karena merasa dilecehkan" Johan berbicara sambil menggeleng.

__ADS_1


" Satu lagi dia selalu mengatakan kalau dirinya putri Madam Zola, mungkin dia sudah sinting" tambahnya lagi.


" Kerjakan kerjaan mu dan aku akan mengurus nya" kata Arin cuek


Arin menuju ruang isolasi dan menemui Bella


" Kita pulang Nona" Ucapnya datar


" Siapa kau?" tanya Bella


" Arin, aku salah satu pengawal Madam Zola dan hari ini aku bertugas menjemput mu, cepatlah karena Madam Zola menunggu mu"


Kata Arin masih dengan nada datar


" Ayo, aku juga harus bicara dengan ibuku" jawab Bella cuek.


Perjalanan dari THM ke Kediaman Madam Zola hanya 30 menit karena suasana jalanan yang lengang. Dan benar saja sesampainya di rumah itu Bella langsung di bawah ke ruangan Madam Zola


Plaaak....sebuah tamparan mengenai pipih Bella. Madam Zola menamparnya berulang kali dan mendorong nya hingga ia jatuh tersungkur


" Kurang ajar kau, dasar manusia tidak tahu diri, aku menghabiskan biaya ratusan juta untuk menyelamatkanmu, dan kau baru bekerja sehari sudah membuat ku rugi besar" Madam Zola berteriak marah


" Madam dengarkan aku, pria itu yang melecehkan ku, dia meremas ku, itu sebabnya aku menampar nya" Ucap Bella membela diri.


Plaaak....buugh, tamparan dan pukulan mengenai pipi dan perut Bella


" Apa katamu? dilecehkan? hahahaha....gadis bodoh, kau bekerja di tempat itu, di remas, di cium itu sudah biasa dan itu bagian dari tugas mu bodoh, apa kau pikir kau bekerja di kantor pemerintah...ha?" Madam Zola masih berteriak


" Madam, aku putrimu, mengapa kau biarkan aku diperlakukan seperti itu?" Bella berbicara sambil menangis


" Karena kau putri ku maka kau harus bekerja di tempat itu dan menarik pelanggan yang banyak....mengerti?itu bentuk bakti mu anak bodoh" cibir Madam Zola


"Sekarang jalankan hukuman mu, setelah itu baru kau bisa bekerja lagi, Mengerti?"


" Aku mengerti" Isak Bella


Arin membawa Bella di ruang hukuman yang ada di ruang bawah tanah, di sana Bella di hukum cambuk, hingga seluruh tubuhnya memar, ya 1000x cambukan itulah hukuman yang harus ia terima. Bella pingsan dan Arin

__ADS_1


membiarkan nya terbaring dilantai yang dingin dan kotor. Arin meninggalkan Bella.


" Maafkan aku, aku hanya menjalankan perintah Bella" Ucap Arin.


Bella pingsan selama beberapa jam dan baru sadar ketika hari sudah siang. Ia mendapati dirinya terbaring di lantai yang dingin dan kotor, badannya penuh luka dan rasanya tulang - tulangnya remuk, ia tidak sanggup bangun. Dia merasa sangat haus


" Air....air.... siapapun yang mendengarku berikan aku air" Isak Bella dengan suara lemah


" Berikan dia air dengan cara biasa agar dia tidak melupakan kesalahannya" Ucap Madam Zola yang mengawasi Bella dari CCTV.


Seorang pelayan masuk dan menyiram tubuh Bella dengan air es sehingga rasanya ia seperti membeku.


" Minumlah air yang kau minta Nona" Ucap pelayan itu dengan sinis. Bella mengisap air yang menempel di lantai seperti anjing, tapi dia sangat haus. Bella menangis sejadi-jadinya. Dia merasa diperlakukan dengan tidak adil, dia bukan binatang dan kesalahan yang dia lakukan adalah semata - mata untuk membela dirinya.


Tuhan, mengapa mereka melakukan ini padaku, mengapa ibuku memperlakukan aku seperti binatang....apa salahku Tuhan


Bella bertanya dalam hati sambil menangis dengan posisi berbaring sambil meringkuk karena menahan sakit, perih dan dingin. Karena tidak kuat menahan sakit Bella kembali pingsan. Dalam tidurnya ia bertemu seorang lelaki dewasa yang sangat baik, orang itu mengelus kepala Bella dan berkata bersabar lah, kamu anak yang kuat, kamu pasti bisa melewati semua ini. Dalam mimpi Bella melihat orang itu pergi meninggalkan nya dengan tatapan dan senyum yang manis. seketika Bella terbangun tetapi belum bisa menggerakkan tubuhnya.


" Badanku rasanya sakit sekali, luka - luka ini sangat perih, tulang rusuk ku mungkin ada yang patah" Bella bergumam dalam hatinya. Dia tidak berani berkata apa - apa lagi karena takut jika dia melakukan kesalahan lagi dan mendapatkan hukuman. Bella sangat takut dan berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi. Sementara itu Madam Zola tersenyum melihat Bella yang sudah sadar


" Lin...panggil dokter dan kau Arin pergi dan pindahkan Bella ke Kamarnya lalu minta dokter mengobatinya hingga sembuh, minta pelayan di dapur membuat kan dia makanan" ucap Madam Zola


" Baik Madam" sahut Lin Dan Arin.


Arin menuju ruang hukuman dan mengangkat tubuh Bella membawanya ke kamar, dan mengganti pakaian nya hingga dokter datang dan mengobati Bella. setelah memberikan obat pereda nyeri dokter itu memberikan obat penenang sehingga Bella tertidur lagi. Dokter memasang infus agar tubuh Bella tidak lemas.


" Bagaimana keadaannya Rico?" Tanya Madam Zola


" Aku sudah memberikan penenang dan pereda nyeri, sakitnya akan berkurang dan dia bisa istrahat, Zola apa yang terjadi?" tanya dokter Rico


" Dia ceroboh dan menyusahkan dirinya sendiri" ucap Madam Zola tersenyum


" Biarkan dia istrahat selama tiga hari dan minta pelayan mengoleskan salep ini agar lukanya segera sembuh dan tidak meninggalkan bekas" Ucap Dokter Rico


" Terima kasih banyak Rico, kau memang yang terbaik" Ucap Madam Zola


"Semua untuk mu adalah yang terbaik adikku" Ucap Rico. Ya benar Dokter Rico adalah Adalah kakak dari Madam Zola.

__ADS_1


Selama tiga hari Bella beristirahat dan terus dikontrol oleh dokter Rico hingga ia merasa sudah sembuh tinggal bekas lukanya saja yang belum hilang tapi kata dokter Rico setelah satu bulan akan hilang yang penting ia rajin mengoleskan salep buatan dokter Rico.


__ADS_2