Air Mata Bella

Air Mata Bella
Episode 30


__ADS_3

Bella bangun pagi hari dan langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap - siap untuk pergi bekerja. Afraban mengetuk pintu dan memanggilnya untuk sarapan. Bella sedikit kaget karena melihat omelette dan sandwich serta susu yang disiapkan Afraban.


"Af... apa kau yang menyiapkan semua ini?" tanya Bella sambil mengunyah sandwich.


" Tidak ada orang lain di rumah ini, sudah tentu aku yang menyiapkannya, jika menunggu kau yang membuat sarapan maka kita tidak akan sarapan seperti sekarang" Cibir Afraban.


" Tidak perlu menyindirku" Bella berhenti makan dan langsung meminum susu karena merasa tersinggung. Afraban hanya memandangnya sambil memasukkan sandwich ke dalam box karena Bella belum sempat makan jadi dia berinisiatif untuk membawa makanan itu ke proyek berjaga - jaga jika Bella kelaparan saat bekerja. Mereka berangkat ke proyek tanpa berkata apapun. Ternyata pekerjaan di proyek sangat padat beberapa bahan bangunan kosong menyebabkan Bella memutar otak untuk bisa mencari supplier dengan kualitas bagus dan harga yang terjangkau sehingga tidak menambah pengeluaran perusahaan.


" Sudah jam satu, makan sandwich nya ini sudah dingin tapi bisa mengganjal perut sampai makan siang kita datang, aku sudah memesan makan siang Bella" Ucap Afraban menyodorkan sandwich yang dia bawa dari apartemen.


" Terima kasih " Ucap Bella sambil memakan sandwich, dia memang merasakan perih di lambungnya.


" ini minumlah " Ucap Afraban menyodorkan air mineral.


" Wah... pengantin baru yang bahagia, bagaimana malam pertama kalian apa kau bisa bergerak kakakku sayang?" Cibir Leonard dengan suara yang besar membuat semua pekerja menoleh menatap mereka. Pekerjaan dilakukan di lapangan terbuka sehingga semua orang bisa mendengar apa yang di ucapkan Leonard. Afraban menunduk dengan wajah merah menahan malu, sedangkan Bella benar - benar muak dan ingin menghajar Leonard.


" Aku rasa seorang Playboy cap karung seperti mu pasti tahu apa yang pasangan lakukan di malam pertama mereka dan benar sekali kami sangat bahagia, ayo sayang kita harus pergi ke kantor menyelesaikan masalah MOU dengan supplier". Kata Bella sambil mendorong kursi roda Afraban menuju parkiran mobil.


" Maafkan adikku " Afraban membuka suara saat mereka dalam perjalanan menuju kantor pusat yang terletak di kediaman keluarga Antares Braco. Bella tidak menjawab Afraban hanya memandang dengan sinis saja. Mereka sampai ke perusahaan dan segera menyelesaikan pekerjaan mereka hingga tidak terasa hari sudah pukul lima sore.


" Kita pulang Bella " Ucap Afraban. Mereka keluar ruangan tetapi Lia menghentikan mereka dan mengajak untuk makan malam bersama. Lia benar - benar berubah dan berusaha memperbaiki hubungan dengan Afraban dan Bella.


" Af apa kau tidak akan mengajak menantu kesayangan ku makan malam bersama keluarga kita?" Ucap Lia dengan wajah sengaja dibuat cemberut.


" Ibu...maafkan aku" Ucap Afraban sambil memeluk Ibunya.


" Bella menantuku sayang ayo kita makan malam" Lia merangkul Bella menuju meja makan.


" Nyonya Lia...aku akan berjalan bersama Suamiku" Ucap Bella kembali dan mendorong kursi roda Afraban. Nyonya Lia menatap dengan bahagia pasangan pengantin baru itu.

__ADS_1


Mereka makan malam tanpa kejadian yang berarti, Bella dan Afraban langsung kembali ke Apartemen setelah makan malam selesai. Dalam perjalanan Bella berbicara meminta untuk mengambil mobilnya yang masih berada di kediaman Madam Zola.


" Af...aku mau ke rumah madam besok, mobilku masih ada di sana" ucap Bella santai.


" Tidak perlu Bella, kita masih bisa menggunakan mobil ini untuk pergi bekerja lagi pula selama beberapa bulan ke depan tempat kerja kita masih sama". Ucap Afraban.


" Tapi aku...." Bella tidak meneruskan kalimatnya karena Afraban memandangnya dengan sinis.


" Dasar manja " Cibirnya. Bella sangat kesal mendengar ucapan suaminya. Setelah tiba di Apartemen Bella langsung masuk tanpa mempedulikan suaminya. Ia langsung mandi dan tidur tanpa meminum obatnya. Afraban memeriksa istrinya yang terlihat sudah tidur.


'Maafkan aku Bella, bukannya aku ingin menyiksamu tapi kita harus memulai semua dari awal aku pasti bisa membelikan mobil untuk mu '


Afraban memandang istrinya dan segera kembali ke kamarnya mengganti pakaian dan tidur. Afraban terkejut mendengar suara teriakan dan tangisan dari kamar Bella, dia bergegas bangun dan naik ke kursi rodanya lalu menuju kamar Bella. Afraban sangat terkejut melihat kondisi istrinya yang berantakan menangis dan berteriak dengan posisi duduk memeluk tubuhnya.


" Bella ada apa?" Afraban benar - benar bingung dengan apa yang terjadi pada istrinya.


" Air...air itu sungai aku tenggelam jangan sakiti mereka" Bella menggigil mengucapkan kalimat itu berulang-ulang. Afraban mensejajarkan kursi rodanya sehingga tepat di samping Bella lalu memeluk Bella dan berusaha menenangkannya.


" Apa yang telah kau alami hingga jadi seperti ini Bella?" Afraban bertanya sambil mengelus rambut istrinya yang sudah tertidur. Dia lalu keluar kamar dan kembali mencoba istrahat.


Bella bangun pagi itu dengan melihat kondisi tempat tidurnya yang sedikit berantakan dia mencoba mengingat semalam dia lupa meminum obatnya karena kesal pada suaminya. Dia langsung keluar dan mandi lalu bersiap untuk pergi bekerja.


" Ayo sarapan aku sudah memasak nasi goreng, Madam Zola pernah bilang kau suka nasi goreng" Ucap Afraban sambil tersenyum. Bella menatap senyum itu aneh.


" Maafkan aku membuatmu kesal semalam" Ucap Afraban saat Bella sedang makan.


" Apa ada yang terjadi padaku semalam?" tanya Bella curiga.


" Tidak ada, memangnya apa yang terjadi" Afraban balik bertanya, dia berusaha menyembunyikan kejadian semalam.

__ADS_1


" ow tidak ada lupakan saja dan terima kasih banyak nasi gorengnya" Ucap Bella tersenyum.


" aku membuat makan siang, untuk berjaga - jaga jika kita bekerja lupa waktu lagi" Ucap Afraban. Mereka berangkat ke tempat kerja bersama. Mereka berdua kembali bekerja hingga sore hari dan Bella merasa lapar.


" Af .... aku lapar " cicit Bella ragu - ragu.


" Ayo kita makan, aku sudah siapkan....maafkan aku tadi harus menyelesaikan beberapa file sehingga lupa waktu makan siang" Afraban berkata dengan senyum tulus.


" Ayo makan " Bella berkata sambil makan nasi dengan lauk sup dan nuget ayam.


" Kenapa tidak ikut makan, ini banyak sekali apa aku terlihat seperti kuli sampai kau berpikir semua ini ku habiskan sendiri" Ucap Bella mengajak suaminya makan


" Makanlah dulu, aku akan makan saat kau selesai karena perutku rasanya masih kenyang". Disaat yang sama perutnya berbunyi sampai Bella harus tertawa dan mengajak nya kembali makan bersama. Akhirnya mereka makan bersama. Setelah makan mereka langsung pulang namun Afraban membawa Bella ke kediaman Madam Zola terlebih dahulu dengan alasan ia harus ke kampus karena ada jadwal mengajar di kelas malam. Bella setuju saja karena ia memang merindukan madam Zola dan semua temannya di kediaman itu. Bella bercanda dengan semua orang termasuk Madam Zola yang tidak hentinya bertanya apa Bella kesulitan dan apa yang bisa di bantu olehnya tetapi selalu di jawab oleh Bella dengan jawaban ia sangat bahagia. Sampai akhirnya Rico datang dan bertanya dimana Afraban.


" Dia ke kampus katanya ada jadwal malam Paman tampan" Ucap Bella sambil memeluk pamannya.


" Yang benar saja kemarin aku menerima pemberitahuan bahwa semua perkuliahan itu daring Bella, tidak ada kelas konvensional" Ucap Rico memberi penjelasan.


" Lalu dia kemana? dia bohong padaku.... Arin antar aku pulang ke apartemen tidak perlu menunggu dia menjemput ku mungkin dia lagi bersama orang lain" ketus Bella


" Apakah putriku cemburu pada suaminya" Madam Zola tersenyum penuh arti.


" Aku pamit Madam, paman " kata Bella sambil memeluk mereka semua. Bella memasang muka kesal sepanjang perjalanan. Dia melihat pintu apartemen yang tidak tertutup dan langsung masuk dengan kemarahan yang menggebu.


" Bella....kenapa pulang sendiri aku kan bilang akan menjemput mu" Afraban berkata lembut menyambut istrinya.


" Kau bohong padaku, paman bilang semua kelas itu sistem online...kau bilang akan ke kampus tapi ternyata kau ada di rumah...dasar pembohong" Bella benar -. benar di luar kendali.


" Bella aku minta maaf, aku sengaja bilang akan ke kampus padahal aku kembali dan menukar ranjang ku, sehingga kau bisa tidur di kamar utama, biar aku yang tidur di kamar tamu" Afraban mencoba memberi penjelasan.

__ADS_1


" Ayolah....jangan marah lagi....masuklah ke kamarmu, aku harus membersihkan kamar tamu lagi" tambahnya dengan senyum yang masih terukir. Bella merasa malu karena telah marah dan berkata kasar pada suaminya padahal suaminya berusaha memberikan kenyamanan padanya.


" Terima kasih dan maafkan aku" Ucap Bella lalu masuk ke kamar utama.


__ADS_2