
Bella harus menghabiskan semalam di rumah sakit, keesokan harinya baru mendapatkan izin untuk kembali ke kediamannya. Setelah sampai di kediaman nya Bella langsung menuju kamarnya dan kembali berbaring di ranjangnya, belum sempat tertidur Lin sudah datang menemuinya dan menyerahkan SK dosen pembimbing untuk penyusunan tesis nya. Ternyata salah seorang pembimbing nya adalah Dr. Afraban M.BA. Bella sedikit bingung karena dia belum menyiapkan materi untuk penyusunan tesisnya. Di tengah kebingungannya ada chat yang masuk.
AKU SUDAH MENERIMA SK SEBAGAI PEMBIMBING TESIS MU BELLA
Bella tersenyum membaca chat itu dan membalasnya
MOHON BIMBINGANNYA PAK DOKTOR ABI, AKU AKAN SEGERA MEMBUAT DRAFT PROPOSAL DAN MELAKUKAN BIMBINGAN PADA ANDA.
Pesan terkirim dan langsung dibaca oleh sang penerima pesan.
BERUSAHA LAH, AKU YAKIN KAU BISA.... GANBATTE KUDASSAI 💪
Begitulah balasan dari dosen killer yang membimbing Bella. Bella sangat senang. Seorang pelayan datang dan meminta Bella segera ke ruang kerja Madam Zola. Bella langsung pergi menemui Madam Zola di ruang kerja nya.
"Madam....ada sesuatu yang harus ku lakukan?" tanya Bella
" Dear.... mulai sekarang berhenti bekerja sebagai Barista ya....kau hanya perlu mengawasi keuangan dan manajemen nya....tidak usah menjadi barista lagi. Dan tugas mu akan bertambah karena beberapa proyek dengan Antares grub yang harus kau tangani".
" Baik Madam, madam ada beberapa yang telah ku periksa, ini tentang proyek bersama Antares grub, aku kurang setuju dengan manajemen mereka, administrasi perusahaan itu kurang rapi, aku akui jika di lapangan pekerjaan mereka memang yang terbaik, kelemahan manajemen itu menjadi masalah dan mengurangi keuntungan kita" Ucap Bella serius
" Adakah saran dari seorang calon Magister Manajemen Bisnis?" Ucap Madam Zola tersenyum
" Aku rasa Leonard tidak cocok menangani masalah manajemen" Ucap Bella serius
" Madam...aku profesional mengatakan ini" tambahnya
" Ada ide untuk solusinya?" tanya madam Zola
"Gunakan Afraban di bagian manajemen, dia orang yang handal di bidang itu" ucap Bella
" Baiklah, aku akan menemui Antares besok, dan sebagainya balasan nya ikuti perintah ku dengan berhenti menjadi barista ok?" Ucap Madam Zola
" Baik Madam.....Kau yang terbaik" Ucap Bella sambil memeluk Madam Zola.
__ADS_1
Bella sangat gembira dan kembali ke kamarnya. Madam Zola menemui Antares Braco dan membawa bukti dan analisis yang Bella buat. Antares sangat terkejut karena tidak menyangka kalau Madam Zola akan sedetail ini. Antares sendiri menyadari kekurangan putra bungsu nya Leonard dalam hal administrasi dan manajemen namun ia tidak punya pilihan.
" Maafkan aku Madam, akan segera ku perbaiki dan aku berjanji tidak akan terulang" Ucap Antares takut - takut jika proyek ini dibatalkan
" Ini sudah yang ke tiga kalinya terjadi tuan Antares, aku mengalami kerugian. Seperti nya aku akan mengakhiri kerja sama ini" Ucap Madam Zola dingin
" Aku mohon Madam, apa yang harus ku lakukan agar dapat memperbaiki kesalahanku" Ucap Antares penuh harap
" Aku melihat latar belakang pendidikan putra tertua mu, dia seorang ahli manajemen dan administrasi, gunakan dia dalam menyelesaikan permasalahan manajemen dan administrasi dalam proyek ini, untuk bagian lapangan tetaplah percayakan pada Leonard" ucap Madam Zola dingin
" Tapi Madam kondisinya dia itu lumpuh" Antares mencoba menjelaskan
" Aku belum pernah mendapat penolakan Tuan Antares, Ayo Lin kita kembali dan pertimbangkan perusahaan lain yang dapat bekerja dengan baik" Ucap Madam Zola.
Madam Zola meninggalkan Kantor Antares dan Langsung menuju Kampus tempat Bella terdaftar untuk mengecek semua perkuliahan Bella, agar Bella dapat cepat selesai. Sementara itu Antares sangat bingung dan akhirnya memanggil istrinya untuk segera menelepon Afraban dan meminta ia kembali ke rumah utama mulai saat itu, karena akan ada proyek yang harus ia tangani. Antares anak yang dingin dan ketus namun sangat patuh pada ibunya. Dengan berat hati Afraban menerima perintah itu dan kembali tinggal di rumah utama.
AFRABAN POV
" Halo Bu...." ucapku
" Halo Af, Kembalilah ke rumah, akan ada proyek yang harus kau selesai kan. Leon tidak punya waktu menyelesaikan itu, buatlah diri mu berguna" Ucap Ibu
" Tapi Bu, aku nyaman di apartemen ku" jawabku
" Ini perintah ku Afraban Braco" Ucap ibu menekankan kata perintah
" Baik ibu aku akan segera kembali ke rumah" Ucapku, aku tidak bisa menentangnya. Hari itu juga aku mengepak beberapa barang terutama buku - buku yang akan ku gunakan dalam mengajar mahasiswa ku. Aku kemudian menelepon supirku dan kami kemudian kembali ke rumah utama, rumah yang menjadi asing bagiku sejak insiden itu, sejak kelumpuhan ku. Aku bertanya dalam hati pekerjaan apa yang tidak bisa di selesaikan oleh Leon, bukankah ayah selalu membanggakan nya selama ini berbeda dengan ku yang hanya seorang pembawa sial? semua membuat ku bertanya - tanya. Tanpa terasa aku sudah sampai di rumah utama kami. Aku langsung masuk ke kamar ku dengan kursi roda tentunya. Seorang Pelayan masuk dan mengatakan bahwa ayah menunggu ku di ruang kerja, aku segera menemui ayah.
" Af, investor terbesar kita menginginkan kau yang menangani masalah administrasi dan manajemen di beberapa proyek kita, jika aku tidak menurutinya maka dia mengancam akan menarik semua dana investasi nya" Ucap ayah dengan malas.
" Apa yang bisa ku kerjakan ayah?, dan apakah aku harus ikut ke perusahaan ayah mulai besok?" tanyaku hati - hati
" Tidak perlu, kau hanya akan jadi beban. beberapa staf akan datang membawa semua pekerjaan yang harus kau selesaikan" Ucap Ayah. Hatiku kembali terluka mendengar kata - kata ayah tapi aku hanya diam.
__ADS_1
" Baiklah, aku ada di kamar ayah, dan akan ku selesaikan semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawab ku" Ucapku sambil meninggalkan ruangan kerja ayah. Dalam hati aku bertanya siapa investor terbesar yang berhasil memaksa ayah untuk meminta ku Bekerja kembali? sungguh orang yang hebat, mengingat ayah termasuk orang yang licik dan keras dalam berpendapat. sesampainya di kamar aku membuka ponselku dan menerima pesan dari gadis unik itu, pesan berupa file bab 1 tesisnya. Aku membacanya dan harus ku akui tulisan nya bagus dan berbobot. Aku meminta supirku mengantarkan ku ke kediaman Madam Zola membawa beberapa buku untuk gadis itu jadikan referensi dalam menulis tesisnya. sesampainya di sana kami di bawa ke perpustakaan keluarga dan di sana Gadis bernama Bella itu sedang mengetik tesis nya.
" Aku sudah baca bab 1 nya, ini ku bawakan buku yang bisa kau gunakan sebagai referensi tinjauan pustaka" ucapku memberikan beberapa buku
" Ini untuk ku? waaa anda baik sekali, terima kasih banyak" Ucap Bella senang
" aku telah menandai beberapa halaman yang bisa kau masukkan dalam tinjauan pustaka mu, dan satu lagi aku tidak memberikan buku itu, aku hanya meminjamkan nya" Ucapku cuek
" ya elah....ganteng - ganteng pelit" cibir Bella. aku mendengar jelas ucapannya
" Maaf kau bilang apa?" tanya ku sinis, berani sekali dia mengatakan aku pelit. dasar tidak tahu terima kasih
" tidak apa - apa...aku tadi bilang anda sangat baik Pak Abi" Ucapnya.
" Kerjakanlah sekarang dan aku harap tiga jam dari sekarang kau telah menyelesaikan proposal mu, kirimkan file nya padaku, aku harus pulang dan kau harus tahu mulai besok aku harus membantu ayahku pada beberapa proyek nya jadi cepatlah" Ujarku
" Baik Pak Abi, aku juga besok sangat sibuk jadi harus menyelesaikan semua ini sekarang, terima kasih banyak atas pinjaman bukunya dan apakah anda bersedia makan siang di sini?, Anda menjamu ku saat aku bertamu di tempat anda jadi sekarang aku harus membalas nya, anggap saja ucapan terima kasih ku" Ujarnya serius.
" baiklah, selesaikan segera proposal mu dan aku bisa segera mengoreksinya". Balasku
" Baik" Ucapnya. Dalam dua jam terakhir kami hanya diam tanpa saling bicara dia sibuk mengetik proposal nya. Hingga seseorang mengetuk pintu dan ternyata seorang pelayan yang mengatakan bahwa makan siang sudah siap dan kami di minta untuk pergi ke ruang makan.
" Pak Abi, apakah anda bersedia membaca proposal lengkap ku sebelum kita makan siang? aku baru saja menyelesaikan nya" Ucap Bella
" ok, mana proposal mu" tanyaku
" sudah ku kirimkan pada chat anda" Ujar Bella
Aku membacanya dan harus ku akui persis seperti yang ku inginkan, jadi aku langsung menandatangani lembar persetujuan nya.
" kau bisa segera print dan konsultasi dengan pembimbing 1, sudah ku tanda tangani lembar pengesahan mu" Ucapku
" terima kasih banyak, mari kita makan siang" ujarnya tersenyum. Kami lalu makan siang bersama dengan Madam Zola dan juga Pamannya yang seorang dokter bernama Rico. Setelah makan siang aku permisi kembali ke rumahku.
__ADS_1