
Bella menjalani kehidupan yang bahagia bersama suaminya. Mereka berangkat dan pulang kerja bersama setiap harinya. Afraban tidak pernah lagi menyembunyikan sesuatu dari istri nya. Lia Ibu dari Afraban tiba - tiba saja menemui Afraban di ruang kerjanya. Afraban sangat heran.
" Ibu, ada apa....tidak biasanya ibu datang tanpa memberitahu ku" Ucap Afraban.
" Nak....ibu datang menemui mu, ada sesuatu yang harus kau ketahui" Ucap Lia
" Ada apa ibu?" Tanya Afraban masih dengan senyum merekah di wajahnya
" berhati-hatilah kepada Ayah dan adik mu, ibu mendengar semalam kalau mereka akan melakukan sesuatu terhadap kau dan Bella" Ucap Lia gemetar.
" Ibu....apa ibu yakin dengan semua ini?" tanya Afraban
" Aku sangat yakin, tapi aku belum punya bukti dan belum memiliki detail rencana mereka seperti apa" Ucap Lia.
" Ibu tenang saja.... aku dan suamiku akan segera menyelesaikan semua itu, kami akan hati - hati" Ucap Bella sambil masuk ke ruangan Afraban.
" Maaf Hubby ruangan mu tidak tertutup jadi aku langsung masuk" Ucap Bella. Afraban berdiri menyambut Bella dan mencium keningnya,
" Mengapa harus meminta maaf sayang, ayo duduk" Ucap Afraban.
Bella segera duduk dan memeluk Nyonya Lia,
" Ibu tidak perlu terlalu khawatir.... kami berdua akan segera menyelesaikannya, aku janji" Ucap Bella.
" Bella sayang.... berhati-hatilah....ibu tidak mau terjadi sesuatu padamu" ucap Lia.
" Tentu saja ibu...." Ucap Bella. Lia pamit dari ruang kerja Afraban dan segera meninggalkan Zaphire grup. Bella tertegun mendengar penjelasan dari ibu mertuanya, dia masih tidak habis pikir mengapa Antares Braco dan Leonard Braco sangat membenci Afraban Braco bahkan kebencian mereka itu sampai ingin membuatnya celaka juga.
" Hubby apa yang harus kita lakukan?" Tanya Bella.
" Sayang.... untuk sekarang kita cukup awasi mereka dari jauh, mereka belum melakukan apa- apa bukan? Mungkin Ibu hanya terlalu khawatir pada kita" Ucap Afraban berusaha menenangkan Bella.
" Mengawasi dari Jauh, tapi bagaimana kalau kita kalah selangkah saja dari mereka kita bisa hancur Hubby, aku akan meminta Bian menyelidiki ini" Ucap Bella jengah.
__ADS_1
" Sayang, aku mohon biarkan aku yang menyelesaikan masalah ini, mereka ayah dan adikku, aku yakin ini hanya sebuah salah paham" Ucap Afraban.
" Selesaikan dengan baik Hubby, jika tidak aku yang akan menyelesaikannya.... kau cukup tahu bagaimana cara kerjaku dan sejak awal aku sudah bilang aku benci pengkhianat" Ucap Bella sambil berdiri meninggalkan ruang kerja Afraban.
" Sayang, aku janji secepatnya" Ucap Afraban.
" Satu bulan, waktu mu satu bulan untuk menyelesaikan semua itu.... bekerjalah dengan baik Afraban suamiku" Ucap Bella dengan dingin.
Afraban sangat bingung, ia tidak tahu harus memulai dari mana untuk mengambil langkah dalam menyelesaikan permasalahannya. Dia sangat menyayangi Ayah dan juga Adiknya. Semua jadi membingungkan, jika membiarkan Bella menyelesaikan semua itu maka itu sama saja membuat dia kehilangan ayah dan adiknya. Bella adalah pembunuh berdarah dingin, dia menyelesaikan masalah dengan menghabisi semua yang menjadi biang masalah sampai ke akar - akarnya. Afraban hanya bisa mengusap kasar wajahnya karena dia benar - benar bingung.
Di tempat lain tepatnya di ruang kerja Bella, Bella memanggil Arin.
" Duduklah, aku butuh bicara dengan mu" Desis Bella.
" Ada apa, apa terjadi sesuatu yang buruk?" Tanya Arin.
" lakukan dua hal sekarang pertama Beli satu ponsel untuk ku, tapi jangan sampai ketahuan suamiku, dan yang kedua hubungi Bian minta dia melakukan penyelidikan terhadap Antares Braco dan Leonard Braco, mereka ingin mengganggu ku" Ucap Bella dingin, sementara Arin mengetik sesuatu di ponselnya.
" 10 menit lagi ponselmu tiba dan untuk tugas Bian berikan dia waktu 3 hari untuk mencari informasi dan membuat laporan setelah itu kau boleh menentukan langkah yang harus kau tempuh Nona...." Ucap Arin dengan nada dingin.
" Tuan Adam akan tiba besok untuk menemui anda, proses akuisisi dengan MM CONSTUCTION telah selesai dan sepertinya dia akan meminta izin darimu untuk mengeluarkan Wina dan Liza dari Rumah sakit jiwa, mereka sudah membaik tetapi mereka sangat membenci ibu mereka Hani Mahardika" Ucap Arin panjang lebar.
" Baiklah....aku akan menemuinya, segera persilahkan dia masuk ketika sudah sampai" Ucap Bella datar. Suara ketukan di pintu dan sekertaris Bella memberikan sebuah box dari tuan Johan katanya.
" Ini ponselmu Nona, tidak berbentuk ponsel tetapi lebih mirip sebuah kacamata, ponsel ini sudah terhubung dengan ku, Johan, Bian dan Madam Zola... Anda hanya perlu menyebut nama kami dan akan langsung terhubung, ponsel ini juga dilengkapi teknologi untuk memindai daerah atau tempat yang anda datangi sehingga jika anda di culik kami akan segera tahu" Ucap Arin menjelaskan fungsi Ponsel tersebut.
" Nice....tapi bagaimana jika aku ingin chat?" Tanya Bella
" Chat akan membawa masalah nona, tetapi jika terpaksa anda bisa menggunakan bersamaan dengan ponsel anda yang lain" Ucap Arin.
" Perfect.... terima kasih Arin, kau memang yang terbaik dan ia nanti sore aku akan pulang ke kediaman aku ingin berlatih menembak, aku akan ke apartemen saat waktu tidur" Ucap Bella.
" Apa Anda kesal lagi pada Tuan Afraban?" Tanya Arin.
__ADS_1
" Tidak... hanya saja aku merasa ada bahaya yang mendekati kami, dia terlalu baik, apalagi ini menyangkut Ayah dan adiknya, dia bingung mengambil langkah, jadi aku harus bersiap sendiri" Ucap Bella
" Mengapa kita tidak menghabisi mereka saja?" Tanya Arin.
" Afraban dan ibu akan Sedih, biar bagaimanapun mereka adalah keluarga" desis Bella.
" Baiklah aku mengerti sekarang, aku pamit kembali ke ruangan ku nona, sampai jumpa" Ucap Arin.
" Sampai jumpa nanti sore Arin" Ucap Bella.
Bella meneruskan pekerjaannya, dia ingin semuanya selesai karena dia harus segera menuju kediaman keluarga Zaphire, berlatih menembak bukanlah tujuan utamanya, ada sesuatu yang harus dia kerjakan di sana, karena hanya di sana ia bisa yakin tidak dibuntuti oleh siapapun. Bella bekerja dengan cepat bahkan ia menolak ajakan suaminya untuk makan siang, sementara Afraban hanya berfikir kalau Bella sedang ngambek karena permasalahan pagi itu. Pukul tiga siang Bella telah menyelesaikan pekerjaannya dia menghubungi Arin untuk segera menyiapkan mobil karena mereka akan pulang. Bella mengirimkan chat pada suaminya bahwa ia ada urusan sebentar di kediaman keluarga Zaphire dan akan kembali nanti malam.
Bella dan Arin segera meninggalkan kantor dan pergi menuju kediaman keluarga Zaphire, setelah sampai Bella langsung meninggalkan mobilnya dan naik mobil lain menuju sebuah tempat di luar kota, Arin sedikit Bingung tetapi hanya diam mengemudi sesuai arahan Bella.
" Jangan bingung aku sengaja mengganti mobil, karena mobil yang biasanya dipasangi GPS oleh suamiku, akan ketahuan jika kita menggunakan itu" Ucap Bella masih dengan nada datar.
" Apa tebakanku benar, kita akan menemui Hajime San?" Tanya Arin.
" Tentu saja, ini pertemuan pertama kita Madam pernah meminta ku menemui orang tua itu, namun aku belum pernah menemuinya, Madam memberikan kartu ini katanya dengan memperlihatkan kartu ini maka kita bisa diarahkan langsung menemui Hajime San" Ucap Bella masih dengan nada dingin.
" Apa suamimu tahu dengan semua ini, mereka mafia kita harus hati-hati" Ucap Arin.
" Itu sebabnya aku membawamu, tenang aja aku sudah menyiapkan semuanya, termasuk sopan santun saat menemui mereka" Ucap Bella tersenyum.
Satu jam kemudian Bella meminta Arin berhenti dan tidak lama 4 mobil datang dengan ditumpangi beberapa orang yang dikenali oleh Arin, mereka adalah Bian, Johan, Alex dan Andra.
" Mereka juga disini, kau benar - benar sudah menjadi Madam, aku tadi sempat khawatir jika kita akan mendapatkan masalah karena datang hanya berdua" Arin tersenyum.
" Aku mengerti tata cara dan sopan santun menemui mereka Madam mengajariku" Ucap Bella.
" Aku akan menemui penjaga" Ucap Bian.
" Tidak, biar Andra yang lakukan itu, Bian dan Johan di depanku, Arin di samping ku dan Alex serta anak buah kalian biarkan di belakang ku, setelah Andra melapor dia kan bersama Alex di belakang ku" Ucap Bella.
__ADS_1
" Tentu Nona...." Ucap Bian.
" Ayo kita temui Orang tua itu". Bella melangkah menuju pintu masuk sebuah bangunan megah.