
Hujan sangat deras Afraban basah kuyup tetapi tidak bergeming di taman, ia tetap menunggu Bella. Sementara Arin yang melihat itu berlari menemui Bella.
" Bella....lihat siapa yang sedang ada di taman dia sudah di sini sejak siang tadi" Ucap Arin.
Bella melangkah ke jendela dan melihat ke arah taman dia kaget melihat suaminya duduk di kursi roda dengan tubuh yang basah.
" Astaga....sejak kapan dia di sana, kenapa tidak memberitahu ku Arin" Ucap Bella panik.
Bella melihat HP nya ternyata sudah jam 11 malam, tadi dia memang kesal dan pulang ke kediaman Madam Zola tapi karena lelah dan mengantuk dia tertidur dan baru bangun saat malam. Dia. tidak melihat ponsel yang berisi panggilan dan pesan dari suaminya.
" Madam....aku mau pulang.... suamiku membuat ulah dengan membiarkan tubuhnya basah di taman" Bella cemberut.
" Dear.... Madam sudah tau yang terjadi....apa kau akan pulang ke apartemen nya?" Madam Zola menatap ragu pada Bella.
" Ini hanya masalah kecil Madam, tadinya aku berpikir ingin memberikan pelajaran sedikit tapi aku tertidur" Ucap Bella pasrah.
" Aku pikir kau benar - benar marah, dia sangat takut tadi dan bersikeras tidak akan pulang" Ucap Madam Zola tersenyum.
" Jangan pernah bilang padanya klw aku tertidur tadi" Ucap Bella dan langsung pamit menemui Afraban di taman.
" Bella.... Akhirnya kau mau ke sini, ayo pulang jangan begini kita bicarakan semua dengan baik". Ucap Afraban.
" Ayo pulang " Bella memasang wajah datar padahal ia tidak tega melihat Afraban basah dan kedinginan.
Mereka pulang, pak Budi heran melihat Afraban yang basah kuyup tetapi tidak berani bertanya. Sepanjang perjalanan semua diam. Bella langsung turun dan masuk ke Apartemen sementara Afraban menyusulnya. Dengan cuek Bella langsung mandi dan berganti pakaian, dia sengaja mendiami Afraban. Sementara Afraban melihat Bella Selesai mandi juga langsung masuk kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Bella berharap Afraban akan bicara setelah keluar dari kamar mandi tapi dia salah suaminya itu langsung keluar kamar. Bella sedikit kesal karena dia sebenarnya menginginkan Afraban bicara meminta maaf tapi itu tidak terjadi. Bella berbaring di ranjangnya dengan wajah kesal. Setengah jam kemudian Afraban masuk ke kamar dan berkata
" Ayo makan malam, aku yakin kamu belum makan....tadi siang hanya sesuap nasi saja yang sempat kamu makan" Ucap Afraban sambil berlalu kembali ke meja Makan.
Bella bangkit dari ranjang sambil tersenyum tetapi ia menyembunyikan wajahnya yang tersenyum itu. Mereka berdua kemudian makan dalam diam, Bella sangat menikmati makanan yang dimasak suaminya. Tidak terasa salmon bakarnya tinggal 1 dan Bella menginginkan itu tapi Afraban terlanjur mengambilnya dan akan memasukkan dalam mulutnya.
" Aku mau itu...." Ucap Bella cemberut menunjuk salmon bakat di tangan Afraban.
__ADS_1
" baiklah...ini makanlah" Afraban menyuapi Bella salmon bakar sambil tersenyum.
" Apa masih mau aku akan bakar untuk mu lagi" Ucapnya memutar kursi rodanya ke arah kompor
" Tidak perlu aku sudah kenyang" Ucap Bella dengan wajah kembali datar. Afraban pasrah dan membersihkan meja. Seperti biasa jika makan malam selesai Bella akan langsung ke kamar tapi tidak kali ini dia beranjak ke tempat pencucian piring dan mulai mencuci piring yang di gunakan makan tadi.
" Bella....tidak perlu....biar aku yang selesaikan itu semua" Ucap Afraban dengan nada memelas.
" Aku juga bisa bekerja di dapur" ucap Bella ketus.
Setelah mencuci piring Bella langsung kembali ke kamar, dia melihat Afraban duduk di kursi Roda menantinya. Bella duduk d ranjang dan memasang wajah kesalnya.
" Bella....aku minta maaf, perempuan tadi siang itu memang benar pernah bertunangan dengan ku, tetapi dia meninggalkan aku ketika aku dirawat di rumah sakit selama berbulan - bulan dan dengan kondisi ku yang seperti ini. Aku sudah mencoba menghubunginya tetapi dia berkata tidak bisa menerima keadaan ku yang lumpuh" Ucap Afraban berusaha menjelaskan tentang Vivi.
" Bella....aku tidak keberatan dengan yang aku lakukan selama ini, jangan dengarkan mereka dan aku mohon kita menyelesaikan segala sesuatu ini harus dengan kepala dingin" Tambah Afraban lagi. Dia bingung Bella hanya diam memasang wajah datar sementara ia sudah menjelaskan yang terjadi.
" Di depan orang lain memanggil ku sayang, tapi kalau sudah sampai rumah Bella.... Bella.... dasar menyebalkan" Ucap Bella menggerutu dan langsung berbaring tanpa menanggapi ucapan suaminya.
Afraban yang mendengar itu sedikit kaget tapi langsung tersenyum. Ternyata istrinya ingin dipanggil sayang dan dimanjakan olehnya. Dia langsung ke ruang makan mengambil air minum untuk istrinya agar dapat minum obat sebelum tidurnya.
Bella bangun dan meminum obatnya lalu berbaring kembali.
" Selamat tidur sayang, mimpi yang indah " Ucap Afraban mengelus. rambut Bella.
" Kau akan tidur di kamar tamu lagi?" tanya Bella.
" Apa istriku masih marah padaku? jika masih kesal melihat ku aku akan tidur di kamar tamu, tapi jika sudah tidak kesal lagi maka aku akan tidur di sini sayang" ucap Afraban.
" Tidurlah di sini, aku akan membantu mu naik ke atas ranjang" Ujar Bella dan bangun dari tempat tidurnya membantu Afraban naik ke tempat tidurnya.
Bella kemudian tidur di samping Afraban, sementara Afraban memandangnya dengan senyum yang sangat indah.
__ADS_1
" Tidurlah yang nyenyak istriku sayang" Afraban mengelus rambut Bella dan mengecupnya. Keesokan paginya mereka sarapan bersama dan karena hari Minggu mereka hanya di rumah saja . Bella membuka percakapan.
" Af....aku ingin bicara" ucap Bella lembut.
" Kau harus memanggil ku sayang " Afraban memandang Bella dengan serius.
" Jangan memarahiku, aku hanya mau bicara dengan mu....hiks...." Bella berpura - pura menangis dan memasang wajah sedih.
" Astaga....sayang aku tidak memarahi mu, bicaralah, ada apa sayang?" Afraban membujuk Bella dengan menggenggam dan mengelus tangannya. Bella merasa memiliki senjata ampuh untuk membuat suaminya tidak marah atau kesal, memasang wajah sedih.
" suamiku sayang apa aku boleh memintamu untuk melakukan sesuatu demi aku?" Tanya Bella masih dengan nada memelas.
" Apa itu....katakanlah apa yang harus aku lakukan sayang" Ucap Afraban lembut memandang istrinya sambil mengelus rambutnya.
" Aku ingin kita berdua menemui Paman Rico dan memeriksa kaki mu, aku yakin paman pasti bisa menyembuhkanmu, dia kan ahli orthopaedi, ini hanya saranku tapi jika kamu tidak mau jangan di paksakan sayang" Ucap Bella menatap suaminya.
" Apa kau malu dengan keadaan ku Bella?" tanya Afraban serius.
" itu kan? kau menuduh ku lagi....hiks....hiks ..." Bella menangis sempurna.
" Sayang sudah aku tidak menuduh, baiklah aku ikuti keinginan mu tapi berjanjilah tidak akan menangis lagi sayang" ucap Afraban memeluk Bella.
" Janji ya....aku bukan malu dengan keadaan mu tapi aku ingin kamu seperti dulu kita harus berusaha" Ucap Bella.
" Apapun itu sayang, jika kamu yang minta aku akan ikuti" Balas Afraban.
" terima kasih banyak sayang" ucap Bella.
"Hari ini aku full mengajar Bella....kita di rumah saja ya memesan makanan dari restoran terdekat...aku ada kelas sayang....maafkan aku tidak bisa masak untuk mu". Afraban memandang istrinya memelas.
" Aku yang akan masak sayang...." Ucap Bella.
__ADS_1
" Apa kau bisa?" Afraban terkejut dengan ucapan Bella.
" Lihat saja nanti, sudah sana mengajar saja" Ucap Bella sambil mendorong kursi roda Afraban menjauh dari Dapur.