
Setelah menyelesaikan misinya Madam Zola dan tim nya segera kembali ke Kota B. Dia sangat merindukan Bella, apalagi mendengar jika Bella sakit. Setelah 12 jam perjalanan mereka tiba di kota B, Madam Zola langsung menemui Bella yang sedang beristirahat di kamarnya ditemani oleh Rico.
" Dear, apa yang terjadi kata Lin kau kesakitan?dimana yang sakit Dear?Madam di sini akan menjaga mu" Ucap Madam Zola dengan cepat
" Madam.... aku baik - baik saja...di sini ada Paman Rico dan dokter Lilis, bagaimana bisnis di sana apa lancar?" Tanya Bella sambil memeluk Madam Zola.
" Semua bisnis berjalan lancar Dear..... Kakak Rico ayo ke ruang kerja ku" Ucap Madam Zola. Rico dan yang lainnya kecuali Bella yang harus beristirahat semua mengikuti Madam Zola ke ruang kerjanya.
" Bagaimana dengan Wanita Ular itu? Tanya Rico antusias
" Clear....dia sudah berada di perut si Belang" Ucap Madam Zola dengan senyum mengembang.
" Perfect....Zola hasil pemeriksaan Bella, apa Lin sudah mengatakan padamu?" Tanya Rico dengan wajah serius
" Sudah kak, dan aku serius dengan ucapan ku bahwa hentikan semua pengobatan itu, biar Bella tenang dan menjalani semuanya seperti keadaan yang sekarang" Ucap Madam Zola
" Aku setuju Zola". Ucap Rico. Seorang pelayan mengetuk pintu dan mengatakan jika keluarga Antares Braco datang berkunjung untuk menjenguk Bella.
" Persilahkan mereka duduk di ruang tamu dan Arin tolong lihat Bella jika dia tidak sedang tidur minta ia menemui mereka, aku dan Rico akan segera menemui mereka juga. Arin segera menemui Bella dan mengatakan bahwa keluarga Antares Braco menemuinya untuk menjenguknya, mereka semua akhirnya berkumpul di ruang tamu kediaman Madam Zola.
" Madam Zola aku dengar Bella sedang sakit, sehingga harus di rawat di rumah sakit" Ucap Lia dengan manis, dia harus mencari simpati dari Madam Zola.
__ADS_1
" Aku baik - baik saja Nyonya Lia, kemarin hanya kelelahan jadi aku beristirahat" Bella ternyata sudah ada di ruang tamu dan segera bergabung dengan mereka semua.
" Panggil aku Tante Lia sayang, Leon tidak bisa tidur semalam, dia memikirkan mu, itu sebabnya kami kemari" Ucap Lia
" Benar Bella, Leon sangat gelisah mengingatmu" Tambah Tuan Antares
" Ayah, Ibu aku jadi Malu" Ucap Leon menunduk
" Terima kasih banyak Leon, telah mengkhawatirkan ku" Ucap Bella tersenyum. Sebenarnya Bella sedikit kecewa karena Afraban tidak ada di sana, namun ia sedikit terhibur karena masih ada Leonard yang perhatian padanya. Bella berpikir jika mungkin saja Leonard sudah berubah. Mereka semua mengobrol ringan, Leonard dan Bella semakin akrab, sehingga Madam Zola dan Rico berpikir jika Bella sudah stabil maka mereka akan menikahkan Bella dengan Leonard. Bella selanjutnya meminta izin untuk beristirahat di kamarnya dan Leonard mengantarkannya.
" Selamat beristirahat Bella" Ucap Leon
" Terima kasih banyak Leon" Ucap Bella.
" Kau seperti orang lain saja Dear, Perusahaan itu milikmu, aku akan menghandle nya jika kau cuti untuk bulan madu....." Ucap Madam Zola
" Hari ini terakhir aku bekerja Madam, aku berjanji segera pulang" Ucap Bella sambil mencium pipi Madam Zola dan berlari memacu motornya ke tempat proyek. Bella menggunakan motor agar lebih cepat. Tidak ada yang menyangka jika Bella akan datang ke proyek itu termasuk Leonard Braco. Bella mengecek langsung progres pekerjaan pada beberapa pengawas lapangan dan setelah itu ia bermaksud membuat kejutan untuk Leonard. Bella berjalan cepat menuju ruangan Leonard, sesampainya di pintu Bella mendengar suara Leonard sedang berbicara dengan seorang tetapi suara itu seperti suara seorang perempuan. Bella segera mendengarkan suara dari ruangan itu
" Kau harus mengerti sayang, aku membutuhkan dia untuk kelangsungan perusahaan keluarga ku, ayolah ini tidak akan lama dan yang terpenting kita akan tetap bersama, Bella tidak akan pernah tahu hubungan kita, bersama kita bisa menikmati hartanya dan kau bisa membeli semua barang yang kau inginkan" Suara Antares sangat jelas terdengar oleh Bella
" Baiklah sayang, tetapi kau berjanji akan meninggalkan perempuan itu setelah semua hartanya menjadi milikmu" Ucap suara gadis yang menjadi lawan bicara Leonard
__ADS_1
" Tentu sayang, setelah aku mendapatkan semuanya, aku akan menceraikannya". Ucap suara Leonard.
" Apa ayah dan ibumu tahu tentang ini?" Tanya suara gadis itu lagi
" Ayah dan ibuku tidak peduli mereka hanya peduli dengan perusahaan saja" kekeh suara Leonard. Bella tersenyum dan sangat senang telah berhasil mendengar semua itu, untung ia sudah memasang CCTV yang dapat merekam semua itu. Leonard tidak tahu jika Bella pernah memasang CCTV di ruangan itu untuk mengawasinya.
sungguh ceroboh melakukan rencana menipu ku di tempat ini.
Bella bergumam dalam hati dan segera kembali ke kediamannya untuk menyusun rencana pembalasan untuk Leonard Braco. Dia akan membalas dengan lebih kejam dan lebih memalukan. Sementara Leonard keluar dari ruangannya bertemu dengan beberapa pengawas proyek yang mengatakan bahwa tadi Bella ke ruangannya untuk menemuinya. Seketika Leonard mematung dia takut jika Bella mendengar semua percakapannya. Dia Langsung menelfon Bella dan untunglah langsung tersambung
" Halo, Dear kata pengawas kau datang ke proyek, mengapa tidak masuk menemui ku?" Ucap Leonard hati - hati
" Aku berubah pikiran sayang, setelah memeriksa progres pekerjaan di sana aku langsung pulang, tadinya ingin menemui mu tetapi aku lelah jadi langsung pulang, maaf ya" Ucap Bella lembut
" Dear, kau baik - baik saja kan? jangan terlalu lelah aku akan ke sana sekarang, tunggu aku" Ucap Leonard tersenyum karena dia tidak ketahuan.
" Sayang aku mau tidur, lagi pula kau juga lelah jadi beristirahat lah tidak perlu ke sini dan ibu juga tidak akan setuju karena sekarang waktunya kita di pingit" Ucap Bella masih dengan nada lembut
" Baiklah Dear, selamat beristirahat, aku mencintaimu" gombal Leonard
" Terima kasih sayang, kau memang ahlinya" Ucap Bella sambil mematikan panggilan telepon itu.
__ADS_1
Mau bermain - main denganku, Kau akan merasakannya Leonard. Kau dan keluargamu akan membayar semuanya.