
Afraban memeriksa semua pekerjaan terkait administrasi dan laporan perusahaan Antares grub sebelum di serahkan pada Bella. Sedangkan Bella terpaksa turun langsung memantau pengerjaan proyek. Bella berusaha menghindari Leonard karena ia tidak mau berdebat dan mendengar penghinaan suaminya. Waktu makan siang Bella sudah kembali ke kantor dan bertemu Afraban mereka makan siang bersama.
" Pekerjaan di sini sudah ku selesaikan sayang, kita bisa ke SPA dan memeriksa laporan di sana kamu juga bisa melakukan perawatan di sana sayang" Ucap Afraban mengelus tangan Bella.
" Kita ke rumah sakit dulu sayang, aku sudah menghubungi paman Rico dan dia mengosongkan jadwalnya hari ini" Ucap Bella memandang suaminya.
" sayang.... tapi kamu lelah sekali kemarin Bekerja seharian, aku bisa nanti saja diperiksa" Ucap Afraban.
" Apa kau bermaksud membantah perintah seorang Bella Putri Zaphire ?" Sungut Bella.
" Baiklah.... tapi berjanjilah kau akan pergi ke SPA setelah pemeriksaanku selesai" pasrah Afraban.
" Aku akan minta seseorang memijat ku nanti malam, rasanya lebih enak" Ucap Bella tersenyum penuh makna.
Akhirnya mereka berangkat ke Rumah sakit keluarga Zaphire. Di sana mereka bertemu dengan Rico dan dokter lilis yang langsung membantu pemeriksaan Afraban. Rico melakukan serangkaian tes terhadap kaki Afraban, sementara Bella menanti dengan cemas. Selama 1 jam mereka melakukan tes dan Bella sudah sangat tidak sabar menunggu hasil pemeriksaan di ruang kerja Rico. Afraban datang bersama Rico dan dokter Lilis serta seorang perawat yang memegang hasil lab.
" Paman.... bagaimana keadaan suamiku?" Tanya Bella antusias.
" Tidak ada yang salah pada kaki Afraban hanya harus terapi karena sudah kaku bertahun - tahun tidak digerakkan dan Bella ini sedikit berat apakah kau mau melakukannya?" tanya Rico serius.
" Tentu Paman.... apa yang harus aku lakukan?" Tanya Bella antusias.
" Carilah garam Inggris campurkan dengan air hangat dan rendam kaki suamimu setiap malam mulai sekarang" Ucap Rico memberi penjelasan.
" Berapa lama rendamannya?" tanya Bella serius.
" 30 - 40 menit setiap malam Bella dan pijat dengan lembut kaki suamimu itu akan merangsang syaraf nya untuk kembali bereaksi" Ucap Rico.
" Baik Paman....aku akan melakukannya mulai nanti malam" Ucap Bella.
" Lakukan itu selama sebulan dan bulan depan kita akan mulai terapi bersiaplah Afraban". Ujar Rico.
__ADS_1
" Terima kasih banyak Paman tampan dan bibi cantik, kami permisi aku akan memeriksa laporan di SPA keluarga kita" Ucap Bella.
" Tuan Rico, bagaimana jika seorang perawat yang merawat ku, aku akan membayarnya aku tidak tega membuat Bella lelah" Ucap Afraban merasa bersalah pada Bella.
" Jadi kau ingin perawat yang merawat mu? Baiklah mulai sekarang kau pulang sendiri ke apartemen dan aku akan kembali ke Kediaman Madam ku" Ucap Bella sinis dan langsung pergi.
" Bella, sayang.... jangan begini maksud ku tidak seperti itu" Afraban berusaha mengejar Bella. Bella berlari ke arah Lift karena lama terbuka ia berlari ke tangga darurat, karena berlari cukup kencang Bella terjatuh dan terguling di tangga. Afraban, Rico dan dokter Lilis seketika kaget melihat kejadian itu. Bella dilarikan ke IGD karena Kepalanya terbentur cukup parah hingga terluka cukup dalam.
" Ya Tuhan....aku benar - benar lelaki pembawa sial, bahkan istriku harus mengalami ini....sayang maafkan aku, bangunlah aku tidak akan membantah lagi" Afraban menangis menatap Bella yang belum sadar.
"Tenanglah AF.... kita tunggu sampai Bella sadar karena aku melihat hasil CT scan nya cukup bagus hanya luka luar di kepalanya kita bersyukur karena sepertinya dia hanya jatuh 4-5 anak tangga" Ucap Rico menjelaskan kondisi Bella.
Bella di pindahkan ke kamar perawatan dan di sana Madam Zola bersama Arin dan Lin serta Lia sudah datang. Rico menceritakan semua dan Madam Zola dapat memaklumi maksud Afraban yang tidak ingin membebani Bella.
Mereka semua menunggu Bella sadar dan sepakat untuk bermalam di rumah sakit. Pukul dua belas malam Bella sudah mulai sadar ia merasakan sakit di kepalanya, ia kaget karet melihat suaminya terus menangis memanggil namanya.
" Bella....sayang bangunlah, aku berjanji akan mengikuti semua yang kau inginkan, bangunlah buka matamu sayang, lihat di sana ada Madam Zola, ibu, Arin dan Lin serta paman Rico dan dokter Lilis" Ucap Afraban sambil mencium tangan Bella.
'Sepertinya ada yang sedang menyesal, baiklah aku akan mengerjai kamu suamiku sayang, bersiaplah' kekeh Bella dalam hati.
" uh.... aku dimana, kepala ku sakit sekali" Bella berbicara pelan.
" sayang kau sudah bangun" Ucap Afraban sangat bahagia, dia tidak berhenti mencium tangan Bella.
Rico terbangun dan mengecek kondisi Bella, dia sangat bersyukur karena Bella sudah baik - baik saja.
" Sayang.... bagaimana perasaan mu, apa kau merasa pusing" Tanya dokter Rico
" Kepala ku sakit dan juga punggung ku rasanya nyeri, apa yang terjadi paman? Bukankah aku harus kembali ke THM untuk bekerja" Ucap Bella pelan.
" Bella katakan apa yang kamu ingat" Rico dan yang lain cemas, karena Bella mengatakan mengingat memori yang beberapa tahun lalu ketika masih bekerja di THM Zaphire.
__ADS_1
" Aku mau kembali ke THM paman, aku harus membuat minuman" Ucap Bella polos tanpa merasa bersalah.
" Sayang....apa masih sakit? apa sakit sekali, maafkan aku, aku berjanji akan mengikuti apapun yang kau inginkan" Ucap Afraban menangis sambil menggenggam tangan Bella.
" Maaf kau siapa? mengapa kau terlihat sangat sedih?" tanya Bella.
" Sayang....Aku Afraban....aku suami mu sayang" Ucap Afraban sedih
" yang benar saja...." Bella tampak tidak percaya.
" Sayang... jangan bercanda....kita sudah tiga bulan menikah" Ucap Afraban dengan wajah memelas.
" Paman...apa itu benar, Madam apa benar aku menikah dengan pria ini? Tanya Bella dengan wajah serius.
" Benar dear....tapi sudahlah sebaiknya kau tidur dulu besok baru kita bicara" Ucap Madam Zola.
" Apa kau keberatan aku di sini? jika kau keberatan dan menghambat kesembuhan mu aku akan berada di luar agar kau tidak melihat ku" Ucap Afraban dengan wajar sedih.
' Mana tega aku melihat dia di luar sendirian'
" Kau di situ saja, aku sudah mau tidur" Ucap Bella berpura - pura ketus.
Dia kemudian menutup mata dan mulai tidur, begitu juga dengan yang lain. Mereka semua tidur kecuali Afraban yang sangat nelangsa karena istrinya tidak mengenalinya. Saat semua tidur Afraban kembali mengambil tangan Bella dan menciumnya sambil menangis.
" Maafkan aku sayang, aku memang tak berguna sudah lumpuh tetap juga egois tidak mau menerima bantuan mu, aku minta maaf sayang menyebabkan mu seperti ini, aku berjanji kan mengikuti semua keinginan mu jika nanti kamu sadar dan mengingat semuanya" isaknya sambil terus mencium tangan istrinya. sementara itu istrinya mencoba menahan tawa atas apa yang dia dengar. Bergumam dalam hati ia berkata suamiku benar - benar lucu.
Keesokan paginya semua bangun dan mulai sarapan roti yang di beli oleh Arin di kantin rumah sakit. Seorang petugas masuk membawa sarapan untuk Bella, Afraban langsung mengambil sarapan itu dan mencoba untuk menyuapi Bella. Bella makan sambil memandang suaminya yang terlihat pucat dan kusut karena memang sejak kemarin ia tidak tidur. Bella merasa iba dan kasihan melihat suaminya dia juga merasa bersalah karena sudah. berbohong pada semuanya.
" Wajahmu pucat, sebaiknya kau istirahat aku akan meminta cepat pulang dan kita bisa beristirahat dengan baik" Ucap Bella.
" kita akan pulang ketika kau sudah sembuh"
__ADS_1
" Ah kau ini dasar pembohong kau menangis bilang akan mengikuti semua keinginan ku, tapi aku minta kau istirahat saja malah membantah" Cibir Bella kesal
" baiklah sayang aku ikuti keinginan mu" Afraban berkata sambil.mencium tangan Bella.