Air Mata Bella

Air Mata Bella
Episode 5


__ADS_3

Sepasang suami istri sedang mencari ikan di muara sungai. Ikan hasil tangkapan itu akan dijadikan lauk dan selebihnya di tukar beras dan kebutuhan hidup yang lain. Sepasang suami istri ini biasa di panggil Ibu Nisa dan Bapak Harun. Mereka di kenal sebagai orang yang baik hati. Mereka pasangan suami-isteri yang bahagia namun ada yang kurang karena selama ini mereka belum punya keturunan. mereka tidak berhenti berdoa dan tetap bersabar. Hari ini Pak Harun dan ibu Nisa sedang menarik jaring yang telah mereka pasang di sore hari sebelumnya. Alangkah kagetnya mereka karena ada sosok gadis remaja yang tersangkut di jaring mereka. Tadinya mereka mengira itu jenazah tetapi setelah mereka mengangkat jenazah itu di perahu mereka ternyata gadis itu masih hidup. masih ada denyut nadi, tetapi sangat lemah dan ada sekujur tubuhnya penuh luka. Pak Harun dan Bu Nisa membawa gadis itu ke gubuk mereka. Pak Harun mencari obat - obatan tradisional untuk luka dalam dan patah tulang, selanjutnya membuat ramuan oles untuk mengobati gadis itu. Sedangkan Ibu Nisa mengasapi gadis itu agar air yang tertelan dapat keluar.


" Kasihan gadis ini ya Pak, lukanya parah sekali. Apa mungkin dia masih bisa bertahan?" Ibu Nisa menatap gadis itu.


" Kita doakan yang terbaik ya Bu, mungkin ini jawaban dari doa - doa kita selama ini, Gusti Allah memberikan kita Putri". Kata Pak Harun penuh haru.


" Benar Pak, Kita beri nama saja Putri". Senyum ibu Nisa berbinar.


" Kita akan punya anak Pak, ini anak kita kan pak? Putri namanya, Ibu akan merawatnya Pak". Kata Ibu Nisa antusias.


Hari berganti Minggu dan Minggu tanda terasa sudah 1 bulan gadis itu di rumah Pak Harun dan Bu Nisa. Suatu malam saat pasangan suami istri itu sedang sholat tahajjud mereka mendengar suara merintih. Ternyata gadis itu yang merintih.


Ibu Nisa dan Pak Harun sangat senang.


"Kamu sudah siuman nak?" tanya Bu Nisa sambil mengelus kepala gadis itu


" Kalian siapa? aku ada dimana?" Tanya gadis itu dengan suara lemah


" Saya Pak Harun dan ini Ibu Nisa istri ku, kami menemukan mu di muara sungai. Kamu tersangkut di jaring ikan yang ku pasang" Pak Harun mencoba menjelaskan


" Siapa nama mu nak?" tanya Bu Nisa


" Aku....siapa namaku? aku siapa Bu?aaaaa" gadis itu berteriak kesakitan


" Nak....jangan paksakan dirimu mengingat.... kepala mu terluka parah. Pelan - pelan saja" ibu Nisa mengelus kepalanya gadis itu penuh sayang.


" Nak...mulai sekarang apa boleh ibu dan bapak memanggil mu Putri? Kamu akan menjadi putri kami sampai kamu mengingat jati dirimu yang sebenarnya". tanya Bu Nisa


" Baik Bu....Putri berterima kasih karena bapak dan ibu sangat baik" kata Putri.

__ADS_1


" Sekarang tidurlah nak, hari masih malam" kata ibu Nisa. Putri pun tertidur kembali sedangkan ibu Nisa dan Bapak Harun kembali ke Kamar Mereka.


Gadis itu adalah Bella. Dia kehilangan ingatan karena peristiwa yang dia alami. Benturan keras di kepalanya membuat ia kehilangan ingatan nya.


Di Kota lain tepatnya di Kota P kediaman keluarga Mahardika. Oma Ria selaku kepala keluarga Mahardika memanggil Adam ke ruangannya.


"Adam sudah 7 bulan sejak kejadian naas itu, tapi aku masih mempercayai klw cucuku masih hidup. tidak ada yang berhasil menemukan jenazah nya bukan? kata Oma Ria dengan sedih.


" Benar nyonya. Aku akan terus mencari nona Bella tetapi nyonya jangan menampakkan bahwa nyonya sedang mencari nya. Aku sedang merasakan di rumah ini ada yang tidak menginginkan kehadiran nona. Anda sangat tau insting ku tidak pernah salah". Kata Adam


" Aku tahu Adam, kerjakan dalam diam....aku mengandalkan mu, untuk sekarang bantu aku dalam hal membuat laporan kesehatan palsu. karena aku telah mencurigai sesuatu" Kata Oma Ria


" Laporan kesehatan palsu? apa maksudnya Nyonya?" Adam sedikit bingung


" Buat saja laporan kalau aku mengalami stroke dan kehilangan kemampuan berbicara dan bergerak ku. Laksanakan ini 2 hari lagi aku akan berpura - pura terjatuh di kamar mandi" Kata Oma Ria


" Tapi nyonya....itu aneh" Adam masih bingung


" Baik... Nyonya akan saya laksanakan" kata Adam.


Dua hari berikutnya benar terjadi kehebohan Nyonya besar keluarga Mahardika yaitu Oma Ria mendapat musibah terjatuh dari kamar mandi. Ia pingsan dan karena usianya tidak mudah lagi maka ia harus mendapatkan perawatan intensif. Oma Ria koma dan menurut dokter ketika sadar tubuh Oma Ria tidak akan bisa berfungsi seperti sedia kala.


" Apa Anda yakin dokter Anton? Ibuku akan lumpuh?" Hany bertanya dengan wajah pura - pura sedih tetapi jelas terlihat bahwa ia antusias.


" Aku tidak bilang lumpuh Nyonya, tetapi fungsi tubuh nyonya besar tidak akan bs kembali seperti semula. saya harap anda mengerti" kata dokter Anton


" Lakukan yang terbaik untuk ibuku " kata Hany setengah hati.


" Baik Nyonya Hany, saya permisi" Dokter Anton keluar meninggalkan kamar perawatan Oma Ria.

__ADS_1


Kini tinggal Hany, Indra dan Adam beserta May yang ada d ruangan itu.


" Adam dan May uruslah semua administrasi yang berhubungan dengan perawatan ibu dan pastikan ibu di rawat dengan baik" Perintah Hany dengan sok.


" Keluarlah dari ruangan ini, aku ingin bersama ibu ku" Lanjut Hany.


"Baik Nyonya" kata mereka berdua patuh


Setelah Adam dan May keluar ruangan Hany dan Indra tertawa


" Ibu ku sayang, kini kau tidak bisa apa-apa, Meri sudah ke alam baka, kakakku yang bodoh Maria tinggal jauh dari sini dan dia sudah puas dengan perkebunan itu....Akulah pewaris MA Constuction. Akulah satu - satunya pewarismu, teruslah koma ibu atau jika perlu kau segera lah menyusul Meri, Arif dan kakak Ipar Halim". Kata Hany dengan penuh senyum bahagia.


Halim adalah suami Maria, dan ternyata kematian Halim adalah ulah Hany. Karena Halim mengetahui jika kematian ayah mertuanya adalah ulah Hany. Yah Hany menghabisi Ayahnya sendiri demi kedudukan pewaris.


Di tempat lain tepatnya di sebuah rumah sederhana Bella mulai sembuh yah dia belum mengingat siapa dirinya sebenarnya. Sehingga ia masih dipanggil dengan nama Putri. Pak Harun dan Bu Nisa melapor pada Ketua RT bahwa di rumah mereka kedatangan ponakan mereka dari kota yang bernama Putri. Putri adalah keponakan jauh ibu Nisa yang mengalami kecelakaan dan karena ibu Nisa adalah satu - satunya keluarga maka putri di bawa untuk tinggal di rumah ibu Nisa. Itulah laporan mereka. Mereka terpaksa berbohong dan tidak mengatakan jika menemukan Putri tersangkut di jaring mereka karena takut jika ada yang tahu peristiwa itu akan membawa Putri pergi.


Dimulailah kehidupan Bella sebagai Putri. Anak angkat dari Pak Harun dan Bu Nisa. Hari berganti Minggu, dan Minggu berganti Bulan Putri semakin sembuh dan sudah bisa berjalan. Dia sehari - hari membantu ibu Nisa menyelesaikan pekerjaan rumah. Pak Harun dan Ibu Nisa sangat senang karena setiap mereka pulang dari mencari ikan di muara mereka mendapati rumah sudah bersih dan makanan sudah tersaji di meja. Putri akan berlari dan memeluk mereka berdua. Kehidupan mereka sangat bahagia. Akan tetapi itu tidak berlangsung lama, Pak Harun mengalami kecelakaan ketika melaut dan kini lumpuh. Sehingga sehari - hari hanya ibu Nisa yang mencari biaya untuk menyambung hidup mereka. Putri tidak tega hingga malam itu ia bicara dengan kedua orang tua angkatnya.


" Bapak, Ibu....Putri boleh minta izin mengatakan sesuatu?" tanya putri takut - takut


" katakanlah anakku" kata Pak Harun dan Bu Nisa bersamaan


" Putri ingin bekerja di rumah ibu Kades Pak, Bu? tadi di pasar aku dengar mereka butuh buruh cuci gosok, Putri kuat kok Bu...boleh ya Pak, Bu?" Kata Putri memohon


" Tapi nak jadi buruh cuci gosok itu tidak mudah nak, maafkan ibu yang tidak bisa memberi mu kehidupan layak nak" Ibu Nisa mulai menangis


" Ibu dan Bapak sudah sangat menyayangi ku, aku senang di sini, aku pasti kuat Bu, kan hanya mencuci dan menyetrika, Ibu berhenti lah pergi ke Muara sendirian, ibu lebih baik di rumah jaga bapak dan jika ibu ingin bekerja lebih baik ibu menanam sayuran di halaman kita, ibu lihat halaman kita luas kan? setidaknya kita tidak akan kesulitan membeli sayuran dan bahan makanan lain Bu" saran Putri


" Baiklah nak besok ibu akan meminta bibit pada pak Kades agar bisa ibu tanam, sekarang pergilah istrahat anakku" Kata Ibu Nisa

__ADS_1


Putri pun pergi ke kamarnya untuk beristirahat, ia sangat senang karena di izinkan untuk bekerja dan besok ia akan melamar pekerjaan menjadi buruh cuci gosok di rumah Kepala Desa.


__ADS_2