Air Mata Bella

Air Mata Bella
Episode 29


__ADS_3

Hari pernikahan yang dinanti oleh semua orang pun tiba, Bella sedang dirias oleh MUA terkenal dengan dandanan ala putri Cinderella dengan gaun berwarna biru langit yang sangat indah sedangkan Afraban sudah sudah siap dengan setelan jas yang berwarna senada dengan gaun Bella. Sementara itu keluarga Antares Braco sangat senang karena mereka terbebas dari hukuman keluarga Zaphire.


" Akhirnya anak cacat itu berguna juga untuk keluarga kita" Ucap Antares tanpa perasaan


" Sudah sepatutnya Af melakukan itu" jawab Leonard tanpa rasa bersalah


" Kita harusnya berterima kasih pada Afraban, kalian berdua benar - benar bukan manusia" caci Lia dengan kesal. Semakin lama ia semakin melihat jika suami dan anak bungsunya itu salah dalam memperlakukan anak tertuanya.


'Apa mereka lupa, Afraban cacat karena kecelakaan yang diakibatkan oleh keluarga gadis yang dinodai Leonard....dia berkorban untuk orang yang tidak menghargainya dan aku harus merubah sikapku mulai sekarang' Lia berjanji dalam hati akan menyayangi putra sulungnya. Pesta berlangsung dengan meriah Bella dan Afraban memberikan ucapan terima kasih kepada semua tamu yang hadir hingga sampai pukul 23.00. Acara telah selesai Madam Zola, Rico dan serta keluarga Antares akan kembali ke kamar hotel yang telah disiapkan sementara Bella dan Afraban memasuki kamar pengantin mereka. Kini Bella dan Afraban sudah sah menjadi pasangan suami istri, mereka berada di kamar yang sama menyebabkan rasa kikuk pada keduanya.


" Kamu sebaiknya ganti pakaian dan beristirahat Bella, ini sdh malam kamu pasti lelah" Ucap Afraban dengan tenang.


" Tentu saja..." Ucap Bella cuek. Bella langsung mengambil ponsel dan menelfon Arin, setelah Arin datang Bella meminta tolong untuk membuka resleting gaunnya. Bella pun membersihkan badan dan berganti baju. Dia kemudian menuju ranjang untuk tidur sambil berkata


" Aku harap Anda tidur di kamar lain " Ucap Bella cuek dan langsung berbaring kemudian menyelimuti seluruh badannya. Afraban tersinggung dengan ucapan Bella namun dia memahami situasi nya bahwa Bella terpaksa menikah dengannya dan tentu saja Bella tidak akan menerimanya yang cacat. Afraban segera keluar dari kamar pengantin dan menuju kamar yang ada di sebelah kamar pengantin.


" Aku tahu Bella....ini tidak mudah bagimu" Ucap Afraban dengan senyum miris.


Sementara itu di kamar pengantin Bella bangun dan duduk di ranjangnya,


' Maafkan aku Afraban....aku malu kamu akan melihat kondisi ku yang selalu bermimpi buruk saat tidur malam hari' Gumam Bella dalam hati. Seseorang mengetuk pintu Bella membukanya ternyata Madam Zola yang datang membawa obat Bella


" Ini obatmu minumlah dan beristirahat...dimana suamimu?" Tanya Madam Zola penuh selidik.

__ADS_1


" Aku memintanya tidur di kamar lain Madam, aku malu jika dia melihat ku mimpi buruk" Ucap Bella sambil menunduk, dia yakin akan dimarahi oleh Madam Zola kali ini.


" Dear, dia suamimu kalian harus saling berbagi apapun itu....ku harap kau mengerti" Ucap Madam Zola sambil meninggalkan kamar dengan nafas kasar. Bella hanya diam dan minum obat lalu tidur. Keesokan harinya Bella merasa ada yang memanggil namanya dia terpaksa membuka mata ternyata Afraban membangunkannya.


" Bangunlah....hari sudah siang, kita akan kembali ke apartemen karena di sana kita akan tinggal apa kamu setuju?" Tanya Afraban hati - hati.


" Baiklah....tapi 10 menit lagi ya aku masih ngantuk" Ujar Bella menarik selimut dan mulai tidur lagi. Afraban menunggu tetapi bukan 10 menit melainkan sudah 1 jam sehingga dia terpaksa membangunkan Bella lagi.


" Bella....Bella....bangunlah" Ucap Afraban dengan sabar


"mm.... 10 menit lagi" Ucap Bella tidak bergeming.


" ini sudah 1 jam dari janjimu 10 menit Bella, kita harus pulang" Ujar Afraban sambil memercik air di wajah Bella.


" Keluarkan semua barang mu, aku tidak mau sekamar dengan mu" Ucap Bella ketus.


" Kau di kamar tamu Bella jangan di kamarku" Ucap Afraban tegas


" Baiklah....dasar pelit ngasih kamar yang kecil untuk ku" gerutu Bella sambil menarik kopernya menuju kamar tamu.


'Maafkan aku Bella, tapi ranjang ku di desain khusus orang yg cacat seperti ku, akan susah bagimu jika tidur ditempat itu' gumam Afraban dalam hati. Sementara itu Bella mengatur pakaiannya di lemari dengan perasaan dongkol karena ia harus tidur di kamar yang lebih kecil dan tidak mempunyai kamar mandi sehingga ia harus keluar untuk mandi di kamar mandi yang ada pada dapur apartemen itu.


" Bahkan di THM dulu kamarku masih lebih lengkap....pria itu benar - benar balas dendam padaku sepertinya dia bersedia menikah untuk menyiksaku" Bella berbicara seakan - akan ada orang lain di samping nya dan ternyata Afraban mendengar semua itu.

__ADS_1


" Maafkan aku Bella, tapi mulai sekarang kau harus hidup sesuai keadaan kita, aturanku berlaku untuk rumah ini dan tentang pekerjaan kita akan berangkat dan pulang bersama, proyek bersama Antares grub akan kita selesaikan" Ucap Afraban di depan pintu kamar Bella.


" Lakukan yang menurutmu benar Tuan Afraban" ketus Bella


" Tinggalkan aku karena aku mau tidur" tambah Bella. Afraban meninggalkan Bella dan masuk ke kamarnya kemudian menelepon Anton salah seorang temannya untuk membuat ranjang khusus yang sesuai kondisi nya dengan ukuran yang lebih kecil dan memesan ranjang normal sesuai ukuran kamar utama di apartemen nya.


" Sabarlah Bella.... setelah ranjang itu datang kau akan pindah ke sini...maafkan aku yang menjadi suami menyebalkan buatmu" Ucap Afraban tanpa terasa air matanya jatuh. Sementara itu Bella berbaring tetapi tidak bisa tidur ternyata ia lapar dan memang dia hanya sarapan sedikit di hotel karena terlambat bangun. Bella membolak-balik badannya tapi tetap saja tidak bisa tidur, terpaksa ia bangun dan berniat memesan makanan lewat ponselnya. Baru saja ia keluar dari kamar ia mencium bau masakan yang sangat menggugah selera.


" Kemari dan makanlah aku sudah memasak mie instan dengan sayuran dan telur" Ucap Afraban sambil mendorong kursi roda nya.


" Terima kasih aku memang sangat lapar " Ucap Bella langsung menyantap mie instan tetapi langsung di lepehkan karena panas.


" hati - hati tidak akan ada yang menggangu mu, itu masih panas" Ucap Afraban lembut. Bella kemudian makan dengan lahap bahkan setelah habis dia masih ingin makan tetapi malu mengatakan pada Afraban sehingga hanya memandang mie instan yang sedang disantap suaminya itu. Merasa diperhatikan Afraban paham Istrinya masih lapar.


" masih ingin? ini makanlah aku baru makan dua sendok dan juga aku tidak memiliki penyakit menular kau tidak perlu takut" Ucap Afraban sambil mendorong mangkok berisi mie instan ke depan istrinya.


" Terima kasih Tuan Afraban" Ucap Bella dan langsung menyantap mie instan itu. Setelah menghabiskan mie instan Bella merasa kenyang dan langsung menuju kamar mandi mencuci muka dan sikat gigi selanjutnya dia bersiap akan tidur tapi Afraban memanggil nya


" Bella....kemari sebentar ada yang harus aku katakan" ucapnya


" Ada Apa Tuan Afraban? tanya Bella cuek


" Mulai sekarang kamu panggil aku Af, atau Abi dan jangan menggunakan kata tuan atau Bapak, kita sudah sah sebagai suami istri" Ucap Afraban serius.

__ADS_1


" Baiklah, Af.... sampai jumpa besok, aku mau tidur dlu dan terima kasih banyak makanannya.... rasanya sangat enak" Ucap Bella sambil lalu dan masuk ke kamarnya. Bella meminum obat dan langsung tidur sementara Afraban masuk ke kamarnya dan mencoba tidur juga.


__ADS_2