Air Mata Bella

Air Mata Bella
Episode 46


__ADS_3

Pagi Hari Bella terbangun dan melihat Arin sedang duduk di tepi ranjang nya.


" Aku akan mandi dan segera bergabung untuk sarapan, kita ada meeting besar hari ini" ucap Bella.


" tentu saja, bajumu sudah ku siapkan aku menunggu di ruang makan....dandan yang cantik ya...." Ucap Arin tersenyum.


Bella mulai mandi dan berganti pakaian, dia berdandan natural namun tidak mengurangi kecantikan alami yang telah dia miliki. Bella segera turun ke ruang makan, dia sedikit terkejut melihat Hajime Akatsuma dan Uzui ada di ruang makannya.


" Selamat Pagi Hajime San, Tuan Uzui, Selamat pagi Paman tampan ku dan selamat pagi semuanya....." sapa Bella tersenyum.


" Selamat pagi Bella Chan" Ucap Hajime


" Selamat Pagi Putri Zaphire" Ucap Uzui


" Selamat Pagi kesayangan Paman...." Ucap Rico


" Selamat Pagi Nona...." Ucap yang lainnya.


" Mari kita makan bersama, dan Bella kau harus minta maaf pada Pimpinan Hajime, sudah membuatnya menunggu dirimu untuk sarapan" Ucap Paman Rico.


" Aku mengerti Paman....Aku akan meminta maaf secara khusus pada pimpinan Hajime". Ucap Bella tersenyum.


" Tidak Perlu, Kami akan datang saat rapat dewan direksi kalian di mulai....biar Uzui yang menyelesaikan semua itu, bertahanlah sampai aku datang" Ucap Hajime dingin.


" Ini rapat dewan direksi, bukan peperangan atau tawuran mengapa anda mengatakan bahwa aku harus berusaha bertahan?" Bella bertanya serius.


" Itu kelemahanmu yang sangat fatal Putri Zaphire, Zola bahkan lebih memiliki kewaspadaan di banding dirimu mungkin cinta mu pada pria itu membuat kejeniusan mu berkurang" Ucap Hajime San Datar.


" Maafkan aku Pimpinan" Ucap Bella menunduk namun dia benar - benar kesal karena ucapan Hajime San barusan.


Hajime dan Uzui menyelesaikan sarapan dengan cepat dan langsung pergi meninggalkan kediaman keluarga Zaphire.

__ADS_1


" Bella.... yang diucapkan oleh pimpinan Hajime itu benar, Antares Braco telah bekerjasama dengan mafia terkenal dari negara I untuk menghancurkan keluarga kita. Dan suami mu di pihak mereka" Ucap Rico


" Bukan hal yang aneh jika mereka berusaha menghabisi mu dalam rapat nanti" tambah Rico lagi.


' Aku bukan orang lemah Paman, aku akan menghadapi mereka semua" Ucap Bella.


" Keadaanmu semalam membuat Hajime San memikirkan mu" Ucap Rico.


" aku hanya lelah..." ucap Bella dan menyelesaikan makan paginya dan segera meninggalkan ruang makan di ikuti Arin dan Bian serta Johan dan Alex. Mereka menuju kantor utama Zaphire Grub dengan perlindungan maksimal pada Bella. Dan Benar saja ketika dalam perjalanan Bella melihat jalanan yang cenderung sepi, sepertinya benar - benar di sterilkan.


" Arin Apa ini hanya perasaan ku saja, ataukah jalanan memang lebih lengang dari biasanya?" Tanya Bella.


" Ini jebakan Nona, sebaiknya hubungi Pimpinan Hajime sebelum kita melanjutkan perjalanan dan tanyakan tentang pendapat nya" ucap Bian.


" Jangan....dia merendahkan aku" Ucap Bella.


" Bian periksa kembali semua keuangan perusahaan....apa semua aman?aku tidak mau kita kecolongan". Ucap Bella


" Sesuai rencana rekening perusahaan sekarang nihil Nona, semua dana berada dalam rekening dengan nama kecil Anda, Bella Mahardika keuntungan kita ketika akuisisi kemarin nona dan sesuai perjanjian pra nikah yang di tanda tangani oleh suami anda dia tidak berhak atas harta anda ketika anda masih kecil sebelum menikah dengan nya" Ucap Bian.


" Semua saham sudah di balik atas nama kecil Anda, dan anda saat datang nanti hanya akan mewakili diri anda di masa kecil sebagai pemegang saham terbesar dan wakil dari Madam Zola" Jelas Bian Lagi


" Aku berharap tidak ada celah untuk semua ini, dan kita bisa menang" Ujar Bella.


" Sampai saat ini semua sesuai analisis ku Nona" Ucap Bian.


" Ok....ayo lanjutkan perjalanan tapi minta anggota yang lain menyebar, agar mereka mengira kita tidak ada persiapan cukup kita berempat saja yang masuk, Arin berikan semua senjataku" Ucap Bella.


Arin memberikan 10 buah pisau beracun dan Bella memasang pada semua sisi pakaiannya dan menjadi semacam aksesoris. Arin memberikan 1 kotak berisi jarum beracun yang sangat banyak dan juga 3 buah pistol. Bella menyimpan semua itu d dalam jas nya.


Mereka sampai di Lobby kantor dan terlihat banyak bodyguard yang berjaga, banyak karyawan dan karyawati yang diperiksa secara ketat saat memasuki ruangan. Bella berjalan bersama Arin, Bian, dan Johan memasuki lobby perusahaan dan mereka coba dihentikan oleh Bodyguard.

__ADS_1


" Kalian harus diperiksa" Ucap seorang bodyguard berusaha menghalang-halangi Bella masuk ke dalam perusahaan.


" Siapa kau dan siapa yang memberimu perintah memeriksa semua karyawan perusahaan ku?" Hardik Bella


" Direktur Keuangan Afraban yang memerintahkan semua ini berdasarkan perintah dari CEO Zaphire grup" Ujar Bodyguard itu sombong.


" Aku CEO Zaphire grup dan aku tidak pernah memerintahkan pemeriksaan ini, keluar dari perusahaan ku" Usir Bella sambil mendorong tubuh bodyguard itu hingga terjatuh.


" Huh....dasar...." Bella berdecih dan meninggalkan bodyguard itu menuju ruang rapat dewan direksi. Semua karyawan memandang Bella dengan senyum gembira.


Bella memasuki ruangan rapat dewan direksi dan langsung duduk di kursi direksi. Antares Braco, Leonard Braco, Afraban dan juga Nita masuk kemudian duduk di kursi yang ada di sisi kiri Bella, tidak lama kemudian semua partner termasuk Adam dari Mahardika Constuction masuk dan duduk di sebelah kanan Bella.


" Sona....minta Seorang staf untuk menempatkan kursi pimpinan satu lagi di samping kursiku" Ucap Bella melirik pada Sekertarisnya.


" Baik Nona" Ucap Sona. Dua menit kemudian Kursi yang persis seperti Kursi yang diduduki Bella telah tiba dan ditempatkan disisi Bella.


" Nona...Maaf apa masih ada yang kita tunggu, semua dewan direksi telah hadir mengapa rapat besar ini tidak di mulai?" Ucap Markus yang duduk di kubuh kanan Bella.


" Tuan Markus yang terhormat, seperti tradisi yang sebelumnya bahwa rapat dewan direksi akan dimulai ketika semua dewan direksi dan keluarga kandung yang berhak telah hadir, kecuali pada CEO bisa membawa orang kepercayaannya" Ucap Bella dengan tatapan dingin.


" Benar sekali Nona, dan aku rasa semua telah berkumpul, apa aku keliru Nona?" Ucap Markus


" Di ruangan ini ada salah seorang anggota dewan direksi baru yang berani membawa orang lain selain keluarga kandungnya dan saya tidak akan memulai rapat jika orang luar masih berada dalam ruangan rapat ku" Ucap Bella dengan dingin. Atmosfir ruangan menjadi lebih dingin.


" Siapa yang anda maksud sebagai orang lain Nona Bella, wanita ini adalah calon istri Afraban" Ucap Antares Braco. Semua orang menatap benci pada Antares, Mereka membayangkan Bella akan terkejut dan menangis karena sakit hati namun semua salah. Bella malah membalas ucapan dengan sinis.


" Baru calon istri belum menjadi istri, aku rasa anda memang tidak layak menjadi bagian dari kerajaan bisnis Zaphire Grub, Aturan sederhana saja tidak mampu anda Pahami Tuan Antares Braco" Ucap Bella meremehkan.


" Hahahaha..... Aku adalah pemilik Zaphire Grub sekarang anak kecil" Ucap Antares Braco tertawa dan melemparkan surat - surat perusahaan yang telah mereka buat. Bella melihat satu persatu dan mulai tertawa.


" Sayang sekali Tuan Antares.... Anda terlalu berkhayal aku bukan lagi menantu anda saat surat ini dibuat jadi bagaimana bisa disini tertulis aku memberikan semua asetku kepada suamiku Sedangkan aku dan Afraban telah resmi bercerai 1 bulan sebelum surat ini dibuat, apa kalian bermaksud menipu ku dan kau Afraban beraninya kau terlibat dengan Semua ini?" Bella menatap Afraban dengan benci.

__ADS_1


" Ini tidak mungkin, kau pasti membual Bella" ucap Leonard.


" Tampil kan surat cerai ku Johan" Ucap Bella.


__ADS_2