Air Mata Terakhir Istri Pertama

Air Mata Terakhir Istri Pertama
Kamu penyebabnya!


__ADS_3

Tidak mudah untuk Lisna melupakan Fauzi. Meski perpisahan mereka karena Fauzi menyakitinya, tetap saja rasa cinta dan rindu masih ada di hati Lisna. Terlebih baru empat bulan berlalu.


Kini Lisna duduk sendiri di salah satu meja kafe di samping gedung tempat tinggalnya.


"Haruskah aku menelpon mas Fauzi?"


Lisna mulai menatap layar handphonenya. Dia menatap satu satunya foto Fauzi yang tersimpan di sana. Foto saat pernikahan mereka.


"Ya Allah…"


Lisna mengurungkan niatnya untuk menghubungi mantan suaminya itu lagi.


Tanpa Lisna sadari, rupanya sejak tadi beberapa wartawan memperhatikannya dari luar kaca cafe. Saat yakin yang mereka lihat benar benar Lisna, mereka pun langsung menghampiri Lisna untuk mendapatkan berita.


"Mbak Lisna!"


Lisna menoleh kearah sumber suara yang menyeru namanya. Betapa terkejutnya Lisna mendapati orang orang itu berjalan mendekat padanya sambil menyodorkan alat pengeras suara dan juga kamera.


"Mbak Lisna calon istrinya mas Elang, kan?" Tanya salah satu wartawan yang sudah lebih dulu berdiri di depan Lisna.


Lisna yang terkejut dengan situasi asing yang membuatnya tidak nyaman, langsung berdiri dari tempat duduknya. Dia mencoba melangkah menjauhi orang orang pencari berita itu.


"Mbak Lisna mohon komfirmasinya.."


"Sudah berapa lama kalian berpacaran?"


Lisna terus melangkah cepat dengan susah payahnya menerobos para wartawan yang tidak memberinya kesempatan untuk pergi dengan tenang.


"Mbak jawab dong.."


"Permisi, mas, mbak. Biarkan saya pergi!" Bentak Lisna yang sudah kehabisan kesabaran. Lisna tidak biasa menghadapi situasi seperti ini. Dia ketakutan dan juga sangat tidak nyaman.


"Kabarnya mbak Lisna baru saja bercerai, apakah benar berita itu mbak?"


Lisna tidak menjawab apapun, kini dia sudah berada di luar kafe tapi mereka masih saja mengejarnya.


"Mbak Lisna sempat selingkuh dengan mas Elang sebelum mbak Lisna becerai dengan mantan suami. Apakah berita itu benar mbak Lisna?"


Pernyataan barusan membuat Lisna menghentikan langkahnya. Ditatapnya tajam mata wartawan yang mengeluarkan pernyataan tidak berdasar itu.


"Saya akan menuntut anda atas pencemaran nama baik!" Tegas Lisna dengan tatapan tidak suka pada wartawan itu yang malah tersenyum mengejek pada Lisna.

__ADS_1


"Oh jadi benar, mbak Lisna berselingkuh." Ujarnya lagi sengaja menarik atensi teman teman wartawan yang lain untuk menghujani Lisna dengan pertanyaan seperti itu.


Lisna tidak mau menjadi gila karena meladeni wartawan wartwan yang kurang hajar itu. Dengan langkah cepat dia menerobos kerumunan itu dan langsung naik taksi yang kebetulan berhenti tidak jauh dari rombongan para wartwan.


"Mau kemana, mbak?" Tanya sopir taksi.


"Kemana saja pak. Yang penting sekarang jalan saja dulu."


Taksi pun melaju cepat meninggalkan para wartawan gila itu yang masih berharap untuk mendapatkan berita dari Lisna.


Berita lagi lagi begitu cepat menyebar. Bahkan ada artikel yang sudah terbit yang menyatakan bahwa Lisna berselingkuh dari mantan suaminya untuk menjadi pacar dari Elang Pratama Putra.


Elang yang baru akan mulai shooting begitu emosi membaca berita itu.


"Bagaimana ini mas Elang?" Tanya kru yang juga ikut kesal membaca berita tidak berdasar itu.


"Panggil wartawan. Aku akan konfirmasi sekarang juga."


Produser dan tim kru meminta wartawan berkumpul di lokasi shooting mereka.


Tidak butuh waktu lama para wartawan berdatangan. Elang pun menyapa mereka dengan ramah.


"Mas Elang, bagaimana tanggapan mas Elang tentang isu perselingkuhan antara mas Elang dengan mbak Lisna calon istri mas Elang?" Tanya salah satu wartawan yang langsung to the point tanpa basa basi lagi.


"Lalu, berita yang sebenarnya seperti apa mas Elang?"


"Jadi sebenarnya kak Lisna itu bukan calon istri saya. Kak Lisna menejer baru saya. Mama saya salah paham." Jelas Elang pada wartawan itu.


"Berarti mbak Lisna bukan calon istri mas Elang, melainkan manejer baru mas Elang?"


"Iya. Kak Lisna menejer baru saya, bukan calon istri. Sudah ya, saya sudah menjelaskan semuanya. Jadi, saya mohon jangan ada lagi berita berita tidak berdasar dan berita murahan yang nyebar ke permukaan." Sekali lagi Elang menegaskan dengan lantang pada para wartawan itu.


*


*


*


Berita tentang Lisna yang ternyata adalah manejer barunya Elang pun menyebar dengab cepat. Tentu saja berita itu membuat Lisna merasa sedikit lega, karena berita berita negatif tentang dirinya menghilang begitu saja.


"Pokoknya kakak harus jadi menejer aku mulai sekarang!" Seru Elang bicara melalui sambungan telepon dengan Lisna.

__ADS_1


"Aku tidak mau El. Aku tidak suka berhadapan dengan banyak wartawan lagi."


"Kak ayo lah. Kali ini mereka tidak akan mengganggu kakak lagi. Aku akan pastikan itu."


"Terserah kamu. Yang jelas aku tidak mau terlibat apapun sama kamu. Aku mohon El, tolong jangan menggangguku lagi. Aku sudah mengikhlaskan semuanya. Jadi aku mohon jangan merasa bersalah dan merasa harus bertanggung jawab padaku." Ucap Lisna menegaskan.


Sambungan diputusnya secara sepihak. Dia benar benar tidak ingin berhubungan lagi dengan keluarga kaya raya itu.


Berbeda dengan Lisna. Elang tidak akan menyerah secepat dan semudah itu. Dia masih terus mencari cara agar bisa membuat Lisna setidaknya menerima tawarannya untuk menjadi menejernya.


"Kak Lisna harus jadi menejerku. Apapun itu aku akan tetap berusaha sampai kakak setuju untuk menjadi menejerku."


Elang bertekad. Dia akan membujuk Lisna dengan segala cara agar setidaknya bisa punya hubungan yang lebih dekat dengan Lisna.


Ide brilian pun muncul dalam otak Elang. Dia langsung menghubungi dokter Yumna malam itu juga.


"Nak Elang mau ibu mengusir nak Lisna?" Yumna terkejut mendengar permohonan Elang saat menelponnya.


"Aku mohon, buk. Aku ingin Lisna menjadi menejerku, tapi dia terus menolak. Jadi aku pikir, kalau ibu mengusirnya dia tidak akan punya tempat kembali, nah saat itu aku bisa merayunya untuk bekerja menjadi menejerku."


"Ide yang sangat brilian Elang Pratama Putra." Sahut Lisna.


Ya, Lisna mendengarkan perbincangan Elang dengan dokter Yumna sejak tadi.


"Kak Lisna?"


"Kenapa?"


"Kak, please! Kak mau ya bekerja jadi menejerku."


"Kenapa harus aku?"


"Ya karena kakak yang aku pilih. Lagi pula, aku merasa aman kalau kakak yang menjadi menejerku."


"Tidak akan, Elang. Jadi aku mohon berhenti menghubungiku dan jangan pernah muncul dihadapanku lagi."


"Sebenci itukah kak Lisna padaku?"


"Iya. Asal kamu tahu, penyebab perceraianku itu kamu."


"Itu karena suami kakak yang terlalu kejam, bukan karena aku. Memangnya apa yang aku lakukan sampai menyebabkan kalian bercerai..."

__ADS_1


"Suamiku mengira aku selingkuh sama kamu. Itu karena aku mengikuti kemauan kamu untuk menemui tante Nita malam itu. Seseorang memotret dan mengirimkan pada suamiku. Aku diceraikan karena mengikuti keinginan kamu El. Semuanya hancur. Jadi, aku mohon, jangan ganggu aku lagi."


Lisna menegaskan dengan penuh rasa permohonan yang teramat sangat dalam.


__ADS_2