
10 Tahun kemudian.
Lisna tampak sedang menyiapkan sarapan bersama bik Darni. Sementara Elang baru saja selesai mandi dan dia memanggil istrinya itu dari lantai atas tepat di depan pintu kamarnya.
"Sayang, dasi aku dimana?" Teriaknya.
"Iya mas, tunggu bentar!" Seru Lisna dari dapur. "Bik tolong bantu siapkan bekal untuk Kai, ya." Titahnya, lalu dia segera menghampiri suaminya.
"Ma, kaos kaki aku yang kemarin itu dimana ya?" teriak Kai dari kamarnya, padahal mamanya baru saja menapaki anak tangga untuk menuju lantai atas dimana kamar mereka berada.
"Iya sayang, nanti mama bantu carikan." serunya yang terus melangkah ke kamarnya untuk menghampiri suaminya lebih dulu.
"Udah ketemu, sayang." Ujar Elang memperlihatkan dasinya pada Lisna yang membuat Lisna menghela napas sambil tersenyum lirih.
"Aku kangen sama kamu. Baru juga aku pulang tadi malam, jadi masih kangen banget sayang." Elang memeluk Lisna dari belakang. Dia meletakkan dagunya di baru istri tercintanya itu.
"Mas, aku harus bantu Kai cari kaos kakinya dulu." Lisna mencoba melepas pelukan suaminya.
"Kai udah gede, udah kelas tiga SMP juga. Kamu tu terlalu memanjakan anak anak." rutuknya sambil mengeratkan pelukannya.
"Aku tidak memanjakan anak anak, mas. Tapi, aku hanya berusaha menjadi ibu yang terbaik buat mereka. Yang apa apa selalu mereka butuhkan. Jadi, setiap apapun masalah dalam hidup mereka, mereka akan selalu membutuhkan aku disisi mereka sampai kapanpun. Kecuali kalau mereka sudah menikah." Jelas Lisna dengan nada suara mendayu sedih.
"Mama.. katanya mau bantu.." Teriak Kai lagi.
"Udah mas, lepas. Nanti Kai ngambek loh."
Dengan terpaksa Elang melepas istrinya, tapi tidak lupa dia mengecup bibir Lisna tentu saja sebelum Lisna keluar dari kamar.
"Kaos kaki kamu itu di dalam tas." Ujar Lisna begitu tiba di kamar Kai.
"Oh iya. Aku lupa ma." Kai langsung memeriksa tas nya dan benar saja kaos kakinya ada di dalam tas.
"Kaos kaki disimpan dalam tas. Jorok iihh.." Itu suara Dio yang tiba tiba nongol di kamar Kai.
"Pagi sayang, sudah siap?" Sapa Lisna pada Dio yang sudah tampak rapi memakai seragam SMA nya.
"Kak Dio yang jorok. Aku mah kagak, lagian kaos kakiku nggak bau, orang nggak aku pakai juga." Kai mengklarifikasi masalah kaos kakinya.
"Sudah sudah, jangan berantem mulu pagi pagi. Cepatan siap siap, terus kita sarapan bareng." Titah Lisna pada putra putranya itu.
__ADS_1
"Mama, adek nangis tuh di kamarnya!" Teriak Lio dari kamarnya. Dia memberitahu mamanya adik bungsunya menangis di kamar. Sepertinya si tuan putri itu sudah bangun.
"Cepatan bersiap, terus sarapan." Lisna langsung keluar dari kamar Kai untuk menuju kamar tuan putrinya.
Eh iya, Lisna sudah punya anak lagi seorang perempuan. Namanya Alea Putri Pratama, usianya kini empat tahun. Jadi, posisi Kai sudah tidak menjadi anak bontot lagi sejak empat tahun terakhir.
"Halo sayang, selamat pagi Alea cantik." Sapa Lisna saat tiba di kamar putri kecilnya itu.
"Mama, aku ngompol.." Rengeknya sambil memegang celananya yang basah oleh air pipisnya sendiri.
"Aduh aduh, anak mama ngompol lagi ya.. padahal kemarin malam udah nggak ngompol." Lisna menggendong si kecil, membawanya ke kamar mandi yang ada di kamar itu.
Dengan telaten Lisna membantu putrinya membuka semua pakaiannya, lalu membantunya mandi dan kembali ke kamar lagi untuk berganti pakaian.
"Pagi tuan putri. Saatnya sarapan.."
Kai, Dio dan Lio menghampiri adik mereka ke kamarnya. Untungnya Alea sudah siap berpakaian rapi, kalau belum sudah pasti habis di usilin sama Dio.
"Ngompol lagi nggak semalam?" Tanya Dio sambil menggendong adiknya.
Mereka semua melangkah menuju dapur untuk menyantap sarapan bersama.
Alea menggeleng cepat sambil memberi kode pada mamanya untuk merahasiakan tentang dia yang ngompol tadi malam. Kalau ketahuan Dio, sudah pasti Alea akan di ejek lagi oleh kakaknya itu.
"Tos dulu.." Ajak Lio. Alea pun langsung melakukan tos dengan kak Lio.
"Kiss.." Kai mendekatkan pipinya pada Alea dan dengan segera saja Alea mencium pipi kak Kai.
"Papa juga mau dong di kiss tuan putri.." Seru Elang yang ikut mengekor langkah anak anaknya.
Alea langsung mengulurkan tangannya pada papanya minta digendong. Elang pun dengan sigap mengambil alih tubuh mungil Alea dari kak Dio.
Cup
Pipi Elang di kiss oleh putri kecilnya, bukan hanya sekali tapi berkali kali. Alea sangat dekat dengan papanya. Meski Elang sibuk dengan pekerjaannya, tapi seperti usulan Lisna, Elang selalu menyempatkan diri untuk bermain bersama putri kecilnya itu. Elang juga punya keinginan, agar putri kecilnya itu merasa cinta pertamanya adalah papanya dan juga kakak kakaknya.
Elang dan Lisna berharap, agar putri mereka nanti tumbuh menjadi anak yang baik, sholehah dan pintar jaga diri juga pintar memilah milih lingkungan pergaulan. Harapan yang sama juga mereka tujukan pada ketiga putranya.
Lisna selalu bicara dari hati ke hati pelan pelan dan tidak menuntut atau memaksa tapi mencoba membuat agar Kai, Dio dan Lio bisa mengerti bahwa mereka sebagai laki laki harus melindungi perempuan, terutama mama dan juga adik mereka Alea.
__ADS_1
Sejauh ini Elang dan Lisna berhasil mendidik anak anak mereka dengan baik. Meski ada nakal nakalnya di usia ketiga putranya yang memang sedang masa pubernya, tapi itu masih terkontrol dan masih dalam lingkup pengawasan mereka.
Elang dan Lisna tidak terlalu mengekang anak anak mereka. Tapi mereka lebih kepada memberi ruang untuk anak anak mereka merasa bebas melakukan apa saja tapi tetap dalam pengawasan orangtua dan tidak sampai keluar dari batas kewajaran.
.
.
...Terimakasih untuk kalian semua yang sudah mengikuti kisah 'Air mata terakhir istri pertama' Sejak awal sampai karya ini selesai....
...Author tidak akan dapat menyelesaikan karya ini jika bukan karena dukungan dari kalian semua teman teman, bunda bunda, adik adik dan kakak kakak readers semua....
...Love you all so much....
...Rasanya belum cukup hanya dengan mengucapkan terimakasih, tapi sungguh Author berterimakasih sebanyak banyaknya pada kalian semua.....
...Semoga kalian semua diberi kesehatan sama Allah, dimudahkan dalam perjalanan hidup dan selalu bahagia....
...Sampai jumpa di karya karya Author selanjutnya....
...Author, bukan penulis yang hebat. Meski kadang pembaca karya Author pun cuma sedikit, itu sungguh tidak membuat Author berpikir untuk berhenti menulis. Karena menulis sudah menjadi hobi yang sangat Author sukai dan dengan menulis juga membantu kesembuhan mental down Author yang sempat hancur sehancur hancurnya....
...Bye bye...
...Love you semua....
...Nantikan karya terbaru Author, insyaAllah akan rilis awal bulan depan....
Dan jangan lupa juga mampir ke karya karya Author yang lain juga yaaaaa…
List judul karya Athor:
1. Air mata pengantin pengganti.
2. Pangeran Cinta beda Agama.
3. Sebenarnya, aku istri dia.
4. Auristella mualaf cantik.
__ADS_1
5. Nikahi aku tuan mafia
...Mampir ya, teman teman. Mana tau ada cerita yang kalian suka....