Air Mata Terakhir Istri Pertama

Air Mata Terakhir Istri Pertama
Pesta pernikahan


__ADS_3

Acara pesta pernikahan.


Tamu mulai berdatangan dengan memakai gaun mereka sesuai tema pesta hari ini.


Elang dan Lisna tidak langgsung memakai gaun pesta. Tapi, mereka memakai pakaian adat terlebih dahulu. Tentu saja hanya untuk pengambilan gambar sementara. Tapi, tetap saja kedua mempelai sangat menikmati pesta pernikahan mereka yang meriah. Bahkan ada tarian padang juga, karena Elang masih memiliki darah keturunan padang.


Persembahan tari padang dan juga nyanyian padang dinikmati oleh tamu undangan. Mereka juga menyempatkan untuk berpose bersama mempelai sebelum mereka menikmati suguhan hidangan yang tak kalah lezat dan beraneka ragamnya.


Rangkaian acara telah berlangsung dengan meriah dan juga membuat tamu undangan ikut merasakan kebahagiaan bersama kedua mempelai.


Kini tibalah saatnya mempelai berganti pakaian. Lisna dan Elang akan memakai pakaian pernikahan ala ala kerajaan.


Kedua mempelai yang tampak serasi dalam balutan pakaian kerajaan itu kini melangkah bergandengan menuju pelaminan mereka. Musik ala ala fairy tale pun menambah syahdunya acara pesta itu.


Sebelum kembali duduk di pelaminan, Elang dan Lisna berdansa berdua selama kurang lebih lima menit. Setelah itu pesta dansa itu boleh diikuti oleh tamu undangan yang juga ingin berdansa bersama.


Fauzi, Wulan, Yuni dan Firman datang ke pernikahan Lisna tepat setelah acara dansa selesai.


"Mmh, pintar juga Lisna memilih suami. Pasti di guna guna deh suaminya itu sampai tergila gila sama Lisna." Gumam Wulan saat tiba di aula pesta yang megah nan meriah itu.


"Mbak Wulan benar. Aku setuju dengan apa yang mbak Wulan katakan." Sahut Yuni.


Firman dan Fauzi hanya saling bersitatap dan menggeleng saja mendengar ocehan istri istri mereka.


Sampailah akhirnya mereka duduk di meja yang kebetulan baru kosong, karena tamu sebelumnya telah meninggalkan pesta.

__ADS_1


Wulan dan Yuni langsung saja menikmati hidangan yang sudah tersedia di atas meja itu.


"Mas, bisa minta udang gorengnya lagi nggak. Yang banyak." Bisik Wulan pada pelayan.


Dengan segera pelayan itu mengambilkan lagi dua porsi udang goreng tepung sekaligus lengkap dengan sausnya.


"Mas, minumnya dong." Ujar Yuni.


"Boleh. Mau minuman apa, mbak?" Tanya pelayan itu ramah.


"Apa saja yang penting minuman yang paling banyak diminati disini."


Pelayan itu pun langsung mengambilkan empat gelas sekaligus minuman untuk tamu itu.


Begitu kue usai di potong, Elang dan Lisna juga makan kue sambil saling suap menyuapkan dan minum gaya love shoot.


Semua tamu bertepuk tangan menggoda kedua mempelai yang tampak malu malu. Bahkan ada yang meneriakkan meminta mereka berciuman. Tentu saja Lisna dan Elang tidak mengubrisnya. Ciuman hanya akan mereka simpan untuk acara mereka berdua saja nanti malam di kamar pengantin.


Setelah acara potong kue, akhirnya Elang dan Lisna kembali ke kursi pelaminan mereka yang langsung di serbu oleh tamu tamu yang ingin berpoto dan mengucapkan selamat atas pernikahan mereka.


Hingga akhirnya tibalah saatnya Fauzi, Wulan, Firman dan Yuni yang maju naik kepelaminan untuk mengucapkan selamat pada mempelai.


"Mbak Lisna, selamat ya atas pernikahannya." Itu Yuni. Dia lebih dulu memberikan selamat pada Lisna.


"Terimakasih sudah datang, Yuni. Oh iya anak anak mu tidak dibawa?" Tanya Lisna ramah.

__ADS_1


"Tidak mbak, mereka sedang aktif aktifnya. Kalau di bawa takut susah ngontrolnya. Ah makanya mbak Lisna harus punya anak supaya tahu seru dan repotnya mengurus anak itu seperti apa." Celoteh Yuni mulai menyindir Lisna.


Untungnya Lisna hanya diam saja dan tidak terlalu memperdulikan ocehan mantan iparnya itu.


"Selamat ya. Semoga kali ini mbak Lisna bisa hamil. Kasihan loh suaminya mbak Lisna sudah habis banyak untuk menikahi mbak Lisna. Masak iya mbak Lisna nggak bisa memberinya keturunan juga." Ujar Wulan yang juga ikut menyindirnya.


Kata kata Wulan sungguh menyayat hati Lisna. Tapi Lisna bisa menanggapinya dengan santai. Karena dia lebih tahu, suaminya tidak sama seperti mantan suaminya yang dulu. Setidaknya Elang tidak menganggapnya sebagai mesin pencetak bayi. Itu saja sudah cukup bagi Lisna.


"Selamat ya mas Elang." Wulan memberi selamat pada Elang.


"Ya terimakasih sudah datang." Jawab Elang datar sekedarnya saja. Dia mendengar ocehan Wulan yang menyakiti Lisna.


"Lisna, selamat ya. Semoga kali ini kamu bahagia." Itu Fauzi.


Lisna tersenyum senang. "Terimakasih doanya mas, Fauzi."


"Mama titip salam." Lanjut Fauzi.


"Walaaikumsalam. Semoga mama cepat sembuh." Ucap Lisna mendoakan mantan mama mertuanya itu.


"Titip Lisna, mas Elang. Dia wanita yang sangat baik." Fauzi mengatakan itu pada Elang.


"Tenang saja mas Fauzi. Aku akan menjadikan Lisna satu satunya ratu dikerajaan cintaku." Tegas Elang yang sengaja menunjukkan bahwa dia bisa menjaga Lisna lebih dari yang lelaki itu harapkan.


Terakhir Firman juga mengucapkan selamat untuk Lisna. Dan Lisan tersenyum senang pada Firman. Begitu juga dengan Elang, dia bahkan sampai memeluk Firman, tanda terima kasihnya karena di keluarga Fauzi hanya Firman yang memperlakukan Lisna dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2