
"Sayang, jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri, karena kita tak dapat memprediksi pada siapa dan kapan cinta berlabuh, mungkin cinta yaang kita rasakan saat ini adalah salah di mata semua orang karena berdiri di atas bangunan rumahtangga antara aku dan Rossa, tapi ini memang sudah menjadi jalan cerita kita, sabar ya sayang, aku pasti akan mencari jalan terbaik untuk kita semua," urai Niko seraya mencium pucuk kepala Jessika dalam, sedalam perasaannya pada wanita yang tiba-tiba saja hadir di kehidupannya tanpa dia kira sebelumnya.
mencintai orang lain setelah istrinya di tengah pernikahannya yang masih berjalan memang bukan suatu hal yang bisa di benarkan, namun apa daya semua ini harus Niko alami dan jalani, tak ada pikiran buruk atau kecurigaan apapun di kepalanya tentang semua yang terjadi dan memang sudah di setting oleh Jessika, meski memang tanpa Jessika dan Niko sadari ini juga ada campur tangan settingan Tuhan di dalamnya, karena sekuat apa Jessika menebar pesona dan menjerat Niko jika memang tak ada restu Tuhan tak mungkin terjadi seperti sekarang ini.
"Jess, terimakasih sudah hadir dan menjadi teman yang mau mendengar keluh kesah ku di saat aku dalam keadaan seperti ini,"
Jessika tersenyum dalam hatinya, karena di saat-saat seperti ini lah waktu yang paling pas baginya untuk masuk lebih dalam hati Niko, menguasai setiap ruang sekat di hatinya dan ini juga merupakan kesempatan emas baginya untuk mengusir paksa Rossa dari hati Niko yang mungkin masih bersemayam di sana.
"Itulah fungsinya kekasih gelap seperti ku, saat kamu ada masalah dengan istri sah, maka aku yang berperan sebagai pelipur lara ,mu, dan saat kau akur dengan istri mu, aku harus siap hanya menerima sisa waktu yang kalian punya, satu lagi saat hubungan gelap ini diketahui oleh istri sah, maka biasanya si pria akan kembali pada istrinya, sementara wanita seperti ku harus rela di tinggalkan tanpa tuntutan apapun," cerita Jessika dengan segala dramanya.
"Stop! Jangan pernah berbicara seperti itu, aku tak akan memperlakukan mu seperti itu, kamu sama pentingnya dihidup ku," Niko menaruh telunjuknya tepat di atas bibir Jessika agar dia tak melanjutkan kata-katanya.
"Sepenting itukah istri mu di hidup mu? Bahkan setelah apa yang semua dia lakukan di belakang mu?" Pancing Jessika tak ingin menyerah membuat nama Rossa benar-benar jelek di mata Niko.
"Apa kamu cemburu?" Goda Niko.
Namun Jessika hanya membuang pandangannya jauh dari tatapan mata Niko yang seakan menusuk.
"Aku dan Rossa berpacaran hanya sebentar, dan langsung menikah, jujur saja aku tak banyak mengenal bagaimana dia, kehidupan dia, tapi aku mencoba menerima semua tentang dia, sikap mengalah ku padanya mungkin yang membuat kami bertahan sampai sejauh ini." Urai Niko.
"Mas sangat mencintai mbak Rossa ?" Tanya Jessika lagi seakan dirinya sangat haus akan segala hal informasi tentang Niko dan Rossa.
"Kalau aku bilang aku hanya pernah merasakan jatuh cinta pada mu, apa kamu akan mempercayai kata-kata ku?" Niko balik bertanya.
"Maksudnya?"
__ADS_1
Kalau boleh jujur, hati Jessika kini bagaikan taman yang di tumbuhi ribuan bunga bermekaran, dirinya juga merasa bak melayang ke langit ke tujuh saat mendengar gombalan Niko yang mengatakan kalau dia hanya pernah merasa jatuh cinta pada Jessika saja.
Ah yang benar saja, hati Jessika berbunga-bunga hanya karena mendengar gombalan murahan Niko? Jessika mulai meruntuki dirinya sendiri yang terlalu mudah terbuay dengan ucapan manis Niko.
"Mas, kamu seperti sedang menggombali anak sekolah saja, kalau kamu tak merasa jatuh cinta pada mbak Rossa, lantas bagaimana kamu bisa memutuskan untuk menikahi nya?"
Sekuat tenaga Jessika menyembunyikan perasaan groginya.
"Aku serius dan bukan sedang menggombal,Aku orang pemilih dan susah untuk beradaptasi dengan orang lain, di usia ku yang sudah hampir masuk kepala 3 saat itu, Rossa datang ke kehidupan ku, menawarkan hubungan yang lebih dari teman pada ku, aku mencoba untuk membuka diri ku untuk menjalaninya, meski rasa cinta itu tak juga tumbuh sampai kami menikah," bebernya.
"Lantas bagaimana bisa mas jatuh cinta pada ku yang jelas-jelas orang asing dan kita belum pernah perjumpa sebelumnya?" Ternyata Jessika cukup tertarik dan antusias untuk mendengarkan cerita kekasihnya itu.
"Entahlah, aku juga merasa bingung, bagaimana aku bisa tiba-tiba merasa kamu masuk ke hidup ku dengan mudahnya, mengisi kekosongan hati yang selama ini aku rasakan, sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada mu," cengir Niko.
"Haish, jatuh cinta pada pandangan pertama bagaimana, kesan pertama kita ketemu saja kamu jutek setengah mati!" Cibir Jessika.
Niko mulai menyusuri leher jenjang Jessika dengan bibirnya dan nafas yang sengaja dia hembuskan dengan kasar agar mengenai kulit leher yang putih mulus dan selalu menggoda iman Niko.
"Ahh, hentikan!" kata Jessika merasa risih.
"Jess, apa aku boleh tidur dengan mu malam ini?" Tanya Niko penuh harap.
"Sekedar tidur?" Jessika menaikan sebelah alisnya.
"Kenapa?" Tanya Niko, suaranya terdengar agak lesu.
__ADS_1
Sepertinya dia akan mendapat penolakan lagi setiap kali dirinya mengajak Jessika untuk melakukan hubungan fisik yang lebih jauh lagi dari sekedar saling berciuman dan saling meraba.
"Tidak untuk sekarang mas," tolak Jessika seperti biasanya.
"Apa kamu tau, aku begitu ingin melalui malam indah dengan mu, tapi---" kata Niko lirih.
"Mas, kamu tau kalau aku tak mau melakukan hal itu sebelum kita sah, meskipun aku di besarkan di negara yang bebas, tapi aku tak ingin seperti itu, tolong mengertilah, jangan sampai aku berpikir kalau yang kamu inginkan itu hanya tidur dengan ku saja," ucap Jessika sedikit kesal.
"Oke aku mengerti, aku tak akan memaksa mu, dan jangan pernah sekali pun berpikiran seburuk itu pada ku, aku tulusa mencintai mu, bahkan jika kamu tak mau tidur dengan ku, perasaan ku tak sebatas hasrat padamu, meskipun tak aku pungkiri, aku selalutak bisa menahan hasrat ku saat bersama mu, kamu terlalu menggoda dan menggairahkan Jess," kata Niko.
Bagaimana pun, Niko harus bisa memahami dan menghormati prinsip kekasihnya untuk tak ingin berbuat lebih sebelum mereka sah menjadi suami istri, meski pun tentu saja Niko pasti kecewa, hanya saja penolakan Jessika tentang hal itu tidak lantas membuatnya menjadikan dirinya berniat meninggalkan kekasihnya itu.
Sebaliknya Niko justru semakin merasa penasaran dan tertantang dengan penolakan Jessika akan satu hal itu.
Hasrat biologisnya tak akan mengalahkan rasa cintanya yang tulus kepada kekasih gelapnya itu.
Sungguh rasanya cinta Niko pada Jessika bukan hanya sebatas nap su saja.
"Terimakasih sudah mengerti aku," ucap Jessika seraya mencium bibir Niko dengan penuh perasaan.
"Jess!" Bentak Niko saat baru saja ciuman itu terlepas.
"Kenapa?" Tanya Jessika dengan wajah polos tanpa dosanya.
"Aku sekuat tenaga menahan gairah ku, namun kamu malah sengaja memancing nya untuk naik kembali, kamu harus tanggung jawab!" Geram Niko, yang lantas di tinggalkan Jessika masuk ke dalam kamarnya begitu saja, meninggalkan Niko yang susah payah mengubur keinginannya untuk bercumbu dan menghabiskan malam panas dengan kekasihnya itu.
__ADS_1
"Jess, kamu nakal sekali!" Teriak Niko yang hanya di sahuti denga tawa ledekan Jessika.