Aku Memang Pelakor

Aku Memang Pelakor
Saya istri Niko!


__ADS_3

Air mata Niko menetes haru, betapa dirinya kini semakin berada di situasi yang sangat rumit, benarkah semua ini tak akan menyakiti Jessika kelak di kemudian hari, bagaimana jika ternyata anak itu ternyata benar-benar darah dagingnya sendiri, bukankah pilihannya akan semakin rumit, dimaana dia harus dihadapkan pada pilihan antara anak atau Jessika yang sudah berhasil mengambil hatinya.


Namun sangat bertolak belakang dengan sikap yang di tunjukkan Niko, Jessika justru terlihat cukup tenang dan santai dengan permasalahan yang terjadi.


"Sudahlah mas, jangan menyesali apa yang sudah terjadi, mungkin jalan kita memang harus seperti ini, selama kita ikhlas menerimanya, pasti akan ada jalan terbaik untuk kita."


Semenjak perceraiannya yang batal di lakukan, Rossa seolah mendapat angin segar dan merasa mendapatkan harapannya kembali untuk mendapatkan dan merebut cinta Niko kembali, apalagi saat ini ada bayi di dalam perutnya yang bisa dia jadikan senjata untuk menekan Niko.


namun saat ini suasana hatinya sedang sedikit buruk akibat Dania, salah satu sahabatnya yang memiliki usaha restoran Jepang itu memberi tahunya kalau dia pernah melihat Niko bersama Jessika makan di ruang privat restorannya.


"Jessika, apa dia Jess yang Niko sebut-sebut saat dia mabuk dan mencumbu ku saat itu?" gumam Rossa melakukan tanya jawab dengan dirinya sendiri.


Didorong rasa penasarannya, Jessika menyambar kunci mobilnya dan bergegas menuju butik milik Jessika, hatinya merasa tak bisa tenang dan terus saja memikirkan hal itu, jadi dia berusaha untuk mendatangi Jessika di sana untuk memastikan kebenarannya dari pada dia nanti mati penasaran.


"Ada yang bisa saya bantu, nyonya?" sapa karyawan butik Jessika itu ramah.

__ADS_1


"Aku ingin bertemu dengan Jessika si perancang busana terkenal itu, aku ingin memesan baju khusus.


"Apakah anda punya janji? Nona Jessika tak bisa di temui jika anda tak punya janji temu." Karyawan wanita Jessika itu mencoba menghalangi langkah Rossa yang bersikukuh ingin bertemu Jessika sang pemilik butik.


"Tapi saya benar-benar butuh bertemu dengannya." paksa Jessika keukeuh.


"Maaf nyonya, tapi---emh---"


"Biarkan dia masuk,"


Jessika yang sudah melihat kedatangan Rossa dari cctv butik yang terhubung dengan ponselnya itu pun tiba-tiba sudah berada di antara mereka lalu berusaha menengahi perdebatan kecil itu, Jessika ingin keributan yang dia yakin sengaja di buat Rossa saat itu akan mengganggu para konsumennya yang lain.


Badan sama rampingnya, kulit sama putihnya, sementara tinggi badan, meskipun terlihat beberapa centi lebih tinggi Jessika, namun Rossa juga tidak masuk ke kategori pendek untuk ukuran wanita, rasanya tak ada perbedaan yang mencolok di antara mereka selain umur yang mungkin terpaut agak jauh, Jessika beberapa tahun lebih muda darinya dan itu bisa terlihat jelas meski Rossa pun tak tampak tua di usianya yang sudah matang itu.


"Maaf, ada yang bisa saya bantu, nyonya?" tanya Jessika setelah membiarkan Rossa berlama-lama mrmandangi dirinya dengan penuh rasa ingin tahunya.

__ADS_1


"Jessika Adam?" tanya Rossa, memastikan.


Dirinya memang pernah bertemu sekali saat perayaan anniversary nya yang gagal, namun saat itu dirinya tak begitu fokus memperhatikan Jessika yang tiba-tiba saja datang dan membicarakan masalah pekerjaan sehingga membuatnya sangat kesal dan tak sudi melihat wajah wanita yang kini di curigai sebagai kekasih gelap suaminya itu.


"Ya, saya." Jessika mengangguk tegas dengan penuh percaya diri.


"Wajah dan penampilan mu sedikit berbeda dari yang aku lihat di layar televisi," Rossa beralasan, padahal sudah bertahun-tahun lamanya bahkan dia tak pernah menonton televisi akibat dirinya yang kecanduan nonton drama korea.


Meski konon katanya Jessika saat ini sangat terkenal dan sering muncul di tv, Rossa hanya baru stalking perancang busana terkenal itu lewat media sosial dan mencari artikel tentangnya di pencarian mbah gugel.


"Ah, sepertinya sama saja, di televisi maupun sehari-hari saya seperti ini." tepis Jessika yang tau kalau Rossa hanya berbasa-basi.


"Saya Rossa, istrinya Niko, pemilik EO yang menaikan nama mu dan nama butik mu disini." Rossa dengan bangganya memperkenalkan dirinya sebagai istri Niko, berharap perkenalan dirinya akan mengintimidasi lawan bicaranya.


Namun sayangnya itu tak berlaku bagi Jessika, "Saya tau, ada yang bisa saya bantu nyonya?"

__ADS_1


Jessika mengulangi pertanyaannya yang tadi belum sempat di jawab Rossa, karena wanita itu asik menelaah dan menilai penampilan wanita yang dia anggap saingannya itu.


"Ada hubungan apa antara kau dan suami ku?" Rossa kini tak ingin berbasa-basi lagi, dia langsung to the point bertanya pada intinya membuat Jessika sedikit tersentak dwngan pertanyaan istri dari kekasihnya itu.


__ADS_2