
Setelah meminta ijin sebelumnya pada Jessika, Niko menemui Rossa siang ini di rumah lama mereka, mengikuti saran yang di berikan oleh Jessika sebelumnya kalau dirinya di sarankan untuk berbicara tanpa emosi dengan Rossa yang masih berstatus istrinya itu, barangkali Rossa masih bisa di ajak kopromi dalam menyelesaikan masalah mereka yang rasa-rasanya sudah mustahil untuk kembali bersama lagi dalam sebuah mahligai pernikahan.
"Sayang, kamu pulang?" Kaget Rossa saat melihat kedatangan suaminya siang itu.
"Aku rasa ada beberapa hal yang harus kita diskusikan, berbicara di rumah sepertinya akan membuat kita lebih santai dan nyaman." Jawab Niko seraya masuk ke dalam setelah Rossa mempersilahkan dirinya untuk masuk, seperti orang asing saja, sebelumnya saat Rossa belum mempersilahkan dirinya masuk, Niko hanya berdiri saja mematung di ambang pintu.
"Niko, kita ini masih suami istri yang sah, dan rumah ini juga masih menjadi rumah tinggal kita berdua, jadi menurut ku, kamu tak perlu sungkan seperti tadi, aku jadi merasa kalau kita sangat asing sekarang ini." Keluh Rossa.
"Namun sayangnya begitu lah keadaannya, kita memang sudah sangat asing sekarang ini," ujar Niko cuek namun terkesan santai, tanpa emosi saat menyampaikannya.
__ADS_1
Rossa hanya menarik nafas dalam, sebenarnya sangat ingin dirinya menimpali ucapan suaminya itu, hanya saja untuk saat ini Rossa harus menghindari perdebatan dengan suaminya itu karena saat ini adalah waktunya dia untuk mengambil hati Niko agar mau membatalkan perceraiannya, selama Ibnu masih belum menceraikan istrinya, atau bahkan dirinya tak mau lagi berhubungan dengan Ibnu setelah tau kalau dirinya hanya selalu di jadikan wanita ke dua di kehidupannya, sepertinya Rosa merasa kalau Ibnu tak benar-benar ingin menjadikannya pasangan sehidup semati seperti yang di harapkannya, bahkan dia kini mulai merasa kalau rasa cintanya pada Ibnu hanya bertepuk sebelah tangan saja, dimana Ibnu hanya ingin bersenang-senang saja dan tak berniat serius menjalin hubungan dengan dirinya.
Maka dari itu, Rossa kini lebih memilih untuk kembali pada pelukan Niko dan menolak untuk bercerai, karena dirinya merasa menjadi manusia paling bodoh di dunia karen percaya begitu saja pada mulut manis Ibnu yang ternyata berbisa.
"Nik, apa yang harus aku lakukan agar kita bisa kembali seperti dulu lagi?" Rossa menghempaskan dirinya ke atas sofa empuk di ruang tamu menyusul Niko yang sudah terlebih dahulu mendudukan diri di sana.
"Tak ada. Yang perlu lakukan hanya melanjutkan perceraian kita sesuai dengan kesepakatan yang telah kita buat sebelumnya, mungkin dengan begitu hubungan kita akan menjadi baik seperti sedia kala," jawab Niko yang keukeuh pada pendiriannya untuk tetap bercerai dengan istri yang sudha menemaninya selama 3 tahun itu.
"Ah, omong kosong! lantas kenapa orang yang sudah menikah 10 tahun bahkan lebih masih saja banyak yang bercerai?" Bantah Niko mematahkan asumsi yang di sampaikan oleh istrinya tentang pernikahan, membuat Rossa diam tak berkutik karena semua perkataannya dapat di patahkan oleh Niko.
__ADS_1
"Aku datang ke sini hanya untuk memastikan kembali kalau kita akan tetap bercerai seperti kesepakatan kita semula, jujur saja aku sudah tak bisa melanjutkan pernikahan kita, permasalahan yang terjaadi pada rumah tangga kita terlalu rumit, rasanya kita sudah kehilangan rasa dalam pernikahan kita dan tak bisa lagi untuk di teruskan meski itu tetap di paksakan malah akan menyiksa perasaan satu sama lain." Niko mulai mengutarakan maksud kedatangannya ke rumah yang dulu sempat menjadi rumah cinta bagi mereka berdua.
"Siapa wanita itu? Siapa wanita yang sudah menggeser posisi ku di hati mu, Niko?" Tanya Rossa.
"Tak ada yang menggeser mu dari posisi semula, kenyataannya kamu yang pergi dari posisi mu dan dia mengisi kekosongan itu." Terdengar seperti sebuah pembenaran, tapi memang begitulah kenyataannya.
"Apa kamu akan lebih memilih orang yang baru datang di kehidupan mu dari pada aku yang sudah menemani mu selama bertahun-tahun lamanya? Ayolah Niko, terlalu banyak hal manis dan pahit yang pernah kita lewati bersama, apa kamu akan membuangnya begitu saja demi orang baru?" bujuk Rossa.
"Rossa, seperti halnya aku yang tak pernah menyalahkan pria mu yang telah mencuri mu dari sisi ku, jadi ku harap, jangan pernah melibatkan wanita yang saat ini dekat dengan ku dalam hal ini, aku harap kau lebih bersikap dewasa, dan belajar untuk bertanggung jawab atas keputusan yang kau buat. kita sama-sama salah dalam hal ini, mari kita akhiri pernikahan yang sudah kehilangan kesakralannya ini, kita sama-sama berpaling pada orang lain, mempunyai cinta lain di luar lingkaran pernikahan, mari kita saling jujur pada diri kita sendiri, jangan memaksakan hal yang tak mungkin." Ujar Niko panjang lebar.
__ADS_1
"Tapi aku sudah tak bersamanya, aku menyadari kekeliruan ku, aku ingin mempertahan rumah tangga kita." Tatapan Rossa penuh harap dan permohonan.
"Maaf, tapi kau tak bisa berbuat seenak mu, yang bisa datang dan pergi dalam rumah tangga ini sesuka hati mu. Aku sudah tak bisa bersama mu lagi!" Hampir saja Niko terpancing emosinya ketika dengan tanpa dosanya Rossa seolahj ingin kembali pada Niko saat dirinya sudah mencoreng citra sebagai istri di hadapannya.