
"Ya, akhirnya aku menemukan mu setelah enam bulan lamanya aku mencari mu dari kota ke kota di negara ini, sungguh usaha tak akan menghianati hasil." cicit Niko yang terus saja menguntai senyum bahagianya, bahkan kini pria itu memeluk erat wanita yang masih terdiam mematung mendengarkan apa yang dikatakan oleh pria dihadapannya itu.
Namun ternyata tanpa di duga-duga Jessika mengurai pelukan Niko, setelah memberikan ponsel itu dia bergegas pergi meninggalkan Niko yang gantian kini mematung, enam bulan lamanya dia mencari-cari keberadaan Jessika, wanita yang ternyata tak bisa di lupakannya itu, namun saat akhirnya dia menemukan wanitanya itu, Jessika malah memilih pergi lagi dan menjauh darinya.
"Jess, Jessika!" panggil Niko sambil berlari mengejar Jessika yang berjalan dengan langkah lebarnya, meski tumpukan salju menghalangi ruang geraknya.
Jessika tak ingin terlibat apapun lagi dengan Niko, cukup baginya kisah kemarin yang sampai sekarang saja lukanya tak kunjung kering.
"Jess, dengarkan aku dulu!"
Niko berhasil mengejar Jessika dan merarik lengannya.
__ADS_1
"Tolong lepaskan aku mas!" ujar Jessika dengan suara bergetar entah menahan tangis atau menahan dingin.
"Tidak, sebelum kau dengarkan aku dulu!" Niko mempererat pegangannya.
"Bahkan kamu tak mau mendengarkan penjelasan ku sepatah katapun, dulu. Lantas dengan egoisnya kamu memaksaku untuk mendengarkan mu?" Air mata itu akhirnya tumpah juga, menjebol benteng pertahanan yang Jessika buat sedari tadi agar tak terlihat lemah di hadapan Niko, namun nyatanya airmata sialan itu malah pamer kesedihannya di depan pria yang masih sangat di ingatnya bahkan bau tubuhnya saja masih melekat dalam ingatannya.
"Jess, maafkan aku, tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya!" tatapan Niko begitu mengiba.
Tak peduli banyak orang lewat yang melirik ke arah mereka yang seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar saat ini.
"Jess aku salah, aku minta maaf. Aku bodoh tak menyadari ketulusan hati mu dan tak menyadari betapa besar perasaan ku padamu, aku dibutakan oleh amarah, aku menyesal!"
__ADS_1
"Aku tak mengklaim kalau diriku sepenuhnya benar, ku akui dari awal niatku mendekati mu hanya karena ingin merebutmu dari sisi wanita yang telah menyiksa batin kakak perempuanku, jika ditengah jalan pada kenyataannya aku jatuh cinta padamu dan kamu tak ingin membalasnya, anggap saja itu hukuman untuk ku yang telah lancang mempermainkan perasaan, aku rasa kita sudah impas, tak perlu lagi ada kelanjutan kisah yang memang salah dari awalnya ini." urai Jessika sambil terus mencoba melepas pegangan tangan Niko di lengannya yang semakin melemah seiring kalimat demi kalimat menusuk meluncur dari bibir mungil Jessika yang mulai membiru karena kedinginan akibat terlalu lama berada di luar ruangan yang sedang di guyur salju.
"Tapi aku tak ingin kehilangan mu, aku ingin kita memulai kisah kita dengan semestinya, dengan kisah yang indah, bukan kisah yang salah." cicit Niko lemah.
"Maaf mas, tapi sepertinya kita tak akan berjodoh, lagi pula aku tak mau menjadi perebut suami orang untuk kedua kalinya." Jessika mengangkat tangan kanannya ke depan dada Niko dan menahannya saat pria itu berusaha mendekat.
"Kamu tak merebut aku dari siapapun, aku sudah bercerai dari Rossa seminggu setelah dia melahirkan, dan kalau kita bukan ditakdirkan sebagai jodoh, tak mungkin Tuhan mempertemukan kita kembali setelah aku mencarimu enam bulan lamanya." kilah Niko.
"Maaf mas, tapi aku tak mau menjadi pelarian atas sakit hati mu karena bercerai dengan istrimu, silahkan mencari pengobat luka mu, tapi sepertinya bukan aku orangnya. Aku permisi, ibuku mungkin akan mencemaskan ku karena terlalu lama menungguku di rumah!" pamit Jessika yang lalu berbalik badan meninggalkan Niko yang tak bisa berkata apa-apa lagi selain hanya bisa menatap punggung Jessika yang semakin menjauh dari tempatnya berdiri sekarang ini dan semakin menghilang dari pandangan karena semakin tebalnya salju yang turun sore itu membuat jarak pandang menjadi sangat terbatasi.
"Jess, aku telah mencari mu kemana-mana selama enam bulan ini, setelah aku menemukanmu sekarang ini, aku tak akan pernah melepaskanmu lagi, aku akan mendapatkan mu kembali. aku akan berusaha untuk itu, aku tak ingin kehilangan mu untuk kedua kalinya" guman Niko seraya berjanji pada dirinya sendiri.
__ADS_1