Aku Memang Pelakor

Aku Memang Pelakor
Namanya juga usaha


__ADS_3

Keesokan malamnya, Jessika yang harus pulang kerja sedikit lebih larut dibanding hari biasanya terburu-buru pulang ke rumahnya karena khawatir ibunya yang sudah sepuh dan sendirian di rumah itu akan kenapa-napa.


Namun betapa terkejutnya karena Jessika sayup-sayup mendengar suara tawa dan orang mengobrol dari dalam rumahnya, kawasan rumahnya jauh dari tetangga, dan tak ada saudara yang tinggal di kota itu, mereka terbiasa hidup berdua saja selama setahun belakangan ini, dan itu merupakan hal yang biasa disana mayoritas orang disana individual.


Jessika buru-buru membuaka pintu rumahnya, dia takut ada orang asing yang menerobos masuk dan memperdaya ibunya dengan berpura-pura bertamu.


Namun saat pintu terbuka dirinya lebih terlihat panik karena ternyata ibunya sedang mengobrol dengan Niko sambil menikmati secangkir kopi yang masih mengepulkan asap.


"Bu, bukankah sudah aku bilang berkali-kalai untuk jangan memasukan orang asing sembarangan!" ujar Jessika pada ibunya dengan mengabaikan Niko yang tersenyum hangat saat menyambut kepulangannya


"Dia bukan orang asing, dia teman mu, katanya dia pernah bekerja sama dalam peragaan busana pembukaan butik mu saat di Indonesia, apa kamu melupakannya?" terang ibunya.

__ADS_1


"Aku sudah melupakan semua hal tentang yang terjadi di Indonesia." ketus Jessika, untung saja berita heboh tentang gosip dirinya di tanah air tak sampai ke telinga sang ibu, sehingga dia tak mengenal siapa itu Niko.


Melihat gelagat yang aneh dan terkesan kurang suka dari Jessika, ibunya seakan menangkap ada hal yang tidak sederhana yang terjadi antara putrinya dengan pria yang mengaku bernama Niko pada dirinya itu, apalagi Niko sampai rela menyusul Jessika jauh-jauh kesana.


"Baiklah, ibu masuk dulu. Sebaiknya kalian berbicaralah!" ibu Jessika meninggalkan dua orang itu di ruang tamu rumahnya, dia sepertinya dapat merasakan kalau ada sesuatu diantara dua orang itu.


"Sebaiknya kamu pulang, mas. Aku lelah dan ingin beristirahat!" usir Jessika, dia begitu tinggi membentengi dirinya agar tak tersentuh lagi oleh buayan manis Niko yang bisa saja menghanyutkan dirinya dan membuatnya jatuh lagi ke lubang yang sama.


Meskipun Niko mengatakan dia telah bercerai dengan Rossa, tapi batinnya masih belum bisa memaafkan saat bagaimana dirinya di buang begitu saja oleh Niko tanpa mau mendengar sepatah katapun penjelasan darinya, lantas kemana dia saat dirinya diteror sedemikian rupa, dihina dan di caci oleh jutaan komentar di media sosial, apa dirinya berpura-pura buta dan tuli akan hal itu, sanpai dengan teganya tak ada sama sekali klarifikasi atau sedikit pembelaan untuk dirinya yang katanya dicintainya itu.


"Maaf mas, silahkan pergi. Dan jangan coba-coba untuk datang kembali." Jessika menunjuk pintu keluar seraya mengisyaratkan agar Niko segera keluar dari rumahnya.

__ADS_1


Dengan pasrah akhirnya Niko berjalan menuju pintu keluar dengan gontai, tak ada gunanya terus memakasakan untuk berbicara dengan Jessika jika wanita itu belum bersedia membuka kembali hatinya, yang ada salah-salah dia bisa semakin menjauh dari dirinya.


Namanya juga usaha, bisa berhasil cepat, bisa juga hasilnya terasa lambat, bahkan mungkin juga tidak berhasil sama sekali, namun Niko akan selalu berusaha dan tak akan menyerah demi mendapatkan hati Jessika kembali, 'masih ada hari esok' pikir Niko.


Sungguh Niko merasa sangat menyesal karena saat itu dirinya terbawa emosi, sama halnya seperti Jessika, Niko pun saat itu sangat terluka dengan perpisahan mereka, lebih tepatnya dengan keputusannya, padahal semenjak hari perpisahan itu, Niko terus saja mengikuti dan memperhatikan keseharian Jessika, dia juga tak benar-benar tinggal di rumah itu bersama Rossa, dia tinggal di kantornya setiap hari.


Bahkan saat kejadian teror pelemparan batu di butik milik Jessika, Niko sebenarnya ada disana dan ingin sekali memeluk wanita itu, namun sekali lagi egonya terlalu besar, ditambah lagi banyaknya wartawan yang berkerumun di sekitar butik, akan menjadi sangat buruk untuk Jessika jika tiba-tiba dirinya muncul di saat seperti itu, karena hal itu akan semakin menguatkan dugaan masyarakat tentang hubungan terlarang mereka, dan dalam hal ini jelas Jessika lah yang akan lebih di rugikan.


Meski terkesan diam tanpa pergerakan, Niko pun tak sepenuhnya hanya menonton saja, dia memecat Rima yang awalnya dia duga sebagai penyebar video yang saat itu menjadi viral, namun ternyata setelah diselidiki lebih lanjut, penyebar video tak bertanggung jawab itu adalah Ibnu, yang saat itu tak sengaja melihat perdebatan antara dirinya, Jesika dan Rossa.


Ibnu yang saat itu hendak menemui Rossa mengambil kesempatan sebagai upaya balas dendamnya karena merasa kesal Jessika membocorkan tentang perselingkuhannya dengan Rossa kepada Amanda, sang istri.

__ADS_1


Kini Ibnu pun telah di pecat dari pekerjaannya sebagai PNS karena kasus perselingkuhannya dengan Rossa yang telah menghasilkan anak di luar nikah itu terekspose ke publik, membuat gosip tentang kasus hubungan dirinya dengan Jessika di masyarakat akhirnya reda dengan sendirinya karena masyarakat akhirnya menebak-nebak dan menyimpulkan sendiri kalau Niko melakukan itu semua karena kesalahan Rossa sendiri.


Adapun Rossa kini menjadi istri kedua Ibnu karena Amanda tak mau bercerai dengan suaminya, Rossa harus menerima menjadi orang kedua setelah Amanda, kalau bukan karena terikat anak hasil perselingkuhan mereka, sebenarnya Ibnu pun tak mungkin mau menikahi Rossa, tapi itu semua dia lakukan demi anak mereka saja.


__ADS_2