
Nafas Rossa terasa berat dengan hati yang bergemuruh kencang akibat perdebatannya dengan Jessika, entah dari mana kekasih suaminya itu mendapatkan semua foto-foto itu, bagaimana jika foto-foto itu sampai ke tangan Niko, tentu saja semua rencananya pasti akan hancur berantakan.
"Apa yang kau inginkan sebenarnya?" tanya Rossa dengan emosi yang mulai merajai jiwanya.
"Sama seperti halnya keinginan mu, aku menginginkan suami mu!" Jessika menyunggingkan senyum jahatnya, membuat Rossa semakin terbakar emosi.
"Itu tak akan pernah terjadi selama aku masih hidup di dunia ini, aku akan mempertahankan suami ku dengan apapun caranya!" kecam Rossa dengan nafas yang tersenggal.
"Maka selamat berusaha, semoga berhasil!" kali ini senyuman Jessika terasa seperti meledek diri Rossa, membuat wanita itu menggila karena naik pitam.
Rossa mengobrak abrik ruang kerja Jessika, semua barang yang ada di atas meja kerja Jessika dia sapu dengan tangannya sehinga semua benda yang berada di meja itu berhamburan terjun bebas ke lantai, bahkan beberapa di antaranya, benda yang terbuat dari kaca dan sejenisnya harus hancur berkeping-keping di lantai marmer berwarna putih tulang itu.
__ADS_1
Jessika terkesiap menyaksikan amarah Rossa yang bak orang kesetanan.
"Aku akan menghancurkan mu seperti halnya sekarang aku menghancurkan ruang kerja mu, tunggu saja, ini baru permulaan dari ku," teriak Rossa sambil menunjuk-wajah Jessika yang tak terlihat gentar sesikit pun.
Ceklek!
Sungguh tanpa di duga, Niko muncul dari balik pintu ruang kerja Jessika yang tadinya tertutup rapat itu.
"Apa yang terjadi di sini?" Rahang Niko mengeras, melihat hancurnya keadaan di dalam ruang kerja milik kekasihnya itu, dia yakin telah ada kejadian yang luar biasa dahsyat sebelum dirinya datang ke tempat itu dan dia lewatkan.
"N-Niko, berarti ini semua benar, kamu dan wanita jallang itu? Kalian?" Suara Rossa tergagap antara marah karena ternyata benar apa yang di katakan dan di duga teman-temannya kalau Niko ada main dengan pemilik butik terkenal itu, namun di siai lain Rossa juga takut karena amukannya di tempat kerja Jessika akan membuat Niko menjadi semakin kesal dan bertambah marah padanya, secara saat ini Niko sedang merasa jatuh cinta pada wanita itu, siapapun yang mengusik kekasihnya pasti dia tak akan tinggal diam.
__ADS_1
"Jaga bicara mu!" bentak Niko.
Benar saja, belum apa-apa Niko sudah murka karena sebutan jallang yang di sematkan Rossa pada Jessika membuatnya terbakar api amarah.
"Apa benar dia yang membuat mu sangat ingin berpisah dari ku, huh?" emosi Rossa kembali terpancing naik saat mendapatkan bentakan dari Niko yang seolah membela kekasihnya secara terang-terangan di depan matanya.
"Jangan lupakan kalau perceraian kita juga ada andil kau yang bermain gila dengan pria lain, jadi tak usah sok suci di sini, dan ingat ini baik-baik, aku menerima penundaan perceraian kita hanya karena anak yang ada di perut mu itu, bukan karena aku ingin kembali padamu, jadi aku harap jangan pernah lancang ikut campur masalah pribadi ku." tegas Niko mengingatkan pada Rossa yang urung di ceraikan nya itu untuk tak mengusik kekasihnya secara tersirat.
Ketika Niko sudah menyinggung masalah perselingkuhannya dengan Ibnu, Rossa juga seakan tak kehabisan kata-katanya, dia tak ingin permasalahan nya semakin melebar dan berujung Niko semakin menjauh dari dirinya.
"Tapi aku sudah memutuskan untuk meninggalkan dia dan memilih kamu juga anak kita, aku harap kau juga melakukan hal yang sama untuk keutuhan rumah tangga kita ini, demi anak kita nantinya." mohon Rossa tanpa tahu malu meminta Niko untuk kembali padanya dan meninggalkan Jessika hanya karena dirinya yang kini memutuskan untuk kembalimengejar cinta Niko dan berusaha mempertahankan rumah tangganya karena ternyata Ibnu yang lagi-lagi menipu dirinya, sungguh Rossa merasa sangat kecewa dengan kenyataan bahwa pria idaman lainnya itu ternyata mempunyai anak dan istri tanpa sepengetahuan dirinya.
__ADS_1
Cih, apa ini semua harus tentang dirimu? Aku harus berpisah dengan mu saat hubungan mu dengan kekasih mu baik-baik saja, dan aku harus kembali memeluk mu saat kau dan pria mu berpisah, kau anggap aku ini apa?" nada suara Niko meninggi.