
Sontak saja Ibnu terhenyak, bagaimana bisa Amanda tau tentang semua kebenaran itu, sementara dirinya berusaha menyimpannya dengan serapat mungkin, lagi pula bukankah Amanda tak kenal siapapun dari masa lalunya? Pikirnya.
"Manda, dari mana kamu mendapatkan semua cerita bohong itu?" Elak Ibnu, berusaha mengecoh Amanda dengan mengatakan apa yang di dengarnya tentang Jeslynitu semua hanyalah cerita bohong belaka.
"Tak perlu kamu tau dari siapa aku mendapatkan kebenaran itu, aku hanya tak habis pikir, bisa-bisanya aku terlambat mengetahui tentang semua ini, karena jujur saja aku kini menyesal telah menikah dengan mu, aku benar-benar merasa tertipu." Sinis Amanda.
"Manda, itu semua tidak benar, katakan pada ku siapa yang memberi informasi tak jelas itu, sungguh itu fitnah yang sangat keji," Ibnu terus saja membela diri.
"Ibnu, aku harap kau menepati janji mu untuk menikahi ku, dan tolong selesaikan urusan mu dengan istri mu itu, selama urusan mu dengan istri mu belum selesai, aku harap kau janghan pernah hubungi aku apalagi mencoba menemui ku." Rossa sudah tak kuat rasanya menahan segala gejolak yang bergemuruh di dalam dadanya, wanita itu lebih memilih untuk pergi meninggalkan apartemen kekasihnya agar pria itu dapat segera menyelesaikan permasalahannya dengan istrinya.
Sungguh kekecewaan Rossa saat ini tak terbilang rasanya, setelah kematian Jeslyn, dia pikir Ibnu akan l;angsung menikahinya, namun dia beralasan ingin di beri waktu untuk berduka dahulu, sampai pada akhirnya Rossa memutuskan untuk menikah dengan Niko, namun ternyata tanpa dia ketahui Ibnu kini dia sudah punya anak dan istri, benar apa yang di katakan Amanda padanya, kalau selama ini dia hanya selalu jadi wanita ke dua di hidupnya.
flashback off
__ADS_1
**
"Apa maksud mu? Kau tak bisa bersikap semau mu, aku bisa saja menuntut mu karena melakukan wanprestasi!" Geram Niko, menanggapi perkataan Rossa yang tiba-tiba saja ingin membatalkan perjanjian yang baru saja kemarian mereka sepakati.
Namun Rossa hanya terisak saja tanpa menjawab ucapan Niko yang terlihat sangat marah padanya itu.
"Aku- aku menyesal, aku tak mau berpisah dengan mu, ternyata tak ada pria lain yang lebih mencintai aku selain kamu," kata Rossa dengan sedikit rayuan mautnya yang biasanya duet tangisan plus rayuannya dapat dengan mudah meluluhkan hati sang suami, namun kini Niko justru terlihat tak termakan drama yang di mainkan oleh Rossa sedikit pun.
Niko justru terlihat bertambah marah saat Rossa memulai aksi merayunya itu.
"oh, ayolah. Aku sangat mencintai mu, baru aku sadari ternyata hanya kamu yang aku butuhkan, bukan orang lain!" Rayu Rossa.
"Cukup Rossa! Kau hanya butuh uang ku, kan? Aku akan memberikannya, tapi tolong pergi dari hidup ku, kita sudah tak bisa bersama lagi." Niko mundur beberapa langkah menjauh dari Rossa yang terus berusaha mendekati dirinya, seakan istrinya itu sosok menakutkan dan menjijikan yang harus dia hindari.
__ADS_1
"Niko, kenapa kita jadi seperti ini, apa yang terjadi pada kita, sepertinya kita hanya merasakan kejenuhan dalam pernikahan kita, sehingga kita tergoda oleh sosok lain selain pasangan kita, ayolah Niko,,, pernikahan kita masih bisa di selamatkan, ingatlah masa-masa manis kita, apa kamu sudah melupakan semua itu?" Rossa mencoba mengingatkan kembali saat-saat manis yang pernah mereka lalui selama masa pernikahan itu.
Meskipun Niko tak sepenuhnya benar dalam hal ini, yang paling lucu bagi Niko adalah ketika istrinya itu berceramah seolah dia sebagai istri yang suci dan tak pernah melakukan salah apapun, sehingga dengan entengnya mengajak mereka untuk kembali bersama.
"Maaf, aku tak ada waktu untuk mengingat-ingat masa lalu, karena hidup ku untuk masa depan, dan masa depan ku buan kamu!" Tegas Niko, meskipun kata-katanya itu jelas akan menyakiti hati Rossa.
"Niko, aku tak tau apa yang membuat mu menjadi berpaling seperti itu dari ku, katakan pada ku, wanita mana yang kini tengah dekat dengan mu? Apa aku mengenalnya?" Rossa seperti kehilangan harapan, dia yakin kalau posisinya benar-benar sudah tergantikan oleh orang lain saat ini.
Terlihat dari sikap Niko yang tak lagi perhatian padanya, bahkan dari pandangan nya pun sudah tak menampakan sorot cinta di sana.
"Kita sudah sepakat untuk tak mencampuri urusan pribadi masing-masing, maaf aku harus pulang!" Niko memilih untuk meninggalkan ruang kerjanya meninggalkan Rosa sendirian di sana dari pada dia harus berlama-lama berdebat tak jelas dengan istri yang sebentar lagi akan di ceraikannya itu, meskipun dia kini tak menyetujuinya.
Niko sudah sangat merinduka Jessika, saat ini yang ingin di temuinya hanya kekasihnya itu, dia ingin berbagi cerita dan menghabiskan malam dengan wanita yang kini merajai di kehidupannya itu.
__ADS_1
Sementara Rossa yang di tinggalkan begitu saja oleh Niko hanya mampu tersenyum getir, tak terbayangkan sebelumnya oleh wanita itu kalau kehidupannya akan menjadi setragis ini, suaminya tak menginginkannya lagi, sementara kekasihnya yang dia perjuangkan mati-matian juga ternyata membohonginya.
"Oke, kita lihat saja Niko, aku tak akan semudah itu melepas mu, aku akan membuat mu kembali ke dalam pelukan ku, dan cepat atau lambat, aku pasti akan tahu siapa pelakor dalam rumah tangga kita, bersiaplah untuk berperang dengan ku, pelakor!" Gumam Rossa denga wajah marahnya, sampai dia lupa diri kalau dirinya lebih tepat di juluki sebagai pelakor senior, karena terhitung sudah 2 kali menjadi pelakor dalam kehidupan rumah tangga Ibnu.