Aku Memang Pelakor

Aku Memang Pelakor
Curiga


__ADS_3

Malam itu datang juga, malam yang di tunggu-tunggu, acara fashion show yang di selenggarakan di sebuah hotel berbintang itu sungguh sesuai dengan yang ada di kepala Jessika, terkesan mewah dan mahal membuat dirinya beberapa kali merasa bangga dan tersenyum penuh bahagia dn haru atas pencapaiannya sebagai seorang perancang busana yang masih termasuk baru di negeri ini, namun ternyata sambutan dari para tamu undangan yang hadir terlihat sangat antusias dan puas dengan pakaian hasil rancangannya.


Telihat beberapa fashion editor dan para influencer terkenal yang sengaja di undang untuk daang menghadiri acara ini juga tak henti memberikan liputan secara langsungnya sehingga hal itu membantu mempengaruhi dalam pengangkatan merek produkJessika ke masyarakat luas.


Sementara Jessika dengan anggun duduk di deretan paling depan bersama para selebriti yang juga sengaja di undang untuk menghadiri acaranya dan mendongkrak naik merek dagangnya.


Para wartawan sibuk mengabadikan para model terkenal yang berlenggak lenggok di atas catwalk memamerkan pakaian apiknya ke para istri pejabat dan para sosialita ibukota sehingga membut mereka berdecak kagum dengan pakaian rancangan Jessika itu, dan dapat di pastika Jessika akan kebanjiran order pakaian dari mereka setelah acara ini selesai.


Tak dapat di pungkiri, Niko memang juara dalam hal menyelenggarakan suatu acara, pria gagah itu memang selalu sukses dalam setiap event yang di pegangnya.


Tepat di puncak acara, Niko juga memberi kejutan khusus untuk Jessika, dia menyelipkan acara kejutan ulang tahun untuk wanita yang sejak tadi membuatnya selalu mencuri-curi pandang ke arahnya di sepanjang acara di sela dirinya melaksanakan tugasnya mengkoordinir dan mengarahkan para krunya agar acara berjalan sesuai rencana.


Jessika yang mengenakan gaun hitam panjang itu terlihat glamor namun tetap elegan dan anggun saat berjalan menaiki podium untuk menerima acara kejutan dari Niko.


"Apa ini? Setahu ku sepertinya ini tak ada di acara?" Bisik Jessika di telinga Niko, membuat pria itu meremang seketika menerima hembusan nafas Jessika yang mengenai daun telinganya membuat Niko mematung beberapa saat dibuatnya.


Sebuah kue tart besar berbentuk mawar merah membuat Jessika terpesona, belum habis rasa harunya, kejutan lain datang lagi dari Niko, sebuket bunga mawar merah diberikan pria yang terlihat sangat tampan dalam balutan jas serba hitam yang sengaja di buatkan khusus oleh Jessika untuk pimpinan EO ternama itu.


Tetesan air mata Jessika pun meluncur begitu saja, tetesan bening itu seakan tak dapat di tahannya, mereka mendesak untuk keluar dan turun meluncur di pipi mulusnya.

__ADS_1


Rasa haru atas pencapaian besarnya itu, karena akhirnya dia bisa mewujudkan mimpinya sebagai desainer yang bisa menampilkan karyanya lewat pertunjukan se besar ini, tak semua desainer seperti dirinya mempunyai kesempatan sebagus ini, sehingga dia sepertinya begitu sangat terharu dengan semua pencapaiannya malam ini.


"Terimakasih!" Hanya kata itu yang dapat keluar dari mulutnya dan dia tujukan pada Niko dan pria bertangan dingin itu hanya membalasnya dengan anggukan kepala dan senyumannya.


Niko begitu pintar menyembunyikan perasaanya saat ini, sekuat tenaga dia menahan rasa ingin memeluk wanita yang sedang menangis haru itu, andai saja mereka hanya berdua di tempat itu, andai saja tak banyak kru dan tamu undangan di ruangan itu, banyak andai yang akhirnya menahan semua rasa yang ingin Niko ungkapkan.


Pesona Jessika terlalu menyilaukan dan membuatnya terlena sehingga membuat perasaan kagum atas karya dan kerja keras wanita itu perlahan berubah menjadi rasa kagum seorang pria terhadap seorang wanita, dimana nafsunya akhirnya berhasil menalahkan logikanya, menyingkirkan akal sehatnya dimana seharusnya perasaan itu adalah hal yang tak seharusnya terjadi pada dirinya yang sudah beristri.


Namun sayangnya gejolak di dadanya terasa begitu kuat sembuat Niko sendiri tak bis melawannya malah justru terbawa arusnya, melupakan janji setia yang pernah di ucapkan atas nama Tuhan kepada Rossa.


Hampir subuh Niko baru sampai ke rumahnya, setelah tadi sempat menemani Jessika makan malam yang tertunda dan mengantarkannya pulang ke apartemennya, hatinya merasa tak tenang melepas gadis itu untuk pulang sendiri meski Jessika bersikeras kalau dia bisa dan berjanji akan baik-baik saja.


"Kenapa baru pulang jam segini? Terus dengan siapa kamu berbicara barusan?" selidik Rossa.


Wanita yang tidak bisa tidur karena menunggui suaminya pulang itu merasa curiga dengan gelagat sang suami yang pulang sampai hampir pagi seperti ini, wajahnya pun terlihat sangat sumringah dan bahagia selepas mengerjakan event yang selama hampir 2 minggu ini menyita waktunya itu.


Padahal biasanya jika Niko pulang menyelenggarakan sebuah event, selalu ada saja yang di keluhkannya, entah itu cape, pusing dan lain sebagainya, namun kali ini, meski pulang sampai sampa se larut ini tak ada raut lelah di wajahnya.


"Acaranya memang baru selesai after midnight," itu memang bukan alasan yang mengada-ada, jelas itu jawaban yang jujur, hanya saja dia menyiman rapat-rapat tentang dirinya yang makan malam dan mengantarkan Jessika terlebih dahulu sebelum dirinya pulang ke rumah.

__ADS_1


"Biasanya kamu bisa meninggalkan acara saat pertengahan dan menyerahkannya pada kru, kenapa ini kamu harus menungguinya sampai akhir, kamu itu pimpinan. Tak harus semua pekerjaan kamu handle, apa gunanya punya anak buah?" Oceh Rossa mengeluarkan rasa kesal dan kejanggalan yang tersimpan sejak tadi dalam hatinya.


"Aku juga tak bisa menghubungi mu sma sekli semalaman ini!" lanjutnya.


Belum lagi sepanjang malam Rossa tak bisa menghubungi ponsel milik suaminya, dan itu hal yang sangat tidak mungkin dan bukan kebiasaan Niko, karena selama ini Niko tak pernah mematikan ponselnya dan akan selalu bisa menerima panggilan telpon darinya dalam situasi apapun.


"Bukankah aku sudah mengajak mu untuk datang ke acara itu, namun kamu menolak untuk pergi, jadi mau mu bagaimana? Aku itu sedang bekerja tadi, banyak orang penting di sana, banyak kolega ku juga datan di sana, manamungkin aku meninggalkan acara begitu saja!" Nada bicara Niko meninggi, lagi-lagi hal yang jarang sekali bahkan hampir tak pernah terjadi pada Nko adalah membentak istrinya, namun saat itu Niko seakan benar-benar menjelma menjadi orang lain di mata Rossa.


"Lalu menurut mu aku tidak penting? Tidak sepenting tamu undangan dan kolega mu di sana?" Rosa kian terpancing amarahnya, nada suaranya tak kalah meninggi dari sang suami.


"Dengan siapa kamu berbicara di telpon barusan, sepertinya kamu sangat mesra sekali saat berbicara dengannya?" Tanya Rossa lagi yang belum puas dengan semua penjelasan suaminya yang malah seolah ingin memicu pertengkaran dengannya.


"Aku cape, dan kamu malah mengajak ku bertengkar seperti ini, sudahlah aku mau mandi dan tidur!" Ucap Niko sambil berlalu meninggalkan Rossa yang masih berdiri di ruang tengah dengan mata berkaca-kaca karena r marah di dadanya terhadap sang suami yang tak berhasil dia luapkan sepenuhnya.


Jelas Rossa mencium ada gelagat aneh di diri sang suami, Niko tak pernah bersikap seperti ini, Rossa yakin ada sesuatu yang Niko sembunyikan darinya.


Dengan perlahan dan mengendap-endap Rossa mengambil ponsel NIko yang di simpan di nakas sebelh tempat tidur mereka, saat Niko masih berada di kamar mandi.


Rossa yakin akan menemukan petunjuk lewat ponsel itu, namun keganjilan kembali terjadi, dimana dia tiba-tiba mendapati ponsel suaminya itu di kunci, berulang kali dia memasukan beberapa angka untuk membuka password ponsel suaminya, mulai dari tanggal lahir suaminya, tanggal lahirnya, tanggal pernikahannya, namun semua gagal dan layar itu tak bisa terbuka, sampai akhirnya Rossa merasa putus asa dan menyerah, apalagi Niko juga sepertinya sudah hampir selesai mandi, dia tak ingin tertangkap basah oleh suamimya jika diinya sedang memeriksa ponselnya.

__ADS_1


Niko bisa semakin marah dan merasa ruang pribadinya di batasi, karena selama ini memang mereka tak pernh saling mengecek isi ponsel pasangan, karena saling percaya di antara mereka, dan satu hal lagi, selama ini Niko juga tak pernah mengunci ponselnya.


__ADS_2