Aku Memang Pelakor

Aku Memang Pelakor
Dasi Biru


__ADS_3

"Ada hubungan apa antara kau dan suami ku?" Rossa kini tak ingin berbasa-basi lagi, dia langsung to the point bertanya pada intinya membuat Jessika sedikit tersentak dengan pertanyaan istri dari kekasihnya itu.


Jessika tersenyum kecut, dia sudah memprediksinya dari jauh hari, kalau pemilik resto Jepang yang merupakan salah satu teman dari istri Niko itu akan melaporkan kebersamaannya dengan Niko pada Rossa, hanya saja rupanya sedikit terlambat Rossa datang menemuinya, padahal Jessika sudah menantikan saat-saat ini, saat dimana Rossa datang menemuinya dan mempertanyakan tentang hubungannya dengan Niko.


"Saya? Dengan Niko?" Jesika melempar kembali pertanyaan itu pada Rossa.


"Ya, tentu saja, kau dengan suami ku, ada hubungan apa, salah satu teman ku bahkan pernah melihat mu makan bersama di sebuah ruang privat!" sinis Rossa saat mengekor langkah Jessika menuju ruang kerjanya.


Mata Rossa mengesar ke setiap penjuru ruangan, mencari barangkali ada bukti atau sesuatu yang bisa menguatkan feelingnya sebagai istri kalau Jessika benar-benar selingkuhan suaminya.

__ADS_1


Benar saja, matanya berhenti pada sebuah dasi berwarna biru laut yang tergeletak di antara tumpukan kain-kain yang berserakan di meja tempat Jessika menyimpan contoh bahan yang akan di pakainya.


Mata Jessika ikut awas menuju objek pandangan yang menarik perhatian Rossa, dasi itu tertinggal kemarin saat Niko mengunjunginya di sana.


Rossa berjalan mendekati dimana dasi biru itu tergeletak, "Kau masih mau mengelak?" ucap Rossa sambil mengangkat dasi itu sebatas dagunya.


Tak ada raut tegang katau cemas di wajah Jessika sama sekali, wanita itu masih terlihat santai seperti awal Rossa datang menemuinya.


"Sialan, wanita tak tau diri, jallaang, itu berarti kau meembenarkan kalau kau dan suami ku ada hubungan, huh?" seketika darah Rossa memanas, emosinya langsung naik ke ubun-ubun saat itu juga, padahal Jessika belum mengatakan apapun.

__ADS_1


"Anda hebat, saya belum mengakui dan membenarkan tentang yang anda tuduhkan, tapi anda sudah bisa menebak semuanya dengan benar," ucapan Jessika lebih terdengar seperti sebuah ejekan dari pada sebuah pengakuan.


"Wanita iblis, suami ku sudah membuat karir mu cemerlang seperti sekarang ini, namun kau serakah, kau malah ingin memilikinya, dia sudah punya istri, dan sebentar lagi kami akan mempunyai anak!" Rossa selalu menghunakan bayi dalam perutnya sebagai tamen untuk dirinya.


"Dengar kau wanita iblis, jika suami ku bisa dengan mudahnya menaikan nama mu di industri fashion sampai kau terkenal seperti sekarang ini, maka aku juga bisa dengan mudah menjatuhkan bahkan menghancurkan mu se hancur-hancurnya dengan menyebar luaskan skandala mu dengan suami ku, kau tak akan pernah tau apa yang bisa aku lakukan untik menghancurkan mu!" ancam Rossa dengan nafas tersenggal-senggal karena menahan amarah di dadanya.


"Dan anda tak akan pernah tau, kegilaan apa yang bisa saya buat," jawab Jessika melemparkan beberapa lembar foto kebersamaan Rossa dengan Ibnu yang di ambil oleh orang suruhannya, tampak foto-foto Rossa saat bermesraan bersama Ibnu di setiap kesempatan, membuat wajah Rossa langsung pias seperti tak teraliti darah.


"A-apa ini, kau fitnah!" Rossa merobek semua foto-foto yang di lemparkan Jessika padanya dimana kesemuanya berisi gambar kemesraan dirinya bersama Ibnu, agar tak ada lagi bukti tersisa.Bagaimana bisa Jessika melakukan senua ini? pikirnya.

__ADS_1


Namun Jessika hanya tersenyum miring, "Hancurkan saja semuanya, aku masih menyimpan gambar-gambar itu di ponsel, laptop, dan banyak lagi, ayo kita hancur bersama, jika kau menginginkan kehancuran ku, sepertinya publik akan lebih tertarik dengan perselingkuhan istri pengusaha event organizer terkenal dengan seorang PNS yang sudah beranak istri, lantas apa bedanya kita?" Jessika mengangkat sebelah alisnya seolah menantang nyali dan mulut besar Rossa.


Panik? Tentu saja, karena Rossa tak menyangka jika ternyata tak semudah itu melabrak wanita bernama Jessika itu, sepertinya wanita itu sudah sangat prepare dengan semua yang akan terjadi pada dirinya, dan kini situasi menjadi terbalik, dimana kini justru dia yang merasa di ancam dan di intimidasi oleh Jessika dengan semua ancaman yang di berikan Jessika padanya.


__ADS_2