Aku Memang Pelakor

Aku Memang Pelakor
Curiga


__ADS_3

Siang itu Niko sedang meninjau tempat acara yang di garapnya si salah satu mall terbesar di ibukota, namun tanpa sengaja matanya menangkap sosok pria yang di kenalnya sebagai kekasih gelap Rossa istrinya, dia berjalan dengan seorang wanita dan menggendong seorang bayi perempuan lucu di dadanya.


Kening Niko berkerut, dia berpikir sesuatu, rasa-rasanya dia pernah melihat wanita itu,


"Ah, bukankah wanita itu yang tempo hari menyapa Jessika di rumah sakit ?" gumam Niko mengingat ingat, tapi mengapa dia bersama pria selingkuhan Rossa dan mereka terlihat sangat akrab.


Tanpa pikir panjang lagi, di dorong oleh rasa ingin tahunya, Niko mengikuti Ibnu yang sedang mengajak anak dan istrinya berjalan-jalan di Mall itu dengan cara mengendap-endap, entahlah rasa ingin tahunya tiba-tiba saja mencuat begitu kuat sampai dia harus mengikuti selingkuhan istrinya itu, bukan karena ingin mencari tau tentang Ibnu dan Rossa, melainkan penasaran dengan wanita yang bersama Ibnu dan terlihat akrab dengan Jessika kemarin.


"Kamu sama bunda dulu ya sayang, ayah mau ke toilet sebentar," Ibnu memberikan tubuh Lili sang putri ke hadapan Amanda agar putrinya itu bersama ibunya sebentar sementara dirinya ke toilet.


Dari kejauhan Niko memicingkan matanya, "Ayah? Bunda? Jadi mereka?" gumam Niko setengah tak percaya dengan apa yang dia lihat dan dia dengar.


Kalau benar wanita itu istrinya Ibnu, lantas bagaimana bisa terlihat begitu akrab dengan Jessika, dan kenapa juga kekasihnya itu seolah menutupi semuanya, atau malah Jessika tak tau tentang ini?

__ADS_1


Segala pertanyaan yang tak jua mendapat jawabannya itu seakan menjejali kepalanya, sungguh membuat dirinya menjadi semakin ingin menguak apa yang sebenarnya terjadi, dan dia harus tau kebenarannya, apa hubungan sebenarnya Jessika dengan istri dari Ibnu itu.


Di apartemen, saat Niko pulang kantor, hal pertama yang dia tanya kan pada Jessika adalah tentang Amanda,


"Jess, siapa nama perempuan yang tempo hari kamu temui saat di rumah sakit itu, yang membawa anak kecil itu?" tanya Niko penuh selidik, entah mengapa serasa ada yang mengganjal di hatinya dan ingin sekali mengetahui kebenaran tentang hal itu.


Jessika mengerutkan keningnya, dia merasa ada yangvtidak beres, karena tiba-tiba Niko menjadi sangat tertarik dengan sosok Amanda.


"Bukankah sudah ku jawab saat di rumah sakit tempo hari kalau dia hanya salah satu klien ku, ada apa dengan dia? Apa kamu naksir dia, mas?" seloroh Jessika berusaha setenang mungkin menyembunyikan rasa gugup yang menderanya, agar tak menimbulkan kecurigaan pada diri Niko yang sepertinya haus akan informasitentang Amanda itu.


"Manda, aku biasa memanggilnya seperti itu," Jawab Jessika tak memberi tahu nama lengkap Amanda, hatinya merasa khawatir tentang Niko yang sepertinya mulai menunjukkan gelagat yang mencurigakan.


"Owh, Manda. Oke." Niko manggut manggut seraya menyimpan anama itu dalam memori otaknya agar tak lupa saat dia memerlukannya.

__ADS_1


"Kamu aneh, mas!" protes Jessika seraya berlalu meninggalkan Niko yang masih terdiam di tempatnya.


"Jess, apa kamu marah? Aku hanya bertanya saja, apa kamu cemburu?" teriak Niko yang baru menyadari kalau ternyta Jessika sudah pergi dari ruangan itu meninggalkan dirinya yang asik menatap langit-langit ruang tengah apartemennya.


Dia baru menyadari sepertinya rasa kepenasarannya tentang wanita itu terlalu mencolok sehingga membuat Jessika merasa tak nyaman karena terus di tanya-tanyai olehnya seakan dia tak puas atau bahkan tak percaya dengan apa yang di katakan Jessika padanya.


Niko bangkit dari duduknya di sofa empuk yang membuatnya nyaman itu, lantas bergegaas menyusul Jessika ke kamar, untuk melihat sekaligus membujuk gadis yang sepertinya sedang merajuk itu.


"Jess, sayang, tolong buka pintu kamarnya, aku mau ganti baju!" panggilNiko dari balikpintu sambil mengetuk-ngetuk pintu kayu di hadapannya yang ternyata terkunci dari dalam itu, sepertinya Jessika benar-benar merasa tersinggung akibat di tanyai masalah Amanda terus menerus olehnya.


Sementara di dalam kamar Jessika menulikan pendengarannya, karena saat ini dia sibuk menghubungi Amanda yang tak kunjung menerima teleponya, dia ingin mengingatkan Amanda untuk berhati-hati karena Niko sepertinya mulai curiga.


Karena tak juga mendapat respon dari Amanda atas panggilan teleponnya, Jessika berinisiatif mengirimkan sebuah pesan, disana tertulis kalau dia meminta bertemu dengan Amanda besok di debuah kaffe.

__ADS_1


Sementara jauh di seberang sana, senyum Ibnu terurai, dia saat ini sedang membuka pesan yang di kirimkan Jessika pada istrinya, lalu setelah dia membacanya dia menghapusnya, agar tak meninggalkan jejak.


__ADS_2