
Sudah seminggu Niko mengejar kembali cinta Jessika yang sepertinya susah sekali untuk di taklukannya kembali, jika dulu wanita itu yang terkesan agresif mengejar cintanya, namun kini keadaan seolah berbalik, hati Jessika seperti memasang tembok yang sangat tebal dan tinggi, dan itu tak hanya berlalu untuk Niko saja, namun untuk semua pria yang menawarkan cinta padanya.
Bukan trauma sih, mungkin lebih ke malas untuk kembali terluka saja. Untuk saat ini hati Jessika belum siap untuk merasakan apa yang namanya patah hati, meskipun kalau harus jujur dia akui, sebenarnya dia masih sangat mencintai Niko.
Rasanya lebih berat berdekatan dengan NIko dan bisa melihat wajahnya secara langsung dari pada berjauhan dan hanya membayangkannya lewat ingatan saja, berada dekat dengan Niko membuatnya merasa lebih tersiksa karena sejatinya dia pun harus sekuat tenaga memunafikan diri, menyangkal perasaan cinta yang masih sangat besar tersimpan didalam dadanya.
"Nak, apa yang sebenarnya terjadi antara dirimu dan Niko? Sepertinya kalian mempunyai hubungan istimewa di waktu sebelumnya, dan kalau ibu tak salah lihat, ibu seperti melihat sinaran cinta yang sengaja kamu sembunyikan dari nak Niko, sementara nak Niko dengan terang-terangan selalu mengungkapkan rasa cintanya padamu baik itu melalui sorot matanya, gerakannya, dan semuanya. Ibu rasa kamu harus lebih terbuka dan jujur pada diri mu sendiri, beri kesempatan hati kalian untuk saling berbicara, sebelum akhirnya kamu mendapatkan penyesalan di seumur hidup mu," ucap ibunya Jessika panjang lebar setelah lagi-lagi menyaksikan Niko yang diusir oleh Jessika beberapa hari belakangan ini saat pria itu datang berkunjung ke rumah mereka.
__ADS_1
Jessika hanya terdiam mencerna perkataan ibunya, dia bertanya pada dirinya sendiri, apakah benar dirinya terlalu keras hati dan telah begitu jahat memperlakukan Niko selama ini? Bukankah ini semua berawal dari niat buruknya membalas dendam? Lantas mengapa setelah semua tak sesuai dengan rencananya semula seolah semua menjadi salah Niko? Bukankah seharusnya Niko tak sesalah ini jika dirinya tidak sengaja melibatkan Niko dalam masalah rumit balas dendam kakak perempuannya yang ternyata itupun tak sepenuhnya dapat dia tuntaskan.
"Entahlah bu, aku merasa sangat bingung dengan perasaan ku sendiri, jujur saja aku takut salah melangkah lagi," ujarnya lirih.
"Tak ada satu manusiapun yang sempurna dan tak pernah melakukan kesalahan, bukankah kesalahan itu adalah sebuah pelajaran bagi kita untuk akhirnya tahu mana yang benar? Manusia di beri ini dan ini untuk berpikir, jadi ibu rasa setelah merasakan salah sepertinya kita akan lebih pintar dan hati-hati lagi dalam bertindak," urai ibu Jessika seraya menunjuk kepala dan dada jessika secara bergantian, seraya mengatakan kalau sebaiknya Jessika menyeimbangkan hati dan pikirannya saat ini.
"Aku akan mencobanya, bu. Tapi sepertinya tidak sekarang." jawab Jessika dengan senyum simpulnya.
__ADS_1
Sekitar pukul 7 malam Jessika sudah bersiap untuk pergi ke klub tempat dimana dia dan teman-teman kerjanya akan menghabiskan malam tahun baru mereka.
Dengan sepatu boot bulu, celana kulit berwarna hitam ketat dan coat bulu tebal untuk menghalau rasa dingin yang sangat menusuk kulitnya akibat suhu yang sangat rendah malam itu.
Berjalan sendirian menuju klub yang letaknya tak terlalu jauh jika berjalan kaki melewati kawasan perkantoran yang biasanya sangat ramai, namun malam itu terasa sepi, mungkin karena semua orang merayakan malam pergantian tahun, dan kawasan perkantoran tentu saja sepi, karena para karyawan mendapatkan cuti akhir tahunnya.
Tak ada rasa takut sedikitpun dari diri Jessika saat dia melewati kawasan yang sepi itu, dia sudah terbiasa melewati tempat itu setiap harinya, jadi rasanya dia sudah sangt hafal dengan semua tentang daerah itu, namun ternyata kepercayaan dirinya harus runtuh seketika tat kala dirinya dihadang oleh dua orang pria bersenjata yang meminta dirinya menyerahkan semua harta berharganya, Paris memang terkenal dengan para copetnya yang sering beraksi pada siang hari, namun ternyata malam hari pun masih harus waspada dengan perampoknya.
__ADS_1
Jessika menyerahkan clutchnya dengan tangan gemetar karena salah satu dari perampok itu mengacungkan senjata tajam ke arahnya, rasanya terlalu konyol jika dirinya mempertahankan barang-barangnya sementara nyawanya berada dalam bahaya, bukankah harta masih bisa di cari, lantas kemana kita akan membeli nyawa jika itu hilang?
Namun sialnya, di saat Jessika dengan suka rela memberikan clutchnya yang berisi uang tak seberapa dan ponselnya, tiba-tiba Niko datang bak pahlawan kesiangan, dia tetiba muncul dari balik punggung Jessika dan menarik clutch bag milik wanita pujaannya itu, membuat salah satu perampok yang saat itu sedang memegang senjata refleks memuntahkan pelurunya ke arah Niko, sehingga membuat pria itu langsung terhempas ke tanah dengan bergelimangan darah.