Aku Memang Pelakor

Aku Memang Pelakor
Terungkap


__ADS_3

Merasa pesannya untuk Amanda sudah di terima meski tak di balas, siang itu Jessika bergegas pergi ke tempat pertemuan yang sudah dia sebutkan di pesan pada Amanda, sebuah kaffe yang letaknya agak jauh dari pusat keramaian kota, biasanya memang disana mereka bertemu.


Mungkin bisa di bilang kalau Jessika sedikit ceroboh kali ini, karena tanpa sepengetahuannya, yang datang ke tempat itu untuk bertemu dengannya ternyata Ibnu yang curiga dengan pesan tanpa nama di ponsel istrinya, sementara Amanda tak tahu menahu tentang janji bertemu dengan Jessika siang ini.


Jessika mengedarkan pandangannya mencari sosok Amanda yang tak juga datang menemuinya, sudah lebih dari 10 menit dia duduk di sana menunggu.


'Apa kamu sudah datang? aku sedikit terlambat, 5 menit lagi sampai, kamu duduk di sebelah mana?'


Sebuah pesan masuk ke ponsel Jessika, tanpa perasaan curiga sedikit pun, dia memberitahukan dimana dia berada saat ini, namun sejurus kemudian sebuah tangan menepuk bahunya.


Wajah Jessika langsung pucat pasi saat melihat sosok yang ada di hadapannya kini adalah Ibnu, mantan suami kakaknya, bukan Amanda, meskipun dirinya dan Jeslyn sudah lama berpisah, namun Jessika tak yakin kalau Ibnu tidak mengenali dirinya sebagai adik dari mendiang istrinya dahulu.

__ADS_1


"Ka-kau, bagaimana kau?" gagap Jessika berusaha menenangkan dirinya, namun ternyata itu sangat sulit untuk di lakukannya, tubuhnya bergetar hebat, rasa marah dan sedih datang begitu saja karena teringat dengan almarhum kakak perempuannya.


"Ada urusan apa Anda dengan istri ku?" Ibnu mengacungkan ponsel yang memperlihatkan chat dari Jessika di ponsel itu, sepertinya Ibnu tak mengenali Jessika.


"Aku ada bisnis dengannya!" jawab Jessika dengan lugas.


"Bisnis? Bisnis membocorkan hubungan ku dengan Rossa? Apa untungnya buat anda? Kenapa anda melakukan semua ini?" cecar Ibnu yang sudah membaca semua chat Jessika yang belum sempat Amanda hapus, dan di pesan itu memang tak ada membahas tentang Jeslyn sedikit pun, karena pembahasan tentang Jeslyn dia ceritakan saat mereka bercakap-cakap di telepon.


Hampir saja Jessika kehabisan kata untuk menyangkal ucapan Ibnu padanya.


"Aku sudah membaca semua pesan yang dikirimkan oleh Anda pada istriku, bahkan yang memfasilitasi istri dan anakku untuk datang ke sini dari kampung itu, Anda, kan?" tuduh Ibnu dengan suara meninggi, sehingga beberapa pengunjung menoleh dan menatap ke arah dirinya dan Jessika yang kini sedang berdebat hebat.

__ADS_1


"Maaf saya tak bisa meladeni, jika anda ingin bertengkar dengan saya,"


Jessika bangkit dari tempatnya duduk lalu bergegas meninggalkan kaffe itu, dia tak ingin menjadi tontonan banyak orang disana dan menjadi berita di media onlen, zaman sekarang orang dengan mudahnya merekam, lalu terpampanglah di akun gosip dengan judul yang tidak sesuai, namun ternyata Ibnu pun tak tinggal diam, karena dia mengejar Jessika sampai ke parkiran.


"Tunggu, anda harus menjelaskan semua permasalahan ini, Ini semua karena Jeslyn? Karena kakak perempuan mu, kan?"


Bagai di sambar petir, ternyata Ibnu mengetahui semua permasalahannya, namun tak selang lama dari itu, Amanda yang sedang menggendong Lili keluar dari mobil Ibnu yang terparkir tak jauh dari tempat mereka beradu argumen.


"Jessika, maafkan aku, aku aharus mengatakan semuanya pada mas ibnu, karena dia mengancam akan menceraikanku dan mengambil hak asuh Lili dari tangan ku, aku tak bisa di jauhkan dari Lili, apalagi Lili mengalami kelainan jantung, jika aku di ceraikan mas Ibnu, darimana aku dapat biaya untuk mengobati Lili, maafkan aku!" urai Amanda dengan bercucur airmata dan memohon dengan sangat mengiba.


Akh, nasi sudah menjadi bubur, semua sudah terkuak, dia pu sudah tak bisa mengelak lagi dengan apa yang Amanda katakan pada Ibnu.

__ADS_1


"Ya, aku melakukannya karena aku ingin membalas semua rasa sakit yang dirasakan kakak ku akibat perbuatan mu dan iblis jlang Rossa, aku ingin melihat kehancuran kalian, sebagaimana kalian menghancurkan kakak ku dengan begitu kejamnya, bukan hanya hubungan mu dengan Rossa yang ingin aku hancurkan, namun aku juga tak rela jika Rossa harus berbahagia dengan suaminya, aku akan melakukan apa saja asal kalian menderita, aku tak sudi melihat kalian bahagia setelah membunuh kakak ku dengan sangat kejinya!" urai Jessika dengan suara bergetar menahan segala emosi yang bergemuruh di hatinya.


Namun tanpa dia tahu, sepasang mata dan sepasang telinga melihat dan menyaksikan semua perkataan Jessika yang penuh emosianal itu, bahkan sosok Niko yang ternyata dari tadi mengintai Jessika dan bersembunyi tak jauh dari kekasihnya itu seketika lututnya terasa lemas, dia tak menyangka jika kekasihnya menyembunyikan hal sebesar itu, bahkan kedekatan mereka pun semua hanya demi balas dendam yang dia sendiri tak tau apa, seperti apa, siapa yang dibunuh, siapa Jeslyn, namun itu semua sudah cukup membuatnya merasa sakit, merasa kecewa karena kebohongan Jessika padanya.


__ADS_2