
"Oh, membayangkannya saja aku merasa sangat cemburu, bagaimana bisa ada perempuan asing yang berani-beraninya bersandar di bahu suami ku ini," cicit Rossa seraya menciumi leher sang suami, menggoda pria itu agar terbuay dengan pesonanya.
Jujur saja, sebenarnya Niko itu selalu memuaskannya, tak ada satu pun alasan untuknya berpaling pada pria lain hanya saja saat bertemu kembali dengan Ibnu yang merupakan cinta pertama nya itu, semua tentang Niko menjadi berkurang 50 persen karena Ibnu telah memiliki seluruh hati nya semenjak dahulu
"mungkin wanita itu tau kalau bahu pria ini tak pernah di sandari istrinya lagi jadi dia hanya ingin mengisi kekosongan itu," kelakar Niko yang langsung melihat perubahan mimik wajah istrinya menjadi sangat kecut.
"Niko, kenapa berbicara seperti itu? Jangan-jangan wanita itu memang sekingkuhan mu?" Rajuk Rossa.
"Hahaha,,, bercanda sayang, lagi pula, memangnya kenapa kalau aku selingkuh?" Pancing Niko lagi.
"Aku tidak rela, dan jika itu terjadi aku akan meminta cerai dari mu lalu mengambil semua harta mu menjadi atas nama ku, kita lihat apakah si pelakor itu tetap akan memilih mu setelah tau kalau kamu tak mempunyai harta apapun lagi," ujar Rossa berapi-api.
"Lantas bagaimana jika ternyata kamu yang selingkuh?"
Tak ada nada bercanda dalam ucapan Niko, sepertinya dia memang sengaja menanyakan hal itu pada Rossa yang di ketahuinya memang sama seperti dirinya yang mempunyai sosok lain di luar pernikahan.
"Apa kamu sedang menuduh ku?" Nada suara Rossa meninggi.
Memang konon katanya orang yang bersalah biasanya akan men defense dirinya dengan cara marah, dengan begitu lawan bicaranya akan merasa segan atau bahkan takut untuk melanjutkan pembicaraan karena merasa bersalah seolah-olah dia telah menuduh hal yang tidak benar padanya.
"Aku hanya menanyakan hal yang sama seperti pertanyaan yang kamu ajukan pada ku, kenapa kau marah dan tersinggung, sementara aku saja masih bisa menjawabnya dengan tawa!" Ujar Niko dengan santainya.
__ADS_1
Tentu saja Rossa akan marah, dia sebenarnya merasa kaget karena rahasianya terancam akan terbongkar dan bisa saja itu akan menjadi senjata Niko untuk menendangnya tanpa tunjangan sepeserpun dan Rossa berpeluang untuk kehilangan harta Niko yang selama ini menjadi penopang kehidupan keluarganya, dia juga terancam tak bisa bergaya hidup mewah dan di jauhi teman-teman sosialitanya karena di anggap tak se level lagi denga mereka.
"Tapi nada bicara mu itu seperti menuduh ku, seolah-olah kalau aku memang benar-benar berselingkuh," Rossa masih berapi-api.
"Asal kamu tau saja, sebenarnya aku yang melihat mu di bioskop tadi, bukan teman ku, aku hanya menunggu kejujuran mu, siapa wanita itu?" Lanjut Rossa yang akhirnya tak bisa menahan diri untuk mengungkapkan apa yang tadi dia lihat.
Rossa harus bisa membalikkan keadaan, dia harus bisa membuat Niko menjadi pihak yang bersalah, dan telah berselingkuh.
"Oh ya? Lantas kenapa kamu tak menghampiri ku dan menanyakan hal yang sebenarnya, bukaankah kau juga bisa dengan mudah menangkap basah jika mang benar aku berselingkuh?" Niko tersenyum dalam hatinya, dia merasa sudah berhasil membuat Rossa secara tidak langsung dan tidak di sadarinya masuk ke dalam jebakan yang di buatnya.
Sepertinya apapun yang di katakan oleh Rossa akan dapat dengan mudah di patahkan dan di pelintir oleh Niko.
"Emhh,,, itu---itu karena aku ingin memastikan dahulu, aku tak ingin terburu-buru mengambil sikap, apalagi itu di tempat umum, aku tak mau membuat kekacauan dan keributan di sana," gugup Rossa terbata-bata karena mencari-cari alibi untuk melindungi dirinya sendiri.
Rossa hanya terdiam, rasanyq dia tak mampu menjawab ucapan suaminya itu, karena memang dirinya memang tak bisa membuktikan apapun saat itu akibat dirnya yang tak bisa mendekat atau bahkan menghampiri suaminya karena dirinya sendiri pun sedang bersama Ibnu sang pria idaman lain.
"Kenapa diam? Tak bisa membuktikan tuduhan mu? Bagaimana kalau aku balik menuduh mu yang tak mau menemui ku saat itu karena kamu sedang menyembunyikan sesuatu yang mungkin akan membuat rahasia besar mu terbongkar?" Niko mengangkat sebelah alisnya dengan senyuman miringnya.
"Kamu keterlaluan Niko, jelas-jelas kamu yang sedang bersama seorang wanita, tadi di sana. Lantas mengapa kamu malah seolah melimpahkan kesalahan pada ku? Apa kamu punya bukti atas tuduhan mu itu?" Rossa semakin marah, sepertinya dia mulai kelimpungan mencari cara agar dirinya terbebas dari tuduhan suaminya itu.
"Oke, mungkin kita berdua sama-sama tak punya bukti, bagaimana kalau kita sama-sama mencari bukti ?" Tantang Niko.
__ADS_1
Rossa memilin rok yang di pakainya, menandakan kalau dirinya sedang dalam keadaan yang sangat cemas saat ini.
"Apa yang ingin kamu buktikan dari ku? Toh aku tak berbuat macam-macam!" Elak Rossa, mencoba tetap bertahan dengan pendiriannya, meski jujur saja hatinya kini semakin dag dig dug tak karuan.
"Bagaimana kalau aku bisa membuktikan nya? Apa kau siap angkat kaki dari rumah ini dan berpisah dengan ku?" Tantang Niko.
"Oh begitu rupanya, kamu memang benar-benar sudah mempunyai wanita lain, sehingga mencari-cari kesalahan dari ku yang tak melakukan apapun," Rossa tak ingin menyerah begitu saja.
"Sudahlah, begini saja,,, ku berikan penawaran pada mu, bagaimana kalau kita bercerai dengan cara baik-baik, kau lanjutkan kehidupan mu, begitu pun aku, karena sepertinya di antara kita sudah tak ada lagi yang bisa kita pertahankan lagi, aku akan memberi bagian mu sesuai dengan keputusan pengadilan." Kata Niko mencoba melakukan negosiasi dengan istrinya.
"Apa maksud mu? Kamu tak bisa menuduh ku tanpa bukti, justru aku yang akan membuktikan kalau kamu benar-benar sudah selingkuh, dan aku juga akan mencari tau siapa wanita yang tadi menonton bersama mu itu, aku akan memmbuktikan perselingkuhan mu dan menggugat mu di pengadilan." Ancam Rossa.
"Silakan cari tau, dan aku tak perlu mencari tau tentang siapa pria yang pergi menonton dengan mu tadi!" Sungguh ucapan Niko seperti skak mat untuk Rossa yang tiba-tiba mulutnya terkunci rapat tak dapat membalas perkataan suaminya yang ternyata mengetahui kalau dirinya pergi bersama Ibnu.
Berbagai pertanyaan bermunculan di kepalanya, apa Niko memang benar-benar tahu tentang perselingkuhan nya? Lalu kalau iya, sejak kapan Niko tau tentang perselingkuhan nya dengan Ibnu, lantas langkah apa selanjutnya yang harus di ambilnya?
"Sebaiknya kau pikirkan lagi tawaran ku, kita bercerai secara baik-baik, dan aku tak akan membuka masalah perselingkuhan mu pada orang tua kita masing-masing maupun pada majelis di persidangan, aku akan memberi mu waktu untuk memikirkannya selama satu minggu, dan aku tak akan mengganggu mu," pungkas Niko.
Niko lantas mengeluarkan kopernya memasukan beberapa baju dan barang pribadinya ke dalam koper itu, dia sudah tak bisa berada dalam satu atap dengan istrinya itu, selain rasa kecewanya yang sangat mendalam, dia juga sangat merindukan Jessika, rasa-rasanya dia tak ingin berpisah lebih lama dengan pujaan hatinya itu.
Rossa hanya mampu menyaksikan Niko pergi meninggalkannya tanpa mampu berbuat lebih apalagi menahan kepergiannya.
__ADS_1
Hatinya kini tak dapat memilih antara mempertahankan pernikahannya yang merupakan sumber uangnya dan meninggalkan Ibnu pria yang di cintainya, atau menerima tawaran Niko untuk bercerai baik-baik, sehingga dia masih bisa mendapatkan harta gono gini dan lalu menikah bersama dengan Ibnu pria yang sangat di cintainya.